June 9, 2014

ASA UNTUKMU IBU


Dua bulan lamanya mengais asa di kota ini. Seperti seekor semut yang terus saja mengais tanah di tempat nun jauh dan berharap ada secercah harapan.
Dua bulan bukan waktu yang singkat dan bukan pula waktu yang sedikit meski terasa terbuang percuma tanpa menghasilkan apa-apa
Di kota yang jauh dan terdampar dari orang asing yang tak dikenal. Aku tertunduk lesu memikirkan nasib yang sedang menaungi dan tentang semua hitam putih di kota ini
Kadang tertawa meski tidak jarang meneteskan airmata tanpa lemah dan selalu saja berharap bahwa Tuhan membawa setitik harapan tepat di depanku.
Aku berpikir harus bagaimana. Aku berpikir akan kemana dan aku harus memutuskan semua agar supaya aku tidak menyesal pada akhirnya
Entahlah kemana lagi takdir langit akan membawaku selanjutnya setelah cerita ini. Semua seakan masih misteri bagiku dan selalu berharap takdir baik yang akan berjalan menghampiriku
Aku punya banyak impian, punya banyak harapan namun harapan yang terbesar tersimpan rapi di dalam dadaku adalah membahagiakan kedua orang tua yang amat kusayangi
Mereka adalah alasan terbesar aku tetap berjuang disini dan mencari secercah asa yang mungkin masih terkubur di dalam tanah yang sebentar lagi akan Nampak
Hidup memang butuh perjuangan dan diperlukan semangat untuk berjuang dalam hidup maka mereka lah alasanku tetap semangat dalam hidup ini
Aku tak kan menyerah untuk merangkai bahagia untuk mereka, aku tidak akan pernah mundur selangkah untuk berharap membawakan kebahagiaan kepada mereka
Dan aku berdoa kepada Pemilik Hidup semoga saja nantinya ada waktu aku membawa kebahagiaan kepada keduanya yang kemudian melihat mereka tersenyum adalah keindahan terbesar dalam hidupku.


 8 JUNE 2014

No comments: