March 23, 2015

Cikini Dalam Basah

Di sudut Cikini yang hening.
kita menghempaskan diri di warung makan
hujan membunuh hasrat kita untuk tetap melaju
hujan pula memperparah perut yang minta diisi

kubiarkan semua titik air membasahi ujung rambutmu
aku menatapmu dengan semua perasaan yang kumiliki
engkau sesekali merajuk dalam hujan
entah mengapa
engkau seberani ini bersamaku

menantang malam bahkan hujan
yang sekalipun tak kau lakukan saat sendiri

rawamangun. 230315

Asean Literary Festival

Aku tidak mengikrarkan diriku sebagai penyuka Sastra namun selalu saja ada bagian dari sastra yang membuatku menikmatinya. aku suka menulis puisi tetapi mungkin tergolong penulis puisi yang hanya main-main tanpa pola yang jelas. Aku suka menulis cerpen namun seringkali cerpenku yang tak mempunyai ending yang bermakna. Aku suka menulis setiap perjalanan waktu yang kulalui namun sekedar mengabadikan kenanganku bukan untuk sebuah hal yang berkaitan dengan sastra. begitulah sastra.

kemarin ada ASEAN LITERARY FESTIVAL 2015 di TIM. mungkin secara kebetulan aku disana karena memang setiap akhir pekan aku dan windi sering berkunjung ke TIM hanya untuk menghabiskan weekend. sesampai disana, aku melihat banyak penikmat sastra yang sedang berada disana, ada yang sedang asyik melihat-lihat buku pameran, ada yang sedang mengikuti diskusi dan banyak diantara mereka yang bercengkerama dengan teman. mungkin mereka lama tidak bertemu dan kemudian bertemu lagi di tempat tersebut.

aku dan windi sekedar melihat buku pameran. lumayan banyak buku bagus disana namun duit sudah menipis. kami memilih untuk mengikuti sebuah diskusi yang diadakan di panggung utama. diskusi tentang sastra yang panelisnya mahasiswa sastra UNJ dan pihak Diva Press. 

Kami datang pas sudah sesi tanya jawab sehingga kami tidak terlalu memahami materi diskusi yang dibahas meski sepintas dari sesi tanya jawab, aku menangkap bahwa bahasan tersebut tentang sastra yang mulai pudar. seorang panelis dari UNJ yang juga pengurus buletin Stomata dengan lugas memaparkan harapan-harapannya tentang sastra.

kami kemudian beranjak dan mengikuti sebuah diskusi berbahasa inggris. tidak banyak yang kudengar dari diskusi tersebut karena kami ikut saat diskusi akan berakhir. hingga maghrib menjelang, kami memutuskan untuk shalat maghrib di Basement dan memilih untuk pulang. ada kekecewaan yang menggelayut di hati karena baru mengetahui ada acara keren di TIM pada saat hari terakhir.

hujan mengguyur dengan derasnya saat kami akan meninggalkan TIM. kami nekat menerobos hujan dan memilih berteduh di sebuah warung makan sekaligus mengisi perut yang mulai keroncongan.

kami pulang ke kos masing-masing dengan weekend yang basah.


pulogadung220315

March 21, 2015

DITILANG

Pernah beberapa waktu lalu, aku menulis tentang seorang polisi yang kutemui di polsek metro kelapa gading.aku menulis tentang polisi yang lumayan baik diantara beberapa oknum yang pernah kutemui sebelumnya. entahlah apa yang selalu terlintas di benakku ketika mendengar kata polisi  namun yang jelasnya bahwa banyak keluargaku yang memilih profesi tersebut bahkan kedua kakakku pernah beberapa kali ikut seleksi polisi namun tidak lulus.

ketika aku kemudian tidak bersepakat dengan profesi tersebut, bukan karena kekecewaan kedua kakakku tidak lulus seleksi namun ada hal prinsipil yang membuatku tidak bersepakat. pertama aku ingin mengatakan bahwa aku bahkan malah  bersyukur kedua kakakku tidak lulus seleksi karena dengan begitu, orang tuaku lepas dari perbuatan menyogok. aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana saat kakakku sudah sampai pada tes terakhir dan dari seorang petingi polisi yang juga sekampung denganku menjadi backing dan disediakan sejumlah uang. memang pada saat itu aku tidak tahu sama sekali namun jujur sampai sekarang, aku bersyukur kedua kakakku tidak lulus seleksi.

mungkin ini terletak pada apa yang disebut prinsip namun aku pun menyadari bahwa masih ada diantara oknum polisi yang lulus tanpa menyogok, aku masih percaya itu meski perbandingannya jauh lebih kecil dari yang menyogok. hal kedua adalah banyak diantara oknum polisi yang bahkan menerima suap ketika sudah menjadi polisi apatahlagi ketika menjadi seorang petugas lalu lintas. hal lain bahwa banyak diantara mereka yang kemudian menjadi arogan.

diluar dari semua itu, aku percaya bahwa selalu saja ada orang baik diantara setiap orang yang kurang baik. kemarin aku menemukan seorang polisi yang kuanggap baik. mungkin kesannya subjektif namun begitulah adanya. ceritanya seperti ini. hari sabtu pagi, aku sudah bersiap ke arah karet pendurenan. ada dua jalur sebenarnya ke arah tersebut dari rawamangun. pertama melalui jalan pemuda ke arah pramuka-manggarai kemudian sampai di rasuna said namun menurutku jalur tersebut terlalu jauh. jalur yang kuanggap dekat melalui Cipinang kearah Casablanca. aku memilih aternatif kedua. sesampai di Jln Basuki Rakhmat, ada putaran yang memang sebenarnya dilarang namun karena putaran tersebut sebagai jalan kompas dan aku sudah sering melewatinya sehingga tanpa ragu aku memutar di jalan itu, apesnya pada saat itu ternyata ada 6 polisi yang sedang swipping. dengan pasrah, aku berhenti ketika seorang polisi memberhentikan motorku dan memberitahu bahwa aku melanggar rambu lalu lintas. sebelum dia menyuruh memperlihatkan SIM dan STNK, aku langsung berinisiatif mengeluarkan dan memperlihatkan kepadaku. saat itu aku sudah membatin harus kembali berurusan dengan pengadilan untuk mengambil SIM namun diluar dugaan, sang polisi mengatakan bahwa ini teguran pertama dan kemudian membiarkanku melanjutkan perjalanan.

yah, memang subjektif jika aku mengatataka bahwa dia seorang polisi yang baik namun aku pun beralasan bahwa 1 diantara 10 orang polisi yang mau berbaik hati seperti itu ketika kita sudah melanggar, yang ada bahwa ketika kita sudah jelas-jelas melanggar maka harus pasrah apakah damai di tempat atau bahkan harus ke pengadilan mengambil SIM.

terkadang kita menjumpai orang baik diantara mereka yang kurang baik.

pulogadung.210315

March 20, 2015

Nasabah yang Legowo

Genap sudah 7 bulan aku bekerja di kantor ini. Divisi kerja yang menurutku harus banyak berinteraksi dengan para nasabah yang mengajukan klaim. Sudah terlalu banyak karakter orang yang kutemui dan mayoritas dari mereka tidak sabar dan bahkan harus dibayarkan sekarang juga klaimnya apatahlagi ketika klaim yang ditolak, sudah tidak terbayangkan kata-kata yang akan keluar dari mulut mereka. Sumpah serapah laksana peluru yang keluar dari mulut mereka yang klaimnya ditolak bahkan menyumpahi setiap karyawan yang bekerja di kantor.

Aku pernah menulis seorang nasabah bernama ibu fitriana, umurnya sekitar 30 tahun. Hal yang kuingat saat dia melengkapi berkas adalah bertepatan dengan tutup buku sehingga kasie keuangan belum bisa membayarkan klaim dan ditunda sekitar 2 minggu. Berawal dari situ, dia begitu geram dan menyumpahiku dengan kata-kata bahkan dengan ancaman bahwa dia akan menulis tentang perusahaan kantorku ke koran.

Sejujurnya dalam hati yang paling dalam, aku sama sekali tidak gentar dengan setiap ancaman seperti itu namun ada hal yang harus kujaga dalam setiap berinteraksi dengan nasabah. mereka adalah nyawa dari perusahaan. Sering pula aku menempatkan diriku sebagai nasabah dan aku berpikir mungkin saja ketika aku yang diposisi mereka, aku mungkin juga tidak bisa bersabar seperti beberapa diantara mereka.

Ketika ditelepon oleh N bahwa ada tamu namanya Zuharudin. Pikiranku sudah berkecamuk untuk menguatkan hati mendengarkan sumpah serapah karena dia datang untuk mengambil surat penolakannya. berbekal rasa tanggung jawab, aku menemuinya di ruang tamu kantor. Kujelaskan bahwa  tidak bisa diakseptasi karena kasus Hipnotis dan pengemudinya tidak ada surat. 

Saat sedang menjelaskan, kuperhatikan setiap perubahan rona di wajahnya namun sampai pada kalimat bahwa ditolak, tak sedikitpun perubahan rona memerah di wajahnya bahkan ketika aku sudah selesai menjelaskan semua, dia kemudian menimpali dengan bijak bahwa ketika peraturannya seperti itu, dia tidak bisa berbuat banyak. tak lupa saat dia pamit pulang, dia mengucapkan terima kasih dan salam. 

Ah, begitulah kita manusia, selalu tidak bisa ditebak.

Aku tidak tahu apakah dia akan datang lagi memprotes keputusan ditolaknya tersebut namun setidaknya dia telah menunjukkan sebuah sikap tenang meski sesuatu tidak sesuai dengan harapannya. aku bahkan membandingkan dengan nasabah yang suka mengeluarkan sumpah serapah.

Beginilah hari-hariku di kantor ini. berinteraksi dengan setiap orang yang mengajukan klaim. bertemu dengan bermacam karakter manusia. Setidaknya bahwa semua dari mereka menjadi pelajaran hidup untukku supaya lebih tenang dan sabar.

pulogadung, 200315 

Aku yang Nista

Cinta apa yang sedang aku dengungkan untukMu Rabb
aku membunuh semua cahaya cintaMu dalam hatiku dengan nista hitam nafsu yang tak terjaga
meski dalam setiap kesendirianku
aku melafalkan ikrar untuk berjalan di jalanMu
namun hampa
tak ada tersisa

kalau lah semua hal telah Engkau cabut dari setiap sisiku
Kalau lah murkaMu menjemputku dalam kesendirianku
siapa yang akan menjadi syafaatku
tidak ada setitik harapan untukku
karena kutahu nafsuku membinasakan semua apa yang kurajut

Tuhan, semestinya semua hal yang Engkau berikan menyadarkanku betapa aku begitu nista
mestinya aku bergerak atas semua ridhaMu
namun apa yang telah aku lakukan selama ini
aku mendzalimi diriku

berulang kali mengaku taubat
kerapkali meneteskan air mata kepedihan
namun sesering itu pula aku mengulang semua kesalahanku

Tuhan, Ijinkan aku merasakan nikmatnya beribadah kepadaMu
ijinkan semua hal yang kulakukan di alam ini hanya karenaMu
meski kusadari aku adalah pendosa tak berhati

pulogadung.200315

March 18, 2015

Menjaring Angin

Merapal doadoa senja hari
mengharap semesta berbaik hati untuk tetap bersama
namun sirna juga akhirnya

aku adalah pendamba angin
memburu setiap yang membahagiakan
aku terlena
tertidur dalam dekapan malam yang hening

kau yang disana
aku tak ingin menyakitimu
untuk setiap janji yang terucap
adalah pantang untuk berbalik arah

ah, kali ini aku penat
180315

March 17, 2015

Jejak Langkah di Tanah Pasundan

Satu lagi jejak langkah kutinggalkan di pulau ini. tanah bagian paling barat yang dianggap sebagai suku yang mungkin sedikit berbeda dari suku jawa pada umumnya. aku menarik napas lega saat melangkahkan kaki di daerah ini. mungkin sebagai perayaan bahwa semua bagian pulau ini telah kususuri. Tidak terasa memang langkahku sudah begitu jauh dan entah kemana lagi jejak langkah selanjutnya.

Tepat sabtu 14 Maret 2015, aku dan rombongan dari kantorku meninggalkan jakarta menuju tanah Pasundan tepat pukul 08:00 WIB. 3 mobil yang membawa rombongan kami kesana. masuk di tol Cawang ke arah bekasi dan tiba di Bandung. mungkin perjalanan yang tidak terlalu mengesankan karena melalui jalan Tol sampai tiba di bandung. hanya laju mobil yang kupandangi di perjalanan.

Tiba di Bandung, suasana yang kurasakan seperti berada di Malang. Entahlah namun begitu adanya. Kontur tanah yang berbukit mengingatkan aku tentang kota Malang bahkan ketika melaju ke Lembang di Dusun Bambu, suasana kota seperti memasuki pedesaan yang asri. Memoriku langsung terhempas ke masa lalu ketika aku menghabiskan masa kecil di kampung. seperti itu adanya tentang alam yang asri dan berbukit.

Setelah melepas dahaga tentang pemandangan di Dusun Bambu. kami melaju ke daerah Tebing Keraton. kami melalui tengah kota menuju Dago dan akhirnya berlabuh di Tebing Keraton. mobil harus parkir di ujung jalan setapak menuju tebing tersebut. mungkin sekitar 200 meter kami harus berjalan kaki dengan kondisi jalan yang menanjak dan berbatu. 

Bagi sebagian temanku yang masih sayang kakinya harus pegal dan tidak ingin berkucur keringat, mereka lebih memilih naik ojek dan membayar 25-50 ribu rupiah. sebenarnya ini bukan tentang harga ojek namun tentang menikmati alam. manusia adalah bagian dari alam dan tetaplah harus memijakkan kaki di kerasnya tanah. namun begitulah tentang mereka yang mungkin lebih memilih untuk memanjakan diri dengan tidak mengeluarkan keringat di tengah asrinya alam menuju Tebing Keraton. 

Butuh waktu sekitar 20 menit untuk mencapai puncak keraton. di bukit tersebut, ada tebing yang menjulang dan di bawahnya ada aliran sungai. di seberang sana, kita melihat jelas kota dengan tatanan rumah yang seperti titik-titik berderet dengan semrawut. tebing ini ramai dikunjungi oleh pasangan muda-mudi yang selfie ria tepat di tepi tebing.

setelah menuntaskan perjalanan di Tebing Keraton, kami menuju puncak Caringin Tilu. Mungkin jalanan hampir sama dengan perjalanan ke Tebing Keraton namun jalan ke Caringin Tilu masih bisa dilalui oleh mobil sehingga kami tidak berjalan kaki ke puncak.

Tidak ada yang terlalu istimewa karena semua hampir sama dengan tempat yang kami kunjungi. perjalanan berakhir di Caringin Tilu saat pulul 20:00 wib. Kami bergegas menuju jalan Cipaganti menuntaskan perut yang sudah meminta haknya. 2 kali memutari jalan tersebut baru kemudian menemukan rumah makan Iga Bakar Sijangkung. Diiringi 3 pengamen dengan suara yang pas-pasan, kami menikmati hidangan Iga Bakar yang masih hangat.

Aku tidak lantas pulang ke ibukota saat rombongan temanku sudah pulang. aku memutuskan untuk bermalam di bandung rumah salah satu kawan baikku yang sudah menikah dan menetap di Bandung. dia menjemputku dengan motor suzukinya yang sudah butut dan sering kupinjam dulu saat masih kuliah.

Paginya, kami memutuskan untuk berjalan di sekitar kampus UNPAD, lapangan Gazebu dan gedung sate. Kami memanjakan makanan di samping kampus UNPAD.

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan beberapa daerah yang kudatangi di Bandung

March 12, 2015

Dia yang Kuanggap Guru

Pernahkah kalian respek kepada manusia yang pernah dijumpai dari berbagai sisi

Untuk pertanyaan ini, aku jawab iya. Mungkin banyak orang yang kujumpai yang membuatku kagum dari satu sudut pandang namun tidak dengan guruku. Beliau mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan. bagaimana menaruh kehidupan dunia di tangan bukan di hati.

terlalu banyak hikmah yang mungkin kuramu dari interaksi kami. satu hal yang kupercayai dari setiap tindakannya adalah tidak pernah sekalipun aku menjumpai tindakannya karena ego, semua berdasar pada pertimbangan yang matang. salah satu orang yang tenang menghadapi musibah yang pernah kujumpai.

sekali waktu beliau merintis sekolah dan gagal namun dari raut wajahnya, tidak ada rasa kekecewaan darinya. sekali waktu merintis tempat kursus yang sudah mulai berjalan kemudian berhenti tanpa kutahu sebabnya dan lagi-lagi tak nampak di wajahnya sebuah kekecewaan.

Aku tak mampu meramu tulisan untuk menggambarkan beliau karena kuyakin bahwa semua hal yang kuceritakan tidak akan mampu merepresentasikan pribadi beliau. terlalu dalam untuk sekedar menulis apa yang ada di dalam samudera hikmah yang beliau tunjukkan kepada dunia, entahlah namun jernihnya pikiran beliau membuat beberapa kali aku bermimpi untuk menjadi pribadi seperti beliau.

March 10, 2015

Karena Tuhan Tidak Pernah Melupakan Kita

Jangan berharap tentang petuah yang kutulis dengan sekilas membaca tulisan diatas. Sejatinya bahwa judul di atas adalah tema sebuah lomba menulis cerpen. Aku ingin menguji sedikit nyali untuk mengikuti lomba cerpen tersebut mengingat sejak dulu aku sudah berhasrat untuk ikut lomba menulis namun selalu saja terkendala di persyaratan. 

Pada akhirnya, lomba menulis cerpen ini lumayan tidak memberatkan. Hanya menulis sesuai tema, ditulis di Ms Word A4, spasi 1,5, times new roman font 12, margin 2,54 cm, panjang 2-8 halaman. Biodata ditulis diakhir cerpen minimal nama pena. 

Dikirim ke email oksana.menulis@gmail.com. bisa mengirim 2 karya. Subjek_nama pengirim_judul naskah. Paling lambat 15 april 2015.

Aku cukup antusias untuk menguji kemampuan menulisku kali ini meski sampai sekarang, belum ada setitik ide yang hadir di kepalaku namun tak apalah karena batasnya masih sebulan.

Entahlah apa yang nantinya akan aku tulis namun sejauh ini, ideku masih sebatas tentang pengalaman pribadi bertemu dan bertahan dengan seorang gadis yang berbeda dari banyak segi bahkan perbedaan budaya yang mencolok. 

Hanya persamaan keyakinan yang menguatkan untuk tetap saling berpegang tangan meski dalam perjalanan waktu, banyak khilaf yang terlewati. Mungkin juga akan kusajikan beberapa poin penting dalam mempertahankan hubungan. Hal yang prinsipil misalnya tidak selingkuh, saling mengingatkan dan mungkin bahagia dengan hidup yang diyakini bukan karena pandangan orang lain.

Info lombanya ada disini 

Perayaan Weekend di Sudut Senayan

Setiap hari yang kulewati adalah rutinitas berulang yang terkadang membuatku jenuh meski kuakui bahwa aku adalah orang yang suka dengan pekerjaan terencana dan sedikit agak monoton. Senin selalu menjadi momok memuakkan bagiku dan mungkin bagi sebagian masyarakat urban pada umumnya. Aku bahkan terkadang terlambat beranjak ke kantor saat hari senin menjelang. selalu saja mood yang tidak menyenangkan menyerangku ketika minggu sore dan menyadari besok harus memulai rutinitas yang terus menerus seperti itu

Ketika senin menjadi momok menyeramkan, jumat sore adalah momen meneduhkan. berharap weekend akan berlalu dengan indah. Tak salah jika dalam beberapa tulisanku, aku menyadari bahwa aku termasuk dalam kumpulan masyarakat urban mainstream yang selalu merindukan akhir pekan untuk melepas penat. begitulah setiap jejak langkah yang kuayun di pergantian hari selama di ibukota.

Weekend kemarin lumayan menjemukan. Ketika sabtu menjelang, aku hanya menghabiskan hariku di blok M seperti biasa membeli beberapa novel yang mungkin bisa membunuh rasa sepiku di malam hari. Kemudian setelah itu membela ibukota menuju kramat jati menonton pertandingan bola. aku benar-benar tidak meresapi weekend kemarin dengan sepenuh hati. 

weekend yang berjalan seperti apa adanya.

Hari minggu, aku menuju ke bilangan senayan. aku tahu bahwa di Istora Senayan sedang berlangsung pameran buku-buku Islam yang akan dihadiri oleh penulis tere liye. Entahlah aku tidak terlalu antusias dengan acara tersebut namun kesukaanku melihat buku memaksaku tetap berangkat. memasuki kawasan GBK, ada fenomena yang menarik karena ternyata selain pameran buku di Istora, sedang berlangsung juga pameran electronic di JCC dan disampingnya pun ada pentas musik metal "Hammersonic." 

Pemandangan yang kontras di minggu kemarin. Ketika melewati pentas seni, terlihat sekumpulan orang dengan kostum mayoritas hitam ala anak metal dan bau alkohol yang menyengat. Di depan pintu masuk tersebut, antrian penikmat musik metal hampir 100 meter.

Di samping lain, tepatnya di gedung JCC. gelombang orang pencinta gadget pun sedang berkumpul dan perkiraan hampir sama banyaknya dengan orang yang sedang antri masuk menonton di pameran musik metal. aku tetap melaju ke arah Istora karena memang tujuan utamaku adalah melihat pameran buku.

Di istora pun, aku menemui begitu banyak  kumpulan orang dengan kostum Islami. baju kemeja, celana yang sedikit dipendekkan dan wanita dengan cadar sedang lalu lalang di dalam pameran. mereka asyik memilih buku.

ah, weekend yang kurang menyenangkan
090315

March 7, 2015

Blok M

Di sudut sebuah ruang
Menjulang hutan beton
Aku memilih menyingkir
Mendekap mimpi

Indah bersamamu.
Blok M. 080315

March 6, 2015

Ponakan Ketiga

"Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (Al-Qur'an dan Terjemah Depag RI : 2005 : 412).

ini pertama kalinya aku menulis tentangmu nak andra. bahkan sekarang umurmu sudah memasuki 3 bulan. begitulah hakekatnya waktu nak. dia tidak pernah berkompromi untuk berhenti sejenak bahkan sedetik pun sehingga manusia lah yang dituntut untuk mempergunakannya agar kelak kita tidak pernah menyesal akan kepergiannya. engkau akan memahami makna waktu ketika berkali lipat dia telah berlari meninggalkanmu. tak seorangpun yang tidak menyesal akan kepergian waktu nak andra bahkan orang yang banyak berbuat baik pun akan menyesal ketika waktu meninggalkannya namun penyesalannya mungkin tetap merasa belum berbuat banyak kebaikan.

aku hanya bisa melihatmu dari beberapa foto yang dijadikan DP BBM oleh ibu dan ayahmu. aku benar-benar selalu berdoa semoga engkau menjadi anak yang berbuat baik kepada sesama. entahlah nak namun manusia memang selalu berbeda dalam pengharapan tentang anak-anaknya. aku pribadi hanya ingin melihatmu menjadi anak yang baik. berguna bagi manusia yang lain.

 Di foto samping. engkau sedang tertawa lepas di dalam pelukan ayahmu. entah apa yang sedang membuatmu begitu renyah tertawa namun aku selalu yakin kepada ayahmu. aku selalu yakin dia mampu menjagamu dengan baik bahkan meski dengan seluruh jiwa raganya. nantilah engkau akan melihat betapa seorang ayah dengan caranya sendiri menyayangi anaknya. engkau patut bersyukur nak dilahirkan dari kedua orang tua yang kuanggap baik bukan karena ayahmu adalah kakakku namun aku memang melihat beberapa kebaikan pada diri ayahmu begitu pun ibumu. aku selalu meyakini sesuatu yang baik terhadap hal yang akan bersentuhan denganmu. dan akhirnya aku ingin bilang nak nikmatilah setiap jengkal masa kecilmu tanpa beban. biarkan dirimu menghirup energi kehidupan yang masih tulus sebelum pada waktunya nanti, engkau akan berjuang tentang hidupmu sendiri. bagaimanapun, waktu akan membawa kita menjadi dewasa dan tua nak. dan disaat itu, kita harus memperjuangkan apa yang menjadi visi hidup kita tanpa harus berkompromi dengan kesusahan yang menghalangi. yakinlah bahwa ada Dzat yang tetap mengiringi setiap jejak langkah yang kita lalui sepanjang niat kita baik dan benar.

ngomong-ngomong tentang ayahmu nak. banyak hal yang mungkin ingin kuceritakan tentangnya. dia adalah abangku sendiri yang hanya berselisih 2,5 tahun denganku. umur yang tidak terlalu jauh sehingga masa kecil kami sering lalui bersama. banyak kenangan sebenarnya yang tercecer diantara kami meski sulit untuk menyulam satu persatu kenangan tersebut.

aku pernah menulis panjang tentang ayahmu ketika menjelang pernikahannya dengan ibumu. aku meneteskan beberapa air mata saat menulis tentangnya waktu itu karena aku sadar bahwa hubungan emosional kami terlalu kuat sebagai saudara. baca disini tentang tulisanku kepada ayahmu saat akan melepas masa lajangnya.

engkau menggemaskan nak. Tapi sejatinya bocah sepertimu memang lucu. Aku mungkin terlalu sok bijak jika harus menulis banyak tentangmu dikala umurmu masih 3 bulan. Semua hal yang engkau lalui nantinya akan mengasyikkan. Pandangan hidupmu pun pastinya akan dipengaruhi oleh refleksi panutan dari orang tuamu. Seperti sepupu yang sudah amat sering kutuliskan sesuatu, engkau pun akan aku ceritakan banyak hal nak tapi nantilah ketika kau sudah bertumbuh.

Pada saat nantinya ketika kalian bertiga, sudah bisa mendengarkan, aku berhasrat untuk mendongengkan kalian cerita lucu sampai kalian terbahak-bahak. Kita duduk di beranda rumah panggung nenek kalian sambil duduk melingkar. Saat itu sudah senja dan gerimis tidak berhenti membasahi bumi sehingga kita berempat masygul dalam forum dongeng.

Ada 3 gelas susu untuk kalian dan aku lebih memilih dibuatkan kopi oleh nenek kalian. Ada pula ubi goreng dan pisang goreng. Kalian bertiga sudah tidak sabar mendengarkan aku membacakan dongeng. Tapi mungkin saat itu nak andra, engkau lebih sibuk menghabiskan susumu dan mencicipi pisang goreng karena kau yang paling muda, nampaknya engkau tidak terlalu peduli dengan dongengku..hehe.

Aku mulai membaca dongeng dari buku yang bersampul merah. Tentang lomba lari siput dan kancil yang dimenangkan oleh siput, tentang kucing yang tidak pernah berhenti berkonflik dengan tikus, dan tentang buaya vs cicak. Kalian tertawa terpingkal-pingkal nak. Namun cerita ketiga tidak kalian mengerti karena aku malah bercerita tentang para pejabat negeri ini. Ah biarkanlah cerita yang ketiga kalian simpan di memori dan suatu saat nanti akan mengerti maknanya makanya rajinlah membaca nak. Baca apa saja dan belajar apa saja. Jangan malas karena semesta membenci orang malas.

Adzan maghrib berkumandang. Aku mengakhiri dongeng untuk kalian dan mengambil air wudhu. Kita berjamaah dan kakek imamnya. Sesekali engkau nak andra menggoyang-goyangkan kaki ketika terlalu lama berdiri bahkan ketika kakek melantunkan ayat terakhir Al-Fatihah, engkau langsung menyahut dengan suara maksimal, Aaaaaamiiiinnn...!! Tidak apa-apa nak. Begitulah memang seorang bocah yang sedang belajar. Tidak ada salahnya.

Kapan-kapan lagi aku bercerita tentangmu nak. Untuk kali ini aku tidak ada pesan untukmu karena engkau masih menikmati hangatnya pelukan ibumu. Keep health and strong. Rayakanlah masa balitamu dengan senyuman tawa dan sesekali merengek karena begitulah hakekatnya menjadi bocah. Semoga ayah ibumu selalu mendampingimu merangkai kenangan yang nantinya engkau bercerita di depan kelas bahwa betapa bangganya engkau memiliki kedua orang tua yang menyayangimu.

Pulogadung.080315

MASIHKAH DIAM

Kukutuk benih kemarahan jiwaku untukmu. menjadikanmu puingpuing asa yang berserakan.
aku memunguti setiap serpihan itu dan menyimpan di hati.
kau tahu tidak?
seperti katamu kita bak drama King dan Queen.

ah iya juga yah, aku baru menyadarinya
aku bak sutradara dan engkau adalah lakonnya
tapi tidakkah engkau tahu bahwa sang sutradara sangat menyayangi semua tokoh dalam ceritanya
meski berlebihan
namun akupun tidak pernah benarbenar menyakitimu
kau tahu kan alasanku setiap aku membentakmu?
itu karena kesalahan yang kita ulangi
dan kau tahu kan apa artinya ketika aku membentakmu?
itu karena aku marah terhadap diriku sendiri.
dan kau tahu kan ketika aku memarahimu.
itu artinya aku marah terhadap diriku sendiri

saat engkau tersedu sedan, akulah yang paling merana dan saat kau tertawa renyah pun aku ikut terbahak.
aku merasakan setiap aliran rasa yang mengalun indah di sukmamu
karena bagian hidupku adalah dirimu

mungkin terlalu dini merayumu dengan syair indah namun kau pun menerawang jauh kebelakang betapa aku tidak pernah benar-benar menyakitimu.

aku memang egois, keras kepala bahkan tak sabar namun tidak menyurutkan sedikitpun kasihku untuk menyayangi setiap apa yang ada padamu.

syair syahdu pagi hari
060315