December 31, 2014

Aku Merusak Rasamu

"jika raga ini tidak mendatangimu yang sedang mematung di taman indah kota itu bersama ibumu, jika aku tidak menyatakan rasa ini, mungkin jalinan kasihmu kepada ibumu tetap erat.aku merusak rasa rindumu terhadap ibumu,meruntuhkan semua ikatan bhatin kalian berdua".

aku membenci diri yang tidak tahu malu. meretakkan semua hubungan gadis dan ibunya. aku meredupkan cahaya rindumu terhadap ibumu. aku bagai menggenggam gelas kemudian membanting di sudut ubin yang keras. hancur tak beraturan. itu aku,

sejak aku membawa sebuah cinta kepadamu dan menawarkan untuk kau balas, sejak saat itu adalah awal keretakan hubunganmu dengan ibumu. cintaku mengorbankan semua perasaanmu yang tulus terhadap ibumu. langit mungkin saja suatu saat akan menghukumku dengan seberat-beratnya. memekakkan gendang telingaku dengan petir kedukaan.

Hujan datang tibatiba. merusak semua rindu yang terjalin. jika aku adalah hujan yang datang di penghujung desember ini, kalian adalah keluarga merpati yang sedang berteduh saling menyayangi. aku datang tiba-tiba, merusak dan mengancurkan semua kasih yang kalian jalin. tak tersisa sedikit dari setiap memori yang ada bahkan aku hanyalah makhluk tak berarti untuk kalian.

jika dalam perjumpaan ada bahagia dan di setiap perpisahan ada airmata yang mengalir deras dari sudut mata. itu adalah aku.

kini, semua seakan menjadi kelam tak berarti. sirna dalam tatapan mata yang nanar. aku membenci dengan pertemuan di sudut kota pahlawan. aku meratapi diriku yang mendatangimu bersama ibumu di suatu senja di kediamanmu. awal keresahan bermula dari itu semua.

aku muak dengan kata-kata gombalku yang ingin bersamamu. aku benar-benar jemu karena semua itu merusak indahnya hubungan kalian berdua. pertalian kasih yang terjalin antara seorang gadis sendu dengan ibu yang sabar. kemudian kenapa aku harus datang dan merusak semua itu. ah, ini jejak yang engkau tinggalkan betapa engkau erat dengan ibumu.

pertemuan itu telah terjadi. tidak mungkin waktu berbaik hati kepadaku mengembalikan semua yang telah berlalu. namun perpisahan, entahlah aku tidak berani meyakinkan diriku bahwa itu adalah jalan terbaik mengembalikan jiwa kalian yang retak. aku sama sekali tidak yakin.

harusnya tidak ada aku diantara kalian. mestinya semua rasa yang kupunya kusimpan hingga waktu yang membuatnya sirna. pada setiap hati yang kubuat menangis.

311214

Malam

dari bibir yang tak mampu melafalkan doadoa
pun mata yang sudah tidak awas lagi membedakan setiap hal yang hitam
bahkan raga yang selalu bergelut dengan kelabu dunia

aku menunggu malam. menunggu sampai senja disapu malam yang kelam
aku menunggu gelap
menunggu terang yang diburamkan oleh pekatnya malam

aku ingin bercerita pada sang rembulan yang tenang
aku ingin mendamaikan hati bersamanya
melepaskan semua penat yang melekat

lelah sudah
jalan yang telah kutempuh
mungkin harus duduk sejenak

301214


Penghujung tahun 2014

Entah apa yang harus kutuliskan di penghujung tahun 2014 ini. tahun yang mungkin terlalu indah untuk dilewatkan tanpa di jejak dengan tulisan-tulisan singkat di blog ini. aku harus akui bahwa di tahun 2014 ini, aku masih penuh dengan lumpur dosa yang begitu memilukan bahkan untuk mengingat dosa-dosa tersebut pun tak sanggup namun di tahun ini pula, ada sebuah titik terang dari apa yang aku inginkan.

Januari adalah hari-hari terakhir aku bekerja sebagai karyawan Penerbit. di bulan tersebut, aku habiskan untuk mengurus semua saldoku di perusahaan tersebut sambil berpamitan kepada para guru yang pernah kukenal di daerah ngawi. januari pun menjadi saksi bahwa sebentar lagi aku akan kembali ke suarabaya, kota dimana aku pertama kali menginjakkan kaki ini jawa timur.

Februari-Maret merupakan bulan pertama aku kembali menetap di surabaya. menyewa sebuah kamar kos di Jl. Jojoran III. bulan tersebut kulewati sama sekali tanpa kegiatan. melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan namun tidak ada yang diterima. aku kadang hanya di kamar mengurung diri. menerawang masa depan yang kelabu. aku bahkan harus melewati hari-hariku dengan kebosanan yang maksimal.

April menjadi titik awal karena aku memutuskan hijrah ke Ibu kota. beberapa hari sebelum pemilihan Caleg. aku menumpang di kos salah satu temanku yang berasal dari kota asalku. kosnya yang sudah tidak asing bagiku karena agustus 2012, aku pernah tinggal beberapa hari di kosnya yang beralamatkan di Cilandak. bulan itu masih kulewati dengan baik dan sesekali melamar di perusahaan.

Mei-Agustus. ini adalah masa dimana benar-benar aku mengalami titik anti klimaks.selama 4 bulan tidak bekerja di jakarta adalah hal yang mengerikan yang pernah kurasakan. aku pernah lama tidak bekerja di kota asalku namun situasinya berbeda dengan di Ibu kota. selama itu, aku menyewa kos di Cilandak milik mpok E. setiap hari aku hanya mendekam di dalam kamar bagai orang yang dipenjara. aku bahkan tidak sanggup bertemu dengan tetangga kos karena khawatir ditanya tentang pekerjaan. hal yang mengherankan bagi mereka jika tinggal dan ngekos di jakarta tetapi tidak bekerja sama sekali. aku hampir saja putus asa dalam rentang bulan tersebut. hingga akhirnya di akhir agustus, aku diterima bekerja di Perusahaan B sebagai staff.

September-Desember. hari-hariku kini kuhabiskan di perusahaan B. bertemu dengan orang baru dan bekerja sebagai staff surveyor. aku melewati dengan beberap masalah bahkan masih sering melakukan kesalahan. hal yang paling sering adalah saat nginput pekerjaan ke aplikasi. aku terkadang keliru namun bagaimanapun aku harus melewati semua ini. aku mungkin orang yang terlalu berhati-hati dan terlalu takut salah sehingga jadinya malah berabe. bahkan di saat aku menulis ini pun, aku masih melakukan satu kesalahan yaitu berkas PT. Adhikarya Makmur sentosa tidak sesuai dengan penjelasan di klausulanya. ah, mungkin aku lelah.

Itulah 2014 kulewati dengan berbagai dinamika yang menantang. dibandingkan dengan tahun 2013 yang lebih statis karena selama itu aku hanya bekerja di Penerbit. di tahun mendatang 2015 yang akan dimulai esok hari, aku hanya mempunyai beberapa harapan dan Impian

-menikah 
-menghindari dari perbuatan dosa
-bekerja tetap di jakarta
-mempunyai rumah di sekitaran jakarta

itu saja dari beberapa impianku yang ingin kuwujudkan di tahun 2015
Aaamiin Ya Rabb

Kantor B  311214 08:05

December 30, 2014

dan Kau

Semakin lekat nama itu di sanubariku. menghempaskan semua akal sehatku
selalu dan akan selalu ada menjelma menjadi diriku sendiri
betapa tidak, sejauh jalan ini telah kami jejak bersama
entah itu senang ataupun sedih, namun aku selalu mensyukuri
meski terkadang aku harus memaki diriku yang berani mengerayangi tubuh mungilnya

kalau ada yang berani berkata
" engkau adalah dosa yang kusyukuri"
mungkin itu aku meski aku juga tidak mengamini

kalaupun ada yang berkata
engkau adalah pertemuan yang kusesali dan itu juga aku
semua tentangku berubah ketika mengenalmu

kita sering bercerita kepada  pagi
mengitari danau di kampus mulyosari

kitapun bercerita kepada senja
di setiap alun-alun kota yang pernah disinggahi bersama bahkan taman di setiap sudut kota

bahkan dengan malam
kita berbagi kasih dengannya. di setiap sudut mall yang pernah kita kunjungi

beribu bait puisi yang kita rangkai bersama bersama cerita dalam cerpen yang norak
bahkan nyanyian tak berirama pun kita suarakan

aku dengan dirimu
dengan segala cerita yang pernah kita ukir
engkau menangisi semua perbuatanku yang membuatmu sakit.

aku dan dirimu
menghabiskan waktu bersama, menjelma menjadi sepasang merpati yang melanglang buana
dan hinggap di setiap dahan yang rapuh

aku dan dirimu
telah sekian kali bertemu dengan manusiamanusia
kemudia kita tinggalkan mereka sebagai kenangan

namun aku dan dirimu
tak sekalipun akan saling melepaskan

301214

Engkau

aku dan kamu.
menyatu dalam cita yang panjang.
mengukir kebersamaan yang tak terduga

sering ku tertawa mengingat momen yang kita lalu
sering tersipu malu namun juga seringkali aku menangis

kutertawa mengingat kekonyolan kita berdua
namun kumenangis.

aku dan kamu adalah harapan yang tidak pernah pudar
ah, perasaanku teraduk-aduk mengingat semuanya

sejak pertama kali aku datang ke rumahmu menemui ibu
sejak aku mulai berani memboncengmu,
dan sejak pertama kali kita mencium kening masing-masing


serasa dunia berputar begitu cepat
meninggalkan semua kenangan yang indah
namun kenangan sejatinya hanyalah kenangan
engkau dan aku menatap harapan di depan mata

301214

Ibu Menangis Lagi

kemarin malam, setelah sekian lama tidak mendengar ibu menangis
akhirnya dia meneteskan airmatanya.
meski tak kulihat namun suara dari balik hp tersebut menjelaskan bahwa ibuku sedang menangis
dengan suara parau dan terbata-bata

aku ingat 2 tahun lalu
ibu menangis saat aku pindah kos di surabaya
entah apa yang ada di pikirannya
namun aku yakin saat itu, ibu menangis karena mengkhawatirkanku
lalu kemudian setelah itu, tak pernah lagi ibu menangis saat meneleponku

hingga kemarin malam
saat mengabarkan bahwa aku ingin menikahi gadis di pulau ini
ibu kembali menangis
entah tangisan apa atau bahkan merasa seperti ditinggal nikah anak-anaknya
ibu menangis sesegukan.
aku mendengar kalimat singkat dari mulutnya
"aku tidak bisa menghadiri pernikahanmu karena terlalu jauh"

 aku sesak mendengar ucapan ibu.
sejurus kemudian, aku mengalihkan pembicaraan. mengatakan bahwa itu masih lama
kemudian bercerita tentang cucu-cucunya
ibu kembali tersenyum

aku tahu bagaimana rahasianya membuat ibu tersenyum
hanya menanyakan bagaimana kabarnya maisya.
ibu akan bercerita panjang lebar tentang ponakanku yang cerewet
tentang tingkah polahnya yang selalu membuat orang tertawa terpingkal-pingkal
ibu menceritakan itu dengan hati yang senang
itu rahasianya mengalihkan pikiran ibu dari semua masalah yang ada.

301214

December 29, 2014

Ceritaku Kepadamu #6

Di sore yang mulai menjelang malam ini. aku masih setia di depan PC. hari yang melelahkan setelah libur panjang. hari ini aku gagal melalui dengan baik. semula aku berniat puasa namun harus batal siang tadi. ah, terlalu lemah iman ini dalam hatiku. masih banyak godaan yang harus kutahan karena semua hal tersebut membuatku lebih lemah lagi.

 

Seringkali aku bercerita apa saja kepadamu di pagi hari, namun kali ini, aku ingin bercerita kepadamu di senja yang menguning. mungkin cerita ini adalah tentang dirimu. dirimu yang begitu tulus mencintaiku tanpa peduli apapun yang kulakukan untukmu. aku seharusnya bersyukur memilikimu dan menjagamu dengan baik namun seringkali aku malah memarahimu dan menjauhimu meski harus engkau tahu, aku tidak pernah benar-benar melakukan itu. aku juga terlalu mengasihimu. aku seringkali terlalu egois dan seringkali masalahku dari luar kutumpahkan dengan memarahimu, benar-benar aku tidak adil terhadapmu. bahkan engkau tidak pernah sekalipun marah dan kesal kepadaku. rasa sayangmu terhadapku terlalu besar mengalahkan semua kelakuan burukku.

 

Kemarin saat kita di kampungmu. pagi hari aku keluar berjalan sendiri. menjauh dari rumahmu dan aku tidak menyangka sama sekali bahwa engkau akan mencariku kemana-mana. sampai engkau menjumpaiku di stadion. aku amat sangat terharu sebenarnya saat melihat dirimu namun karena egoisku malah memandangmu dengan sinis. tahukah engkau saat aku mengganti bbm ku dengan stadion itu, aku sebenarnya berharap engkau datang dan benar saja dugaanku, dengan wajah sendu engkau datang yang malah kusambut dengan senyum tipis yang membuatmu sakit hati.

 

aku akan berusaha untuk menjagamu selamanya. aku akan menjaga diriku melakukan hal yang membuatmu sakit hati. aku pun akan menjaga kesucian cinta kita. semua dosa yang pernah kita lakukan akan aku campakkan jauh dan menganti dengan hari yang lebih dekat dengan Allah. semoga kita sama-sama bisa menjaga diri.

 

aku sangat menyayangimu lebih dari apa yang engkau lihat di diriku setiap hari

 

291214

 

Ikrar

Minggu 29 Desember 2013, aku pernah menulis tentang sepasang cincin yang kita pesan di sudut alun-alun kota. aku masih ingat jelas di tulisan itu bahwa cincin yang kita beli itu hanyalah terbuat dari besi tua yang sama sekali bukan penanda bahwa kita telah tunangan. masih segar pun dalam ingatanku asal muasal kenapa kita membeli cincin tersebut. saat menghabiskan senja di alun-alun madiun, kita melewati penjual cincin. kita iseng menanyakan apakah bisa ditulis nama di masing-masing cincin tersebut dan ternyata bisa. kita membelinya dengan menuliskan nama di cincin tersebut. itu hanyalah keisengan yang kita buat.

hal yang membuatku kagum adalah cincin itu sampai sekarang tidak pernah sekalipun engkau lepaskan dari jari manismu. seringkali kita bertengkar dan seringkali aku membuatmu menangis namun tidak sekalipun keluar ucapan dari mulutmu untuk melepaskan cincin tersebut malah yang ada bahwa engkau akan mempertahankan dengan segala cara hubungan yang telah kita jalin memasuki tahun kedua. kenyataan itu menguatkanku untuk menjadikanmu seorang pendamping hidupku mengarungi samudera kehidupan yang penuh dengan tanda tanya.

kemarin, yah tepatnya liburan natal kemarin. kita berdua pulang ke kampungmu. merekat kebersamaan di dalam kereta Gajayana. tujuan kita satu adalah membeli sepasang cincin emas putih yang benar-benar akan menjadi pengikat kita tahun depan. kita bertiga dengan ibumu berangkat ke sebuah toko emas di utara alun-alun. setelah tawar menawar yang sangat alot, akhirnya aku bisa membelikanmu cincin emas putih yang menurutmu amat cantik. itu adalah langkah awal kita menuju pernikahan yang Insya Allah kita rencanakan september 2015.

begitu banyak hal yang berkecamuk di dalam rongga kepalaku. satu hal yang membuatku bertekad adalah menjaga kesucian kita. sudah berkali-kali kita larut dalam hal yang menjijikkan dan itu yang ingin kuperbaiki. cincin yang kubelikan untukmu adalah tanda keseriusanku untuk meminangmu.

Dream 2015

ya Allah, di penghujung 2014 ini kami kembali menuliskan resolusi yg ingin diraih di thn mendatang. setelah di tahun 2014 dilimpahkan oleh Allah berkah yg begitu luar biasa. begitu berkah yg dilimpahkan namun belum mampu disyukuri dengan hati dan perbuatan. masih sering mengumpat dalam hati dan terlebih masih sering melakukan perbuatan yang dibenci oleh Allah. semoga permulaan tahun 2015 menjadi awal yang baik bagi semua. pandai bersyukur dan berhenti melakukan maksiat dan saling mengingatkan hal yang baik.

insya Allah getting married, stopping something wrong in our relationship like close the zinah and stopping to mad each other. semoga Allah menguatkan, getting stability on working in Jakarta, having home in around jakarta. giving more sedekah

aamiiin.

indomaret pendurenan, 281214

December 27, 2014

Ibuuu

"Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menerangi dunia".

Lantunan lagu tersebut akrab ditelingaku tiga hari ini dari 2 orang ibu sekaligus nenek dari dua orang cucu. Penggalan lagu yang dinyanyikan secara satir oleh kedua ibu yang sudah mulai sepuh. Aku menanggkap dua makna sekaligus ketika kedua ibu tersebut secara bergantian menyanyikan kepada cucunya. Makna pertama ada ungkapan perasaan kedua ibu tersebut yang amat menyayangi kedua anaknya meskipun anak-anaknya berlaku kasar kepada mereka bahkan memperlakukan mereka layaknya pembantu. Makna kedua adalah mereka sedang mencoba menggugah perasaan kedua anaknya dengan sengaja mengeraskan lagu tersebut agar supaya anaknya sedikit lebih mengerti. Entahlah karena hanya kedua ibu tersebut yang tahu.

Berada disini berlibur selama 3 hari benar-benar mengaduk emosiku tentang relasi antara seorang ibu dan anak. Aku pun menyadari bahwa aku bukan seorang anak yang terlalu taat kepada ibu namun aku selalu berjanji tidak akan lagi menyusahkannya setidaknya kalau aku belum mampu memberikan apa-apa kepadanya.

Aku sebenarnya tidak sampai hati menuliskan kisah ini. Kisah tentang kesabaran ibu dalam menghadapi anak-anaknya. Seorang ibu yang dengan tabah merawat cucu dari anak-anaknya meski anaknya tersebut terlihat hampir memperlakukannya seperti seorang pembantu. Ibu yang dengan diamnya saat disuruh memakai masker oleh anaknya ketika mengemong cucunya. Ibu yang dengan sabar mengurus cucunya meski anaknya yang notabene adalah ibu dari cucu tersebut hanya menonton TV. Ibu yang dengan rela mengisap ingus cucunya yang aku sendiri yakin ibu dari cucunya tersebut tidak akan melakukannya.

Emosiku benar-benar terkuras dengan apa yang ada dihadapanku. pemandangan yang begitu memilukan. Aku ingin menangis karena kutahu bahwa tidak selayaknya ibu diperlakukan seperti itu. Aku bahkan harus membayangkan kapan ibu tersebut menikmati hari tuanya. mereka benar-benar merelakan hidupnya untuk kebahagiaan anaknya.

Hidup memang selalu tidak berjalan sesuai harapan. ada saja pemandangan yang membuat kita harus mengambil sisi dari sebaliknya tersebut. aku tersedu dan bayangan tentang ibuku yang mulai sepuh selalu menari-nari indah di kepalaku saat menyaksikan apa yang telah terjadi kepada kedua ibu tersebut.

