Seperti hari minggu sebelumnya, hari minggu ini layaknya pengulangan minggu yang lalu. Setelah beraktivitas selama enam hari, minggu menjadi hari malas buatku, hanya terkurung di kontrakan yang sekaligus menjadi kantorku selama hampir tujuh bulan lamanya. Tidak ada yang istimewa bahkan keluar rumah pun jarang. Sesekali menonton TV setelah bosan menonton youtube dan kemudian tertidur lagi.
Aku selalu berharap mendapat inspirasi di setiap mingggunya namun harapan itu selalu saja menguap di sore hari dan kembali menjadi sia-sia setelah senin datang karena aku harus kembali bergelut dengan aktivitas kerjaku yang membutuhkan mobilitas tinggi bahkan menulis yang seringkali mengusir rasa penatku pun akhir-akhir ini jarang kulakukan, benar-benar kemalasan dan kepenatan menyerangku.
Sejak merasa tidak sesuai dengan pekerjaan yang sedang kujalani, aku terkadang diam diri di hari minggu untuk mencari solusi. Sebelumnya aku mau menulis tentang ketidaksesuaianku dengan pekerjaanku sekarang bukan karena aku asal-asalan bukan pula karena aku menginginkan hasil yang instan dan juga pukan karena persoalan aku tidak tahan tekanan kerja namun hal dasar yang membuatku tidak sesuai dengan pekerjaan sekarang adalah masalah prinsip, prinsip yang selama ini aku genggam erat-erat seakan dibenturkan dengan sistem kerja yang membenarkan apa yang tidak dibenarkan oleh prinsipku namun aku tidak perlu menjelaskan lebih jauh dan secara detail prinsip apa yang kumaksud.
Kembali ke hari minggu ini bahwa sejak merasa prinsipku dikebiri di pekerjaan ini, setiap minggunya aku berusaha berpikir keras untuk memecahkan masalahku. Perlu juga aku tulis bahwa aku belum memutuskan resign karena masih ada tanggung jawab yang harus aku selesaikan dan jika aku egois dan meningggalkan tanggung jawabku maka aku merasa pengecut terhadap orang yang kelak menggantikanku karena harus menyelesaikan tugasku yang harusnya aku selesaikan sendiri. Kondisi ini rasanya terjebak dalam situasi yang sangat membingungkan bahkan sering membunuh kreatifitasku.
Produktifitasku dalam menulis pun menurun drastis, semua hal yang ingin kutulis menguap begitu saja dan tak keluar sebagai barisan kata-kata. Kadang kuteriak di sudut rumah ini, kadang pula kudiam terpaku di samping kamar yang jarang sekali kubersihkan bahkan seringkali bercanda dengan rekan di sini namun pada dasarnya hatiku memberontak untuk mencari hal yang sesuai dengan dirinya. Semua hal yang aku usahakan belum jua memberiku inspirasi apa yang harus kulakukan untuk mengenal diriku dan mengetahui misi hidupku yang kelak akan kupertanggungjawabkan di hadapan Rabbku.
No comments:
Post a Comment