January 7, 2013

Penghujung Tahun di Kota ini




Akhir tahun, 31 desember 2012, saya berkeliling kota pahlawan sendirian. tidak ada tujuan yang pasti namun karena ini hari libur dan saya tidak punya kegiatan sama sekali sehingga memutuskan untuk berkeliling kota ini. Apalagi ada motor temanku yang dititipi ke saya yang memudahkanku memutari kota ini. Tepat pukul 10.00, saya sudah siap berangkat setelah selesai mandi saya menuju ke kosnya waind tempat saya memarkir motor. Memang saya tidak memarkir motor di rumah tempatku tinggal karena kendaraan anak kos sudah penuh. Kukirimi pesan kepada si Waind bahwa saya ingin mengambil motor, waind memintsaya untuk datang sebelum zuhur karena dia juga akan keluar setelah zuhur menonton di TO bersama temannya.

 

Setelah mengambil motor di kosnya waind jln kalidami, saya menancap motor tanpa tujuan yang pasti, saya menyusuri jln karang menjangan, tepat di perempatan lampu merah, saya berbelok kiri menuju arah kampus ITS. Kususuri jalan yang lurus menuju kampus ITS, saya tidak tahu pasti nama jalan tersebut namun kuduga bahwa kompleks di sepanjang jalan tersebut dihuni oleh taipan-taipan kota pahlawan, ini terlihat dari rumah di samping kiri kanan jalan yang mirip istana. Sesaat ketika melewati jalan tersebut, terlintas di pikiranku kompleks perumahan Boulevard di Makassar. Yah, persis dengan kompleks tersebut yang dipenuhi oleh rumah-rumah mewah menjulang tinggi ala arsitektur barat.

Diujung kompleks ini, kujumpai kampus ITS, kampus yang konon katanya salah satu kampus teknologi terbaik di Indonesia. Sesaat kemudian kuamati kampus itu, saya memutuskan untuk tidak masuk ke kompleks kampus dan hanya mengitari kampus ini dari luar. Setelah kampus ini, saya berbelok arah ke kiri menuju jalan mulyosari. Jalan agak sepi sepanjang kota ini, cuti bersama menjelang tahun baru membuat jalanan lengang dari biasanya dan ini memudahkanku untuk melaju kencang atau memperlambat laju motor untuk memandang setiap sudut kota ini. Tepat pukul 11.00 saat berada di Mulyosari, rasa haus mendersaya ditambah lagi panas matahari yang begitu terik, kuputuskan untuk singgah di angkringan sebelah kanan jalan, kupesan segelas es segar untuk melepas dahagsaya, saat ingin makan gorengan, kutanya mas penjual angkringan namun ternyata hari ini tidak menjual gorengan karena bertepatan dengan hari libur sehingga sepi pengunjung. Kunikmati saja segelas es segar yang telah kupesan sambil membaca koran harian surya. Sekitar 20 menit di angkringan tersebut, saya melanjutkan perjalananku mengitari kota ini, saya menuju ke arah pantai kenjeran. Saat tiba di pertigaan jalan, saya bimbang apakah saya berbelok arah saja pulang ke rumah atau masuk ke area pantai kenjeran, setelah berpikir agak lama, saya memutuskan untuk masuk ke kawasan pantai yang jaraknya sekitar 4 km dari jalan raya. Di dalam kawasan pantai, akhirnya saya bisa melihat laut lagi setelah beberapa lamanya tidak melihat laut. Kuingat terakhir saya melihat laut saat di sulawesi selatan ketika mudik lebaran bersama saudarsaya, saya singgah di pinggir pantai perbatasan barru dengan pare-pare.

Di pantai kenjeran sangat ramai dengan pengunjung karena bertepatan dengan hari libur, kuamati setiap pengunjung yang lalu lalang masuk keluar dari kawasan panai. Saya kemudian memarkir motor dan ikut masuk ke pantai, namun saat berada di depan loket pembelian tiket, antrian begitu panjang hingga saya hanya mematung sambil melihat mereka. Saya tidak jadi membeli tiket dan memilih pulang karena tidak ada juga kamera yang kubawa dan saya tidak bisa mengabadikan momen ketika masuk di pantai. Saya menuju tempat parkir dan berbalik arah. Setelah membayar parkir 2.000, saya melaju ke arah kompleks TNI AU dan menuju bilangan pacar keling. Sesekali kuamati setiap sisi kota ini, sesekali pula kututup hidung untuk menghindari polusi yang begitu banyak di kota ini, saat berada di bilangan jalan pacar keling, saya lurus menuju ke arah kompleks Gubeng lewat di samping Grand city melaju ke belakang stasiun Gubeng dan tiba di jalan sumatera tepat di depan hotel sahid. Kulihat mendung pekat menggelayut di langit kota ini, kuarahkan motor ke kompleks gubeng airlangga untuk mencari mesjid mengingat jam sudah menunjukkan pukul 12.00, namun belum ada mesjid kujumpai, hujan deras menghadangku memakssaya untuk berhenti berteduh menunggu hujan reda, beberapa menit saat hujan nampak reda, saya menju arah depan kampus unair, namun saat tepat di pintu gerbang unair kampus B, hujan deras disertai angin kencang lagi-lagi menghadangku dan kembali memakssaya untuk berteduh di ATM mandiri yang terletak persis di samping pintu gerbang kampus. Sesaat kemudian matsaya tertuju ke angkringan si samping ATM, saya membeli nasi bungkus dengan lauk telur dadar karena perutku sudah berteriak minta diisi. Setelah selesai makan, hujan ternyata belum sudi untuk berhenti mengguyur kompleks Gubeng, saya tetap di samping ATM beteduh bersama beberapa pengendara motor yang juga berhenti menunggu hujan reda. Sesekali saya bergeser tempat karena atap yang bocor ditambah lagi dengan angin yang kencang. Beberapa lama kemudain, hujan mulai reda dan saya menuju ke mesjid babussalam yang dekat dari pintu gerbang unair, setelah selelsai shalat, saya istirahat sejenak.

Saya berfikir lagi kemana motor harus kupacu, tiba-tiba saja terlintas pusat grosir ITC,a ku beranjak ke sana, menuju jalan pemuda belok kanan ke jalan walikota mustajab dan lurus ke arah ITC, saat sudah di depan ITC, kulihat papan penunjuk jalan bahwa jika terus akan sampai ke kawasan wisata Sunan Ampel. Saya tidak jadi singgah di ITC dan melaju menuju kompleks wisata Sunan Ampel. Setelah dua kali bertanya ke warga untuk memastikan bahwa arah ke sana sudah benar, akhirnya saya sampai juga di depan pintu gerbangnya, kulihat begitu banyak orang bergerombol datang berwisata di tempat ini, saya memarkir motor di pinggir jalan. Memasuki area kawasan tersebut, saya serasa berada di bulan ramadhan, musik qasidah bertalu-talu, disepanjang jalan setapak menuju mesjid Sunan Ampel, dipadati penjual pakaian gamisdan penjual qurma, sesampai di mesjid, begitu banyak orang yang memadati mesjid, kuteruskan langkahku menuju depan mesjid dan disitulah terleatak makam Sunan Ampel. Saya masuk ke kawasan makam sunan ampel, kugulung celana jeans ku sampai lutut karena gerimis masih turun dan jalanan agak basah, sesampai di depan kuburan, banyak peziarah yang dududk bersila, membaca wirid dan ada yang berdoa dengan sangat khusyuk, para peziarah tersebut bukan hanya orang tua namun juga anak-anak, muda mudi sampai kakek nenek. Saya tidak ikut berdoa hanya berdiri melihat mereka satu persatu, karena saya dipandangi oleh peziarah tersebut, saya lalu keluar dari makam. Di pintu masuk pemakaman, orang antri meminum air yang langsung dari kran, beberapa lama saya mengamati air apa sebenarnya yang sedang mereak minum, mungkin saja air itu dikeramatkan hingga para peziarah rela antri minum air tersebut, saat antrian sudah agak berkurang, saya mengamati air tersebut, saya tidak meminumnya hanya saja mengambil sedikit lalu kupakai cuci muka, tidak ada yang berbeda dari air biasanya, saya tidak meminumnya supaya terhindar dari kepercayaan yang aneh-aneh karena hanya Allah yang menentukan tanpa harus mempercayai hal-hal yang keramat. Tepat pukul 14.30, saya meninggalkan lokasi wisata religi sunan ampel. Sebenarnya saya ingin menunggu waktu ashar dan shalat di mesjid tersebut namun karena hujan dan terlalu banyak orang yang memadati mesjid, maka kuurungkan niatku. 

Saya langsung pulang menjuju bilangan jln kalidami untuk menitip kembali motornya teman di kos waind. sesampai di depan kos, ternyata ibu kos ada di pintu dan waind tidak berada di kosnya. Ada perasaan segan menitip motor namun kuberanikan diri untuk meminta izin kepadanya dan menjelaskan bahwa saya ingin menitip motor untuk beberapa hariternyata ibu kos sangat baik dan hanya mengatakan tidak apa-apa, langsung saja kuparkir motor dan pamit pulang. Kususuri jalan kalidami ke arah rumah, diujung jalan kalidami di pertigaan jln karang menjangan, ada penjual kue yang dari kemarin menggoda selersaya, kubeli 3 buah dan makan berdiri di dekat penjualnya, setelah itu saya memotong jln menuju jln darmawangsa dan masuk ke lorong kertajaya 7 raya dan tiba di rumah. Inilah hariku di penghujung desember di kota pahlawan.


Surabaya, 31 desember 2012

No comments: