June 20, 2014

Gadis dan Kisahku

Ada beberapa alasanku untuk tetap bertahan di kota ini. Di tempat yang sampai sekarang belum menjadi zona nyamanku dan bahkan belum menampakkan setitik asa. Alasan utamaku pastilah orang tua yang kenapa aku tetap saja dengan sekuat tenaga bertahan dalam serba kesulitan. Alasan kedua yang tidak bisa kupungkiri memberiku semangat adalah gadis. Tidak pernah sekalipun terbayangkan sebelumnya bahwa ada seorang gadis mungil dan lugu dengan segala kepolosannya memberiku semangat yang begitu kuat. Bahkan di beberapa kesempatan, aku terkagum melihat kesabarannya menyemangatiku dan melakukan apa saja buatku di saat aku sendiri sudah seperti hampir kalah. Dia dengan sabarnya mencarikan jalan dan dengan doa-doanya yang tulus bahkan di raut mukanya tergambar betapa dia sangat sedih melihat aku masih saja seperti ini.

Aku bahkan sangat merasa bersalah terhadapnya karena nampaknya aku membebaninya di saat dia sendiri juga sudah punya masalah. Aku dan gadis memang sudah amat dekat dan kami merencakan beberapa impian di masa depan. Meski terkadang kami sering khilaf namum kami tidak pernah sekalipun putus asa untuk kembali memperbaiki diri.

Jika ingin menguraikan satu persatu kebaikannya mungkin tidak bisa terucap karena begitu banyak dia berkorban untukku. Aku bahkan sering membuatnya menangis yang sebenarnya tidak kuinginkan namun selalu saja kulakukan. Terkadang dia bahkan menangis saat aku susah melebihi apa yang dia rasakan. Tidak pernah sekalipun dia merasa capek dalam mewujudkan mimpi kami. Satu hal yang sangat kukagumi darinya adalah kesabarannya dalam berbagai hal. Meski kutahu bahwa dia juga sering curhat terhadap masalahnya namun tidak sekalipun dia memperlihatkan dengan tindakannya.

Dia adalah wanita yang penuh keridhaan dan menerima apa saja yang ada pada dirinya. Hidup baginya adalah tentang penerimaan yang ikhlas tanpa harus menyesali apa saja yang tidak sesuai dengan harapannya. Aku pun sudah berjanji untuk selalu menjaganya dan melindunginya dari apapun. Aku selalu memenuhi permintaannya untuk menyenangkan dirinya karena dia sudah terlalu banyak beban yang ditanggung.

Aku tidak ingin membuat dia terlalu sering bersedih karena kutahu dia begitu tulus untuk semua hal. Saat kami khilaf dalam beberapa kesempatan sebenarnya itu adalah salahku karena kutahu dia akan selalu menuruti nasehat-nasehatku tanpa harus ada alasan apa-apa. Dia percaya kepadaku akan beberapa hal yang selalu keceritakan kepadanya dan akupun amat sangat percaya kepadanya tentang semua hal karena dia sama sekali tidak pernah berbohong kepadaku. Kami selalu bersama dengan saling keterbukaan tanpa ada rahasia lagi bahkan untuk hal yang pribadi pun kami selalu saling berbagi cerita satu sama lain.

Di tulisan ini sebenarnya aku ingin menitipkan doa-doa suci untuk kebersamaan kami bahwa di awal tahun 2015, kami merencakan untuk menghalalkan hubungan kami untuk lebih mendapatkan ridha Allah karena kami tahu bahwa kebersamaan sekarang memang belum pada waktunya namun kami akan terus menjaga diri sampai Insya Allah, Allah SWT mengijinkan kami untuk saling bersama di awal tahun 2015 seperti yang sudah kami rencanakan matang-matang.

Kami selalu berjanji untuk saling bersama dan tidak saling meninggalkan meski sebenarnya saat ini kami masih harus bersabar untuk semua hal sampai kami benar-benar bersama dalam sebuah hubungan yang resmi.



Jaksel, 20 juni 2014

No comments: