June 9, 2014

PERANG SESUNGGUHNYA


Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (1/118). Yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya (2/118). Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya (5/118) barangsiapa mencari dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (7/118).

Sesungguhnya apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu memang benar adanya. Pergulatan manusia dalam mengendalikan hawa nafsunya adalah sebuah perjuangan maha dahsyat yang membutuhkan tekad yang kuat dalam memenangkan peperangan ini. Semua teori atau penengetahuan yang dipelajari akan menjadi sia-sia ketika kita diperhadapkan kepada kenyataan ketika ternyata kita terbawa arus bahkan tidak sanggup mengendalikan hawa nafsu.

Kondisi seperti ini benar kualami saat ini. Jika dulu saat masih kuliah, aku dengan sangat bangga belajar tentang teori-teori menaklukkan hawa nafsu maka sekaranglah saatnya Tuhan memperlihatkan aku realita bahwa apakah aku setangguh yang kupelajari dulu dan apakah aku sanggup menerapkan semua teori yang sudah kupelajari. Memang saat masa dulu masih mudah untuk berkoar-koar dan saat itu aku tidak punya pasangan dalam istilah anak muda pacar maka amat enteng untuk melaluinya namun sekarang kondisinya berbeda, Tuhan mengirimkan aku sebuah cobaan maha dahsyat yang belum pernah kujumpai semasa hidupku. Dia mengirimkan aku seorang gadis yang sangat mencintaiku bahkan apapun yang akan kuminta kepada gadis tersebut pasti akan dituruti bahkan dia lebih takut kutinggalkan daripada menjaga dirinya dariku. Intinya disini bahwa aku sedang melalui masa yang benar-benar sulit karena layaknya makanan lezat sudah dihidangkan namun sejatinya makanan lezat itu masih haram untukku.

Aku melalui hari-hariku dengan menahan nafsuku. Kuakui dulu terkadang aku khilaf dan akhirnya melakukan hal seperti berkhalwat meski belum sampai kepada perzinahan (mudah-mudahan Allah menajga kami dari perbuatan ini) namun tetap saja aku menganggap hal yang kulalui dulu adalah perbuatan melampaui batas. Aku sudah berjanji untuk menjaga kehormatanku dengan gadis tersebut meski kuakui bahwa berjanji itu amat mudah namun godaan terkadang hadir tanpa diminta dan terkadang godaan itu amat sangat kuat sehingga aku sendiri berkali-kali harus berdoa kepada Tuhan semoga saja aku dihindarkan dari perbuatan yang melampaui batas.

Sejatinya bahwa aku dan gadis itu sudah merencakan untuk menghalalkan hubungan kami namun satu hal yang menjadi ganjalan karena aku sampai sekarang belum bekerja dan itu adalah syarat mutlak dari ibu di gadis itu. Tantangan demi tantangan benar menghadangku di depan. Menguji semua teori yang berkecamuk di kepalaku yang sekali-kali akan hancur lebur ketika aku tidak sanggup mengendalikan diri.

Entahlah, untuk saat ini aku akan tetap berjuang melawan nafsu yang benar menyiksaku dan selalu memenuhi rongga kepalaku sehingga tidak menyisakan pikiran yang jernih. Aku sedang dalam pertempuran hebat yang sewaktu-waktu akan membunuhku ketika aku tidak bisa mengalahkan semua keinginan negative yang berasal dari dalam diriku.

 Nb. semoga saja saya dan wps bisa menjaga kehormatan kami dan dalam koridor yang tidak melampaui batas
8.6.14

No comments: