January 27, 2013

AKU


Aku seonggok tanah berlumpur
Mengitari bumi ini dalam ketidakpastian
Jemu, sedih tawa menjadi bagianku
Tak tahu titik tujuanku

Aku segumpal mani tak terpakai
Menumpang tumbuh dalam rahim sang pertiwi
Lupa akan asal datangnya
Menjadi pongah dalam setiap tingkahnya

Aku mayat terbungkus Kafan
Bersiap diri menuju keabadian
Diarak dalam keranda
Dengan iringan doa doa
Menuju rumah dalam liang

Masa itu benar datang
Bahkan saat ku belum tersadar
Penyesalan menjadi debu tak berarti
Menunggu pengadilan yang sesungguhnya

20-12-12

Aku Mengkhawatirkanmu, Buk

Mak,

Aku dengar kabar tanganmu sakit

Kabarnya bengkak mak,

Detik ini, aku mengkhawatirkanmu, dalam diamkuterngiang dirimu, betapa sulitnya apa yang negkau rasakan, dikala engaku harus menjejakkan kakimu untuk mencari rejeki kebutuhan sehari-hari

Aku belum bisa apa-apa mak

Mak,

Kulipat setiap kata-kata yang keluar dari mulutku,

Kubingkai menjadi seuntai doa untukmu,

Agar kiranya allah tetap melindungimu, semoga engkau baik-baik saja adanya

Tetap dalam kondisi bersyukur dan bersabar

Mak,

Aku selalu menyimpan bingkai bayangmu di relung hatiku, dalam setiap helaan nafaku teriringkasihku buatmu

Tenangkanlah hatimu setiap saat ma,

Begitu banyak jasa yang tak pernah terbalasakan olehku

Mak,

Sampai detik ini,

Aku tak pernah skalipun menemukan kasih dari seorang makhluk yang bisa melebihi kasih tulusmu buatku bahakn menyamai kasihmu pun seakan mustahil,

Bukan hanya waktu ini,

Namun sampai kapan pun aku takkan sanggup menemukannya,

Aku takkan meneyerah untukmu ma,

Mudah-mudahan allah senantiasa kan meridhai harapan-harapanku terhadapmu

Mak,

Aku seperti sekarang karena jasamu,

Pengetahuanku adalah darimu,

Dan benarlah kata pepatah arab bahwa “ibu merupakan sekolah yang paling utama”.

Katamu adalah pelajaran

Tingkahmu adalah panutan

Bahkan diammu adalah hikmah bagiku,

Semua itu terekam jelasa dalam memoriku yang tak pernah kabur oleh apapun

Kusesali semua waktu yang kusia-siakan bersamamu dan baru sekarang kusadari akan hal itu

Mak,

Aku punya harapan untukmu,

Harapan yang kan menjadi penyemangat hidupku dan penyegar jiwaku,

Bahwa suatu masa kan kusaksikan bahagia untukmu, dan masa yang kuimpikan itu adalah masa diman engkau kan menikmati masa tuamu dengan bahagia,

Kutahu belum sekarang,

Masa itu belum nampak,

Dan ketiaan terhadap kesabaran kan mewujudkan itu

Mak,

Biarlah segenggam harapanku ini kusimpansementara waktu  di sekujur tubuhku

Saat masanya tiba,

Kan kubahagiakan engkau,

Setiap bebanmu kan kupikul,

Karena bahumu sudah terlalu renta untuk semua itu

Semua tanggung jawabmu kan kujadikan tanggunganku,

Dengan kedua tanganku yang kan sellau menengadah keatas meminta kepada allah untuk sellau meridhaimu

Mak,

Bersabarlah dalam derita,

Bersyukurlah dalam bahagia,

Nikmatilah setiap potongan hidup dengan senyuman penuh keridhaan akan ketetapan Allah


                                                                                                            16-17 januari 2013

3.15 Over


Dipenghujung tahun ini
Di musim hujan yang menghampiri
Kau tiba tiba hadir
Menghancurkan asa yang belum mekar
Hingga yang tersisa hanya derita

Andai saja aku menangis
Air mata kan menjadi lautan durjana
Namun tidak kan terjadi hal tersebut
Sebab kau adalah masa lalu

Tersentak aku dengan memoarmu
Tertegun akan semua alasanmu
Meski kutahu kau tak bersungguh
Membalas hatiku yang kuulurkan kepadamu

Pergilah dengan semua harapanmu
Sebab aku tak sanggup dengan itu
Hatimu bahkan tak punya kesabaran
Walau bibirmu setiap kali basah akan kata itu

Ketika suatu saat  nanti
Kutak ingin kau nampak di hatiku
Walau hanya menyapa
Dan kau telah menodai semua
Wahai wanita dnegan 3 huruf

29 desember 2012

January 13, 2013

Semoga Keberkahan di Pernikahanmu

                                                                
Doa Nabi Muhammad menjelang pernikahan Putrinya

"Semoga Allah
menghimpun yang terserak dari keduanya
Memberkati mereka berdua
Meningkatkan kualitas keturunan mereka
Menjadikan Pembuka Pintu-pintu Rahmat
Sumber Ilmu dan Hikmah
serta Pemberi Rasa Aman bagi Umat"

Seperti kebiasaanku menulis ucapan kepada orang terdekatku. ketika ada momen dalam hidupnya. kali ini kutulis juga coretan yang mungkin tak bermakna buatmu menjelang hari pernikahanmu. saya tak bermaksud mengatakan ini sebagai kado buat pernikahanmu namun hanya untuk diriku mengapresiasimu karena begitu banyak kontribusimu saat-saat perkembangan masa dewasa yang membuatmu saudara menjelang pernikahanmu
bahagia menantimu menjelang hari pernikahanmu karena salah satu saat bahagia buat seorang lelaki adalah ketika ia sudah menemukan kembali tulang rusuknya yang tercecer dan engkau telah menemukannya hari ini


saya patut berbahagia pula. dalam masa ini setumpuk harapan telah engkau rangkai menjadi sebuah bangunan cinta dengan calon pendampingmu. serpihan hati kalian telah dipersatukan menjadi istana cinta yang kelak akan kalian huni dan hal itu yang membahagiakannku saat menyaksikanmu Bahagia. buatmu saudara yang sedang berbahagia. bagaimana tidak saya mendamba kebahagiaan untukmu, begitu banyak recehan kebahagiaan yang engkau taburkan kepada saya. begitu banyak hikmah hidup yang mnetes darimu yang kemudian kutampung menjadi pelajaran berharga bagiku. hingga setiap perkataanmu padsaya adalah nasehat buatmu saudara yang sedang berbunga. rasanya lega saat mendengar engkau akan melepas kesendirianmu selama ini ditemani kesepian yang amat sangat menyiksa. umurmu yang sudah mulai menanjak melewati pertenghaan umur nabi Muhammad mengkhawatirkanmu. sering terucap doa dalam hati tanpa terdengar semoga engkau menemukan pasangan hidupmu dan masa ini telah menjawab


saudara, engkau mengajarkanku banyak hal tentang bagaimana hidup dari arah yang lain dan tentang bagaimana berbuat baik dengan berbagai cara, tentang bagaimana bermanfaat untuk semesta. kuingat kisahmu saat kuliah, mungkin banyak orang yang memandangmu sebelah mata karena sewindu lamanya menyelesaikan kuliahmu. namun buatku tidak, saya sangat salut padamu. bagaimana tidak, waktu yang lama di bangku kuliah engkau habiskan buat menebar kebaikan ke semesta, kepada manusia manusia. engkau lebih hebat dari mahasiswa yang dianggap pintar, meski menyelesaikan kuliahnya dalam 3 tahun, mereka hanya memikirkan diri mereka untuk mencapai prestasi pribadi dan menutup mata terhadap keadaan sekitarnya, engkau tidak begitu adanya.


kuingat masa itu, saat gelombang tsunami mengoyak ujung pulau sumatera akhir 2004, engkau hadir di sana, dengan mengabaikan keselamatan dirimu, engkau menebar pertolongan kepada para korban, engkau tergabung saat itu dalam KSR-PMI 45. walau engkau sadar, resiko selalu menghampirimu. tidak sampai di situ, saat banjir di Sinjai, lagi-lagi engkau menjejakkan kakimu buat orang lain di sana, meski saat itu, penampilanmu agak urakan namun itu hanyalah tampilan luarmu saja. buatmu saudara lebih baik kusudahi saja merangkai kebaikanmu masa lalu dalam tulisan ini karena kusadar lembaran ini takkan cukup menampungnya dalam kata-kata yang kurangkai kumendoa saja melalui baris kata-katsaya buat pernikahanmu, buat keberkahan atas masa depanmu. buat saudara yang sedang berbahagia, memang tak mudah menyatukan hati dalam balutan pernikahan namun saya selalu percaya terhadap kredibilitasmu, terhadap karaktermu yang sudah terbangun dengan sangat kuat, bahwa engku kan melewati setiap sudut pernikahanmu dengan kebahagiaan.

ALLAH selalau mencurahkan kebaikan dan keberkahan kepada orang baik dan Insya Alah engkau adalah salah satu orang yang diberkahi dalam setiap jejak yang engkau ukir buatmu Saudara. pernikahan adalah momen bahagia, letakkanlah ia menjadi salah satu jalurmu menuju keridhaan Allah karena kebahagiaan akan  hal itu adalah abadi adanya dan yang abadi adalah Allah maka kebahagiaan hakiki itu adalah bersua dengan Allah pada akhirnya pernikahan hanyalah serpihan kebahagiaan mencintalah kaena Allah sebab itu pernikahan kan awet dalam kebahagiaan buatmu. semoga nantinya engkau dikaruniai generasi yang Budiman.


ceritakanlah kepada generasimu tentang kebaikan, tentang hakekat kehidupan dan tentang Allah. jauhkanlah nantinya mereka dari absurditas duniawi yang kan datang menerjang kebaikan yang dilsayakan terhadap semesa takkan menguap begitu saja namun kebaikan itu kan kembali ke diri kita masing-masing. jika kita berbuat baik kepada semesta sama saja bahwa kita berbuat baik kepada diri sendiri karena semesta adalah diri kita buat saudara


terakhir buatmu. berbahagialah, ijinkan dirimu menikmati hari bahagiamu masa ini rehatlah sejenak, sebelum kakimu kembali menapaki jalan setapak dunia ini selamat sekali lagi semoga senantiasa berberkah nantinya


Puisi Kahlil Gibran 
"Anakmu Bukanlah Anakmu"


"“Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir
melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena
jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi
bahkan dalam mimpi sekalipun.

Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan
tidak tenggelam di masa lampau.

Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang melucur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap


Sby, 13 Januari 2013

January 7, 2013

Aku dan Bapak Penarik Becak


kami tak meminta uang berlembar hari ini
Hanya sebungkus nasi penahan lapar perut ini
kami tak berharap tidur di atas kasur empuk
Hanya berharap hujan tidak mengguyur malam ini
Hingga kami pulas dalam mimpi di atas becak kami

Inilah takdir diri
Dalam setiap kisah hidup yang terjalani
Merana raga dalam duniawi
Atau bahkan senang dalam masa
Namun semua tentang hidup
Dengan sabar dan syukur

Janganlah meratap dalam sengasara
Pun janganlah sekali bangga dalam karunia
Sebab hidup adalah fana
Dan masa abadi kan menjelang
Walau belum saat, namun masa tak pernah ingkar

Terkadang menggelayut sesalan
Sabar adalah penangkalnya
Ketika sedang dalam nikmat
Syukur sebaik baik sikap

Dan kemarin malam
Kusaksikan cerita hidup mereka dalam peluh
Sepanjang jalan dalam kota ini
Terbaring pulas di atas becak nan reot
Walau hanya beralaskan plastik
Hati tetap damai dalam pelukan alam

Mereka tak pernah menagih hidup
Bahkan sesal bukan alasan mereka
karena hidup bukan ditagih, juga bukan disesali
bukan pula dia tujuan
namun hidup adalah jalan yang dijalani
meretas ke tujuan yang hakiki

walau nasib tak pernah berubah
tak dinanya manusia yang bersabar
semuanya adalah hikmah
semuanya adalah pengajaran
menanti janji masa yang kan tiba
menagih rembulan yang besinar malam ini
sesaat lagi
hujan kali ini kan berlalu meninggalkan pelangi
untuk mereka bapak tua penarik becak
buah kesabaran dalam derita nasib hidup kali ini

sepanjang jln Akhmad Yani-jln Sumatera, 6 januari 2013

Malam itu



Catatan ini hanyalah untuk mempertahankan selera menulisku. Saya tidak punya ide untuk menulis beberapa hari ini terpaksa kutulis saja perjalananku hari kemarin. Tentang pekerjaanku dan tentang perjalanan pulang ke rumah menjelang tengah malam. Kemarin tepatnya hari sabtu, saya masuk kerja shift sore sekitar jam 16.00, karena kota pahlawan diguyur hujan akhir-akhir ini, maka saya berangkat kerja sejam sebelumnya naik angkot kode P. Sebenarnya saya bareng dengan teman kerjsaya saat berangkat kerja berboncengan namun berhubung karena hari itu dia menelponku tidak mengendarai motor karena kepalanya sakit, maka saya pun harus naik angkot menuju Royal mall yang terletak di jln. Ahmad Yani. Benar saja, saat masih diatas angkot, gerimis mulai mengiringi perjalananku. Saya beruntung karena sesampainya di Royal Mall, ternyata hujan tidak deras.

Saya dam timku mulai kerja pukul 16.00, menyapa orang, berkampanye tentang hutan. Kami istirahat sekitar jam 18.00 shalat maghrib dan makan malam, saya dan temanku memilih untuk makan di warteg pinggir Mall karena makanan di dalam mall berbanding 2 kali lipat, saya maklum saja bahwa meskipun menunya sama namun penjual di dalam mall harus membayar pajak yang tinggi sehingga mereka harus memasang harga yang tinggi. Alasan Kami yang lain memilih makan di warteg berhubung karena dompet masih kempang kempis sehingga harus memilih jalan untuk menghemat. Sesampai di warteg, kami memilih menu nasi goreng, lumayan nikmat nasi gorengnya apatahlagi karena perut kami sedang lapar-laparnya. Sehabis makan, kami harus melanjutkan kerja sampai pukul 21.00. saya dan temanku lalu kembali ke stand kami yang berada persis di depan hipermart. Tepat pukul 21.00 kami pulang. Di depan royal mall, temanku menunggu angkot yang berbeda denganku karena tempat tinggal kami memang berjauhan. Kau harus berjalan kaki sekitar seratus meter ke depan DTC untuk menunggu angkot kode P jurusan darmawangsa, saat tepat di depan DTC, ada pasar malam yang lebih dikenal dengan pasar maling, karena penasaran, saya singgah berkeliling pasar maling yang kata orang-orang barang yang dijual di sana murah, ternyata dugaanku meleset karena barang second yang dijual di pasar maling tersebut menurutku masih mahal dengan ukuran barnag bekas. Sekita setengah jam berkeliling di pasar maling, saya menunggu angkot, ternyata angkot kode P sudah tidak beroperasi. Kau memutuskan untuk naik saja angkot kode F yang masih banyak bekeliaran, meskipun jalurnya menuju jln sumatera namun apa boleh buat daripada tidak pulang ke rumah.

