Pada mentari yang
menanjak perlahan
Mengikuti jejakmu
berlabuh ke sawah
Dengan bekal
masakan ibu,
Dengan cangkul
sahabatmu
Engkau mengukir
tanah basah dengan sejuta asa
Di setiap sisi
mukamu
Tak tergores
setitik keluh
Walau kadang bias
Dan engkau
Dalam nyanyian syahdu semesta
Tanganmu menyemai
benih
Terpercik lumpur
di bajumu
Menjadi doadoa
dalam tasbih
Memeluk angan di
pematang itu
Padi menguning
dalam masa
Tersungging senyum
dalam batinmu
Bahkan dimata
Semua terbalas
Oleh peluh yang
dulu tak henti menetes
Dan hasil panen
itu
Engkau rangkai
hasil padanya
Tentang kebutuhan
hidup kita
Tentang biaya anak
anakmu
Walau meski
Tak tersisa buatmu
Secerca asa
menghampirimu
Saat semesta
menyapamu
Dan setiap malammu
untuk doadoa
Tak terulis dalam
katakata
Hanya saja
Semua tujuan
gerakmu hanya satu
Tentang keridhaan
Allah
9
januari 2013
No comments:
Post a Comment