Tiga malam yang lalu, aku menelepon ibu. satu kesalahan yang kubuat dari beribu kesalahan yang ada. Ibu tidak seharusya mendengar apa yang menjadi susahku. hatinya sudah terlalu capai untuk hal-hal yang menyedihkan. begitulah apa yang kukisahkan kepadanya membuat dia lama terdiam, entah berpikir tentang apa.
Aku mungkin terlalu terbuka untuk hal yang menyedihkan kepadanya sehingga tak ayal, hanya butiran air mata yang menjadi jawaban atas semua apa yang kuutarakan, selain itu tidak ada. mungkin salah satu orang yang menjadi penyemangatku adalah dirinya dengan berbagai kedihannya yang ingin kurubah menjadi sebuah tawa.
Menggambarkan kasih ibu memang tidak ada habisnya. Ibu adalah jelmaan kasih sayang Tuhan yang benar nyata adanya ketika Tuhan itu sendiri masih bersembunyi dalam keimanan kita. Setiap orang akan mengatakan bahwa ibu mereka adalah yang terbaik, itu pernyataan yang memang benar adanya untuk dirinya meski aku sendiri selalu menarik kembali memori masa lalu yang membuatku jatuh cinta terhadap ibuku.
Entah mulai kapan aku merasakan cintanya namun pernah beberapa tahun silam entah itu aku sudah kuliah atau masih SMA, aku sudah berjanji untuk tidak merepotkan ibuku dalam hal apa saja. Aku ingin meringankan bebannya dalam menjalani hidup ini.
Tidak untuk mencoba membandingkan perasaanku terhadap bapak namun jujur kukatakan bahwa perasaanku lebih kuat kepada ibuku. Ini salah satu pernyataan paling jujur yang kutulis dan aku tahu pasti penyebab kenapa aku lebih dekat dengan ibu daripada bapak.
Kenangan mungkin adalah faktor dominan dalam membentuk masa sekarang begitupun kedekatanku kepada ibu. Aku sudah bisa mengingat saat ibu melahirkan adikku yang bungsu. Aku bahkan terbangun dan duduk di dekatnya saat-saat dia akan melahirkan. Dia meniup botol kosong dengan sekuat tenaga supaya bayinya keluar.
Mulai sejak itu, memoriku tentang perjalanan hidup ibu kusemai dan semakin mengakar di kepalaku. Pada setiap dua hari seminggu, dia harus bangun subuh dini hari untuk bersiap ke pasar. Entah setiap kenapa, setiap kali melihat wajahnya, yang tersisa di wajahku adalah butiran air mata.
Tulisan ini bukan yang terakhir untuk ibuku karena selalu saja ada tulisan untuknya ketika rinduku sedang membuncah untuknya
Jakarta Timur, 20915
Menggambarkan kasih ibu memang tidak ada habisnya. Ibu adalah jelmaan kasih sayang Tuhan yang benar nyata adanya ketika Tuhan itu sendiri masih bersembunyi dalam keimanan kita. Setiap orang akan mengatakan bahwa ibu mereka adalah yang terbaik, itu pernyataan yang memang benar adanya untuk dirinya meski aku sendiri selalu menarik kembali memori masa lalu yang membuatku jatuh cinta terhadap ibuku.
Entah mulai kapan aku merasakan cintanya namun pernah beberapa tahun silam entah itu aku sudah kuliah atau masih SMA, aku sudah berjanji untuk tidak merepotkan ibuku dalam hal apa saja. Aku ingin meringankan bebannya dalam menjalani hidup ini.
Tidak untuk mencoba membandingkan perasaanku terhadap bapak namun jujur kukatakan bahwa perasaanku lebih kuat kepada ibuku. Ini salah satu pernyataan paling jujur yang kutulis dan aku tahu pasti penyebab kenapa aku lebih dekat dengan ibu daripada bapak.
Kenangan mungkin adalah faktor dominan dalam membentuk masa sekarang begitupun kedekatanku kepada ibu. Aku sudah bisa mengingat saat ibu melahirkan adikku yang bungsu. Aku bahkan terbangun dan duduk di dekatnya saat-saat dia akan melahirkan. Dia meniup botol kosong dengan sekuat tenaga supaya bayinya keluar.
Mulai sejak itu, memoriku tentang perjalanan hidup ibu kusemai dan semakin mengakar di kepalaku. Pada setiap dua hari seminggu, dia harus bangun subuh dini hari untuk bersiap ke pasar. Entah setiap kenapa, setiap kali melihat wajahnya, yang tersisa di wajahku adalah butiran air mata.
Tulisan ini bukan yang terakhir untuk ibuku karena selalu saja ada tulisan untuknya ketika rinduku sedang membuncah untuknya
Jakarta Timur, 20915

