January 13, 2014

Hikmah GL

Sejujurnya, saya bingung memberi judul tulisanku ini, aku ingin memberi judul "pelajaran hari ini, atau laki-laki harus kuat atau terima kasih bos baru.

Entahlah karena itu semua hanya lah tentang sebuah judul yang pastinya bahwa saya mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dari bosku yang baru di Ngawi, tentang bagaimana seharusnya laki-laki dan tentang bagaimana kita menyiasati pernikahan sebagai seorang laki-laki.

Tadi siang, sebenarnya pembicaraan empat mata saya dengan bosku tentang bagaimana dia menstimulasiku agar mengurungkan niatku resign. Saya tahu beberapa alasan dan kekhawatiran dalam pikirannya hingga dia membujukku untuk tetap bekerja di perusahaan ini. Selain karena kawan yg sales SD sudah resign, kawan yang SMA juga mengajukan mutasi otomatis dia sebagai pindahan dari kota lagi akan sangat kerepotan menghandle semua urusan-urusan di kabupaten ini tentang pekerjaan di perusahaan ini. 

Aku menghargai usahanya mengajakku untuk tetap bekerja di perusahaan ini namun inti yang ingin kutulis bukan tentang saya memutuskan saya bertahan atau tidak tapi tentang beberapa hikmah yang dia tawarkan untukku.

Awalnya dia menanyakan alasanku resign, saya berterus terang bahwa saya berniat menikah dan calonku bekerja di kota jauh dan aku berusaha sekota dengannya. Dari alasanku itulah, dia memberiku hikmah yang sangat bermanfaat. Intinya bahwa jarak bukanlah penghalang bagi kita untuk menikah dan sebagai lelaki, kitalah yang seharusnya survive dan tidak tergantung kepada isteri. 

Dia berkisah tentang pengalaman pribadinya. Saat mau menikah, calon istrinya terangkat pns di Pasuruan dan dia harus bekerja di perusahaan ini di wilayah Madiun. Dia menegaskan kepadaku bahwa menikah bukan masalah jarak tetapi saling sayang dan kemauan bahkan sebagai lelaki haram bergantung kepada wanita bahkan dia bilang lebih baik aku dan istriku sama-sama menganggur daripada aku yang menganggur dan istriku yang bekerja. Saya bahkan membenarkan prinsipnya dan begitu pula yang sedang saya pikirkan. Akhirnya sekarang dia sudah sekota dengan isterinya.

Cerita kedua tentang temannya seorang aparat yang ditempatkan di padang. Mempunyai pacar di Ambon. Sering kali temannya itu bolos dan menemui pacarnya di Ambon hingga suatu waktu, temannya bosku dipecat dan tetap setia kepada pacarnya yang sudah terlanjur hamil tetapi saat camernya mengetahui dia dipecat, mereka tidak merestui meski camernya tahu anaknya sedang mengandung hingga saat ini, temannya bosku tersebut pulang ke Madiun dan menjadi penjual jeruk.

Mungkin begitulah hikmah yang sangat besar kuperoleh hari ini dari bosku, tentang menikah yang tidak mesti sekota untuk sementara waktu dan juga tentang lelaki yang sama sekali tidak punya muka jika bergantung kepada istrinya.

Sejujurnya, saat pertama kali melihat bosku di Madiun. Aku berpikir bahwa dia agak kaku dan terlalu berwibawa ternyata saat mulai bercerita banyak, dia dewasa setidaknya sampai saat ini saya berinteraksi dengannya.

Dari hikmah yang ditawarkan bosku tersebut, aku bulatkan tekadku mencari kerja baru dan tetap berniat menikahi w dimana pun saya bekerja nantinya karena menikah bukan masalah jarak namun kemauan dan niat yang tulus meski risikonya terlalu besar, apakah ibunya setuju atau tidak dan itu hanyalah persoalan belakang. Saya hanya bisa berniat yang baik saja, kalaupun ditolak, toh dunia tidak serta merta berhenti berputar.

Saya tidak bisa memenuhi permintaan bosku yang baru untuk tetap bekerja di perusahaan ini namun setidaknya bahwa sudah begitu banyak hikmah yang telah kuperoleh dari perusahaan ini tentang orang-orangnya yang banyak mengeluh namun banyak pula dari mereka yang amat sangat bijaksana karena saya yakin bahwa di tengah tekanan kerja yang begitu keras di perusahaan seperti ini maka seiring itu pula akan melahirkan orang yang bijaksana meskipun tidak sedikit dari mereka yang terlahir menjadi tukang mengeluh.

Pada akhirnya, jalanku sedang kuretas, tentang bagaimana berpikir kedepan, mendapatkan pekerjaan yang mendekati kata hati kemudian berniat menikah dengan berbagai alasan yang salah satunya mengurangi dosa nafsu.

Mudah-mudahan saja pekerjaan tetap terealisasi awal tahun ini dan menikah awal tahun depan, semoga


January 12, 2014

Harapan tak Boleh Padam

ini adalah akhir ceritaku di kota ini
minggu terakhir bulan ini, aku harus minggat, kembali melangkah mencari penghidupan.
aku sama sekali kabur kemana lagi takdir akan membawa potongan hidupku setelah setahun lamanya dia mendamparkanku di ngawi
sebuah perjalanan hidup di kota ini yg penuh pelajaran
entah kemana lagi
namun harapan tak boleh mati
tak boleh redup
bahkan saat badai datang menyapa.
30 januari 2014, akhir dari kisahku di tempat ini
aku hanya berharap, langit telah menggoreskan cerita indah yg lain untukku
di tahun ini,
aku hanya dan tetap berharap
bwrtemu dengan nasib baik
membawa keberkahan dan merencanakan hidup yang lebih teratur
karena sekarang
aku telah memantapkan hatiku
disaat aku dipertemukan dengan pekerjaan yang tetap,
aku ingin merencanakan berkeluarga
dan ini benarbenar niatku yang baik
langkah menuju ke jalan itu akan kuretas
meski akan sering tersandung
namun akan aku simpan niatku tepat di depan mataku
sehingga apapun masalah yang kuhadapi, aku akan tetap berjalan melangkah kedepan
sampai benarbenar aku mewujudkan mimpimimpiku
31 januari 2014 adalah langkah awal bagiku
aku akan baca tulisan ini tepat 15 maret 2014 dan aku harus pastikan bahwa ada langkah progresif yang aku lakukan untuk mewujudkan mimpimimpiku.
see you in march 31, 2014. Setidaknya aku telah melewati beberapa tes pekerjaan.
Aami in...!!!

 

January 9, 2014

Beginilah Kisah menjawab Tanyaku

saya kan selalu bilang, waktu ada jawaban yang paling tepat
saya bahkan selalu percaya
mulut hanyalah gurauan belaka
karena seringkali
kebenaran hadir seiring waktu yg menyingkap
biarlah semua berjalan tanpa dipaksakan, tanpa kepura-puraan karena bukan saja menyiksaku tapi juga kamu
jikalau memang hujan datang menghampiri, jangan sekali-kali datang dalam keadaan kering, biarkan dirimu basah kuyup karena itulah adanya engkau.
kita dan bahkan saya selalu saja gagal membohongi hujan yang tulus karena sejatinya dia adalah sahabat waktu yang menjawab.
saya mengeja waktu untuk menunggu dia membawaku ke pertanyaan berikutnya karena hidup hanyalah potongan cerita yang bersambung
terkadang kita berusaha menjadi baik padahal hati kita busuk
walau kita tahu sendiri bahwa Tuhan tidak pernah sama sekali mengamati jazad namun Dia sama sekali tidak pernah alpa melihat hati kita..
munafik ada pengkhianat yang harus dihancurkan. Sudah banyak hikayat tentang para pengkhianat yang munafik, tentang balasan untuk mereka.
karena pengkhianat yang munafik harus lenyap.
Waktu tidak akan pernah habis diperbincangkan dalam setiap tarikan nafas manusia karena dia inheren. Misteri yang selalu saja menghadirkan kejutannya yang paling ditunggu.

Dimana dia berada ataukah untuk apa dan mungkin pertanyaan serumit apapun tidak akan pernah terjawab dengan begitu selagi waktu belum memberikan dirinya sebaik-baiknya jawaban. Coba bayangkan jawaban apa yang paling benar selain daripada jawaban dari sang waktu.
Ungkapan biarlah waktu yang menjawabnya  bukanlah ungkapan putus asa dari manusia namun ungkapan itu keluar dari mulut manusia yang memahami hakekat waktu.

January 5, 2014

Hujan dan Engkau

Mungkin seringkali engkau menganggap aku egois, ataupun pemarah ataupun dengan istilahmu sendiri yang menurutmu aku ini selalu mau menang sendiri, namun sejatinya tidak ada maksud secuil pun dari dalam hatiku tentang itu. Kadang aku marah hanya ingin mengajarimu tentang sabar, kadang aku acuh hanya ingin mengajarimu tentang setia atau bahkan semua hal yang aku lakukan hanyalah ingin mengenalmu lebih denganmu wahai hujan. 

Sependek yang saya tahu, hujan itu selalu menyejukkan dan itu yang sering saya lakukan untuk membuktikan teori bahwa memang hujan benar-benar menyejukkan. Seingatku, hanya baru dua kali aku benar bahwa terhadapmu hujan, saat engkau membohongiku dan itulah kemarahanku terbesar. Engkau tidak jujur terhadapku namun setelah itu, engkau berjanji apapun yang akan terjadi engkau akan selalu jujur terhadapku dan selalu turun dengan kesejukanmu saat aku butuh maupun tidak.

Kurang apa lagi engkau terhadapku, saat aku butuh tetes airmu, engkau selalu ada, saat akupun butuh teman bercerita, engkau mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa sekalipun menginterupsi kata-kataku sampai aku puas menumpahkan segala apa yang berkecamuk di kepalaku. engkau hujan, selalu aku dapati hal yang luar biasa di dalam dirimu. 

Saat engkau memutuskan untuk tidak menyusahkan setiap orang di dekatmu dengan basahmu atau setiap apa yang engkau punyai akan engkau bagi dengan orang di sekitarmu. Engkau menunjukkan kepadaku tentang hal yang ril tanpa harus belajar dari buku. Badanmu yang ringkih memang tidak sekuat badanku yang kekar namun hatimu lah sesungguhnya kekuatanmu yang paling besar dan sanggup mengalahkan apapun dan kumohon engkau tidak goyah sedikit pun dan tetap menjadi hujan yang menyejukkan.

Aku selalu senyum saat mengingat tingkahmu di dekatku wahai hujan. tak sedetik pun engkau melepas diriku dari dekatmu bahkan ketika aku memejam mata untuk sejenak melepas penatku, matamu selalu awas memandangiku dengan beribu alasan bahwa engkau menjagaku memastikan bahwa tidak terjadi apa-apa padaku. 

Engkau wahai perempuan hujan. Tahun ini mungkin engkau akan sangat jarang di sampingku bukan karena kita ada masalah atau aku sedang menjauh darimu namun kita punya citacita yang lebih bahwa di pertemuan kita nantinya, hangatnya tetesan airmu tidak lagi menjauh sejengkal pun dariku dan engkau selalu saja ada di dekatku mendekapku dengan hangatmu.

Doadoa

"YA Allah, izinkan aku mencicipi rezekiMU hari ini, hari ini dan seterusnya, aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakMU" #Copas

aku ingat salah satu pesan dari pamanku yang juga guruku semasa di MI Muhammadiyah, beliau berkata " selama kita masih bernafas maka selama itu pula kita masih punya bagian rezeki"

Teoriku

Aku terlalu banyak teori, mungkin benar sampai semua teori kuceritakan kepada semua orang yang aku temui dan orang yang paling banyak mendengar teoriku adalah w. Mungkin dan aku yakin bahwa dia lebih banyak mengaplikasikan teori yang kuceritakan kepadanya daripada aku sendiri karena teori yang kumiliki kadang hanya mengendap dikepalaku. 

Aku terlalu banyak mencari teori dan mengumpulkan di kepalaku tanpa berusaha menjadikannya sesuatu yang nyata bahkan terkadang aku berpikir hanya memberati kepalaku dengan teori yang kudapat.

Sering ketika aku menikmati waktu luang dengannya, aku menceritakan begitu banyak hal di kepalaku dan ternyata dia selalu saja mampu mengaplikasikannya dan aku, benar-benar memalukan.

Aku selalu ingat apa yang kukatakan namun tak sanggup jua untuk melakukannya. Sudah terlalu banyak dosa pengetahuan yang kumiliki tentang mulutku yang terlalu banyak bicara, tentang otakku yang terlalu banyak berpikir namun semuanya belum terwujud dalam setiap tindakanku, itu benar-benar memalukan

January 4, 2014

Totalitas Dalam Semua Urusan

Jangan menggampangkan pekerjaan, pengalaman yang sangat berharga disajikan saat aku bekerja sebagai marketing penerbit buku. Setiap pekerjaan mestinya dikerjakan dengan hati dan totalitas tanpa mempertimbangkan setiap hitungan imbalan yang akan diterima". 

Coretan itu kutulis di buku agendaku ketika sedang meeting tahunan di kantor penerbit Madiun. Banyak alasan yang membuat aku tiba-tiba saja menulis hal tersebut dan yang utama menyangkut tentang aku dan tentang integritasku bekerja di perusahaan ini. 

Perusahaan dan kerja yang mengajarkanku tentang profesionalitas dalam melakukan setiap kewajiban kerja. Returku yang mencapai 44% dan pencapaian yang jauh dari kata memuaskan membuatku sadar bahwa totalitasku dalam bekerja mungkin belum cukup untuk kata maksimal.

Meski banyak hal remeh temeh yang bersinggungan dengan prinsipku bekerja di sini namun tidak seharusnya juga pekerjaanku berantakan seperti ini. Penilaian seseorang terhadap kredibilitas kita dilihat dari hasil kerja bukan pada prinsip yang diyakini dan juga proses yang telah dilalui karena ini adalah dunia marketing maka secara otomatis semua orang menilai dari hasil akhir pencapaian, hanya ada dua kata tercapai atau tidak, kalau tercapai berarti sukses dan kalau tidak berarti gagal tanpa memandang setiap proses dan jalur yang dilewati, entah bernilai atau tidak. 

Mungkin saja aku terlalu naif memegang teguh prinsipku namun pada intinya hasil akhirnya memperlihatkan bahwa aku tidak tercapai dan itu artinya aku gagal menjadi marketer sejati terlepas dari semua alasanku tentang proses yang tidak aku sepakati untuk dilakukan seperti gratifikasi.

Orang gagal punya seribu pertanyaan ketika ditanya dan orang sukses hanya butuh empat kata "saya telah mencapai target". Pak bening.

Jangan pernah mempermainkan sebuah pekerjaan karena suatu saat nanti kalian akan dipermainkan pekerjaan" pak kasno

January 2, 2014

Awal Tahun di Kota Gudeg

Tulisan ini hampir mirip dengan tulisan yang kubuat pada pergantian tahun lalu, tepat setahun lalu. Aku menulis tentang perjalananku mengitari kota Surabaya di penghujung tahun lalu dan kali ini aku ingin menuliskan perjalanan hariku di awal tahun ini saat mengitari kota Jogjakarta.

Tepat jam sembilan malam. Aku tiba di Jogjakarta dari Ngawi. Perjalanan yang kutempuh sekitar empat jam. Kekhawatiran akan macet di Jawa Tengah ternyata tidak separah yang kubayangkan. Aku turun di daerah Janti menunggu kawan yang akan menjemput. Setengah jam berlalu, kawan yang kutunggu akhirnya datang kemudian kami meluncur ke sebuah kafe yang di desain dengan sangat keren. Mirip lebah dan kebanyakan tempatnya lesehan. 

Tiba di sana, sudah ada dua kawan yang menikmati hidangan makan malam dengan sangat lahap salah satunya adalah temanku saat kuliah dulu dan satunya adalah teman smanya. Setelah melepas lelah duduk di bis, aku kemudian memesan nasi goreng dan teh jahe. Sedikit agak lama menunggu pesanan makananku baru tiba, tidak menunggu lama, aku menyantap makananku. Baru setelah aku menghabiskan makananku, rombongan kawan-kawanku yang lain datang. Kami bercanda, bergurau dan apa saja membuat malam pergantian tahun baru menjadi semarak. Sepuluh menit menjelang pukul 24.00, lampu di kafe tersebut sengaja dimatikan dan mulai lah petasan bersahut-sahutan serta juga terompet dengan nyaring seakan merobek gendang telingaku. 

Aku mencoba menikmati suasana ramai karena sudah memutuskan menghabiskan malam tahun baru di tempat ini, berarti siap dengan risiko ketenanganku terusik. Saat petasan mulai dibunyikan, aku turun kepinggir danau di samping tempat lesehan yang kami tempati. Aku jongkok memandangi setiap petasan yang dibakar lalu ditembakkan ke udara yang sesaat kemudian akan pecah dan menimbulkan suara yang amat sangat nyaring, entah berapa ratus juta uang yang dihabiskan oleh mereka mereka membeli petasan tersebut dan peduli apa aku dengan hal tersebut lagian bukan uangku. 

Aku sama sekali hanya menikmati suaranya meski sesungguhnya pikiranku tidak sedang berada disana. Aku memikirkan apa yang kulalui di tahun 2013 dan mencoba mereka reka apa yang akan terjadi pada kehidupanku di tahun 2014. Aku diam dan amat sangat tenang mendengarkan dperbincangan diriku di tengah berisiknya suara petasan. 

Hampir sekitar 30 menit, akhirnya perayaan pergantian tahun berlalu dan lampu di kafe tersebut kembali dinyalakan. Kami kembali bersenda gurau di tempat semua kemudian memutuskan untuk pulang kos mengistirahatkan raga yang sudah amat sangat penat. Sesampai di kos, rencana besok hari telah kami susun, akan menyusuri setiap sudut kota jogja sampai prambanan.

Selamat datang pagi pertama di tahun 2014, itulah gumamku saat membuka mata di pagi hari, namun ternyata hujan semalam yang tertunda baru turun pagi hari mengguyur kota Jogja. Semua rencana kami nampaknya harus ditunda. Aku dan dua temanku bercengkerama sambil menunggu hujan reda lagian kami lama tidak berkumpul seperti ini. Baru sekitar jam 12 siang, hujan mulai berlalu dan kami pun bergegas keluar mengarungi kota ini. Tujuan pertama kami adalah candi Prambanan. 

Aku berboncengan dengan teman dan dua temanku yang lain juga berboncengan. Jalanan amat padat ke arah Prambanan karena memang hari ini sedang libur. Butuh empat puluh lima menit untuk sampai di Prambanan. 

Kami membayar tiga pulu ribu per orang untuk masuk di Prambanan. Setiap sudut candi kuamati. Candi yang hanya aku baca dari buku sejarah sejak kecil. Candi yang paling besar terdapat di tengah dan di dalam candi tersebut ada dua patung. Salah satunya saat aku sedang melihat-lihat, ada pengunjung yang menyempatkan untuk berdoa.

Lama memutari candi tersebut, kami agak penat dan bergeser tempat menuju malioboro. Padatnya kawasan malioboro benar-benar menguras tenaga, kami menghabiskan sekitar dua jam berjalan menikmati senja di malioboro dengan pengunjung yang meluber. Sekitar jam tujuh malam, kami bergerak ke jalan mataram tepatnya di warung padang referensi dari kawan, lumayan murah meriah.

Puas menikmati makanan padang yang nasinya diambil sendiri, kami menemani kawan yang lain ke sentra penjual bakpia. Tidak butuh waktu terlalu lama, kami pun sampai di tempat itu. Butuh berapa menit menunggunya memilih pesanannya. 

Saat akan pulang ke kos, aku memutuskan untuk diantar saja ke janti menunggu bis pulang ke Ngawi mengingat jarum jam telah menunjukkan pukul 21.00, besoknya aku harus beraktivitas lagi. kawan mengantaraku ke janti. Di dekat janti, aku sejenak mampir di pom bensin menunaikan salat kemudian melanjutkan perjalanan. Di janti, aku menunggu sekita 20 menit. 

Bis sumber akhirnya datang dengan penumpang yang sudah padat. Aku tak peduli, pamitan kepada temanku dan langsung naik ke bis. Seperti dugaanku, aku tidak mendapatkan tempat duduk sehingga aku harus berdiri di lorong bis. 

Di sampingku ada ibu yang sedang menggendong bayinya dan tidak seorang pun penumpang yang duduk dengan ikhlas menawarkan tempat duduk kepadanya. Mereka acuh dan dengan teganya tidur saat ibu itu dengan susah payah menggendong bayinya sambil berdiri bahkan seorang ibu paruh baya yang duduk tepat di depannya merasa terganggu tidurnya oleh gesekan bayi yang digendong ibu itu, saat bis goyang atau sopir tiba-tiba ngerem. 

Sesekali dia memandang sinis ibu yang menggendong bayi. Di Klaten, ibu yang menggendong bayi turun dan tak jauh dari itu, ibu yang sinis tadi juga turun di pom bensin Klaten dan akhirnya aku menggantikan tempat duduknya. Sebelum memejamkan mata, aku berdoa semoga dibangunkan sebelum terminal lama Ngawi. 

Tidak lama kemudian aku terbuai mimpi, sama sekali tidak merasa apa-apa sampai aku benar-benar terbangun tepat terminal baru sebelum terminal lama Ngawi. Doaku malam itu terkabul karena kalau tidak, bisa-bisa aku baru terbangun saat lewat di terminal lama. Tepat pukul 12.42, aku turun dari bis dan menuju tempat penitipan motor. Memacu motor ke bilangan jalan m.duryat. 

Sesampai di kos, bersih-bersih kemudian membenamkan diri di kamar tidur.

welcome 2014, semoga lebih baik tentang semua yang kujalani di tahun 2013..!!

kaladeiskop 2013 & resolusi 2014

cuma karena tidak ada ide, maka aku ikut-ikutan saja alur masyarakat mainstream saat pergantian tahun baru masehi, mereka selalu saja merenungi apa pencapaian mereka di tahun yang terlewati dan juga mempersiapkan resolusi tentang apa saja yang akan dicapai di tahun mendatang. hitung-hitung untuk mengingat dosa di masa lalu dan mendoakan impian di masa mendatang  maka aku juga menulis tulisan ini sebagai kaledioskop dan resolusi.

Kaledioskop 2013
tahun 2013 mungkin adalah salah satu tahun yang paling banyak kulewati dengan khilaf yang kuperbuat dengan sengaja. tahun yang mengajarkan aku bahwa sesuatu yang dipahami sebagai hal yang salah merstinya diperjuangkan untuk tidak diperbuat, bukan mengikuti alur dalam larut kedalamnya kemudian dengan sok alim tibatiba tobat di ujung tingkah kemudian saat ada kesempatan kecil kembali lagi melakukan dan bertobat dengan sok nasuha dan begitu seterusnya dan mungkin ini yang aku lakukan di tahun 2013. tahun ini juga menjadi salah satu tahun tersibuk saat aku mulai kerja, dengan aktivitas yang bejibun dan belajar profersional dalam semua tugas yang diemban. belajar mencari nafkah sendiri tanpa bergantung lagi kepada orang tua.

Resolusi 2014
entahlah apa yang akan terjadi di tahun 2014. aku sama sekali tidak berani mereka-reka namun mungkin saja tercatat sebagai doadoa maka aku menulis apa yang aku impikan di tahun ini, tahun yang katanya akan lebih keras di tahun sebelumnya meski kutahu bahwa setiap masa yang keras maka akan melahirkan orang yang berjuang lebih keras dan kuharap aku adalah salah satu dari pejuang yang keras.
tahun 2014 benarbenar unpredictible, akhir bulan januari 2014 adalah masa terakhir kontrakku bekerja di pernerbit ini yang itu berarti bahwa aku harus mencari tempat lain untuk bekerja meski belum ada yang pasti. aku benarbenar memutuskan untuk keluar dari tempat ini setelah tepatnya setahun bekerja disini karena ada berbagai macam alasan salah satunya karena prinsip yang kupegang sedikit terintimidasi dengan sistem kerja yang sedang kukerjakan. di 2014 ini, aku mencoba untuk merabaraba apa saja yang mesti harus kulakukan.InsyaAllah ini ada beberapa item dalam hidupku yang coba untuk kuwujudkan di tahun 2014, pertama mencari tempat bekerja yang tetap dan sesuai dengan keinginan hati sambil menunggu menuntuskan caitacitaku bekerja di BUMN. kedua untuk belajar menabung demi masa depan dan juga sedikit membantu orang tua masalah finansial. harapanku aku bisa bekerja di jakarta dan menuntaskan impianku bersama Waind tentang planning masa depan kami. aku juga berharap bahwa tahun 2014 ini, aku tidak lagi melakukan khilaf seperti yang sering kulakukan di tahun 2013 yang menzhalimi diriku sendiri. harapanku bahwa setelah kontrak di penerbit ini habis, aku tidak sampai sebulan mengganggur, aku juga akan berusaha meng upgrade toeflku min di titik score 500. aku juga punya mimpi ditahun ini aku bisa membeli sepeda motor demi memperlancar setiap aktivitasku

December 21, 2013

Hari Ibu

Meski beribu huruf yang kutulis untuk melukiskan seorang ibu di negeri sana, tak jua menampung apa yang ada di pikiranku. kata hanyalah rangkaian huruf yang dibaca namun berbicara tentang ibuku adalah tentang cinta yang amat sangat picik ketika termuat dalam tulisan puitis sebagus apapun. hanya memandang wajah sendunya sudah menguapkan semua yang ada dipikiranku. tak ada lagi katakata yang terucap ketika bersamanya. benar bahwa merantau telah mengajarkanku nilai lebih tentang cinta terhadapnya. aku bahkan sampai tidak membayangkan bagaimana beliau berada di ujung negeri ini. memang amat sentimental ketika aku berbicara tentang ibuku bahkan andai saja aku adalah windi maka urai air mataku sudah tak tertahankan lagi ketika rindu terhadapnya menyerangku.

kata orang hari ini adalah hari ibu, aku tak peduli itu, aku tak peduli kapan hari ibu itu karena ibuku ada dalam cintaku, beliau mengajarkanku cinta kepada Khalik dan Muhammad. selalu saja ada getaran rindu yang tak tertahankan ketika mengucap kata ibu. aku selalu mencoba melukis dirinya, menggambarkan ketulusannya namun selalu saja gagal bahkan saat masih berpikir untuk melakukan itu, aku sudah yakin akan gagal karena cintanya hanyalah kurasakan melalui hatiku.