271214

December 26, 2014

Harapan itu Kecewa

Sumpek dengan semua.
Tidak sesuai dengan harapan yang menari di kepalaku.
Inginku melepas penat di kota ini.
Ingin bergembira dengan semua kenangan yang pernah kutinggalkan disini.
Melepas kepenatan di kota metro
Namun tidak, sama sekali tidak
Aku mengharapkan ketenangan namun semua yang kudapat adalah muak.

Kemarin aku berharap disini lebih lama.
Bertahan lebih lama
Namun tidak,
Aku ingin pulang. Pulang ke kota itu.
Biarkan aku kembali bergelut dengan kesibukanku.

Rencanaku gagal total di tempat ini
Hanya menyisakan semua hal yang tidak kubayangkan
Engkau menangisiku namun aku terlalu egois
entah apa yang meracuni kepalaku senja kemarin
ingin kudepak dirimu lekat memohon maaf hari ini

kemarin hari
badmood merajaiku
membuatku tidak menikmati liburan kali ini
maaf aku membuatmu menangis tepat di depan ibumu
berkali kuingin membautmu selalu bahagia
namun berkali aku membuatmu menangis
sekali lagi maaf liburan kali ini dek.
aku menyayangimu lebih dari semua sikapku yang engkau lihat.

lain kali kita mengulangi liburan yang lebih indah
Mdn. 261214

December 24, 2014

CERITAKU KEPADAMU #5

dek, aku masih berpikir apa yang harus kuceritkan padamu hari ini. ada beberapa kisah yang kutemui namun kurasa belum tahu bagaimana menceritakannya kepadamu. cerita tentang kantor, tentang rutinitas sehari-hari dan tentang ruwetnya kota ini. banyak dek yang bisa kuceritakan namun aku takut engkau lebih punya cerita yang bermakna untukku.

aku suka dengan orang yang saling berbagi dek. berbagi apa saja bahkan hanya sekedar cerita bermakna. dalam setiap perjalanan kita, selalu dipertemukan dengan momen yang entah itu kita suka ataupun tidak suka namun inti dari semua itu adalah kita bisa mengambil hikmah dari semua itu. jika hal yang baik maka kita contoh dan jika hal yang kurang baik maka kita jadikan pembelajaran yang terbalik.

aku berteman dengan banyak orang dek. meski kutahu bahwa aku bukanlah orang yang terlalu asyik ditemani berteman karena sesungguhnya aku lebih suka menyendiri. sangat sering dalam hidupku dek ingin menyendiri bahkan aku tidak terlalu suka dengan keramaian yang memekakkan telinga. aku lebih suka duduk menyendiri di pinggir sungai kampungku dulu atau bahkan menghabiskan hari-hariku di kebun yang terletak di lereng bukit. itu adalah momen-momen menyenangkan bagiku dek.

namun aku pun sadar dek. bukan solusi untuk selalu menyendiri karena kita tidak bisa bermanfaat kepada orang lain kalau hanya menyendiri. hidup adalah tentang manfaat dek. kalau kita hidup bahagia sendiri tanpa berbagi kebahagiaan dengan orang lain sama saja dengan mengacuhkan nurani dalam diri kita dek. aku yakin dek kalau semua oran gitu sama dan kita harus menganggap orang lain seperti diri kita sendiri yang ingin bahagia.

kita jangan memonopoli kebahagiaan dek.


December 23, 2014

jemu

gedung itu. jalanan yang sesak itu, orangorang yang lalu lalang seperti zombie
bukan ilusi namun seperti itu adanya
aku menerobos mereka
menjadi seperti mereka, menjadi zombie yang tak berperasaan

datang di kantor, duduk di depan PC
mengejar deadline, melayani nasabah
bergelut dengan hal yang maya
merenggut semua kebebasan

menanti senja kembali ke kos