January 13, 2013

Semoga Keberkahan di Pernikahanmu

                                                                
Doa Nabi Muhammad menjelang pernikahan Putrinya

"Semoga Allah
menghimpun yang terserak dari keduanya
Memberkati mereka berdua
Meningkatkan kualitas keturunan mereka
Menjadikan Pembuka Pintu-pintu Rahmat
Sumber Ilmu dan Hikmah
serta Pemberi Rasa Aman bagi Umat"

Seperti kebiasaanku menulis ucapan kepada orang terdekatku. ketika ada momen dalam hidupnya. kali ini kutulis juga coretan yang mungkin tak bermakna buatmu menjelang hari pernikahanmu. saya tak bermaksud mengatakan ini sebagai kado buat pernikahanmu namun hanya untuk diriku mengapresiasimu karena begitu banyak kontribusimu saat-saat perkembangan masa dewasa yang membuatmu saudara menjelang pernikahanmu
bahagia menantimu menjelang hari pernikahanmu karena salah satu saat bahagia buat seorang lelaki adalah ketika ia sudah menemukan kembali tulang rusuknya yang tercecer dan engkau telah menemukannya hari ini


saya patut berbahagia pula. dalam masa ini setumpuk harapan telah engkau rangkai menjadi sebuah bangunan cinta dengan calon pendampingmu. serpihan hati kalian telah dipersatukan menjadi istana cinta yang kelak akan kalian huni dan hal itu yang membahagiakannku saat menyaksikanmu Bahagia. buatmu saudara yang sedang berbahagia. bagaimana tidak saya mendamba kebahagiaan untukmu, begitu banyak recehan kebahagiaan yang engkau taburkan kepada saya. begitu banyak hikmah hidup yang mnetes darimu yang kemudian kutampung menjadi pelajaran berharga bagiku. hingga setiap perkataanmu padsaya adalah nasehat buatmu saudara yang sedang berbunga. rasanya lega saat mendengar engkau akan melepas kesendirianmu selama ini ditemani kesepian yang amat sangat menyiksa. umurmu yang sudah mulai menanjak melewati pertenghaan umur nabi Muhammad mengkhawatirkanmu. sering terucap doa dalam hati tanpa terdengar semoga engkau menemukan pasangan hidupmu dan masa ini telah menjawab


saudara, engkau mengajarkanku banyak hal tentang bagaimana hidup dari arah yang lain dan tentang bagaimana berbuat baik dengan berbagai cara, tentang bagaimana bermanfaat untuk semesta. kuingat kisahmu saat kuliah, mungkin banyak orang yang memandangmu sebelah mata karena sewindu lamanya menyelesaikan kuliahmu. namun buatku tidak, saya sangat salut padamu. bagaimana tidak, waktu yang lama di bangku kuliah engkau habiskan buat menebar kebaikan ke semesta, kepada manusia manusia. engkau lebih hebat dari mahasiswa yang dianggap pintar, meski menyelesaikan kuliahnya dalam 3 tahun, mereka hanya memikirkan diri mereka untuk mencapai prestasi pribadi dan menutup mata terhadap keadaan sekitarnya, engkau tidak begitu adanya.


kuingat masa itu, saat gelombang tsunami mengoyak ujung pulau sumatera akhir 2004, engkau hadir di sana, dengan mengabaikan keselamatan dirimu, engkau menebar pertolongan kepada para korban, engkau tergabung saat itu dalam KSR-PMI 45. walau engkau sadar, resiko selalu menghampirimu. tidak sampai di situ, saat banjir di Sinjai, lagi-lagi engkau menjejakkan kakimu buat orang lain di sana, meski saat itu, penampilanmu agak urakan namun itu hanyalah tampilan luarmu saja. buatmu saudara lebih baik kusudahi saja merangkai kebaikanmu masa lalu dalam tulisan ini karena kusadar lembaran ini takkan cukup menampungnya dalam kata-kata yang kurangkai kumendoa saja melalui baris kata-katsaya buat pernikahanmu, buat keberkahan atas masa depanmu. buat saudara yang sedang berbahagia, memang tak mudah menyatukan hati dalam balutan pernikahan namun saya selalu percaya terhadap kredibilitasmu, terhadap karaktermu yang sudah terbangun dengan sangat kuat, bahwa engku kan melewati setiap sudut pernikahanmu dengan kebahagiaan.

ALLAH selalau mencurahkan kebaikan dan keberkahan kepada orang baik dan Insya Alah engkau adalah salah satu orang yang diberkahi dalam setiap jejak yang engkau ukir buatmu Saudara. pernikahan adalah momen bahagia, letakkanlah ia menjadi salah satu jalurmu menuju keridhaan Allah karena kebahagiaan akan  hal itu adalah abadi adanya dan yang abadi adalah Allah maka kebahagiaan hakiki itu adalah bersua dengan Allah pada akhirnya pernikahan hanyalah serpihan kebahagiaan mencintalah kaena Allah sebab itu pernikahan kan awet dalam kebahagiaan buatmu. semoga nantinya engkau dikaruniai generasi yang Budiman.


ceritakanlah kepada generasimu tentang kebaikan, tentang hakekat kehidupan dan tentang Allah. jauhkanlah nantinya mereka dari absurditas duniawi yang kan datang menerjang kebaikan yang dilsayakan terhadap semesa takkan menguap begitu saja namun kebaikan itu kan kembali ke diri kita masing-masing. jika kita berbuat baik kepada semesta sama saja bahwa kita berbuat baik kepada diri sendiri karena semesta adalah diri kita buat saudara


terakhir buatmu. berbahagialah, ijinkan dirimu menikmati hari bahagiamu masa ini rehatlah sejenak, sebelum kakimu kembali menapaki jalan setapak dunia ini selamat sekali lagi semoga senantiasa berberkah nantinya


Puisi Kahlil Gibran 
"Anakmu Bukanlah Anakmu"


"“Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir
melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena
jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi
bahkan dalam mimpi sekalipun.

Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan
tidak tenggelam di masa lampau.

Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang melucur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap


Sby, 13 Januari 2013

No comments: