Pagi ini aku merasa kurang sehat de'. Tidak tahu kenapa namun dari semalam, tenggorokanku tidak nyaman dan ada rasa seperti mau flu. Sedikit curhat kepadamu dek sebelum memulai ceritaku padamu hari ini, hehe. Tidak apa-apa kan.
Semakin banyak hal yang ingin kuceritakan kepadamu namun semakin sedikit saja yang bisa kutuliskan. Hanya bergumul di kepalaku dan menguap begitu saja. Pagi ini dek, aku ingin becerita yang sedikit lebih serius dari kemarin pagi. tentang suatu fenomena di negeri kita yang sedang memanas. Kamu pasti pernah membaca tentang kontroversi pelarangan jilbab di Bali atau yang masih lebih hangat isu tentang menteri BUMN melarang penggunaan jilbab. Berita yang belum tentu benarnya dek.
Dek, sebenarnya aku sama sekali sudah bosan dengan fenomena seperti ini. isu tentang agama. Bukan apa-apa dek, aku sudah sampai pada kesimpulan bahwa agama itu ada dalam hati dek. Bukan aku mengingkari adanya syariat namun ada hal yang lebih hakiki dalam beragama yaitu bagaimana hati bisa menjadi lebih tenang dan damai. Tenang dan damai disini bukan berarti hati kita tenang-tenang saja ketika melihat orang kesusahan, malah sebaliknya namun hal yang kita lakukan untuk itu lebih bijaksana misalnya dengan membantu orang kesusahan bukan malah mengumpat pemerintah yang tidak becus atau yang lebih parahnya mengumpat orang kesusahan dengan dalih mereka tidak bekerja keras. Tidak sama sekali seperti itu dek.
Kembali ke alasan pelarangan jilbab atau penggunaan atribut natal bagi karyawan menjelang natal. Aku adalah orang yang tidak terlalu pusing dengan semua itu dek dalam artian bahwa agama seseorang bersemayam dalam hati. Ambil contohnya mama dek. di sekolah tempatnya mengajar, mama diharuskan melepas jilbab ketika mengajar karena mama mengajar di sekolah kristen, namun apakah itu salah dek. Kalau menurutku, meski mama harus melepas jilbab namun ada beribu hikmah mulia dibalik kekuatan mama tetap bertahan mengajar disana. Mama telah membuatmu sarjana dan mas mu, bahkan dengan tetap mengajar di sekolah kristen tersebut, mama telah dikenal oleh murid-muridnya sebagai guru yang paling sabar. Tidak kah kita menyadari bahwa secara tidak langsung, mama telah memperlihatkan sikap yang Islami kepada murid-muridnya dengan kesabarannya meski harus melepas jilbabnya untuk sesaat di dalam kelas.
Dek, selama kita hidup, perdebatan tentang agama akan selalu menjadi topik yang menarik. itu tidak bisa dibantah dek. Aku juga tidak bisa menarik kesimpulan kenapa perdebatan itu selalu menjadi hal menarik. mungkin karena menyangkut ketenangan bhatin atau apalah namun sama sekali aku tidak tahu alasannya. Aku adalah salah satu yang sangat menggandrungi diskusi tersebut saat mahasiswa meski sekarang aku sudah mulai sadar bahwa perdebatan itu tidak akan pernah ada habisnya. Aku hanya ingin menjadikan keyakinanku kepada Tuhan menjadi hal yang privacy tanpa harus mengumbar di forum diskusi.
Aku hanya ingin menarik kesimpulan dek bahwa ketika hatimu tenang dan damai tentang semua, tenang ketika berbagi kepada sesama dan susah ketika melihat orang kesusahan maka itulah sejatinya agama telah bersemayam dalam hati dek. itu semua pun butuh pembiasaan. Kita tidak perlu ikut-ikutan diskusi panjang lebar tentang perdebatan masalah agama.
Ah, terlalu serius ceritaku pagi ini dek. mungkin karena pengaruh kondisi badan yang sedang tidak fit. huhu.
191214