May 31, 2023

Curhatan Para Suami (31)

Di prodi saya, ada empat dosen laki-laki namun karena yang satu seorang dekan maka yang sering berinteraksi di ruangan dosen hanya saya dan dua rekan lain. Keduanya lebih senior dari saya baik dari segi umur maupun pengalaman mengajar di kampus. Meskipun demikian, mereka terbuka untuk semua hal termasuk tentang cerita masing-masing keluarga.

Kami terbiasa bersantai di meja rapat ketika jam sudah menunjukkan waktu pulang. Minum kopi dengan aneka cemilan sambil menatap kota Bandung yang sebentar lagi akan mendekap gelap. Bandung memang memiliki cerita tersendiri bagi saya sejak bekerja di sini.

Poligami menjadi bahan diskusi paling sering kami perbincangkan. Saya awalnya merasa hanya sekadar bercanda dan memilih topik yang bisa membangkitkan keakraban namun terjadi, pada akhirnya saya menyadari bahwa rekan saya benar-benar memiliki niat untuk poligami, bukan sebuah bualan semata. Dia berusaha mencari istri kedua yang menurutnya sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Saya sendiri tidak pernah berusaha untuk masuk dalam percakapan serius karena selain tidak memiliki ilmu tentang poligami, saya juga sama sekali tidak memiliki niat untuk melakukan hal yang sama dengan begitu banyak pertimbangan.

Mungkin jika ada terbersit sedikit niat untuk poligami, tidak lain karena nafsu belaka. Selain itu, saya sama sekali tidak punya proyeksi apa-apa karena merasa bahwa dengan satu istri dan sekarang memiliki anak, saya belum maksimal menjadi seorang suami dan ayah yang ideal.

Rekan tadi yang berniat poligami bahkan sudah pernah bertamu ke salah seorang perempuan yang diincar, namun si perempuan tidak sudi jika poligami. Saya salut atas keberanian rekan saya hanya saja sedikit yang tidak saya sepakati karena salah satu alasannya ingin poligami adalah ketidaksesuaian dengan istrinya.

Dia tidak sungkan untuk menceritakan persoalan keluarganya. Mungkin karena sudah tidak tahan dan sudah tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik maka semua uneg-uneg dikeluarkan dan apa yang dia rasakan di rumah. Mendengar curhatannya, saya berpikir bahwa masalah saya masih sedikit lebih ringan dari apa yang dialami oleh rekan saya.

Tipe suami berbeda-beda tergantung preferensi masing-masing pribadi. Rekan saya merupakan tipe suami yang ingin dilayani oleh istrinya termasuk ketika pulang, disambut dengan hangat dan ketika santai, dibuatkan segelas teh hangat. Perlakuan semacam itu yang tidak pernah dirasakan olehnya bahkan ketika pulang ke rumah, seringkali dia menjumpai istrinya sudah terlelap sementara dia tiba di rumah dengan energi yang terkuras.

Selain itu, dia benar-benar sangat merasa perih ketika dalam beberapa kali kejadian, istrinya tidak menghargai profesinya karena dianggap tidak mendatangkan uang yang cukup untuk memenuhi keinginan istrinya. Penghargaan itu yang membuatnya berpikir bahwa selama ini, dengan segala energi yang dikeluarkan di tempat kerja, seakan sia-sia ketika sampai di rumah.

Begitulah sedikit dari beberapa ceritanya yang membuat saya merasa bahwa meskipun saya juga memiliki segudang masalah namun setidaknya masih lebih ringan dari apa yang dialami oleh rekan saya.

***

Di suatu malam saat bersantai dengan istri, saya membisikkan satu pertanyaan yang sangat klises "rasa sayangmu semakin besar atau semakin berkurang sejak kita bersama?"

Saya sengaja memulai hal-hal kecil dengan istri saya untuk kemudian membangun semua rasa yang mungkin terkadang mulai terkikis. Meskipun kami bukan pasangan ideal ditambah lagi dengan saya yang terkadang emosi namun saya berusaha untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah saya peroleh dan apa yang sudah istri lakukan terhadap saya.

#31 2023

May 30, 2023

Kuliah Pakar (30)

Tadi pagi saya menjadi moderator pada kuliah pakar yang diadakan oleh prodi. Ini pengalaman pertama menjadi moderator sejak mengambil keputusan untuk terjun di dunia akademisi. Sebenarnya dulu saat sangat sering menjadi moderator namun sudah terlalu lama sehingga saya harus mengingat-ingat kembali semua hal yang harus dilakukan jika bertindak sebagai seorang moderator.

Kuliah pakar tersebut diadakan sebagai salah satu pengganti mata kuliah yang saya ampu. Sebenarnya saya juga sangat awam di dunia ekspor impor karena rumpun ilmu saya bukan spesifik di ekspor impor namun lebih pada kajian hubungan internasional. Kenapa saya mengampu mata kuliah ini, tidak lain karena tidak ada dosen yang bersedia mengajar mata kuliah ini.

Menjadi bagian pengajar di prodi perdagangan internasional seperti mencari celah agar saya tetap dapat porsi mengajar mengingat corak kurikulum perdagangan internasional di kampus saya lebih cenderung ke ekonomi khususnya manajemen, sementara porsi untuk rumpun ilmu hubungan internasional sangat kurang bahkan saat melihat kurikulum, hanya 1 mata kuliah yang benar-benar murni kuliah hubungan internasional yaitu politik luar negeri.

Kuliah pakar tadi berlangsung dengan baik dan lancar sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan meskipun saya merasa belum terlalu maksimal. Narasumber membawakan materi dengan sangat baik tetapi saya merasa bahwa peserta termasuk mahasiswa perdagangan internasional tidak terlalu antusias, mungkin karena bekal mereka yang tidak terlalu memadai.

Kuliah pakar tersebut tentu sebagai langkah awal untuk membangun relasi dengan pihak luar dalam hal kolaborasi dalam bentuk magang, PKL, dan berbagai kegiatan lain yang memungkinkan untuk melibatkan mahasiswa. Tentu itu sangat diperlukan di prodi kami karena baru berumur tiga tahun dan diperlukan usaha yang keras untuk membangun reputasi dan branding yang matang.

#30 2023

May 29, 2023

Masuk Angin (29)

Tubuh memiliki mekanismenya sendiri. Kita tidak bisa melawan hukum alam terkait keseimbangan tubuh bahwa jika capek sebaiknya istirahat, jika lapar maka solusinya makan dan hukum alam lain yang harus dijalani. Hanya sebagian orang yang benar-benar menekuni tirakatnya yang mampu melampaui hukum alam yang sudah ditetapkan.

Minggu lalu, badan saya sudah memberikan tanda-tanda bahwa saya akan mengalami sakit, mulai dari gigi yang ngilu sampai ke ubun-ubun kemudian badan mulai terasa seperti akan demam. Saya minum obat sebagai ikhtiar untuk sembuh dan benar saja, dua kali minum obat, tubuh saya mulai agak ringan dan hanya tersisa gigi yang masih sedikit ngilu namun sudah tidak mengganggu.

Saya balik ke Jakarta malam hari dan sampai di rumah menjelang jam 11 malam. Saya terbiasa mandi sebelum tidur karena jika langsung tidur, biasanya tidak nyenyak. Saya lupa bahwa dua hari sebelumnya badan saya minta jatah untuk diperhatikan namun ternyata saya ceroboh dan mengguyurnya dengan air dingin di malam hari.

Di pagi hari, saya dan keluarga naik motor ke GBK yang berjarak sekitar lebih dari 10 km dari rumah. Saya hanya mengenakan jaket olahraga yang sangat tipis dan tidak layak digunakan ketika naik motor. Badan saya belum merasakan apa-apa pada saat itu. Saya masih tetap dengan santainya jogging.

Esok hari ketika keluar lagi mengantar istri belanja tanpa mengenakan jaket, badan saya benar-benar sudah mulai berontak. Saat berada di mall, saya hampir jatuh karena merasa seperti agak pusing. Saya mencoba bertahan dan kemudian kembali ke rumah. Setiba di rumah, benar saja perut saya bunyi tanpa henti kemudian buang air besar yang keluar hanya air.

Saya masuk angin karena tidak memperhatikan bahwa tubuh butuh penjagaan yang lebih. 

#29 2023

May 28, 2023

Senior (28)

Di sepanjang tol layang MBZ perjalanan berangkat dari Jakarta ke Bandung, saya mengikuti bedah buku karya kak Nur Ana Sejati. Buku yang dibahas berjudul "Hening di 9 Kilometer." Sebuah buku yang menceritakan perjalanan panjang penulis dan suaminya dalam melawan penyakit kanker. Penyakit yang masih menjadi momok bagi umat manusia karena merupakan penyakit sistematik yang membuat seluruh fungsi tubuh berkurang dan perlahan-lahan membunuh manusia.

Kak Ana merupakan salah satu senior saya yang ada di "english club," namun saya tidak mengenalnya secara personal karena kami berbeda generasi. Beliau merupakan generasi awal di organisasi tersebut sementara saya bergabung ketika beliau sudah berkarir di instansi pemerintahan. Saya mengenal beliau dari tulisannya di blog yang saya ikuti dan semua cerita tentangnya saya ketahui dari blog tersebut.

Kabar sakitnya pun ditulis di blog sehingga saya tahu bahwa beberapa tahun yang lalu, beliau menderita penyakit yang kemudian menjadi penyebab beliau menemui ajal. Meskipun sedang sakit namun tidak mengurangi produktivitasnya dalam menulis bahkan serasa bahan bakar, beliau semakin sering menulis ketika sakit.

Kak Ana aslinya dari Jawa dan merantau ke Sulawesi tanpa ada sanak saudara. Beliau kuliah di PTN terbesar di Makassar yang pada akhirnya menjadi jalan untuk menemukan banyak kebaikan. Beliau juga bertemu dengan suaminya.

Begitulah perjalanan hidup umat manusia. Kita sama sekali tidak mengetahui apa yang akan dihadapi ke depan. Serasa bermain dadu yang dilemparkan ke atas dan jatuhnya tidak ada yang bisa menentukan, hanya bisa diprediksi dengan beberapa kemungkinan saja tanpa kita sama sekali mempunyai kuasa untuk menentukan apa yang kita inginkan dalam hidup.

Saya mempunyai saudara sepupu yang juga pernah mengalami penyakit yang hampir serupa. Beliau berjuang sekitar 4 tahun kemudian akhirnya harus berpulang. Beliau meninggalkan 4 orang anak yang masih butuh sosok seorang ibu namun semesta memiliki cerita yang berbeda, beliau harus melepaskan semua untuk segera balik arah.

Saya pernah menyaksikan betapa beliau sama sekali tidak mampu berdiri dan hanya berbaring bahkan saat hendak salat pun. Meskipun demikian, dia tetap bercerita dengan ceria dan jika hanya mendengarkan dari suaranya maka kita tidak akan mengira bahwa beliau sedang menderita penyakit yang parah.

Bicara tentang penyakit, saya juga pernah mengalami fase di mana merasakan penyakit menahun yang benar-benar membuat saya harus treatment secara rutin dengan minum obat. Selain rasa sakit di badan, psikologis seseorang yang sakit juga sangat terpengaruh bahkan berbagai bayang-bayang hal yang buruk selalu dibayangkan seperti kematian.

#28 2023

May 27, 2023

Kebebasan dan Demokrasi (27)

Saya sedang membaca buku Erich Fromm yang berjudul "Lari dari Kebebasan." Buku yang mengulas tentang hakikat kebebasan dari sudut pandang psikoanalisis. Pada bab terakhir dengan judul "Kebebasan dan Demokrasi," saya merenungkan beberapa kalimat yang menurut saya masuk akal. Ada banyak ide yang dikemukan oleh Erich di bagian ini salah satunya tentang orisinalitas. 

Konsep ini seringkali menjadi perdebatan dalam berbagai bidang termasuk ilmu pengetahuan. Beberapa kalangan menggugat orisinalitas dengan dalih bahwa segala sesuatu tentu pernah dipikirkan oleh manusia sebelumnya jadi tidak ada yang benar-benar orisinal. 

Erich memberikan pandangannya bahwa orisinalitas itu bukan berarti ide itu tidak pernah dipikirkan oleh orang sebelumnya, tetapi orisinal dalam artian pikiran itu datang dari dalam individu itu sendiri, merupakan hasil dari aktivitasnya, dan merupakan buah pikirannya sendiri. 

Saya sepakat atas konsep orisinal yang dikemukakan oleh Erich karena dalam beberapa kali kejadian, saya sendiri mengalaminya. Salah satu yang masih saya ingat adalah semua yang datang dari hati maka akan bisa menembus hati orang lain. Misalnya jika ketika menyampaikan sesuatu kepada orang lain yang benar-benar berasal dari ketulusan hati kita maka pesan itu akan sampai ke hati orang lain. Kemudian beberapa tahun berlalu, ada beberapa orang yang menuliskan konsep itu persis dengan apa yang pernah saya pikirkan sebelumnya.

Pada bab ini, Erich juga menulis bahwa setiap aanak pasti memiliki ukuran kebencian dan tendensi memberontak tertentu sebagai imbas konflik mereka dengan dunia sekitar yang cenderung menghalangi perkembangan mereka. Tentu kita sebagai manusia pernah merasakan hal yang sama bahwa bagaimana kita seminimal mungkin pernah memberontak atas apa saja yang tidak disepakati bahkan kepada orang tua sekalipun.

Saya menyukai apa yang diutarakan oleh Erich bahwa semua masalah yang ada pada diri seseorang terlalu rumit untuk bisa diselesaikan oleh individu walau sesungguhnya mayoritas dari permasalahan mendasar dalam diri individu dan kehidupan sosial sesungguhnya sangat sederhana, manusia tak percaya atas kapasitas mereka sendiri untuk memikirkan jalan keluar dari suatu masalah sebab masyarakat dengan sengaja membentuk pandangan bahwa apa yang dihadapi sangat rumit sehingga hanya dapat dipahami oleh seorang spesialis.

Begitulah apa yang terjadi sekarang. Mayoritas dari kita terjebak dalam sudut pandang masyarakat sehingga membatasi ruang gerak kita yang sebenarnya sangat luas. Saat menghadapi sebuah masalah, hal yang pertama ada di benak kita adalah pandangan orang lain alih-alih berpikir bagaimana menyelesaikan masalah tersebut untuk kepentingan dan kebaikan diri sendiri.

#27 2023

May 26, 2023

Public Speaking (26)

Satu semester sebentar lagi akan saya lalu karena praktis tinggal dua pekan, mahasiswa sudah harus ujian akhir. Perjalanan selama beberapa pekan mengajar di kelas memberikan banyak pelajaran bahkan bukan kepada mahasiswa namun kepada diri saya sendiri. Saya sedang membangun karakter diri dan memperbaiki setiap soft skill yang masih sangat kurang.

Salah satu skill yang sampai saat ini masih kurang di diri saya adalah public speaking saya yang jauh dari kata cukup. Saya merasa bahwa mulut saya masih sangat kaku dalam melakukan presentasi materi bahkan di kelas yang sangat kecil. Lambatnya progres saya dalam mempelajari dan meningkatkan public speaking membuat saya terkadang merasa demotivasi dan pesimis dalam menjalani profesi ini yang memang sangat membutuhkan kemampuan public speaking yang mumpuni.

Saya pernah ikut kelas public speaking namun rasanya tidak terlalu signifikan karena hanya mempelajari teori dasar yang bisa didapatkan dari internet. Kemampuan public speaking yang standar menurut saya ketika saya sudah bisa menyampaikan materi dengan baik dan intonasi yang stabil sementara saat ini, saya merasa bahwa dari sisi intonasi, penekanan, dialek dan banyak hal yang membuat saya merasa gagal dalam proses public speaking.

Tetapi yang lebih penting dari semua itu adalah menguasai materi. Saya mencoba mencari referensi bagaimana meningkatkan public speaking yang baik dan semua referensi yang saya baca menempatkan penguasaan materi pada poin pertama. Seorang public speaker tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan baik jika tidak menguasai bahan materi yang akan disampaikan.

Apa yang terjadi pada diri saya sesungguhnya adalah saya belum benar-benar menguasai materi ajar yang saya ajarkan. Saya masih seperti menghafal apa yang akan saya sampaikan dan itu tentu menjadi sebuah kekurangan tersendiri karena dinamika dalam kelas tidak bisa diprediksi. Semua mahasiswa punya hak untuk mempertanyakan apa saja yang seringkali tidak ada di buku pelajaran.

Saya tiba pada satu kesimpulan bahwa sebelum mempelajari dan mencoba menguasai teknik public speaking maka saya seharusnya menguasai materi ajar terlebih dulu. Belajar lebih banyak dan menguasai dengan baik tanpa melalui hafalan. Setelah itu mungkin saya akan menjadi speaker yang baik dan didengarkan orang lain.

#26 2023

May 25, 2023

Gajian (25)

Momen-momen seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk menguatkan kepercayaan kepada Sang Maha bahwa kalkulasi manusia tidak berlaku jika Dia menghendaki. Gaji saya yang jauh dari total pengeluaran yang harus saya sisihkan tentu kadang-kadang menjadi kekhawatiran tersendiri namun saya selalu mengembalikan urusan tersebut kepadaNya.

Bagaimana tidak, ada beberapa pos yang harus saya keluarkan sementara pos pemasukan hanya satu dengan nominal yang cukup jauh berkurang dibandingkan dengan gaji di perusahaan sebelumnya. Hal ini yang memerlukan sebuah kepercayaan bahwa Tuhan mengatur semuanya.

Saya selalu berdoa semoga dibukakan pintu rezeki yang tak terduga dan mencukupi setiap pos pengeluaran yang menjadi kewajiban saya. Salah satu kecemasan terbesar di momen-momen ini adalah ketidakmampuan saya memenuhi kebutuhan finansial keluarga sementara anak saya sebentar lagi masuk SD artinya dia akan membutuhkan biaya yang jauh lebih besar sebelum dia sekolah.

Saya bahkan belum memiliki sama sekali bayangan dari mana pemasukan tambahan selain gaji bulanan yang sekarang saya terima.

Gaji merupakan candu yang membuat sebagian orang tidak mampu mencari alternatif untuk mengais rezeki. Sistem pendidikan dan kultur masyarakat juga turut andil mempengaruhi cara pandang kita dalam menjalani hidup bahwa yang namanya kerja adalah berangkat pagi pulang sore dan mendapat gaji di awal bulan. Pola pikir tersebut akhirnya membuat para generasi muda hanya menggantungkan hidupnya pada apa yang namanya gaji. 

Setelah lulus kuliah, mereka menyerbu lowongan kerja untuk sekadar diterima sebagai staf yang kemudian akan menjadi jalan hidup mereka. Jauh sebelumnya saat berada di bangku sekolah maupun di bangku kuliah, kita dijejali indoktrinasi tentang pekerjaan ideal yang tidak jauh dari perusahaan besar atau bahkan pegawai negeri.

Begitulah, gaji sesuatu yang candu dan memberikan rasa aman namun kemudian seharusnya tidak menjadi masalah ketika tiba saatnya kita harus mencari cara untuk memperoleh rezeki tanpa melalui gaji bulanan.

#25 2023

May 24, 2023

Pengamen (24)

Senin kemarin saat sedang bersantai di ruang tunggu pool travel, ada salah seorang anak muda dengan berpakaian baju boneka dengan membawa ember sambil beberapa kali mengucap salam. Setelah itu, dia memohon untuk diberikan sedikit uang untuk sekadar makan.

Setelah beberapa saat, tidak ada calon penumpang yang sedang duduk di ruang tunggu, memberinya sesen uang sehingga dengan muka kesal, dia berlalu. Sebelum menutup pintu, dia mengucap salam sekali lagi dengan nada kesal namun tidak ada yang menjawab. "susah banget sih semua menjawab salam." Umpatan keluar dari mulutnya sambil tangannya menutup pintu ruang tunggu.

Saya yakin bahwa ucapannya itu bukan benar-benar karena kesal tidak ada yang menjawab salamnya namun lebih karena tidak ada yang menyodorkannya uang kertas. Awal dia masuk ruang tunggu pun sudah memberi salam dengan nada yang keras dan tidak selayaknya orang memberi salam.

Fenomena seperti ini seringkali saya jumpai di pool travel. Lain lagi cerita pool travel di Bandung. Anak muda yang perkiraan saya usianya belum genap 20-an tahun, masuk ke ruang tunggu sambil membawa beberapa amplop. Semua calon penumpang dibagikan amplop tersebut kemudian dia menunggu beberapa saat sebelum mengambil kembali amplop dengan harapan ada yang menyisihkan uang di amplop. Untungnya, saya tidak pernah melihat reaksi marah jika tidak ada yang memberinya, selebihnya dia hanya menampakkan muka memelas. 

Serba salah untuk memahami apa yang terjadi karena harus dilihat dari berbagai perspektif agar apa yang dipahami lebih utuh. Dari kemiskinan struktural, tentu negara punya peran penting dalam hal ini karena mereka adalah bagian dari negara yang harus diurus dan diperhatikan tanpa mendiskriminasi mereka sebagai masyarakat termarginalisasi. Negara harus memikirkan solusi yang tepat sebagai proses mitigasi bagi mereka tidak sekadar menganggap mereka sebagai beban negara.

Dari perspektif agama, tentu meminta-minta bukan hina tetapi sebisa mungkin dihindari karena pekerjaan seperti itu menghilangkan atau mengurangi kedaulatan diri seseorang. Jika mereka sudah berusaha dengan maksimal untuk mencari nafkah dengan berbagai cara namun tetap tidak mencukupi, mungkin itu menjadi pilihan lain tetapi seringkali ditemui fakta bahwa, profesi tersebut didesain oleh sebagian orang karena sangat menguntungkan.

Seringkali ditemui pengemis yang membawa uang dalam jumlah besar atau beberapa di antara mereka yang sebenarnya punya pilihan lain untuk berusaha namun memilih untuk menjadi pengemis karena uang yang dihasilkan lebih banyak dan tidak membutuhkan energi yang besar.

Begitulah adanya. Terlalu rumit untuk memikirkan semua yang berada di luar kontrol kita.

#24 2023

May 23, 2023

Kesehatan (23)

Setelah dua hari kemarin gigi saya sakit, ternyata berdampak pada kesehatan fisik secara keseluruhan. Semalam saat pulang ke Bandung, hujan mengguyur dengan sangat deras. Seperti biasa, saya hanya mengenakan baju lengan pendek yang bertudung. Baju yang memang setiap naik travel menjadi favorit saya.

Di dalam travel sangat dingin padahal AC mobil sudah disetting tidak terlalu dingin. Saya yang menyadari tubuh sudah mulai sedikit tidak enak akhirnya memutuskan untuk tidur sejak mobil sudah mulai beranjak. Saya mampu memejamkan mata meskipun beberapa kali harus terbangun entah karena gigi saya yang ngilu atau karena mobil melewati jalan rusak.

Badan saya semakin tidak enak saat memasuki kota Bandung. Saat turun dari travel, ternyata hujan juga baru saja reda. Cuaca sangat dingin sementara saya masih harus naik ojek dari Surapati ke kos tanpa mengenakan jaket.

Di atas ojek, saya merasa badan semakin dingin dan harus menahan beberapa sendi yang mulai ngilu. Setiba di kos, saya segera membersihkan badan, menggosok gigi, cuci muka dan bersiap untuk istirahat. Biasanya saya masih menyempatkan diri untuk melakukan sesuatu namun karena badan mulai protes maka saya segera berbaring.

Saya bangun telat sementara tubuh semakin tidak enak padahal saya harus berangkat ke kampus agak pagi. Akhirnya saya paksakan untuk mandi dan seperti biasa berangkat ke kampus. Gigi saya masih tetap ngilu dan badan semakin tidak enak.

Memang seperti itulah hukum alam bagi tubuh. Harus diistirahatkan untuk beberapa saat. Semakin kita mencoba melawan hukum alam maka tubuh akan memaksa kita untuk berhenti.

#23 2023

May 22, 2023

Calo (22)

Setelah tiga kali mengurus mutasi motor, akhirnya tadi siang kelar juga dengan hanya membayar sekitar 327 ribu. Lebih murah dari perkiraan saya karena motor tersebut dari luar daerah dan dimutasi ke Jakarta. Meskipun sudah sepuluh tahun namun terlalu sayang untuk diganti karena selama digunakan, tidak pernah mengalami kejadian yang krusial.

Motor tersebut sebenarnya motor istri waktu masih tinggal di Jawa Timur. Setelah pindah ke Jakarta, motor dibawa dan kami gunakan sebagai operasional sehari-hari. Sejak tahun 2020, pajak motor menunggak karena sistem pembayaran pajak yang belum online dan harus balik ke Madiun sementara tidak ada waktu luang untuk balik ke sana.

Tibalah saatnya saat motor sudah harus ganti plat. Maka tentu harus bayar pajak serta dendanya sebelum bisa diterbitkan plat yang baru. Kami meminta tolong salah seorang di Madiun untuk mengurus pajak lima tahunan.

Sejak 2018, kami sudah pindah alamat ke Jakarta, ternyata ketika akan bayar pajak maka alamat harus sesuai dengan alamat sekarang. Motor tersebut harus dimutasi ke Jakarta agar bisa ganti plat yang baru. Kami harus membayar pajak dan dendanya di Madiun setelah itu dilakukan proses cabut berkas dan selanjutnya mutasi kendaraan diproses di Samsat Jakarta Selatan.

Setelah semua dokumen selesai di Madiun, kami minta tolong salah seorang tetangga yang juga merupakan calo pengurusan kendaraan. Sebenarnya saya ingin mengurus sendiri namun karena keterbatasan waktu sehingga terpaksa menggunakan jasa calo.

Betapa kagetnya kami ketika minta rincian biaya yang harus dibayarkan dan si calo yang juga tetangga menaksir sekitar 1,5 juta di luar jasa pengurusan. Saya merasa bahwa harga segitu sangat mahal dengan motor yang sudah sepuluh tahun. Saya memutuskan untuk mengambil berkas kendaraan dan mengurus sendiri.

Saya hanya bisa mengurus di hari senin karena selasa sampai jumat, saya berada di Bandung. Di hari senin pertama, dokumen diperiksa di bagian pengecekan kelengkapan dokumen dan butuh waktu sehari baru bisa diproses di gedung biru, bagian yang memproses mutasi kendaraan. Seharusnya hari selasa sudah bisa diambil namun saya harus menunggu senin pekan depannya.

Senin berikutnya, saya kemudian mengambil dokumen di bagian pengecekan kemudian diserahkan di bagian mutasi kendaraan. Semua dokumen dicek dengan teliti dan disuruh menunggu dua jam untuk memastikan semua data di dokumen sudah sesuai.

Setelah dari bagian mutasi, kembali lagi ke bagian pembayaran pajak di samsat tetapi tetap harus menunggu beberapa hari. Akhirnya senin berikutnya, saya baru bisa mengurus pajak di samsat. Pada saat akan membayar pajak di samsat, nopol kendaraan B belum teridentifikasi sehingga saya balik lagi ke gedung biru untuk memastikan nomor kendaraan Jakarta. Setelah mendapat konfirmasi, kemudian diproses di samsat. Sebelum membayar pajak, dokumen divalidasi di Jasa Raharja.

Saya kemudian kembali samsat membayar pajak. Saya mengira-ngira berapa nominal pajak yang harus saya bayar. Setelah menunggu beberapa saat, saya dipanggil dan membayar pajak dengan nominal 327 ribu rupiah. Tidak sia-sia mengurus sendiri karena selisih pengurusan di calo sangat besar, mereka mematok harga 1,5 juta di luar biaya jasa pengurusan.

Setelah membayar pajak dan mengambil STNK baru yang asli, saya kemudian diarahkan ke bagian penerbitan plat kendaraan. Hanya menunggu sekitar 30 menit untuk pembuatan plat yang baru dan semua sudah beres.

Sebenarnya BPKB belum diambil dan masih harus kembali tanggal 3 Juni namun urusan yang cukup rumit sudah selesai karena plat kendaraan dan STNK sudah selesai. 

Saya tidak habis pikir dengan jasa calo yang sangat mahal. Hal yang buat saya sedikit kesal karena calo tersebut adalah tetangga sendiri meskipun tidak terlalu akrab namun mungkin juga memang biayanya sudah standar semahal itu.

#22 2023

May 21, 2023

Gigi (21)

Begitu banyak hal yang bisa disyukuri dari apa yang ada di tubuh kita, bahkan semuanya harus disyukuri termasuk gigi. Saya sudah lupa sejak kapan gigi saya mulai berlubang bahkan sampai sekarang, mungkin sekitar enam gigi saya yang sudah copot. Sebenarnya saya bukan tidak peduli terhadap kesehatan gigi namun perawatan gigi benar-benar sangat mahal.

Dua bulan lalu, saya pernah memeriksakan gigi saya karena agak gilu ketika terkena air dingin. Hal tersebut cukup mengganggu sehingga saya memaksakan diri memeriksakan gigi. Saya jarang sekali memeriksakan gigi ke dokter gigi selain dulu waktu harus cabut gigi.

Perasaan memeriksakan gigi kali ini semakin membuatku trauma. Saya bertemu dengan dokter gigi yang amat sangat judes. Saya mencoba untuk sesopan mungkin menjawab setiap pertanyaannya namun entah masalah apa yang sedang dihadapi si dokter di rumah sehingga setiap jawaban saya selalu ditanggapi dengan nada tinggi.

Dokter kemudian memeriksa gigi kanan sebelah atas yang saya keluhkan. Dia seperti mengetok dengan keras untuk meyakinkan bahwa memang gigi saya sakit. Setelah itu, dia kemudian seperti hanya membersihkan karang gigi dengan mesin yang cukup membuat gigiku semakin ngilu. Saya ikuti saja sarannya karena saya amat yakin biaya yang saya bayar tidak lebih dari 300 ribu seperti yang tercantum di daftar harga online.

Butuh waktu sekitar 20 menit sejak berkonsultasi dan kemudian dokter membersihkan gigiku. Setelah dia memberikan beberapa saran, si dokter lalu sibuk menulis kuitansi. Saya terperanjat ketika melihat angka yang ditulis di kuitansi. Saya harus membayar 600 ribu sekian sementara tadi dia sekadar mengetok gigi saya dan membersihkan sedikit sekali. Saya bahkan sama sekali tidak merasa ada perubahan.

Akhirnya pengalaman itu benar-benar membuat saya merasa bahwa anggota tubuh harus dirawat. Pengalaman memeriksakan gigi ke dokter gigi memberikan dua pengalaman sekaligus, bertemu dengan dokter gigi yang super judes dan harga pemeriksaan yang tidak masuk akal. 

#21 2023

May 20, 2023

Plagiasi (20)

Di sabtu pagi ini yang seharusnya saya habiskan untuk merehatkan sejenak raga, namun berhubung ada tugas mahasiswa yang harus saya kirimkan feedback kepada mereka maka terpaksa pagi ini saya gunakan untuk membaca tugas resume jurnal mahasiswa yang sudah dikirim semalam.

Kemarin saat akan mengajar di kelas, saya tiba-tiba ditugaskan untuk ikut acara Milad organisasi sehingga dengan terpaksa, saya memberikan tugas resume kepada mahasiswa atas dua artikel jurnal. Ada beberapa poin sebagai panduan bagi mereka untuk mengerjakan tugas.

Saya cukup kaget saat membaca tugas mahasiswa karena tiga di antara mereka memiliki tugas yang persis sama tanpa diedit sekata pun. Saya cukup miris melihat bahwa ternyata selama ini, mereka tidak memiliki perhatian yang lebih pada kuliah, atau entah pada mata kuliah yang saya ajarkan.

Tentu ini memiliki dua sisi evaluasi yaitu dari sisi saya sendiri dan sari sisi mahasiswa. Jika dari sisi saya maka mungkin saja bahwa mereka tidak terlalu tertarik dengan mata kuliah tersebut atau delivery saya yang mereka tidak sukai. Saya tidak tahu hal yang mana mereka tidak sepakati namun saya akan berusaha untuk memperbaiki diri dalam hal menyampaikan materi. Namun dalam hal ini, saya selalu membuka ruang bagi mereka untuk mengkritisi saya dari hal apapun namun tidak ada dari mereka yang memberikan masukan atau kritikan.

Sementara dari sisi mahasiswa, ada kekhawatiran bahwa mereka dengan mudahnya meremehkan hal-hal yang sebenarnya tidak sekadar menguji kemampuan kognitif mereka namun juga afektif dan tentu juga adab mereka terhadap ilmu.

Plagiasi merupakan poin krusial dalam dunia akademisi. Pihak yang melakukan plagiasi sebenarnya sudah meruntuhkan reputasinya karena tidak mampu menjaga integritas yang merupakan hal agung dalam dunia akademisi.

#20 2023

May 19, 2023

Konser Coldplay (19)

Beberapa hari terakhir setelah band asal Inggris, Coldplay mengumumkan akan mengadakan konser di Jakarta, media sosial dipenuhi dengan hiruk pikuk masyarakat yang ingin menonton konsernya. Mereka sudah mempersiapkan segalanya termasuk waktu dan tentunya dana yang banyak untuk hanya sekadar menonton band favorit.

Meskipun sudah memiliki dana untuk membeli tiket konser namun tidak semudah yang dibayangkan karena begitu banyak orang yang ingin menonton sehingga ada istilahnya "war tiket" ketika jadwal pembelian tiket online sudah dibuka.

Hal yang paling mencengangkan tentu pasca pembelian tiket, ada yang kemudian menjual tiket konser coldplay di marketplace dengan harga fantastis, 60 juta. Angka yang benar-benar tidak masuk akal bagi sebagian orang dan mungkin ada saja orang yang berniat membelinya.

Meskipun saya tidak terlalu suka menonton konser karena kadar kesukaan saya terhadap musik memang hanya sekadar mendengar lewat handpone, namun saya menyadari bahwa ada orang fanatik dalam berbagai hal termasuk musik atau pun olahraga dan mereka akan melakukan segala hal untuk memenuhi hasratnya untuk sekadar menonton band favorit atau klub favorit.

Selain ada fans yang memang fanatik namun antusiasme menonton konser Coldplay juga dikritisi oleh beberapa kalangan bahwa euforia tersebut menandakan bahwa fenomena FOMO menjangkiti sebagian besar masyarakat kita. Mereka merasa tidak keren ketika tidak ikut arus termasuk dalam hal memburu tiket konser Coldplay. 

#19 2023