19-12-12
Tersungkur aku dalam rinduku
Menyapa sketsa wajahmu yang datang
menghampiri
Kau pungut semua masa kecilku
Lalu engkau kirimkan lewat doa doa terbaikmu
Badan tak nampak,
Namun raga saling menyapa
Kau temani aku
Dengan doamu dalam kesendirianku
Hatur kasihmu tak terbatas ruang
Wajahmu adalah semangatku
Doamu adalah kekuatanku
Rindumu pun adalah rinduku
Dalam hening tetap terjaga
Diujung malam yang semakin menua
Engkau masih mengirimkan salam keselamatan
untukku
Walau terkadang lelah menggerogotimu
Ceritakan aku tentang kebun kita
Apakah jagung masih tumbuh subur
Adakah pisang masih berbuah
Yang bila kupulang,
Akan kupanen untuk
Mengenang ceritaku saat bocah
Karena semua tersimpan di sana
Penat menghampirimu
Istirahatlah malam ini mak,
Esok matahari kan terbit lebih cerah
No comments:
Post a Comment