Mak,
Aku dengar kabar tanganmu sakit
Kabarnya bengkak mak,
Detik ini, aku mengkhawatirkanmu, dalam
diamkuterngiang dirimu, betapa sulitnya apa yang negkau rasakan, dikala engaku
harus menjejakkan kakimu untuk mencari rejeki kebutuhan sehari-hari
Aku belum bisa apa-apa mak
Mak,
Kulipat setiap kata-kata yang keluar dari mulutku,
Kubingkai menjadi seuntai doa untukmu,
Agar kiranya allah tetap melindungimu, semoga
engkau baik-baik saja adanya
Tetap dalam kondisi bersyukur dan bersabar
Mak,
Aku selalu menyimpan bingkai bayangmu di relung
hatiku, dalam setiap helaan nafaku teriringkasihku buatmu
Tenangkanlah hatimu setiap saat ma,
Begitu banyak jasa yang tak pernah terbalasakan
olehku
Mak,
Sampai detik ini,
Aku tak pernah skalipun menemukan kasih dari
seorang makhluk yang bisa melebihi kasih tulusmu buatku bahakn menyamai kasihmu
pun seakan mustahil,
Bukan hanya waktu ini,
Namun sampai kapan pun aku takkan sanggup
menemukannya,
Aku takkan meneyerah untukmu ma,
Mudah-mudahan allah senantiasa kan meridhai
harapan-harapanku terhadapmu
Mak,
Aku seperti sekarang karena jasamu,
Pengetahuanku adalah darimu,
Dan benarlah kata pepatah arab bahwa “ibu merupakan
sekolah yang paling utama”.
Katamu adalah pelajaran
Tingkahmu adalah panutan
Bahkan diammu adalah hikmah bagiku,
Semua itu terekam jelasa dalam memoriku yang tak
pernah kabur oleh apapun
Kusesali semua waktu yang kusia-siakan bersamamu
dan baru sekarang kusadari akan hal itu
Mak,
Aku punya harapan untukmu,
Harapan yang kan menjadi penyemangat hidupku dan
penyegar jiwaku,
Bahwa suatu masa kan kusaksikan bahagia untukmu,
dan masa yang kuimpikan itu adalah masa diman engkau kan menikmati masa tuamu
dengan bahagia,
Kutahu belum sekarang,
Masa itu belum nampak,
Dan ketiaan terhadap kesabaran kan mewujudkan itu
Mak,
Biarlah segenggam harapanku ini kusimpansementara
waktu di sekujur tubuhku
Saat masanya tiba,
Kan kubahagiakan engkau,
Setiap bebanmu kan kupikul,
Karena bahumu sudah terlalu renta untuk semua itu
Semua tanggung jawabmu kan kujadikan tanggunganku,
Dengan kedua tanganku yang kan sellau menengadah
keatas meminta kepada allah untuk sellau meridhaimu
Mak,
Bersabarlah dalam derita,
Bersyukurlah dalam bahagia,
Nikmatilah setiap potongan hidup dengan senyuman
penuh keridhaan akan ketetapan Allah
No comments:
Post a Comment