menghimpun yang terserak dari keduanya
Seperti
kebiasaanku menulis ucapan kepada orang terdekatku. ketika ada momen dalam
hidupnya. kali ini kutulis juga coretan yang mungkin tak bermakna buatmu
menjelang hari pernikahanmu. saya tak bermaksud mengatakan ini sebagai kado
buat pernikahanmu namun hanya untuk diriku mengapresiasimu karena begitu banyak
kontribusimu saat-saat perkembangan masa dewasa yang membuatmu saudara
menjelang pernikahanmu
bahagia menantimu menjelang hari pernikahanmu karena salah satu saat bahagia
buat seorang lelaki adalah ketika ia sudah menemukan kembali tulang rusuknya
yang tercecer dan engkau telah menemukannya hari ini
saya patut berbahagia pula. dalam masa ini setumpuk harapan telah engkau
rangkai menjadi sebuah bangunan cinta dengan calon pendampingmu. serpihan hati
kalian telah dipersatukan menjadi istana cinta yang kelak akan kalian huni dan
hal itu yang membahagiakannku saat menyaksikanmu Bahagia. buatmu saudara yang
sedang berbahagia. bagaimana tidak saya mendamba kebahagiaan untukmu, begitu
banyak recehan kebahagiaan yang engkau taburkan kepada saya. begitu banyak
hikmah hidup yang mnetes darimu yang kemudian kutampung menjadi pelajaran
berharga bagiku. hingga setiap perkataanmu padsaya adalah nasehat buatmu saudara yang sedang berbunga. rasanya lega saat mendengar engkau akan
melepas kesendirianmu selama ini ditemani kesepian yang amat sangat menyiksa. umurmu
yang sudah mulai menanjak melewati pertenghaan umur nabi Muhammad
mengkhawatirkanmu. sering terucap doa dalam hati tanpa terdengar semoga engkau
menemukan pasangan hidupmu dan masa ini telah menjawab
saudara, engkau mengajarkanku banyak hal tentang bagaimana hidup dari arah yang
lain dan tentang bagaimana berbuat baik dengan berbagai cara, tentang bagaimana
bermanfaat untuk semesta. kuingat kisahmu saat kuliah, mungkin banyak orang
yang memandangmu sebelah mata karena sewindu lamanya menyelesaikan kuliahmu. namun
buatku tidak, saya sangat salut padamu. bagaimana tidak, waktu yang lama
di bangku kuliah engkau habiskan buat menebar kebaikan ke semesta, kepada
manusia manusia. engkau lebih hebat dari mahasiswa yang dianggap pintar, meski
menyelesaikan kuliahnya dalam 3 tahun, mereka hanya memikirkan diri mereka
untuk mencapai prestasi pribadi dan menutup mata terhadap keadaan sekitarnya,
engkau tidak begitu adanya.
kuingat masa itu, saat gelombang tsunami mengoyak ujung pulau sumatera akhir
2004, engkau hadir di sana, dengan mengabaikan keselamatan dirimu, engkau
menebar pertolongan kepada para korban, engkau tergabung saat itu dalam KSR-PMI
45. walau engkau sadar, resiko selalu menghampirimu. tidak sampai di situ, saat
banjir di Sinjai, lagi-lagi engkau menjejakkan kakimu buat orang lain di sana,
meski saat itu, penampilanmu agak urakan namun itu hanyalah tampilan luarmu saja.
buatmu saudara lebih baik kusudahi saja merangkai kebaikanmu masa lalu dalam
tulisan ini karena kusadar lembaran ini takkan cukup menampungnya dalam
kata-kata yang kurangkai kumendoa saja melalui baris kata-katsaya buat
pernikahanmu, buat keberkahan atas masa depanmu. buat saudara yang sedang
berbahagia, memang tak mudah menyatukan hati dalam balutan pernikahan namun saya
selalu percaya terhadap kredibilitasmu, terhadap karaktermu yang sudah
terbangun dengan sangat kuat, bahwa engku kan melewati setiap sudut
pernikahanmu dengan kebahagiaan.
ALLAH selalau
mencurahkan kebaikan dan keberkahan kepada orang baik dan Insya Alah engkau
adalah salah satu orang yang diberkahi dalam setiap jejak yang engkau ukir buatmu Saudara. pernikahan adalah momen bahagia, letakkanlah ia menjadi salah
satu jalurmu menuju keridhaan Allah karena kebahagiaan akan hal itu
adalah abadi adanya dan yang abadi adalah Allah maka kebahagiaan hakiki itu adalah bersua dengan
Allah pada akhirnya pernikahan hanyalah serpihan kebahagiaan mencintalah kaena
Allah sebab itu pernikahan kan awet dalam kebahagiaan buatmu. semoga nantinya
engkau dikaruniai generasi yang Budiman.
ceritakanlah kepada generasimu tentang kebaikan, tentang hakekat kehidupan dan
tentang Allah. jauhkanlah nantinya mereka dari absurditas duniawi yang kan
datang menerjang kebaikan yang dilsayakan terhadap semesa takkan menguap begitu saja namun
kebaikan itu kan kembali ke diri kita masing-masing. jika kita berbuat baik
kepada semesta sama saja bahwa kita berbuat baik kepada diri sendiri karena
semesta adalah diri kita buat saudara
terakhir buatmu. berbahagialah, ijinkan dirimu menikmati hari bahagiamu masa ini
rehatlah sejenak, sebelum kakimu kembali menapaki jalan setapak dunia ini selamat
sekali lagi semoga senantiasa berberkah nantinya
Puisi Kahlil Gibran
No comments:
Post a Comment