Dua bulan lamanya mengais
asa di kota ini. Seperti seekor semut yang terus saja mengais tanah di tempat
nun jauh dan berharap ada secercah harapan.
Dua bulan bukan waktu yang
singkat dan bukan pula waktu yang sedikit meski terasa terbuang percuma tanpa menghasilkan
apa-apa
Di kota yang jauh dan
terdampar dari orang asing yang tak dikenal. Aku tertunduk lesu memikirkan
nasib yang sedang menaungi dan tentang semua hitam putih di kota ini
Kadang tertawa meski tidak
jarang meneteskan airmata tanpa lemah dan selalu saja berharap bahwa Tuhan
membawa setitik harapan tepat di depanku.
Aku berpikir harus
bagaimana. Aku berpikir akan kemana dan aku harus memutuskan semua agar supaya
aku tidak menyesal pada akhirnya
Entahlah kemana lagi
takdir langit akan membawaku selanjutnya setelah cerita ini. Semua seakan masih
misteri bagiku dan selalu berharap takdir baik yang akan berjalan menghampiriku
Aku punya banyak impian,
punya banyak harapan namun harapan yang terbesar tersimpan rapi di dalam dadaku
adalah membahagiakan kedua orang tua yang amat kusayangi
Mereka adalah alasan
terbesar aku tetap berjuang disini dan mencari secercah asa yang mungkin masih
terkubur di dalam tanah yang sebentar lagi akan Nampak
Hidup memang butuh
perjuangan dan diperlukan semangat untuk berjuang dalam hidup maka mereka lah
alasanku tetap semangat dalam hidup ini
Aku tak kan menyerah untuk
merangkai bahagia untuk mereka, aku tidak akan pernah mundur selangkah untuk
berharap membawakan kebahagiaan kepada mereka
Dan aku berdoa kepada
Pemilik Hidup semoga saja nantinya ada waktu aku membawa kebahagiaan kepada
keduanya yang kemudian melihat mereka tersenyum adalah keindahan terbesar dalam
hidupku.
8 JUNE 2014

No comments:
Post a Comment