Disaat naik angkot inilah, ada hal yang tertarik untuk saya tulis. Di sepanjang jalan Gubeng Raya, pemandangan yang sanagt miris kusaksikan. Di pinggir jalan, becak-becak terparkir dan ternyata pemilik becak yang terparkir tersebut sedang terlelap di atas becaknya. Angkot yang kutumpangi berjalan lambat karena masih berharap ada penumpang hingga memudahkanku mengamati semua becak dimana pemiliknya sedang tidur. Becak-becak tersebut hanya diatapi dengan plastik. Begitu keras hidup mereka, saya sampai membayangkan bagaimana ketika huan disertai angin kencang itba-tiba saja mengguyur mereka, pastilah mereka akan sangat tersiksa. Sesaat saya mencerca diriku yang masih sering mengeluh dengan kondisiku sekarang sementara saya masih tidur didalam kamar diatas kasur yang empuk tanpa was-was ketika hujan turun di tengah malam.

Perjalananku malam kemarin tepatnya malam minggu belum berakhir sampai di situ, sesaat setelah turun dari angkot di samping hotel sahid, saya harus berjalan kaki memotong rel kereta api di dekat stasiun gubeng, ternyata pemandangan yang sama kujumpai di dekat perlintasan kereta api. Beberapa tukang becak memarkir becak mereka di sana dan tidur di atas becaknya smapi kaki mereka menjulur keluar karena becak tersebut tidak memuat seluruh badan mereka.disaat mereka tidak diatas becaknya, di tempat yang lain dekat mereka ada hotel sahid yang pastinya orang-orang di dalamnya tidur diatas pringbed dengan ruangan yang ber-ac dan selimut yang tebal. Yah, itulah hidup. Hidup itu sendiri berjalan dengan dua hal yaitu bagaimana selalu bersyukur dan bersabar.

Surabaya, 5 januari 2013

Penghujung Tahun di Kota ini




Akhir tahun, 31 desember 2012, saya berkeliling kota pahlawan sendirian. tidak ada tujuan yang pasti namun karena ini hari libur dan saya tidak punya kegiatan sama sekali sehingga memutuskan untuk berkeliling kota ini. Apalagi ada motor temanku yang dititipi ke saya yang memudahkanku memutari kota ini. Tepat pukul 10.00, saya sudah siap berangkat setelah selesai mandi saya menuju ke kosnya waind tempat saya memarkir motor. Memang saya tidak memarkir motor di rumah tempatku tinggal karena kendaraan anak kos sudah penuh. Kukirimi pesan kepada si Waind bahwa saya ingin mengambil motor, waind memintsaya untuk datang sebelum zuhur karena dia juga akan keluar setelah zuhur menonton di TO bersama temannya.

 

Setelah mengambil motor di kosnya waind jln kalidami, saya menancap motor tanpa tujuan yang pasti, saya menyusuri jln karang menjangan, tepat di perempatan lampu merah, saya berbelok kiri menuju arah kampus ITS. Kususuri jalan yang lurus menuju kampus ITS, saya tidak tahu pasti nama jalan tersebut namun kuduga bahwa kompleks di sepanjang jalan tersebut dihuni oleh taipan-taipan kota pahlawan, ini terlihat dari rumah di samping kiri kanan jalan yang mirip istana. Sesaat ketika melewati jalan tersebut, terlintas di pikiranku kompleks perumahan Boulevard di Makassar. Yah, persis dengan kompleks tersebut yang dipenuhi oleh rumah-rumah mewah menjulang tinggi ala arsitektur barat.

