Sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman (1/118). Yaitu orang-orang yang khusyu’
dalam shalatnya (2/118). Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya (5/118)
barangsiapa mencari dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui
batas (7/118).
Sesungguhnya apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW
bahwa perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu memang benar adanya.
Pergulatan manusia dalam mengendalikan hawa nafsunya adalah sebuah perjuangan
maha dahsyat yang membutuhkan tekad yang kuat dalam memenangkan peperangan ini.
Semua teori atau penengetahuan yang dipelajari akan menjadi sia-sia ketika kita
diperhadapkan kepada kenyataan ketika ternyata kita terbawa arus bahkan tidak
sanggup mengendalikan hawa nafsu.
Kondisi seperti ini benar kualami saat ini. Jika dulu saat
masih kuliah, aku dengan sangat bangga belajar tentang teori-teori menaklukkan
hawa nafsu maka sekaranglah saatnya Tuhan memperlihatkan aku realita bahwa
apakah aku setangguh yang kupelajari dulu dan apakah aku sanggup menerapkan
semua teori yang sudah kupelajari. Memang saat masa dulu masih mudah untuk
berkoar-koar dan saat itu aku tidak punya pasangan dalam istilah anak muda
pacar maka amat enteng untuk melaluinya namun sekarang kondisinya berbeda,
Tuhan mengirimkan aku sebuah cobaan maha dahsyat yang belum pernah kujumpai
semasa hidupku. Dia mengirimkan aku seorang gadis yang sangat mencintaiku
bahkan apapun yang akan kuminta kepada gadis tersebut pasti akan dituruti
bahkan dia lebih takut kutinggalkan daripada menjaga dirinya dariku. Intinya
disini bahwa aku sedang melalui masa yang benar-benar sulit karena layaknya
makanan lezat sudah dihidangkan namun sejatinya makanan lezat itu masih haram
untukku.
Aku melalui hari-hariku dengan menahan nafsuku. Kuakui dulu
terkadang aku khilaf dan akhirnya melakukan hal seperti berkhalwat meski belum
sampai kepada perzinahan (mudah-mudahan Allah menajga kami dari perbuatan ini)
namun tetap saja aku menganggap hal yang kulalui dulu adalah perbuatan
melampaui batas. Aku sudah berjanji untuk menjaga kehormatanku dengan gadis
tersebut meski kuakui bahwa berjanji itu amat mudah namun godaan terkadang
hadir tanpa diminta dan terkadang godaan itu amat sangat kuat sehingga aku
sendiri berkali-kali harus berdoa kepada Tuhan semoga saja aku dihindarkan dari
perbuatan yang melampaui batas.
Sejatinya bahwa aku dan gadis itu sudah merencakan untuk
menghalalkan hubungan kami namun satu hal yang menjadi ganjalan karena aku
sampai sekarang belum bekerja dan itu adalah syarat mutlak dari ibu di gadis
itu. Tantangan demi tantangan benar menghadangku di depan. Menguji semua teori
yang berkecamuk di kepalaku yang sekali-kali akan hancur lebur ketika aku tidak
sanggup mengendalikan diri.
Entahlah, untuk saat ini aku akan tetap berjuang melawan nafsu
yang benar menyiksaku dan selalu memenuhi rongga kepalaku sehingga tidak
menyisakan pikiran yang jernih. Aku sedang dalam pertempuran hebat yang
sewaktu-waktu akan membunuhku ketika aku tidak bisa mengalahkan semua keinginan
negative yang berasal dari dalam diriku.
Nb. semoga saja saya dan wps bisa menjaga kehormatan kami dan dalam koridor yang tidak melampaui batas
8.6.14

No comments:
Post a Comment