September 14, 2013

Ibadah, Rezeki, dan Tuhan

Dua hari ini, pikiranku picik. Banyak yang mengusik ketenangan pikiranku mulai dari cita-cita yang belum tercapai sampai hampir menyalahkan apa yang terjadi.

Hingga tadi malam, secara kebetulan atau mungkin saja cara Tuhan menasehatiku. Saat pulang dari rumah kepala sekolah MTsN Ngrambe yang terletak di sekitar pasar kedunggalar, aku mampir di kediaman kang Huda.

Sebelumnya aku ingin menceritakan sedikit tentang Kang Huda, beliau berperawakan agak kurus dan rambut gondrong sampai di bokongnya, usianya 35th. Beliau mempunyai seorang anak yang kira-kira berumur tiga tahun. Beliau adalah salah satu aktivits LSM Ngawi yang lumayan mumpuni karena dikenal di jajaran elit Ngawi, dia pun telah mendirikan beberapa sekolah TK yang digratiskan yang benar-benar gratis dan tidak seperti sekolah gratis yang digaungkan pemerintah yang ternyata hanyalah kamuflase. pertama kali saya kenal beliau ketika awal-awal di Ngawi, kawan saya munir mengajak saya ke rumahnya silaturrahim. Sejak pertama kali berkenalan dengannya, saya langsung terkesan dengan pembawaannya yang sangat sederhana apalagi beliau ternyata juga sangat suka menulis bahkan di beberapa episode pertemuan berikutnya, beliau menghadiakan buku sastra yang di karang sendiri buatku.

Kembali ke pertemuan semalam. setelah hampir menunggu sejam dia keluar dari kamarnya, kami bercerita panjang lebar tentang segala sesuatunya dan mungkin apa yang disampaikan olehnya tadi malam adalah teguran buatku yang beberapa hari ini mempertanyakan apa yang telah terjadi pada diriku. Hal yang diceritakan pun sebenarnya telah aku dapatkan dari Kak Hamzah namun karena sibuknya diriku dengan duniawiku dan terlalu banyak melihat kemewahan duniawi makanya hampir saja aku melupakan pelajaran-pelajaran penting yang pernah aku dapatkan dari kak hamzah. Pelajaran yang tidak pernah bisa kudaptkan ketika membaca buku.

Kang Huda memaparkan tentang Ibadah terutama salat dan hubungannya dengan rejeki. pada intinya, beliau mengatakan bahwa inti dari ibadah itu adalah medekatkan diri pada Tuhan serta mencari keridhaanNYA bukan malah ibadah ditujukan sebagai jalan supaya rejeki kita lancar. Ketika Ibadah dimaksudkan sebagai sarana agar rejeki kita dilancarkan oleh Allah maka besar kemungkinan kita akan terjatuh dalam keputus asaan, atau bahkan menggugat Tuhan saat rejeki kita mandek. Ibadah yang kita lakukan harusnya terpisah dari rejeki yang didapatkan meskipun mungkin saja banyak ahli ibadah yang rejekinya juga lancar. masalah inilah yang menderaku beberapa hari terakhir namun kemudian diingatkan oleh Allah tadi malam melalui diskusi singkat dengan beliau.

Selalu saja aku kehabisan kata-kata ketika berniat menulis sesuatu tentang hubungan dengan Tuhan. Banyak yang tersimpan dalam kepalaku yang tidak bisa kungkapkan dengan kata-kata. Aku bahkan sama sekali tidak mampu menjabarkan tentang apa yang aku pahami tentang hubungan-hubungan ini. Aku hanya menulis sekenaku meski kutahu banyak yang terdistorsi tentang apa yang aku paparkan melalui tulisanku

Semoga saja aku tidak beribadah karena ingin rejeki banyak, semoga saja aku tidak beribadah karena ingin dipuja, semoga saja aku tidak beribadah karena ingin syurga dan semoga saja aku beribadah karena Tuhan lah yang menggerakkanku untuk beribadah kepadaNYA.

September 12, 2013

Kado Ulang Tahun

kado ultah 26th

Setelah menginginkan beberapa lama HP baru, akhirnya tepat saat merayakan hari ulang tahunku yang ke sekian tahun. Aku memaksakan untuk membeli HP lumia warna kuning meskipun HP second. Memang setelah HP asha ku diambil kakakku, aku berniat membeli sony xperia ataupun lumia namun sebulan lamanya, aku harus memperhitungkan gajiku untuk membeli salah satu dari dua HP tersebut. Akhirnya kesampaian setelah sebulan lamanya dan Lumia yang jadi kubeli. Hitung-hitung menjadi kado ulang tahunku buat diriku sendiri meskipun sedikit kupaksakan untuk merogoh kocekku dalam-dalam.