Diujung kompleks ini, kujumpai kampus ITS, kampus yang konon katanya salah satu kampus teknologi terbaik di Indonesia. Sesaat kemudian kuamati kampus itu, saya memutuskan untuk tidak masuk ke kompleks kampus dan hanya mengitari kampus ini dari luar. Setelah kampus ini, saya berbelok arah ke kiri menuju jalan mulyosari. Jalan agak sepi sepanjang kota ini, cuti bersama menjelang tahun baru membuat jalanan lengang dari biasanya dan ini memudahkanku untuk melaju kencang atau memperlambat laju motor untuk memandang setiap sudut kota ini. Tepat pukul 11.00 saat berada di Mulyosari, rasa haus mendersaya ditambah lagi panas matahari yang begitu terik, kuputuskan untuk singgah di angkringan sebelah kanan jalan, kupesan segelas es segar untuk melepas dahagsaya, saat ingin makan gorengan, kutanya mas penjual angkringan namun ternyata hari ini tidak menjual gorengan karena bertepatan dengan hari libur sehingga sepi pengunjung. Kunikmati saja segelas es segar yang telah kupesan sambil membaca koran harian surya. Sekitar 20 menit di angkringan tersebut, saya melanjutkan perjalananku mengitari kota ini, saya menuju ke arah pantai kenjeran. Saat tiba di pertigaan jalan, saya bimbang apakah saya berbelok arah saja pulang ke rumah atau masuk ke area pantai kenjeran, setelah berpikir agak lama, saya memutuskan untuk masuk ke kawasan pantai yang jaraknya sekitar 4 km dari jalan raya. Di dalam kawasan pantai, akhirnya saya bisa melihat laut lagi setelah beberapa lamanya tidak melihat laut. Kuingat terakhir saya melihat laut saat di sulawesi selatan ketika mudik lebaran bersama saudarsaya, saya singgah di pinggir pantai perbatasan barru dengan pare-pare.

Di pantai kenjeran sangat ramai dengan pengunjung karena bertepatan dengan hari libur, kuamati setiap pengunjung yang lalu lalang masuk keluar dari kawasan panai. Saya kemudian memarkir motor dan ikut masuk ke pantai, namun saat berada di depan loket pembelian tiket, antrian begitu panjang hingga saya hanya mematung sambil melihat mereka. Saya tidak jadi membeli tiket dan memilih pulang karena tidak ada juga kamera yang kubawa dan saya tidak bisa mengabadikan momen ketika masuk di pantai. Saya menuju tempat parkir dan berbalik arah. Setelah membayar parkir 2.000, saya melaju ke arah kompleks TNI AU dan menuju bilangan pacar keling. Sesekali kuamati setiap sisi kota ini, sesekali pula kututup hidung untuk menghindari polusi yang begitu banyak di kota ini, saat berada di bilangan jalan pacar keling, saya lurus menuju ke arah kompleks Gubeng lewat di samping Grand city melaju ke belakang stasiun Gubeng dan tiba di jalan sumatera tepat di depan hotel sahid. Kulihat mendung pekat menggelayut di langit kota ini, kuarahkan motor ke kompleks gubeng airlangga untuk mencari mesjid mengingat jam sudah menunjukkan pukul 12.00, namun belum ada mesjid kujumpai, hujan deras menghadangku memakssaya untuk berhenti berteduh menunggu hujan reda, beberapa menit saat hujan nampak reda, saya menju arah depan kampus unair, namun saat tepat di pintu gerbang unair kampus B, hujan deras disertai angin kencang lagi-lagi menghadangku dan kembali memakssaya untuk berteduh di ATM mandiri yang terletak persis di samping pintu gerbang kampus. Sesaat kemudian matsaya tertuju ke angkringan si samping ATM, saya membeli nasi bungkus dengan lauk telur dadar karena perutku sudah berteriak minta diisi. Setelah selesai makan, hujan ternyata belum sudi untuk berhenti mengguyur kompleks Gubeng, saya tetap di samping ATM beteduh bersama beberapa pengendara motor yang juga berhenti menunggu hujan reda. Sesekali saya bergeser tempat karena atap yang bocor ditambah lagi dengan angin yang kencang. Beberapa lama kemudain, hujan mulai reda dan saya menuju ke mesjid babussalam yang dekat dari pintu gerbang unair, setelah selelsai shalat, saya istirahat sejenak.

Saya berfikir lagi kemana motor harus kupacu, tiba-tiba saja terlintas pusat grosir ITC,a ku beranjak ke sana, menuju jalan pemuda belok kanan ke jalan walikota mustajab dan lurus ke arah ITC, saat sudah di depan ITC, kulihat papan penunjuk jalan bahwa jika terus akan sampai ke kawasan wisata Sunan Ampel. Saya tidak jadi singgah di ITC dan melaju menuju kompleks wisata Sunan Ampel. Setelah dua kali bertanya ke warga untuk memastikan bahwa arah ke sana sudah benar, akhirnya saya sampai juga di depan pintu gerbangnya, kulihat begitu banyak orang bergerombol datang berwisata di tempat ini, saya memarkir motor di pinggir jalan. Memasuki area kawasan tersebut, saya serasa berada di bulan ramadhan, musik qasidah bertalu-talu, disepanjang jalan setapak menuju mesjid Sunan Ampel, dipadati penjual pakaian gamisdan penjual qurma, sesampai di mesjid, begitu banyak orang yang memadati mesjid, kuteruskan langkahku menuju depan mesjid dan disitulah terleatak makam Sunan Ampel. Saya masuk ke kawasan makam sunan ampel, kugulung celana jeans ku sampai lutut karena gerimis masih turun dan jalanan agak basah, sesampai di depan kuburan, banyak peziarah yang dududk bersila, membaca wirid dan ada yang berdoa dengan sangat khusyuk, para peziarah tersebut bukan hanya orang tua namun juga anak-anak, muda mudi sampai kakek nenek. Saya tidak ikut berdoa hanya berdiri melihat mereka satu persatu, karena saya dipandangi oleh peziarah tersebut, saya lalu keluar dari makam. Di pintu masuk pemakaman, orang antri meminum air yang langsung dari kran, beberapa lama saya mengamati air apa sebenarnya yang sedang mereak minum, mungkin saja air itu dikeramatkan hingga para peziarah rela antri minum air tersebut, saat antrian sudah agak berkurang, saya mengamati air tersebut, saya tidak meminumnya hanya saja mengambil sedikit lalu kupakai cuci muka, tidak ada yang berbeda dari air biasanya, saya tidak meminumnya supaya terhindar dari kepercayaan yang aneh-aneh karena hanya Allah yang menentukan tanpa harus mempercayai hal-hal yang keramat. Tepat pukul 14.30, saya meninggalkan lokasi wisata religi sunan ampel. Sebenarnya saya ingin menunggu waktu ashar dan shalat di mesjid tersebut namun karena hujan dan terlalu banyak orang yang memadati mesjid, maka kuurungkan niatku. 

Saya langsung pulang menjuju bilangan jln kalidami untuk menitip kembali motornya teman di kos waind. sesampai di depan kos, ternyata ibu kos ada di pintu dan waind tidak berada di kosnya. Ada perasaan segan menitip motor namun kuberanikan diri untuk meminta izin kepadanya dan menjelaskan bahwa saya ingin menitip motor untuk beberapa hariternyata ibu kos sangat baik dan hanya mengatakan tidak apa-apa, langsung saja kuparkir motor dan pamit pulang. Kususuri jalan kalidami ke arah rumah, diujung jalan kalidami di pertigaan jln karang menjangan, ada penjual kue yang dari kemarin menggoda selersaya, kubeli 3 buah dan makan berdiri di dekat penjualnya, setelah itu saya memotong jln menuju jln darmawangsa dan masuk ke lorong kertajaya 7 raya dan tiba di rumah. Inilah hariku di penghujung desember di kota pahlawan.


Surabaya, 31 desember 2012