January 27, 2013

AKU


Aku seonggok tanah berlumpur
Mengitari bumi ini dalam ketidakpastian
Jemu, sedih tawa menjadi bagianku
Tak tahu titik tujuanku

Aku segumpal mani tak terpakai
Menumpang tumbuh dalam rahim sang pertiwi
Lupa akan asal datangnya
Menjadi pongah dalam setiap tingkahnya

Aku mayat terbungkus Kafan
Bersiap diri menuju keabadian
Diarak dalam keranda
Dengan iringan doa doa
Menuju rumah dalam liang

Masa itu benar datang
Bahkan saat ku belum tersadar
Penyesalan menjadi debu tak berarti
Menunggu pengadilan yang sesungguhnya

20-12-12

No comments: