Lelaki harus berkelahi. Ini bukan pernyataan metafora dari saya, aku mengatakan seperti itu karena aku berfikir laki-laki itu harus sesekali berkelahi.
Siang tadi, untuk membunuh waktu yang terlalu lama jam 12 siang, aku memutuskan duduk berlama-lama di kantin SMK PGRI 1 Ngawi, sambil menyeruput secangkir kopi kesukaanku dan menikmati aneka gorengan. aku memperhatikan setiap siswa di sekolah ini yang mayoritas adalah laki-laki. Sejurus kemudian, segerombolan dari mereka berkumpul dan sedang menyaksikan sesuatu, lama kuperhatikan ternyata dua diantara mereka sedang berkelahi, siswa yang lainnya hanya menonton.
Ya, laki-laki harus berkelahi seperti anak SMK tersebut. Untuk merasakan kerasnya hidupnya, sekali kali para lelaki berkelahi jika memang perlu. Aku bahkan menyesal tidak pernah lagi berkelahi semasa SMP dan SMA, terakhir kuingat aku berkelahi saat masih di SD. seingatku, aku berkelahi dengan sepupuku yang seumuran denganku di belakang TK dekat lapangan sepakbola. kuingat dengan jelas saat kami berguling mencoba saling mengalahkan. Entah bagaimana akhirnya namun tidak ada dari kami yang keluar sebagai pemenang maupun yang kalah.
Ingatanku tentang perkelahian pada masa SMA hanya sebatas menonton temanku yang berduel. jadi sekolah saya yang berada di bawah bukit. nah pada saat itu, ada seorang teman saya yang ditantang berduel dengan siswa satu tingkat di atas kami. alhasil disepakati bahwa mereka akan berduel di tengah hutan di atas bukit yang hanya berjarak sekitar 1 km dari sekolah kami.
Seingatku, ada beberapa teman yang menjadi penonton. saat duel sudah berlangsung, kakak tingkat saya tersebut kemudian mengeluarkan badik dan mengejar temanku. temanku lari sekuat tenaga karena tidak ingin mengambil risiko. tidak ada yang cedera pada duel tersebut namun setidaknya, mereka membawa kenangan masa remaja yang keras. saya sudah lama tidak bertemu keduanya. mungkin mereka sudah tumbuh dewasa dengan nyali yang cukup tangguh karena sudah pernah menguji nyali mereka saat remaja, beda denganku yang tergolong remaja penakut.
Para lelaki harus berkelahi sepanjang tidak membahayakan diri mereka. berkelahi tidak lebih buruk dari olahraga tinju ataupun olahraga beladiri lainnya, bedanya hanya tatacaranya karena berkelahi bebas dengan teman atau siapa saja tidak membutuhkan wasit sedangkan olahraga beladiri lainnya butuh wasit.
Lelaki harus berkelahi. Memaknai hidupnya sebagai gender yang paling keras meskipun ini terdengar bias gender namun tidak apa-apa. Memaknai diri sebagai orang yang akan menjadi pelindung dalam keluarganya disaat anak-anaknya membutuhkan kehangatan maka akan ada ibu di sampingnya namun disaat bahaya dari luar mengancam maka pria ada jawaban dari ancaman tersebut. pernyataan ini juga sangat maskulinitas dan berpotensi mengundang reaksi para feminis namun sekali lagi, tidak apa-apa karena memang secara fisik, lelaki dibentuk sedikit lebih kuat dari perempuan.
No comments:
Post a Comment