Aku sebenarnya berpikir agak lama untuk membeli HP ini karena takutnya aku hanya membeli karena prestise dan pamer, disamping karena aku harus ngirit dengan gajiku yang belum stabil, aku juga mempertimbangkan aspek kegunaan kenapa aku harus membeli HP ini, namun setelah sekian lama mempertimbangkan akan hal itu, aku berpikir bahwa tidak ada salahnya memanjakan diriku setelah hampir setahun bekerja keras. mudah-mudahan saja berguna.

September 8, 2013

Kak Aminah dan Kematian

Innalillahi wa innailahi rojiun..

Kalimat itu yang pertama berguman dari mulutku ketika mendengar berita duka dari saudara sepupuku di kampung. Sekitar pukul 13.00, saat aku asyik menikmati liburan di kota madiun, tiba-tiba saja HPku berdering dari telepon masuk dari seorang adikkku. Tidak ada firasat yang kualami sebelum dia mengabarkan berita duka bahwa salah satu saudara sepupuku, Aminah Salam, telah berpulang ke Rahmatullah. Memang beberapa bulan ini, dia terkulai lemah melawan sakit di payudaranya yang menggerogoti kesehatannya. Sampai akhirnya dia harus mengalah pada  penyakitnya tersebut yang menjadi sebab dia dipanggil Rabb.

Sebelum kembali menceritakan tentang pribadi saudara sepupuku tersebut lebih panjang lagi, aku ingin menulis banyak tentang kematian, tentang apa yang aku ketahui tentang mati. Entah kebetulan atau mungkin suatu fiarasat yang tidak kusadarai, dua hari ini, akku selalu terngiang-ngiang dengan kata mati, lihat saja di blogku yang sebelumnya ini, http://manhaj-manhaj.blogspot.com/2013/09/ulang-tahunku.html.

Sebenarnya aku menulis tentang hari ulang tahunku namun entah kenapa tiba-tiba saja akupun tertartik menulis segmen tentang mati. kemudian tadi siang sebelum mendengar berita kematian kak aminah, aku tiba-tiba sasja menemukan selebaran di mesjid Agung madiun dan membaca sebuah hadits Dari Abu Hurairah RA. Berkata : “Rasulullah SAW. Bersabda : “Perbanyaklah olehmu mengingat pemutus kenikmatan yaitu kematian” (HR. Tirmizi 2307, Ibnu Majah 4258, Nasa’i 1824). bahkan sebelumnya, aku juga pernah mendapaatkan artikel yang sama di sebuah mesjid di kota ngawi. entahlah, namun sebelum kematian kak aminah tadi siang, beberapa hari ini, aku selalu saja menjumpai sesuatu yang berhubung tentang kematian sampai akhirnya berita bahwa kak aminah teelah dipanggil oleh Sang Maha Kuasa.

Kembali aku ingin menceritakan kepribadian kak aminah sejauh yang aku kenal. benar-benar pribadi yang sangat baik. Masih teringat jelas dalam memori ingatanku tentang dia ketika masih di kampung, dia dengan sangat senang membantu saudara-saudaranya bahkan saat aku dan saudaraku masih kecil, dia seringkali mengajak kami berlibur ke kota makassar saat itu dia sedang kuliah. 

Seingatku, dia tidak pernah marah sekalipun kepadaku. dia pribadi yang sangat peduli terhadap saudara-saudaranya, bukan melebih-lebihkan namun tanyakan saja kepada orang yang kenal baik dengan dirinya, pasti kita akan mendapatkan cerita tentang kebaikan-kebaikannya. Terakhir kali aku bertemu dengannya saat aku mudik sebulan yang lalu, dia lunglai dalam sakitnya namun masih selalu berusaha tersenyum dikala setiap orang menjenguknya. Tak pernah sekalipun keluhan tentang penyakitnya keluar dari mulutnya. mungkin saja dia berusaha tegar agar tak ada orang yang sedih melihatnya karena setahuku. 

Dia tidak suka membebani orang lain. saat akan kutinggalkan dirinya dan berpamitan untuk kembali ke kota ini, kata-kata terakhir yang dia ucapkan kepadaku adalah doakan semoga saya sembuh. Aku tahu keinginan dia sembuh bukan karena hasratnya namun aku yakin karena keempat anak-anaknya masih membutuhkannya.

UNTUKMU KAK AMINAH SALAM

keceriaanmu tidak ada lagi
saat jalanmu telah berakhir
semua pertigaan teleah engkau lalui
kini saatnya
engkau berada di ujung jalan
di gerbang hidup yang lain
setapak telah engkau lewati
dengan berbagai warna yang engkau ukir
kutahu
setiap warna adalah warnamu
dan semoga saja
hitammu di hapus yang Maha Kuasa
kuingat
lagilagi kuingat dengan jelas
saat engkau mengajari
mengisi tts masa itu
sadarku,
saat masa itu,
aku masih bocah
namun mungkin saja engkau tak sadar
jejakjejak itu yang membuatku belajar
ruang demi ruang
masa demi masa
hingga akhirnya sampai saat ini
aku belajar dari hbidup
dan salah satunya dari engkau 
kak aminah salam
semoga saja
kuburmu menjadi terang
bahkan menjadi luas
untuk kau tempati
dan semoga saja,
maghfirah Tuhan selalu menyertaimu
karena engkau 
telah mengukir banyak kebaikan 
dan semoga setiap khilafmu terhapus
oleh rakhmat Tuhan

R.I.P
buat kak aminah
teramat banyak harus kutulis
hingga tak ada yang tergores
hanya tersimpan di memoriku

Ngawi,
8-9-13

Hidup Penuh Sensani di Bis

Salah satu pengalaman yang sulit aku lupakan di pulau ini adalah kehidupan jalanan terutama di bis. Selalu saja menghadirkan berbagai sensasi setiap kali aku nge bis. dua hari kemarin, aku sudah 4 kali PP madiun-ngawi yang menyisakan pemandangan yang amat menarik di atas bis. Hari sabtu siang, sesaat setelah lepas kerja, aku berangkat ke madiun dengan menumpang bis sugeng rahayu. Kupandangi semua wajah-wajah di bis. Tempatku yang pas berada di lorng bis sambil berdiri karena tidak kebagian kursi membuatku leluasa memandangi satu persatu penumpang bis, wajah-wajah lelah, ada yang bercengkerama dengan keluarga, ada yang pulas dibuai mimpi dengan keringat yang bercucuran karena bis penuh sesak, ada yang asyik baca koran, yang lain sibuk memainkan HP bahkan ada orang tua sepuh yang harus berdiri di lorong bis karena tak ada satupun dari mereka yang dengan ikhlas menawarkan tempat duduk, namun pemandangan seperti itu sudah lumrah kujumpai. bis sugeng rahayu yang biasanya ngebut kali ini berjalan begitu amat pelan. 

Aroma di atas bis mungkin salah satu yang membuatku sangat merindukan kehidupan diatas bis. Aku selalu saja berhasrat ketika berada di kerumunan orang dan memandangi wajah mereka hanya untuk melihat guratan wajah yang beraneka macam.

Setelah pulang dari madiun, aku menumpang bis MIRA. Kali ini pemandangan yang aku temukan adalah kernetnya sama sekali tidak sehati dengan sopir. sang sopir sepanjang jalan mengomel sambil batuk-batuk. Kupandangi dalam-dalam wajah sang kernet yang diam terpaku setiap kali sang sopir mengomel. Saat kutemukan guratan wajahnya yang mulai dimakan usia, aku merasa iba terhadapnya, dia harus berdiri di sisi kiri bis mulai dari surabaya-jogjakarta sambil mengawasi kendaraan yang akan menyalip dari kiri. Mungkin saja dia punya anak isteri yang sedang menunggunya di rumah saat ia harus bekerja sebagai kernet.

Keesokan harinya, aku berangkat ke madiun lagi. Saat berangkat ke sana, tidak ada pengalaman yang terlalu menyenangkan bagiku namun saat pulang ke ngawi, aku mendapatkan pengalaman yang lain lagi, bis MIRA yang aku tumpangi mengalami kerusakan di terminal maospati, sesaat setelah 30 menit lamanya, para penumpang tidak tahu kenapa bis berhenti begitu lama kemudian salah satu dari penumpang laki-laki yang mungkin umurnya sudah 50an berdiri sambil teriak-teriak kenapa bis berhenti begitu lama, dia mengomel ke sopir dan kondekturnya. sang sopir menjelaskan bahwa AC mobil rusak dan sedang diperbaiki, si bapak tak menerima alasan tersebut dan terus saja memaki sang sopir dan kondektur hingga akhirnya dia turun dari bis. saat turun dari bis, dia masih masih saja mengomel ke kondektur bis dan saat sang kondektur menjelaskan, si bapak malah menutup mulut sang kondektur dengan gaya seperti mau memukul namun hal itu terjadi. aku hanya menyaksikan kejadian tersebut. si bapak akhirnya pindah ke bis sumber kencono dan kami penumpang yang lain dipindahkan ke bis MIRA yang sedang melintas.

Pengalaman di atas bis selalu saja menyisakan kenangan yang selalu aku rindukan. melihat wajah-wajah manusia. 

September 6, 2013

Ulang Tahunku

Aku sebenarnya tidak pernah mengingat-ingat ulang tahunku sejak kecil sampai masuk kuliah. Saat kuliah pun aku terpaksa harus harus mengingat hari ulang tahunku karena setiap ulang tahun, teman-temanku mengucapkan selamat ulang tahun yang menurutku sangat ganjil karena tradisi di keluarga kami tidak pernah saling mengucapkan selamat saat hari ulang tahun bahkan saudara-saudaraku dan juga orang tuaku tidak pernah mengucapkan selamat saat ulang tahun dan parahnya lagi, aku tidak hapal tanggal lahir mereka namun aku bahagia dengan tradisi keluargaku yang seperti itu karena memang tidak ada petunjuk dalam Agama yang kuanut untuk memperingati hari ulang tahun.

Barulah saat kuliah, aku sering mengingat momen ulang tahunku dan beberapa tahun terakhir, aku lebih sering menulis sesuatu saat tanggal 7 september menghampiriku. Menulis pun menjadi hal yang paling kusenangi saat momen itu datang lagi dan saat ini menjelang 2 jam tepat tanggal lahirku, aku menulis hal apa saja yang aku mau tulis untuk memperingati miladku sendiri yang pada dasarnya, aku sangat mengharapkan kado berupa tulisan dari siapapun saat hari ulang tahunku karena kecintaanku pada dunia menulis entah itu dari keluarga, teman, sahabat atau bahkan  orang yang tak kukenal namun sampai menjelang umurku yang sudah lebih 1/4 abad, aku belum jua mendapatkan kado ulang tahun berupa tulisan dari siapa-siapa.

Namun peduli apa aku dengan harapanku yang masih kosong, yang jelasnya diriku masih bisa memberikan kado tulisan terhadapku meski itu berisi tentang masa lalu, masa sekarang, masalah bahkan harapan-harapan. Semenjak aku mulai menata setiap hal yang ingin kulakukan dua tahun terakhir, aku tidak pernah lagi merasa kecewa terhadap apa yang tidak aku dapatkan, aku tidak pernah terlalu mencinta dan aku pun tidak pernah terlalu membenci karena semua itu hanyalah sensasi yang akan berlalu begitu saja. 

Aku  pernah mengalami kekecewaan terhadap harapan yang tak terwujud dan itu mengajarkanku tentang arti kecewa. Aku pernah merasa bahagia saat memperoleh sesuatu yang kemudian menguap begitu saja kemudian itu pula mengajarkanku bahwa bahagia terhadap yang semu adalah sensasi bahkan yang lebih mengajarkanku banyak hal tentang sesuatu yang namanya cinta adalah aku pernah mengharap cinta dari seorang perempuan selama tujuh tahun yang kemudian pernah memberiku harapan dan seiring harapan yang ia berikan dan mulai aku pupuk kemudian dia mencampakkan begitu saja harapanku dan menggiringku kedalam kekecewaan yang amat sangat. Namun kemudian  itu pula yang mengajarkanku untuk tidak terlalu berharap banyak kepada setiap wanita yang aku suka karena romansa yang ditujukan kepada wanita yang engkau damba sering kali  hanya menyisakan sakit hati, hanya ada satu wanita sekarang yang membuat hatiku sangat mencintainya, dia adalah Ibuku yang sedang berada diujung pulau seberang yang selalu mendoakanku dan memberi harapan-harapan untuk hidupku bahkan menjadi penyemangatku saat aku rapuh.

Di edisi ulang tahunku kali ini, aku akan menulis beberapa segmen dan hidupku

Benci adalah perasaan yang sangat manusiawi ketika kita tidak suka terhadap sesuatu secara belebihan, entah itu kepada binatang yang kita takuti membuat kita membencinya atau bahkan terhadap manusia yang berbuat hal yang mengganggu kita sehingga kita menanam kkebenciaan terhadapnya. akupun sering kali membenci orang dan itu dulu, yah itu dulu saat aku masih labil, masih sering emosional dan terlalu mengaku diri bahkan kebenciaanku sering aku pendam. namu tidak untuk sekarang, kadang aku tidak suka kepada orang yang tidak sejalaan denganku namun tidak sampai menjadi benci karena aku sudah bertekad bahwa rasa kebencian itu hanyalah olah pikir yang membuat kita menyimpan hal-hal yang tidak baik terhadap seseorang yang kemudian mempengaruhi emosi kita meski sesungguhnya orang yang kita benci itu mempunyai sisi kebaikan yang kita tidak lihat karena rasa kebencian yang kita simpan untuknya.

Cinta,rasa yang mungkin bisa merubah hidup. membuat hidup selalu bahagia. setiap orang yang sedang jatuh cinta akan meluapakan hal yang lain dan hatinya selalu terpaut dengan yang dicinta. saat umurku menginjak lebih dari 1/4 abad, aku tahu bahwa cinta itu hanya satu yaitu cinta itu sendiri dan yang membedakan adalah tentang objek yang dicintai. akupun tahu bahwa mana cinta yang temporer nan semu dan mana cinta yang benar-benar membuat bahagia. saat ini, objek yang tidak pernah memudarkan rasa cintaku adalah kecintaanku terhadap ibuku, bahkan dari dulu dan sampai sekarang, rasa cintaku terhadapnya menjadi lebih besar. akupun yakin bahwa kecintaan kepada Sang Khalik adalah cinta yang hakiki namun Dialah yang berhak menanamkan rasa cinta kedalam diri kita terhadapNYA. cinta yang terakhir adalah cinta terhadap lawan jenis, cinta inilah yang amat tidak terlalu menyita waktuku. pengalaman masa lalu tentang perasaan cintaku kepada teman kuliahku selama tujuh tahun yang kemudian dia pergi begitu saja sasat memberi harapan untukku tanpa rasa bersalah ,mengajarkanku begitu banyak tentang cinta kepada lawan jenis. setelah itu, aku tahu bahwa cinta seperti itu adalah sensasi yang dibumbuhi nafsu hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak terlalu menghabiskan waktuku memikirkan cinta yang satu ini. cinta yang hanya menyisakan kekecewaan karena sejatinya saat kita mencinta terhadap seorang wanita itu berarti kita mengharapkan dia selalu bersama kita dan saat harapan kita tidak terwujud ketika suatu saat dia pergi maka yang tersisa adalah kekecewaan bahkan bisa kerujung kebencian terhadapnya, ketika seperti itu adanya maka cinta itu tidak tulus berbeda misalnya kita mencintai Rabb dan orang tua kita, sama sekali kita tidak mengharapkan apa-apa dari rasa cinta kita tersebut karena perasaan cinta itu muncul dari hati yang paling dalam menejlma menjadi cinta yang tulus.

Hidup, hal yang paling rumit dimengerti. hidup menjadi sangat susah ketika kita punya  beegitu banyak angan-anagn di dalamnya namun hidup juga akan menjadi kebahagiaan yang tiada tara ketika kita tidak berhenti bersyukur atas semua hala yang terjadi dalam hidup kita. 
Mati, peristiwa yang sebagian orang sangat takuti terutama orang yang sudah sangat mencintai hidupnya dengan berbabagi kesenangan-kesenangan didalamnya.mati adalah peristiwa yang niscaya akan menjemput kita sukak ataupun tidak suka dan waktunya amat sangat dekat.

harapan-harapan.
tidak terlalu banyak harapoan-harapan yang aku susun saat menjelang ulang tahunku ini. harapan yang amat sangat besar dalam benakku adalah bagaimana membantu meringankan beban orang tuaku terutama ibuku yang seriap hari pasar harus membanting tulang menjual di pasar dan ayahku yang setiap hari haris berangkat ke kebun mencari sesuap nasi saat sekarang mereka sudah mulai sepuh dan kupikir bahwa saatnyalah mereka menikmati masa tua mereka namun ternyata tidak, mereka masih harus membanting tulang karena anak-anak mereka masih belum  bisa mandiri, semoga saja memasuki usia yang lebih dari 1/4, Tuhan mempertemukanku dengan pekerjaan yang diridhai olehNYA dan mampu membantu meringankan beban orang tuaku.semoga saja aku diberi rezeki yang berkah untuk meringankan beban orangtuaku. 
semoga saja setiap apa yang aku kerjakan adalah ikhlas.


tentang hidupku

tiba-tiba saja hadir
di hari senin yang dimana orang disunnahkan berpuasa
entah dari mana
keluar dari rahim seorang ibu
dari tempat yang paling aman
namun tak peduli
saat hadirnya di dunia ini
dia menangis
menangis dengan sejadi-jadinya
entahlah,
tidak ada yang mengerti kenapa dia menangis
walau semua sadar bahwa tangisnya pasti beralasan
orang-orang disekitarnya mereka-reka
menangis karena dingin
menangis karena keluar dari tempat yang paling aman
bahkan mungkin menangis karena hadir di alam yang penuh fitnah

hingga hari ini
hari pengulangan 26th yang  lalu
dia belum juga mengerti
kenapa dia menangis hari itu
hanya sekarang
telah menjelma menjadi sesosok makhluk 
yang sedang berjuang tentang hidup
dan dia 
teramat sering salah dan khilaf
hingga akhirnya
apakah dia akan menjadi makhluk yang dicinta 
atau bahkan makhluk hina
sama sekali dia tidak mengerti

hidupnya
berjalan dengan harapan-harapan
kadang harapan yang hakiki
namun sering yang absurb
itu diri 
yang kemudian bernama minhajuddin
tanpa embel-embel apapun
ditakdirkan hidup sampai sekarang
meski harus sadar
bahwa tanggung jawab hidup amat sangat besar

tentang dia 
yang berusaha mengerti tentang hidup dan dirinya


kado dariku
untuk diriku
sebagai pengingat
bahwa waktu terus berjalan
tanpa berhenti sedetik pun
semoga saja sadar
tentang diri
mengenal diri
dan tak jauh diri

Cupo, Kab. Ngawi
September 6th, 2013
23.10 WIB
menjelang 26th
usia yg sudah
tidak muda lagi

September 5, 2013

Sudahlah

sudahlah
kalau engkau tak mengerti jalanku
buat jalanmu sendiri
sudahlah
kalau engkau tidak mengerti diriku
setidaknya engkau mengenal dirimu
karena katanya
orang yang lupa diri
tidak akan menemukan jalannya

August 28, 2013

Tentang Menanyakan

Tepatnya kemarin, subuh dini hari aku sudah main internet menghabiskan pagiku sesaat setelah menunaikan shalat subuh. Tidak jelas apa yang harus dikerjakan memaksaku membuka youtube sekadar untuk membunuh waktu karena memang akhir-akhir ini aku lebih senang membuka youtube saat main internet dari pada membuka akun media sosialku atau pun membaca artikel. 

Entah kenapa saat menonton di youtube, aku menonton tayangan penyerangan salah satu ormas agama terhadap warung namun itu bukan intinya, kebiasaanku saat menonton youtube juga sering membaca komentar-komentar tentang tayangan di youtube dan saat membaca salah satu komentar, ada yang mengkritisi Islam khususnya ibadah Haji. Komentar tersebut kurang lebih mengatakan bahwa haji adalah warisan budaya kaum pagan yang berlari mengelilingi ka'bah kemudian mencium hajar aswad dan komentar inilah yang kemudian menjadi cerita saya hari kemarin.

Pagi-pagi saat berangkat kerja, aku sudah menyiapkan semua. Mengendarai motor bututku seperti biasanya kemudian memutari kota ini, sialnya saat mengendarai motor, komentar yang di youtube tadi masih terngiang di kepalaku dan terjadilah diskusi dalam diriku apa iya ibadah Haji itu warisan kaum pagan?

Diskusi dalam diriku tersebut terus berlanjut sementara aku terus saja mengendarai motorku. Sampai lah aku di pertigaan dekat alun-alun yang kemudian menjadi pelajaran buatku hari ini. Tepat di pertigaan itu, aku melaju dengan kecepatan rata-rata dan dari arah yang berlawanan. Sebuah mobil angkot warna kuning pun melaju dengan cepat, sedikit saja aku hampir menabraknya. Sejenak setelah itu, diskusi dalam diriku buyar dan aku kemudian mengatur nafasku yang lumayan kaget.

Aku pun tersadar bahwa mempertanyakan hal yang sudah jelas kepastiannya dari Sang Pencipta membuatku ditegur dengan cara yang halus namun aku bersyukur bahwa aku ditegur dengan cara seperti itu dan sesaat setelah itu, aku mengakhiri perdebatan dalam diriku tentang Haji tersebut.

Aku sadar bahwa keyakinan itu tidak harus rasional karena hal yang rasional hanyalah indrawi sedangkan keyakinan lebih dari itu. Akal kadang memang tak puas tentang apa yang hati yakini namun itu bukan parameter untuk mencari kebenaran apa yang diyakini hati sebab hati mempunyai sesuatu yang lebih dalam menuntut kita mengarungi samudera kehidupan.

Pelajaran kemarin hari.

August 25, 2013

Minggu Ini Lagi

Seperti hari minggu sebelumnya, hari minggu ini layaknya pengulangan minggu yang lalu. Setelah beraktivitas selama enam hari, minggu menjadi hari malas buatku, hanya terkurung di kontrakan yang sekaligus menjadi kantorku selama hampir tujuh bulan lamanya. Tidak ada yang istimewa bahkan keluar rumah pun jarang. Sesekali menonton TV setelah bosan menonton youtube dan kemudian tertidur lagi. 

Aku selalu berharap mendapat inspirasi di setiap mingggunya namun harapan itu selalu saja menguap di sore hari dan kembali menjadi sia-sia setelah senin datang karena aku harus kembali bergelut dengan aktivitas kerjaku yang membutuhkan mobilitas tinggi bahkan menulis yang seringkali mengusir rasa penatku pun akhir-akhir ini jarang kulakukan, benar-benar kemalasan dan kepenatan menyerangku.

Sejak merasa tidak sesuai dengan pekerjaan yang sedang kujalani, aku terkadang diam diri di hari minggu untuk mencari solusi. Sebelumnya aku mau menulis tentang ketidaksesuaianku dengan pekerjaanku sekarang bukan karena aku asal-asalan bukan pula karena aku menginginkan hasil yang instan dan juga pukan karena persoalan aku tidak tahan tekanan kerja namun hal dasar yang membuatku tidak sesuai dengan pekerjaan sekarang adalah masalah prinsip, prinsip yang selama ini aku genggam erat-erat seakan dibenturkan dengan sistem kerja yang membenarkan apa yang tidak dibenarkan oleh prinsipku namun aku tidak perlu menjelaskan lebih jauh dan secara detail prinsip apa yang kumaksud. 

Kembali ke hari minggu ini bahwa sejak merasa prinsipku dikebiri di pekerjaan ini, setiap minggunya aku berusaha berpikir keras untuk memecahkan masalahku. Perlu juga aku tulis bahwa aku belum memutuskan resign karena masih ada tanggung jawab yang harus aku selesaikan dan jika aku egois dan meningggalkan tanggung jawabku maka aku merasa pengecut terhadap orang yang kelak menggantikanku karena harus menyelesaikan tugasku yang harusnya aku selesaikan sendiri. Kondisi ini rasanya terjebak dalam situasi yang sangat membingungkan bahkan sering membunuh kreatifitasku.

Produktifitasku dalam menulis pun menurun drastis, semua hal yang ingin kutulis menguap begitu saja dan tak keluar sebagai barisan kata-kata. Kadang kuteriak di sudut rumah ini, kadang pula kudiam terpaku di samping kamar yang jarang sekali kubersihkan bahkan seringkali bercanda dengan rekan di sini namun pada dasarnya hatiku memberontak untuk mencari hal yang sesuai dengan dirinya. Semua hal yang aku usahakan belum jua memberiku inspirasi apa yang harus kulakukan untuk mengenal diriku dan mengetahui misi hidupku yang kelak akan kupertanggungjawabkan di hadapan Rabbku.

August 19, 2013

Tangismu

The first time I saw you cried. Really makes me feeling bad. you was crying in front me at the night and don't you know that when you cried, it's hurt me.definetely hurt me my sweety. I ever promise to myself that I don;t wanna see you sad but it's failed. Being someone who love you. I also ever promises to your mom that I'm gonna holds you in our every single time. today, you text me that the night is a really hard night for us.

Tangismu malam itu membuat malam ikut menangis bahkan saat fajar mulai menampakkan matanya untuk menggantikan malam yang penat mengiringimu, malam itu masih terlihat berkaca-kaca menyisakaan sedihmu yang tercurah malam itu, bahkan seakan tak rela meninggalkanmu di peraduanmu sendiri sambil memeluk bantal bulu yang menurutmu sangat engkau sayangi sebagai pengganti malam ketika dia jauh di kota lain.

Pagi itu tangismu mulai mereda seiring dengan cerahnya mentari pagi yang menanjak memberikan sinarnya kepada seluruh semesta. tangismu bahkan benar-benar telah reda senja ini. Tak ada lagi sisa-sisa air mata semalam, air mata yang hampir saja membuatku harus menghabiskan malam keduaku di kota surabaya seandainya saja engkau tidak memaksaku untuk pulang ke kotaku di persimpangan jalan yang menjadi pembatasan provinsi.

Right now, everthing going right, no more sorrow in your face and I gonna see you like this forever. I'm gonna holds you in my arms wherever I fly even out of your city. do you still remember all of our planning inside of the garden when we told manythings to twilight? you and me being two in one like a couple of dove flying in above us. freedom for everything and the world just like for them, you and me gonna break the world, making dream come true everything we want and becoming the world as our home forever.

malam dan pagi
seperti engkau dan aku
malam menjadi dirimu
menjelma dalam jiwamu
karena malam menyejukkan
dan begitupun engkau
selalu menyejukkan buatku
malam memberi kedamaian
dan kaupun selalu menghadirkan itu
dalam setiap hariku

aku seperti apgi
yang kadang panas
kadang pula dingin
bahkan sering tak mengertimu
dan membuatmu menangis
namun engkau tetap tabah
terpaku di sampingku
menyambutku dalam setiap suasana hatiku
tanpa ada tanya darimu

tahukah engkau apa arti setiap tanya?
karena dia hanya meragukan
namun itu benar-benar bukan dirimu
dirimu adalah diam, tenang dan mendamaikanku
selalu lah seperti ini

August 16, 2013

Pagi yang Menjawab

Malam itu, mungkin malam  yang menjemukan buatku juga buatmu, malam yang membuat perasaan kita  berkecamuk, entah itu senang, bahagia bahkan merasa sangat menyesali. Itu gambaran yang sering kita ceritakan pada pagi tentang malam kita saat itu, bukan hanya engkau namun aku juga. Malam yang membuat kita menikmati dinginnya semilir angin dengan sejuta rasa yang tidak abadi. Aku mencumbumu lebih dari mencumbu angin yang sering  menggodaku, aku memelukmu lebih dari memeluk malam yang gelap tanpa kehadiran bintang yang menerangi.

Entah hanya ingin mencoba ataupun karena suatu hal yang membuat pagi harus menyesali malam yang berlalu, seperti para pemabuk yang menyesali dirinya saat mabuk namun terulang saat kembali disuguhi berbagai jenis minuman.

Pagi ini benar-benar menampar kami berdua, menampar sampai terasa sakitnya di lubuk hati terdalam. Bagaimana tidak, janji-janji untuk menjalani malam dengan benar tak dapat kami patuhi, semua janji yang terikrar dari mulut kami hanyalah bayolan semu hingga saat pagi mengingatkan tentang khiilaf kami, barulah tersadar dan mula kembali menyusun janji untuk malam yang lebiih baik.

Kami terlah berjanji lagi bahwa saat kebersamaan kami di hari lain maka akn berjalan dengan aturan yang benar dan saling belajar serta saling mengingatkan, kami tidak ingin menjadi seperti berbagai jenis pasangan merpati yang terbang berduan dengan mesranya tanpa ada lagi aturan yang mengikat karena itu hanyalah nafsu.

Nafsu memang menyenangkan saat sedang dilakukan namun dia akan menjadi penyesalan yang begitu amat sangat ketika sudah dilakukan dan tiada terkira bahagianya sepasang angsa yang mampu menahan nafsunya sebelum fajar mengizinkan mereka melakukan itu.

July 31, 2013

Aku Ingat

Aku ingat status facebook seorang temanku yang mengatakan bahwa ketika kamu keluar dari sebuah pekerjaan karena memegang kebenaran yang engkau yakini maka janganlah tertunduk namun engkau harus tegak bahwa inilah aku terlepas dari pengaruh duniawi bahwa aku telah memenangkan kebenaran yang kuyakini.

Tentu bukan juga merupakan pembenaran atas setiap keputusan yang diambil saat keluar dari pekerjaan. jangan sampai kita tidak mampu menghadapi tantangan pekerjaan lalu memilih resign dengan alasan prinsip. Bukan memegang prinsip namun tindakan yang picik dari seorang yang tidak mampu menghadapi kenyataan.

Alasan-alasan tersebut hanya dapat dirasakan oleh masing-masing karyawan. Semua orang mempunyai standar nilai tersendiri yang dijadikan pegangan dalam hidup, termasuk dalam memilih pekerjaan yang akan ditekuni selama hidupnya.

Begitulah, bekerja itu berat namun bukan berarti ketika menemukan kesulitan, pikiran langsung ingin meninggalkan semua.

Hidupku

this is me
I couldn't being someone else
you can't force me guys,
I live my life flows like what I belief
I don't care whatever you think about me
you quite annoying me

Akhir Bulan Ini

akhir bulan lagi
tak terasa
bulan lalu adalah akhir bulan
sekarang akkhir bulan juga
tak ada yang beda
hanya saja
bulan ini bulan juli
akhir bulannya tanggal 31
dan bulan lalu adalah bulan juni
akhir bulannya adalah tanggal 30
itu saja
tidak ada yang lain
tiitik