Catatan ini hanyalah untuk mempertahankan selera
menulisku. Saya tidak punya ide untuk menulis beberapa hari ini terpaksa
kutulis saja perjalananku hari kemarin. Tentang pekerjaanku dan tentang
perjalanan pulang ke rumah menjelang tengah malam. Kemarin tepatnya hari sabtu,
saya masuk kerja shift sore sekitar jam 16.00, karena kota pahlawan diguyur
hujan akhir-akhir ini, maka saya berangkat kerja sejam sebelumnya naik angkot
kode P. Sebenarnya saya bareng dengan teman kerjsaya saat berangkat kerja
berboncengan namun berhubung karena hari itu dia menelponku tidak mengendarai
motor karena kepalanya sakit, maka saya pun harus naik angkot menuju Royal mall
yang terletak di jln. Ahmad Yani. Benar saja, saat masih diatas angkot, gerimis
mulai mengiringi perjalananku. Saya beruntung karena sesampainya di Royal Mall,
ternyata hujan tidak deras.
Saya dam timku mulai kerja pukul 16.00, menyapa orang, berkampanye tentang hutan. Kami istirahat sekitar jam 18.00 shalat maghrib dan makan malam, saya dan temanku memilih untuk makan di warteg pinggir Mall karena makanan di dalam mall berbanding 2 kali lipat, saya maklum saja bahwa meskipun menunya sama namun penjual di dalam mall harus membayar pajak yang tinggi sehingga mereka harus memasang harga yang tinggi. Alasan Kami yang lain memilih makan di warteg berhubung karena dompet masih kempang kempis sehingga harus memilih jalan untuk menghemat. Sesampai di warteg, kami memilih menu nasi goreng, lumayan nikmat nasi gorengnya apatahlagi karena perut kami sedang lapar-laparnya. Sehabis makan, kami harus melanjutkan kerja sampai pukul 21.00. saya dan temanku lalu kembali ke stand kami yang berada persis di depan hipermart. Tepat pukul 21.00 kami pulang. Di depan royal mall, temanku menunggu angkot yang berbeda denganku karena tempat tinggal kami memang berjauhan. Kau harus berjalan kaki sekitar seratus meter ke depan DTC untuk menunggu angkot kode P jurusan darmawangsa, saat tepat di depan DTC, ada pasar malam yang lebih dikenal dengan pasar maling, karena penasaran, saya singgah berkeliling pasar maling yang kata orang-orang barang yang dijual di sana murah, ternyata dugaanku meleset karena barang second yang dijual di pasar maling tersebut menurutku masih mahal dengan ukuran barnag bekas. Sekita setengah jam berkeliling di pasar maling, saya menunggu angkot, ternyata angkot kode P sudah tidak beroperasi. Kau memutuskan untuk naik saja angkot kode F yang masih banyak bekeliaran, meskipun jalurnya menuju jln sumatera namun apa boleh buat daripada tidak pulang ke rumah.
Disaat naik angkot inilah, ada hal yang tertarik untuk saya tulis. Di sepanjang jalan Gubeng Raya, pemandangan yang sanagt miris kusaksikan. Di pinggir jalan, becak-becak terparkir dan ternyata pemilik becak yang terparkir tersebut sedang terlelap di atas becaknya. Angkot yang kutumpangi berjalan lambat karena masih berharap ada penumpang hingga memudahkanku mengamati semua becak dimana pemiliknya sedang tidur. Becak-becak tersebut hanya diatapi dengan plastik. Begitu keras hidup mereka, saya sampai membayangkan bagaimana ketika huan disertai angin kencang itba-tiba saja mengguyur mereka, pastilah mereka akan sangat tersiksa. Sesaat saya mencerca diriku yang masih sering mengeluh dengan kondisiku sekarang sementara saya masih tidur didalam kamar diatas kasur yang empuk tanpa was-was ketika hujan turun di tengah malam.
Perjalananku malam kemarin tepatnya malam minggu belum berakhir sampai di situ, sesaat setelah turun dari angkot di samping hotel sahid, saya harus berjalan kaki memotong rel kereta api di dekat stasiun gubeng, ternyata pemandangan yang sama kujumpai di dekat perlintasan kereta api. Beberapa tukang becak memarkir becak mereka di sana dan tidur di atas becaknya smapi kaki mereka menjulur keluar karena becak tersebut tidak memuat seluruh badan mereka.disaat mereka tidak diatas becaknya, di tempat yang lain dekat mereka ada hotel sahid yang pastinya orang-orang di dalamnya tidur diatas pringbed dengan ruangan yang ber-ac dan selimut yang tebal. Yah, itulah hidup. Hidup itu sendiri berjalan dengan dua hal yaitu bagaimana selalu bersyukur dan bersabar.

No comments:
Post a Comment