Masih saja beliau bekerja di negeri sana, ketika beliau kutinggalkan, masih dalam keadaan sehat, entah sekarang namun mudah-mudahan saja perjalanan waktu tidak terlalu cepat menggerogoti kekuatannya. beliau masih punya impian melihat anak-anaknya bahagia namun lebih dari itu, aku amat sangat berharap suatu saat nanti menyaksikannya tidak terlalu bekerja keras karena kami sudah berhasil, aku hanya ingin menyaksikan beliau menghabiskan masa tuanya bermain bersama cucu-cucunya tanpa harus lagi bekerja keras. sudah cukup beliau menghabiskan separuh waktunya untuk mengais rejeki buat kami, mungkin saja momennya beliau bermain-main dengan orang yang disayanginya.

Baru segini tulisan tentangnya namun aku sudah tidak bisa mencurahkan katakataku lagi. di memoriku hanyalah wajahnya yang sendu dan dengan diamnya terus mengadon kue, memasak nasi dan pekerjaan yang lain sambil menunggu waktu istirahat, saat senja jatuh menghampiri bumi, beliau bersujud di sajadahnya yang sudah kusam sambil menitikkan air matanya. meski aku tak pernah bertanya tentang doadoanya di dalam shalatnya namun aku amat sangat yakin bahwa beliau tidak sedang berdoa untuk dirinya namun beribu doa dari mulutnya hanya untuk anak-anaknya.

salam sejahtera selalu untukmu ma..
semoga senantiasa sehat wal'afiat

Missions Accomplished

Semua sudut ruang di kota ini telah kutelusuri. Benar-benar melelahkan memang namun sensasi perjalanan sangat mengesankan. tadi siang, kecamatan terakhir berhasil kutelusuri, kecamatan pitu. meski dari berbagai cerita orang disini bahwa kecamatan tersebut amat sangat terpencil namun aku masih berpikir bahwa kecamatan karanganyar masih lebih terpencil dan jalanan yang berbatu. perjalanan di kabupaten ini benar-benar melelahkan. setiap sudutnya telah kusaksikan dan beribu makna hidup pun telah terhidang. mereka penduduk kabupaten ini telah menawarkanku berbagai macam hikmah yang terserabut.
setahun memang bukan waktu yang singkat merasakan hidup disini, menelusuri jejak langkah yang belum pasti meski terkadang jatuh namun tak apalah. hidup ini akan terus berjalan sebagai mana mestinya.
   dokumentasi di kecamatan pitu


ini foto supaya ada bukti bahwa benar-benar pitu telah kujelajahi meski dengan susah payah.

smpn 3 pitu
smpn 3 pitu yang amat sangat miris. perjalananku di kabupaten ngawi telah mengajarkanku tentang realita dunia pendidikan indonesia yang masih amat timpang. aku telah menjadi salah satu aktor yang entah protagonis ataupun antagonis di dunia pendidikan ngawi.

smpn 1 pitu
kalau yang ini sudah amat lumayan dibandingkan dengan smpn 3 pitu yang begitu menyedihkan. dari luar kelihatan seperti sekolah TK.

Kawan yang hampir terlupa

Akhir-akhir ini, saya memanggil kembali memoriku untuk mengingat teman-temanku semasa sekolah, bukan tanpa sebab, seringnya saya ke setiap sekolah memaksa memoriku mengingat semua masa-masa sekolah, dan yang sering teringat adalah teman-teman yang sudah amat sangat lama tidak berkomunikasi meski dulunya lumayan dekat. pertemanan yang kemudian kabur seiring dengan perjalanan waktu, kabur bukan karena waktu yang bersalah namun karena kita tidak menyiram pertemanan tersebut dengan siraman komunikasi yang intens.

Saya mencoba mengingat mereka satu persatu dan kebanyakan yang berhasil kuingat adalah mereka yang tidak terlalu banyak omong. Aku mencoba mengingat mereka satu persatu mulai tingkat pertama sekolah menengah. Nampaknya memoriku agak sedikit bermasalah karena sangat sedikit dari mereka yang mampu kuingat. ada vi**an R, dia amat sangat singkat bersama kami karena dia harus pindah ke kota lain mengikuti ayahnya yang seorang tentara. Muj****in, S**eh dan Ha*i. Mereka semua satu kampung yang berjarak beberapa km dari kampung saya. Orangnya baik dan agak kalem. Mu**ani orang Pa***ak, dia sangat suka tertawa meski tidak ada yang terlalu lucu, kukira selera humornya terlalu rendah.

Di sekolah tingkat atas, sma, aku juga mengingat sebagian dari kawan-kawanku yang hampir terlupa. Terkadang mereka yang terlupa adalah mereka yang menyimpan banyak hikmah. Ma**ur orang P**ui. namanya mudah diingat karena sama dengan nama seorang penyanyi dangdut senior yang populer di masa saya remaja. R**in orang D*lo, terakhir kabar yang kuterima tentangnya bahwa dia mengalami kecelakaan yang mengantarnya ke hadapan Ilahi. saya angkat jempol untuk kemampuan matematikanya. kayaknya dia salah satu siswa yang unggul di mata pelajaran matematika seangkatanku

Seorang lagi temanku namanya Sur**nto, orang Ba**i, lumayan baik orangnya, saya sudah begitu lama tidak mengetahui kabarnya, semoga saja dia sehat-sehat saja.

Begitulah teman-teman yang pernah menghiasi masa remajaku. semua menguap bersamaan dengan waktu dan entah suatu saat nanti masih bisa bersua atau bahkan tidak terdengar sama sekali.

Pertemanan layaknya pengetahuan. jika tidak sering dikomunikasikan atau diulang-ulang maka akan kabur secara perlahan sampai pada akhirnya akan sirna. itulah sebabnya pertemanan yang langgeng adalah pertemanan yang sering komunikasi bahkan untuk sekedar saling menanyakan kabar. 

Lelaki Harus Berkelahi

Lelaki harus berkelahi. Ini bukan pernyataan metafora dari saya, aku mengatakan seperti itu karena aku berfikir laki-laki itu harus sesekali berkelahi.

Siang tadi, untuk membunuh waktu yang terlalu lama jam 12 siang, aku memutuskan duduk berlama-lama di kantin SMK PGRI 1 Ngawi, sambil menyeruput secangkir kopi kesukaanku dan menikmati aneka gorengan. aku memperhatikan setiap siswa di sekolah ini yang mayoritas adalah laki-laki. Sejurus kemudian, segerombolan dari mereka berkumpul dan sedang menyaksikan sesuatu, lama kuperhatikan ternyata dua diantara mereka sedang berkelahi, siswa yang lainnya hanya menonton.

Ya, laki-laki harus berkelahi seperti anak SMK tersebut. Untuk merasakan kerasnya hidupnya, sekali kali para lelaki berkelahi jika memang perlu. Aku bahkan menyesal tidak pernah lagi berkelahi semasa SMP dan SMA, terakhir kuingat aku berkelahi saat masih di SD. seingatku, aku berkelahi dengan sepupuku yang seumuran denganku di belakang TK dekat lapangan sepakbola. kuingat dengan jelas saat kami berguling mencoba saling mengalahkan. Entah bagaimana akhirnya namun tidak ada dari kami yang keluar sebagai pemenang maupun yang kalah.

Ingatanku tentang perkelahian pada masa SMA hanya sebatas menonton temanku yang berduel. jadi sekolah saya yang berada di bawah bukit. nah pada saat itu, ada seorang teman saya yang ditantang berduel dengan siswa satu tingkat di atas kami. alhasil disepakati bahwa mereka akan berduel di tengah hutan di atas bukit yang hanya berjarak sekitar 1 km dari sekolah kami. 

Seingatku, ada beberapa teman yang menjadi penonton. saat duel sudah berlangsung, kakak tingkat saya tersebut kemudian mengeluarkan badik dan mengejar temanku. temanku lari sekuat tenaga karena tidak ingin mengambil risiko. tidak ada yang cedera pada duel tersebut namun setidaknya, mereka membawa kenangan masa remaja yang keras. saya sudah lama tidak bertemu keduanya. mungkin mereka sudah tumbuh dewasa dengan nyali yang cukup tangguh karena sudah pernah menguji nyali mereka saat remaja, beda denganku yang tergolong remaja penakut.

Para lelaki harus berkelahi sepanjang tidak membahayakan diri mereka. berkelahi tidak lebih buruk dari olahraga tinju ataupun olahraga beladiri lainnya, bedanya hanya tatacaranya karena berkelahi bebas dengan teman atau siapa saja tidak membutuhkan wasit sedangkan olahraga beladiri lainnya butuh wasit.

Lelaki harus berkelahi. Memaknai hidupnya sebagai gender yang paling keras meskipun ini terdengar bias gender namun tidak apa-apa. Memaknai diri sebagai orang yang akan menjadi pelindung dalam keluarganya disaat anak-anaknya membutuhkan kehangatan maka akan ada ibu di sampingnya namun disaat bahaya dari luar mengancam maka pria ada jawaban dari ancaman tersebut. pernyataan ini juga sangat maskulinitas dan berpotensi mengundang reaksi para feminis namun sekali lagi, tidak apa-apa karena memang secara fisik, lelaki dibentuk sedikit lebih kuat dari perempuan.