June 19, 2023

Stop Belanja (19)

Setelah tadi siang sepatu yang saya beli datang dengan harga yang lumayan mahal, saya merasa bahwa sepatu saya sudah lebih dari cukup bahkan sepatu yang saya punya lumayan bagus dengan harga yang mahal untuk ukuran saya. Saya kemudian membayangkan bahwa lima sepatu yang saya punya tidak akan digunakan sesering mungkin dan mungkin hanya dua yang akan sering saya fungsikan. 

Sepatu saya tadi datang ketika saya sedang asik membaca buku E.F Schumacher tentang "Small is Beautiful." Dia seorang ahli statistik dan ekonomi keturunan Inggris-Jerman. Tulisannya secara umum menjelaskan tentang kritik terhadap sistem ekonomi modern yang dipopulerkan oleh bangsa barat. Menurutnya bahwa sistem tersebut akan menghabiskan sumber daya alam dan merusakan nilai-nilai kehidupan. Sistem ekonomi tersebut juga melegalisasi ketamakan dan nilai uang di atas segalanya. 

Buku ini pula menjelaskan beberapa hal tentang kenapa kemakmuran universal tidak mengarahkan kepada perdamaian, bagaimana pertumbuhan malah merusak alih-alih membangun dan energi nuklir akan sangat merusak alih-alih membangun. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa small is beautiful mengajak kita untuk mengerem diri dari keinginan-keinginan yang tidak terkontrol.

***

Setelah kemarin memutuskan untuk mengurangi ketergantungan terhadap media sosial dan gaddet, hari ini saya kemudian berpikir bahwa mungkin ini waktunya untuk berhenti belanja baju dan sepatu. Saya memiliki beberapa potong baju dan celana yang jarang sekali saya pakai dan hanya tersusun rapi di lemari jadi mungkin untuk beberapa waktu yang tidak bisa saya tentukan, saya memutuskan untuk stop belanja baju dan sepatu kecuali memang mendesak dan diperlukan untuk hal-hal diluar perkiraan.

Saya tidak sedang ingin hidup minimalis sesuai dengan salah satu buku populer yang terpajang di pintu masuk gramedia namun saya hanya ingin menerapkan pola hidup saya sendiri tentang bagaimana mengurangi keinginan yang tidak perlu. Hidup yang tidak terkontrol adalah hidup yang akan merusak diri sendiri.

Kenikmatan membeli hanya berada pada euforia menunggu barang datang kemudian membukanya namun setelah semua sudah dimiliki maka jarang sekali rasa itu tetap, seringkali menguap begitu saja dan kembali ke hal normal, kemudian parahnya akan membuka market place dan mencari barang-barang lain yang belum dimiliki.

#19 2023

No comments: