January 13, 2014

Hikmah GL

Sejujurnya, saya bingung memberi judul tulisanku ini, aku ingin memberi judul "pelajaran hari ini, atau laki-laki harus kuat atau terima kasih bos baru.

Entahlah karena itu semua hanya lah tentang sebuah judul yang pastinya bahwa saya mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dari bosku yang baru di Ngawi, tentang bagaimana seharusnya laki-laki dan tentang bagaimana kita menyiasati pernikahan sebagai seorang laki-laki.

Tadi siang, sebenarnya pembicaraan empat mata saya dengan bosku tentang bagaimana dia menstimulasiku agar mengurungkan niatku resign. Saya tahu beberapa alasan dan kekhawatiran dalam pikirannya hingga dia membujukku untuk tetap bekerja di perusahaan ini. Selain karena kawan yg sales SD sudah resign, kawan yang SMA juga mengajukan mutasi otomatis dia sebagai pindahan dari kota lagi akan sangat kerepotan menghandle semua urusan-urusan di kabupaten ini tentang pekerjaan di perusahaan ini. 

Aku menghargai usahanya mengajakku untuk tetap bekerja di perusahaan ini namun inti yang ingin kutulis bukan tentang saya memutuskan saya bertahan atau tidak tapi tentang beberapa hikmah yang dia tawarkan untukku.

Awalnya dia menanyakan alasanku resign, saya berterus terang bahwa saya berniat menikah dan calonku bekerja di kota jauh dan aku berusaha sekota dengannya. Dari alasanku itulah, dia memberiku hikmah yang sangat bermanfaat. Intinya bahwa jarak bukanlah penghalang bagi kita untuk menikah dan sebagai lelaki, kitalah yang seharusnya survive dan tidak tergantung kepada isteri. 

Dia berkisah tentang pengalaman pribadinya. Saat mau menikah, calon istrinya terangkat pns di Pasuruan dan dia harus bekerja di perusahaan ini di wilayah Madiun. Dia menegaskan kepadaku bahwa menikah bukan masalah jarak tetapi saling sayang dan kemauan bahkan sebagai lelaki haram bergantung kepada wanita bahkan dia bilang lebih baik aku dan istriku sama-sama menganggur daripada aku yang menganggur dan istriku yang bekerja. Saya bahkan membenarkan prinsipnya dan begitu pula yang sedang saya pikirkan. Akhirnya sekarang dia sudah sekota dengan isterinya.

Cerita kedua tentang temannya seorang aparat yang ditempatkan di padang. Mempunyai pacar di Ambon. Sering kali temannya itu bolos dan menemui pacarnya di Ambon hingga suatu waktu, temannya bosku dipecat dan tetap setia kepada pacarnya yang sudah terlanjur hamil tetapi saat camernya mengetahui dia dipecat, mereka tidak merestui meski camernya tahu anaknya sedang mengandung hingga saat ini, temannya bosku tersebut pulang ke Madiun dan menjadi penjual jeruk.

Mungkin begitulah hikmah yang sangat besar kuperoleh hari ini dari bosku, tentang menikah yang tidak mesti sekota untuk sementara waktu dan juga tentang lelaki yang sama sekali tidak punya muka jika bergantung kepada istrinya.

Sejujurnya, saat pertama kali melihat bosku di Madiun. Aku berpikir bahwa dia agak kaku dan terlalu berwibawa ternyata saat mulai bercerita banyak, dia dewasa setidaknya sampai saat ini saya berinteraksi dengannya.

Dari hikmah yang ditawarkan bosku tersebut, aku bulatkan tekadku mencari kerja baru dan tetap berniat menikahi w dimana pun saya bekerja nantinya karena menikah bukan masalah jarak namun kemauan dan niat yang tulus meski risikonya terlalu besar, apakah ibunya setuju atau tidak dan itu hanyalah persoalan belakang. Saya hanya bisa berniat yang baik saja, kalaupun ditolak, toh dunia tidak serta merta berhenti berputar.

Saya tidak bisa memenuhi permintaan bosku yang baru untuk tetap bekerja di perusahaan ini namun setidaknya bahwa sudah begitu banyak hikmah yang telah kuperoleh dari perusahaan ini tentang orang-orangnya yang banyak mengeluh namun banyak pula dari mereka yang amat sangat bijaksana karena saya yakin bahwa di tengah tekanan kerja yang begitu keras di perusahaan seperti ini maka seiring itu pula akan melahirkan orang yang bijaksana meskipun tidak sedikit dari mereka yang terlahir menjadi tukang mengeluh.

Pada akhirnya, jalanku sedang kuretas, tentang bagaimana berpikir kedepan, mendapatkan pekerjaan yang mendekati kata hati kemudian berniat menikah dengan berbagai alasan yang salah satunya mengurangi dosa nafsu.

Mudah-mudahan saja pekerjaan tetap terealisasi awal tahun ini dan menikah awal tahun depan, semoga


No comments: