Ada beberapa alasanku
untuk tetap bertahan di kota ini. Di tempat yang sampai sekarang belum menjadi
zona nyamanku dan bahkan belum menampakkan setitik asa. Alasan utamaku pastilah
orang tua yang kenapa aku tetap saja dengan sekuat tenaga bertahan dalam serba
kesulitan. Alasan kedua yang tidak bisa kupungkiri memberiku semangat adalah gadis. Tidak pernah sekalipun terbayangkan sebelumnya bahwa ada seorang gadis
mungil dan lugu dengan segala kepolosannya memberiku semangat yang begitu kuat.
Bahkan di beberapa kesempatan, aku terkagum melihat kesabarannya menyemangatiku
dan melakukan apa saja buatku di saat aku sendiri sudah seperti hampir kalah.
Dia dengan sabarnya mencarikan jalan dan dengan doa-doanya yang tulus bahkan di
raut mukanya tergambar betapa dia sangat sedih melihat aku masih saja seperti
ini.
Aku bahkan sangat
merasa bersalah terhadapnya karena nampaknya aku membebaninya di saat dia
sendiri juga sudah punya masalah. Aku dan gadis memang sudah amat dekat dan
kami merencakan beberapa impian di masa depan. Meski terkadang kami sering
khilaf namum kami tidak pernah sekalipun putus asa untuk kembali memperbaiki
diri.
Jika ingin menguraikan
satu persatu kebaikannya mungkin tidak bisa terucap karena begitu banyak dia
berkorban untukku. Aku bahkan sering membuatnya menangis yang sebenarnya tidak
kuinginkan namun selalu saja kulakukan. Terkadang dia bahkan menangis saat aku
susah melebihi apa yang dia rasakan. Tidak pernah sekalipun dia merasa capek
dalam mewujudkan mimpi kami. Satu hal yang sangat kukagumi darinya adalah
kesabarannya dalam berbagai hal. Meski kutahu bahwa dia juga sering curhat
terhadap masalahnya namun tidak sekalipun dia memperlihatkan dengan
tindakannya.
Dia adalah wanita yang
penuh keridhaan dan menerima apa saja yang ada pada dirinya. Hidup baginya
adalah tentang penerimaan yang ikhlas tanpa harus menyesali apa saja yang tidak
sesuai dengan harapannya. Aku pun sudah berjanji untuk selalu menjaganya dan
melindunginya dari apapun. Aku selalu memenuhi permintaannya untuk menyenangkan
dirinya karena dia sudah terlalu banyak beban yang ditanggung.
Aku tidak ingin
membuat dia terlalu sering bersedih karena kutahu dia begitu tulus untuk semua
hal. Saat kami khilaf dalam beberapa kesempatan sebenarnya itu adalah salahku
karena kutahu dia akan selalu menuruti nasehat-nasehatku tanpa harus ada alasan
apa-apa. Dia percaya kepadaku akan beberapa hal yang selalu keceritakan
kepadanya dan akupun amat sangat percaya kepadanya tentang semua hal karena dia
sama sekali tidak pernah berbohong kepadaku. Kami selalu bersama dengan saling
keterbukaan tanpa ada rahasia lagi bahkan untuk hal yang pribadi pun kami
selalu saling berbagi cerita satu sama lain.
Di tulisan ini
sebenarnya aku ingin menitipkan doa-doa suci untuk kebersamaan kami bahwa di
awal tahun 2015, kami merencakan untuk menghalalkan hubungan kami untuk lebih
mendapatkan ridha Allah karena kami tahu bahwa kebersamaan sekarang memang
belum pada waktunya namun kami akan terus menjaga diri sampai Insya Allah,
Allah SWT mengijinkan kami untuk saling bersama di awal tahun 2015 seperti yang
sudah kami rencanakan matang-matang.
Kami selalu berjanji
untuk saling bersama dan tidak saling meninggalkan meski sebenarnya saat ini
kami masih harus bersabar untuk semua hal sampai kami benar-benar bersama dalam
sebuah hubungan yang resmi.
Jaksel, 20 juni 2014
.jpg)



