Ini
takkan pernah kulupakan, benar-benar takkan kulupakan dalam perjalananku di
kota ini
Berbagai perasaan berkecamuk di
kepalaku, bagaimana tidak
Semalam,
Sesaat setelah aku pindah kos,
Kukabarkan ini kepada ibuku, dia
menelponku sejak pukul 18,00
Karena aku masih kerja dan baru
pulang pukul 21.00, kukirimi
Sms supaya menelpon lagi sekitar
jam itu,
Karena sesuatu dan lain hal, aku
baru sampai di kos
Sekitar pukul 22.00, itu berarti
di kampungku sudah pukul 23.00,
Aku mengirimi sms ibuku.
Semenit kemudian, dia
menelponku, awalnya dia menanyakan keadaanku
Lalu kemudian sekitar 5 menit
bicara denganku,
Ada suaru isak yg terdengar
parau dari dalam telepon,
Kusadari ibuku sedang bersedih,
entahlah apa alasannya, namun kucoba menerka kenapa dia bersedih,
Mungkin saja aku jauh dan hidup
sendiri,
Mungkin saja mengkhawatirkan
keadaanku di sini,
Mungkin saja dia rindu akan
diriku,
Mungkin saja perasaannya sedang
tak stabil,
Namun apapun
kemungkinan-kemungkinan yang muncul di kepalaku,
Kutahu bahwa alasannya menangis
karena lebih dari semua itu,
Cintanya terhadap anak-anaknya
begitu besar,
Tak kujumpai sebuah kata untuk
menggambarkan perasaan yang ada di lubuk hatinya,
Benar-benar aku tak sanggup
mendengarnya terisak,
Kucoba untuk tidak ikut
bersedih,
Kucoba untuk mengalihkan
pembicaraan,
Kucoba untuk berkata “doakan
saja aku bu”,
Namun itu semua tak mampu
menepis hatiku yang juga terenyuh,
Aku memaksakan untuk mencari
alasan lain agar dia tak bersedih, namun gagal,
Kukatakan bahwa sudah dulu bu’
karena aku mau istirahat, saat
Aku menutup telepon, sayup-sayup
masih kudengar suaranya yang parau dalam sedih,
Ini terkesan sentimental bu dan
mohon restu padamu.
Maaf, bu’,
Bukan maksudku untuk mengakhiri
pembicaraan denganmu,
Bukan sama sekali,
Bahkan jika berjam-jam pun, aku
takkan lelah bercerita
Apa saja denganmu, asalkan
dengan satu syarat
Bu, jangan nampakkan kesedihan
di setiap alunan suaramu
Aku hanya tak mau mendengarmu
bersedih, aku hanya tak mau ikutan sedih,
Aku hanya ingin mengabarimu
saat-saat bahagiaku di sini,
Dan biarlah masa-masa sulitku
kusimpan rapi untuk kujadikan kenangan masa tuaku
Tanpa harus memberitahumu,
Engkau terlalu mudah terbawa
perasaan ketika mendengar anak-anakmu dalam kesusahan,
Kedungdoro, 26 januari 2013 sesaat setelah pindah ke kos

No comments:
Post a Comment