February 28, 2013

Ngawi Akhir Februari


surat tilang di perbatasan jogorogo-ngrambe
tentang kehidupan
dalam damai
menyatu pau dengan asap kehidupan
berjalan sampai pada titik rahasia
dengan penuh pengharapan
menjejak kaki di setiap sudut bumi ini
meninggalkan langkah penuh hikmah
tanpa harus cemas akan langkah berikutnya
karena misteri




February 20, 2013

SU and SP

hmm, tentang SU dan SP. dua kata yang selalu menghisasi pikiranku selama bekerja di GP dan Erlangga. SU identik dengan GP sedangkan SP identik dengan Erlangga

SU adalah singkatan dari Sign UP. setiap DDC harus mendapatka target SU 10 dalam sebulan. SU itu sendiri adalah istilah bagi objek kampanye angggota DDC GP yang berhasil menjadi Supporter. supporter itu adalah orang yang dengan sukarela mendonorkan dananya untuk kegiatan-kegiatan GP yang nominalnya minimal 100.000/Bulan. sistem di GP itu sendiri tidak menerima uang cash, sistemnya adalah melalui kartu kredit, so siapapun yang mempunyai kartu kredit dan bersedia menjadi donor untuk GP maka dia memenuhi syarat untuk menjadi Supporter GP. namun jika tidak mepunyai kartu kredit maka seseorang bisa saja menjadi supporter dengan menggunakan buku tabungan namun hanya beberapa buku tabungan bank yang bisa diterima oleh GP yaiut Mandiri, BCA, Danamon, Bank Mega. orang yang ingin menjadi supporter GP melalui buku tabungan dibatasi hanya orang yang sudah berumur minimal 30 tahun. alasannya bahwa bebrapa terjadi kasus orang yang ingin menjadi supporter GP melalui uku Tabungan dan ketika akan dilakukan auto debet, seringkalisald mereka tidak mencukupi. itulah pengalamanku bekerja di GP tentang SU yang selalu membayangi pikiranku bagaimana caranya mendapatkan SU setiap harinya.

sekarang aku bekerja di Erlangga, lagi-lagi hampir sama dengan SU namun istilah lain yang sekarang membayangi pikiranku adalah SP. aku harus bekerja keras mendapatkan SP. SP itu sendiri adalah surat pemesanan. SP ini menjadi indikator berhasil tiaknya kita bekerja di Erlangga. dalam pertahunnya, aku harus bisa mendapatkan SP sebesar 1M, sebuah dinilai yang sangat fantastis menurutku karena boro-boro memegang uang sebesar itu, melihat saja aku belum pernah.

SU dan SP menjadi kata yang kan selalu menghiasi pikiranku untuk saat ini.



20.2.2013

Lestari

cukup hari ini saja, Lestari
engkau terlalu penat dengan ini,,
senja hari pun sudah mulai menguning

pulanglah ke istanamu
dengan sejuta romansa kita hari ini,,

RABU
20.02.13
00.22

February 17, 2013

Tentang Tulisan Pagi Ini

Pagi ini, sebenarnya aku ingin belajar berpuisi ria yang kutahu endingnya pasti tidak jelas maknanya seperti puisi-puisi yang sebelumnya kutulis. sambil mencari referensi puisi di beberapa blog yang aku ikuti, aku menelusuri setiap genre puisi namun tidak ada satupun jenis puisi yang berhasil membangkitkan gairahku untuk menulis puisi hanya keinginan dari hati saja menurutku. benar-benar pujangga amatiran.hehe.

Selang beberapa saat, aku membuka blog salah seorang perempuan yang sudah kukenal karena dia juga berasal dari kampus yang sama denganku. perempuan itu adalah pacarnya salah seorang kakak angkatanku di UNHAS. entah bagaimana awalnya, saya merasa tertarik saja dengan tulisan-tulisan hariannya yang dikemas dengan sangat sederhana, namun penuh makna, berbobot dan penyampaiannya yang amat sangat jujur nan menyentuh hati.

Awalnya kukenal dia saat masih kuliah dan sering ikut aksi jalanan. dia tergabung di salah satu organ kampus yang dikenal cukup militan apatahlagi seniorku yang nota bene adalah pacarnya merupakan ketua dari organisasi tersebut. alhasil kami sering bertemu di jalanan saat aksi namun kuyakin dengan sangat bahwa dia tidak mengenal aku bahkan aku pun mengenalnya karena dia pacaran sama seniorku tersebut.

Blognya amat sangat sederhana dan tidak menampilkan kesan rebel nan menakutkan alias mengerikan seperti beberapa blog konco-konconya yang sama-sama tergabung di organisasi tersebut. tak ada kesan sok rebel di beberapa tulisannya. saat ini aku percaya bahwa segala bentuk perlawanan terhadap setiap hal meski itu sistem harus dimulai dari hati tanpa harus lebay mengkalim diri kita rebel atau radikal atau subversif atau apapun istilahnya dan nampaknya seperti itulah dia. 

Bertemulah dia dengan seniorku yang memang sangat baik. kuyakin mereka serasi. tentang seniorku tersebut, kuyakin bahwa setiap orang pernah dekat dengan seniorku tersebut pasti dibuat terkagum-kagum. Bagaimana tidak, disamping tingkat kecerdasannya yang diatas rata-rata  bahkan semua hal kayaknya ditahu namun yang lebih bahwa dia pribadi yang sangat baik hati. semua orang yang pernah dekat dengannya tahu akan hal itu. dia memegang prinsip diyakininya.. keren memang ini orang.

Dulu saat masih aktif kuliah, aku sebenarnya tergerak ikut di organisasi yang mereka geluti namun ada sebuah hal yang akhirnya mengurungkan niatku untuk bergabung. organisasi tersebut sangat kritis dan sarat akan berbagai ilmu di dalamnya tapi satu hal yang membuatku ragu adalah labelitas kadernya yang seakan terlalu menggandrungi pemikiran-pemikiran impor yang menurutku sudah tidak terfilter lagi sampai harus melupakan semua kearifan yang telah dibekali oleh orang tuaku semasa kecil. 

Itu anggapanku saat dulu meski kutahu bahwa banyak dari produk organisasi tersebut yang kemudian menjadi sangat baik. aku bahkan sangat suka dengan kegiatan mereka, dengan setiap aktivitas yang dilakukan oleh organisasi tersebut namun saat menyentuh ranah dengan Tuhan, mereka kelihatan sangat skeptis bahkan menyepelekan hal tersebut dan terkadang mengumpat. tidak mengherankan karena mereka dijejali dengan bacaan-bacaan materialisme, walau begitu tidak semua dari mereka seperti itu.
kuingat pula saat dulu, seniorku yang mantan ketua organisasi tersebut berujar kepadaku bahwa tidak semua orang yag tergabung di sana berwatak baik.

Kembali ke perempuan tadi yang merupakan pacar dari seniorku. saat membaca tulisan-tulisan hariannya yang sederhana, aku menyadari bahwa ternyata dia sangat sederhana dan memandang hal dengan sangat bijak bahkan meleset dari pikiranku tentang dugaan-dugaanku. bagaimana dia menjalani hidupnya. Aku bahkan harus terharu saat membaca tulisannya tentang mama toyo. 

Bukan karena dia bercerita tentang perjalanannya ke enrekang dan tentang keindahan alam enrekang yang notabene adalah kampung, sama sekali bukan. tapi memang enrekang keren loh apalagi orang-orangnya.hihihi. aku tertarik akan tulisannya tersebut saat memaparkan semua hal tentang mama toyo, tentang bagaimana menjalani hidup dan yang aku paling senangi adalah bagaimana dia menentang jargon feminisme.

Inilah kutipan tulisannya yang aku sepakati, "kenapa saya tidak pernah tertarik dengan orang-orang feminis karena sebagian besar dari mereka beranggapan bahwa ketika wanita berbicara tentang politik, sosial, ekonomi, dia tidak mau tahu lagi soal dapur, seakan lupa kalau dia juga butuh makan. Mereka masih selalu mempermasalahkan tentang gender, gender, gender, makan tuh gender. Anti penindasan toh masih saja menindas teman sendiri, masih saja menindas orang tua sendiri. Mama Toyo harusnya merepresentasikan wanita zaman sekarang, wanita yang selalu jadi penerang dimana pun dia berada. Ah mama Toyo, saya jadi malu dengan diri saya sendiri. Mama Toyo adalah guru kehidupan."

Aku langsung tertawa lebar saat membaca bagian tersebut. tertawaku adalah bentuk kesepekatanku dengan pikirannya dan juga kuingat dengan jelas perdebatanku dengan seorang dosen sosiologi UH pada malam pergantian tahun baru 2009 di kediamanku jalan Pengayoman, Makassar. saat itu, aku mati-matian menentang feminisme dengan segala keterbatasan referensi yang aku miliki namun sang dosen tersebut yang alumni ADS pun dengan berbagai argumennya yang ilmiah melumat setiap penyangkalanku.aku kalah debat malam itu namun tidak dengan keyakinanku tentang penolakan feminisme yang vulgar. Bagaimana tidak aku kalah argumen, dia lulusan ADS yang memang mengambil tentang gender, sedangkan aku, walah boro-boro belajar gender di luar negeri, aku hanya membaca refernsi sekenaku.

Sekali lagi kembali ke topik tentang tulisan dari perempuan tersebut. aku terperangah membaca tulisan tentang mama Toyo karena ternyata dia sepakat dengan kesederhanaan yang termanifestasikan dalam bentuk nyata tanpa harus berdiskusi panjang lebar luas menjejali pikiran dengan berbagai rumus-rumus, teori-teori yang hanya memberatkan kepala. Kupikir mereka yang tergabung dalam organisasi tersebut sangat gandrung akan diskusi-diskusi yang memabukkan..

beberapa tulisannya juga tentang bagaimana mereka menjalani hubungan dengan seniorku. nampaknya mereka adalah pasangan serasi,, semoga saja mereka langgeng..

minggu pagi disaat menyendiri 
di rumah kontrakan
17.02.13
08.00

Serius, Berbagilah Dengan Semesta

Tulisan ini adalah hasil rancangan Sang Maha Pemberi Hikmah untukku dua hari ini. aku sangat yakin bahwa apa yang aku alami adalah sebuah hikmah yang jika aku tidak memungutnya niscaya aku menyia-nyiakan rakhmat yang telah dihidangkan di depanku. benar-benar sebuah hal yang tidak ingin kusia-siakan untuk menjadi referensiku ke depannya meski kutahu saat kemarin hari aku gagal dalam menjalankan misiku sebagai manusia yang ikhlas

Ceritanya bermula tadi malam, seorang kawan datang berkunjung di kediaman kami, akupun baru mengenalnya sejak dia tiba di sini jum'at siang. sebenarnya tidak ada yang menjadi permasalahan atas kedatangannya di tempat tinggal kami-aku menyebutnya tempat tinggal kami karena kami bertiga menempati mes ini. Aku mengira bahwa dia hanya bertandang untuk beberapa jam saja namun ternyata dia sampai maghrib. 

Sehari sebelumnya, kami mendapat kado dari ulang tahun atasan berupa pernak-pernik dan salah satunya gelas yang berlogo ulang tahun perusahaan, aku sudah menyimpan gelas tersebut di bawah meja kerjaku dan berpikir akan menyimpan itu sebagai kenang-kenangan namun itulah yang menjadi awal hikmah ini. si teman tadi duduk di mejaku dan secara tidak sengaja melihat gelas yang berlogo tersebut, dia tertarik secara karena dia juga eks karyawan di sini. saat itu aku sedang asyik bermain FB di depan komputer, dengan nada basi-basi yang tidak terdengar jelas olehku, ternyata dia meminta gelas tersebut karena aku juga tidak mendengar jelas apa yang dikatakannya maka aku hanya menyahut sekenaku.

Maghrib menjelang, dia pamit pulang diantar oleh Misbah, saat Misbah balik dari terminal mengantar teman tersebut, aku mendapati kado gelasku sudah raib, kutanyakan kepada si Misbah, dia mengatakan bahwa gelas tersebut di bawah oleh teman yang tadi, aku langsung bertanya kenapa dia bawa tanpa permisi, si Misbah mengatakan bahwa dia sudah permisi tadi dan aku mengiyakan ternyata saat aku menjawab sekenaku. 

Ada perasaan tidak ikhlas dalam hatiku terus berkecamuk yang selalu kulawan bahwa itu hanyalah benda yang akan musnah pada akhirnya namun ternyata sulit untuk mengikhlaskannya. Semua kekuatan pikiran positifku telah kucurahkan untuk memaksa hatiku ikhlas namun pikiranku selalu memikirkn hal-hal yang tidak-tidak, mulai dari dia yang lancang padahal baru kenal saat itu. namun tetap saja hatiku tidak ikhlas,,

Akhirnya Sang Maha Pemberi rasa keikhlasan mengirimkanku sebuah peristiwa yang menjawab tentang kejadian itu. besok malamnya (malam ini 16.02.13,red), aku berkunjung ke salah satu klien kami, guru SMPN 2 Ngawi, pak sidik. Niat awalku adalah silaturahim berhubung karena aku sendirian di mes. masron dan Misbah pulang kampung. Dengan setelan sweater hitam dan celana puntung hitam, aku beranjak ke rumah pak sidik. 

Sesampai di sana, dia menyambut dengan ramah sambil menyuruhku menunggunya sesaat karena dia baru mau mandi. sehabis mandi, dia mengajakku ngopi di ujung alun-alun kota Ngawi, akupun mengiyakan karena daripada pulang ke mes bengong sendiri. kami meluncur dengan sepeda motor melewati alun-alun yang dipenuhi oleh berpasang-pasang muda mudi yang sedang menikmati sendunya malam minggu yang baru saja diguyur hujan, laju kendaraan kami sangat pelan sehingga bisa menikmati setiap detail dari pusat keramaian kota ini saat malam minggu.

Sekitar 10 menit perjalanan dari kediaman pak sidik, kami tiba di warung kopi, aku memesan kopi ABC sedangkan pak sidik memesan kopi top. asyik menikmati suguhan kopi dengan dinginnya malam minggu, pak sidik kemudian bercerita panjang lebar dan sesekali kutimpali. dia bercerita tentang seorang pemuda yang sedang tinggal bersamanya. ternyata pemuda itu dikenalnya di bis saat pak sidik ke Bandung. 

Pemuda itu lalu berniat main ke rumah pak sidik, 1,5 bulan yang lalu, pemuda tersebut benar-benar datang ke rumah pak sidik, namun anehnya, setelah sebulan lebih tinggal di rumah pas sidik pemuda itu tak kunjung pulang dan pak sidik juga tetap dengan ikhlas menerimanya tanpa sesekali menanyakan sesuatu yang bisa menyinggung perasaan pemuda itu.

Saat bercerita tentang pemuda itu. aku terhanyut mendengar penuturan pas sidik yang sangat amat ikhlas dengan tamunya itu sedangkan aku dengan sangat piciknya amat sangat susah mengikhlaskan kadoku yang di bawa oleh seorang teman. Bahkan akupun terkadang merasa tidak nyaman ketika ada orang yang terlalu lama menumpang di rumahku. 

Ini adalah pengakuan dosaku yang amat sangat memilukan bahkan orang yang kukenal sekalipun sedangkan pak sidik tidak, bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun, dia dengan ikhlas memberikan tumpangan di rumahnya dalam jangka waktu yang lama. aku terkadang memikirkan untung rugi saat akan berbagi dengan orang lain, kutahu aku sangat picik karena setiap hal harus kuukur dengan keuntunganku dan waktu yang bersamaan, aku selalu merasa rugi atas dasar materi yang kasat masa. Benar-benar sebuah sikap yang masih dipengaruhi oleh keingin jasad yang hanya kan menghasilkan bongkahan-bongkahan sampah pada akhirnya tanpa memandang esensi dibalik semua hal yang indrawi.

Jawaban yang lain kutemukan bahwa ternyata pak sidik mempunyai keluarga yang sukses. isterinya sekarang menempuh pendidikan S3 di Inggris. pak sidik mempunyai anak 4, yang pertama sebentar lagi lanjut S2 di jepang, yang kedua kuliah di UI jurusan bahasa belanda dan sudah dari Belanda, yang ketiga sedang menempuh pendidikan di solo dan yang bungsu sementara nyantri. 

Pak sidik menambahkan bahwa semua anaknya tidak neko-neko. Di saat anak muda sekarang ingin tampil gaya-gayaan, anak pak sidik lain lagi, pak sidik membelikannya sebuah motor vixion namun anehnya anaknya tidak menerima dan memilih untuk tidak punya motor, hp yang dipakai pun HP usang disaat semua anak muda sekarang menggunakan hp BB.

Sementara pak sidik asyik bercerita, aku merenungi semua hal tersbut, aku kemudian berkesimpulan bahwa berkah yang didapat dari keluarga pak sidik karena kebaikan pak sidik yang dengan sangat ikhlas berbagi kepada setiap orang  meski orang tersebut baru dikenalnya. Sangat berbeda 180' dari diriku yang amat sangat picik akan berbagi dengan seseorang, penuh perkalian, penuh perhitungan dan penuh tendensi. sebenarnya ketika kita berbagi kepada semua orang maka semua itu akan kembali ke diri kita dalam berbagai bentuk,,

dan berbagi bukan hanya karena ingin di tambahkan rejeki oleh Allah namun lebih dari itu, berbagi adalah sebuah perintah Iahi dan kebutuhan kita sebagai manusia.

aku kutip sebuah paragrap dari tulisannya Miftahul Huda "pengembaraku selalu berusaha dan berusaha melakukan apa saja yang orang lain tak mampu lakukan, membuktikan apa saja melalui sebuah karya dan bukan sekedar kata-kata. menerapkan ilmu demi amal kepada sesama manusia, tak ada terdepan diantara orang-orang, baginya memberi adalah tugas, sedangkan menerima hak adalah beban. tak mengherankan jika suatu ketika dia mendapatkan apa saja yg tidak pernah diterima atau didapatkan oleh kebanyakan orang yang mnyenangi kebiasaan"

untuk diriku malam ini,, seiruska, berbagilah
untuk semua orang,,,
untuk semesta
karena itu engkau berbagi dengan dirimu sendiri,,,,
ditemani bau bangkai tikus yg sudah
3 hari membusuk di dalam mes namun 
tak kunjung kutemui jejaknya
hanya baunya yang menggangu
konstalasi pergerakanku di mes ini
17.02.13
01.21

February 16, 2013

Dan Peringatan Itu

Ini tentang sebuah peringatan, tentang teori yang sering kudengungkan di bibirku dan bahkan sering untuk orang lain namun ternyata aku tidak melaksanakannya tadi sore alhasil akupun harus menanggung sebuah peringatan sederhana dari Sang Maha Pencipta.

Tadi sore, sekitar pukul 14.00, Misbah, teman kosku baru tiba di rumah selepas dari acara pertemuan kepala sekolah di Geneng. Aku masih menikmati tidur siang saat itu sambil menonton film india. Selang beberapa saat kemudian, Misbah memintaku untuk mengantarnya ke terminal karena rencananya dia ingin pulang kampung hari ini. 

Memang hari ini adalah hari sabtu dan besoknya libur, kampungnya (Misbah red) dekat dari Ngawi yaitu di Grobokan, jawa tengah. Hanya sekitar dua jam perjalanan dari kota ini. Aku masih asyik dengan film india saat munir sudah berganti pakaian, aku beranjak dari pembaringan dengan bermalas-malasan dan tergesa-gesa mengantar munir ke terminal. Saat sampai di terminal, aku langsung pamit dan balik ke rumah kos.

Saat tiba di pagar kos itulah peringatan ditujukan kepadaku. ceritanya begini, saat di depan pagar, terlihat pagar tersebut agak tertutup rapat, karena motor yg aku kendarai pake kopling, maka aku dengan tergesa-gesa membuka pintu dengan kaki namun pintunya agak keras sehingga aku dengan hati dongkol turun dari motor dan membuka pagar dengan kesal, sesaat setelah itu, aku mulai memasukkan motor ke dalam area parkir rumah kos, sialnya karena jalanannya agak licin, ban depan motor tergelincir dan aku tidak punya keseimbangan menahan motor tersebut sehingga betisku mengenai knalpot motor hingga melepuh.

Itulah pelajaran Semesta hari ini untukku. saat seringkali aku mengamini dalam hatiku bahwa hidup ini harus dijalani dengan tenang hati dan tidak boleh tergesa-gesa namun sering kali pula aku lupa akan hal itu dan peringatan tersebut baru menyadarkanku bahwa setiap hal yang diamini dalam hati akan terwujud di kehidupan nyata hingga akhirnya menguji kita untuk menjalani apakah sesuai dengan hati atau bahkan dengan nafsu. bekas knalpot di betisku ini akan menjadi kenangan betapa au telah ingkar terhadap ikrar diriku sendiri.

February 14, 2013

Belajarlah Menghargai Orang Lain, Pak.

Setelah bekerja dua minggu di kota ini, interaksi dengan para guru adalah keharusan buatku untuk melakoni kerja ini. sebenarnya tidak ada yang menjadi masalah bahkan sebaliknya sangat menikmati pekerjaanku yang selalu mengitari setiap sekolah di kota ini. bercerita panjang lebar dengan setiap orang yang baru kukenal, sesekali curhat tentang nasibku sebagai perantau, namun terlepas dari semua itu, sensasi menjalani pekerjaan ini membuat adrenalinku semakin terpacu. Semua hal yang menjadi batu sandungan kuanggap sebagai lelucon belaka tanpa harus mundur selangkah pun dari apa yang teah menjadi komitmenku sekali pertama aku menjejakkan kakiku di tanah ini.

Bercerita tentang setiap hal bukanlah sesuatu yang amat sangat sulit kulakukan, aku tipe orang yang suka bercerita tentang apa saja, tentang setiap hal yang sifatnya pribadi dan terhadap orang baru kukenal.  namun tadi menjadi kejadian yang hampir saja membuatku mengumpat sepanjang hari, bagaimana tidak, sejak tadi malam, aku sudah menyusun setiap detail rencanaku untuk mengunjungi setiap sekolah yang ada di disini dengan harapan bahwa pihak sekolah kan menyambutku dengan senyum penuh persahabatan, bahkan beberapa sekolah yang akan kukunjungi adalah sekolah berbasis Agama.

Pagi buta, aku dan keempat temanku sudah siap menyambut hari ini dengan melakoni rutinitas kami menyambangi setiap sekolah, aku bertugas mengunjungi semua sekolah SMP sederajatnya. Kumulai kunjunganku di MTSN ngawi, setelah berada di depan sekolah, aku menuju ke ruang kantor, sejenak kuamati setiap guru di dalam ruangan mereka yang hanya sekitar 4 orang, kutanya  tentang keberadaan kepala sekolah kepada seorang guru yang sedang asyik bercengkerama dengan komputernya,  kuperkenalkan diriku dari salah satu penerbit, saaat itulah raut mukanya langsung berubah menjadi masam dan dengan sinisnya mengatakan bahwa kepala sekolah sedang tidak ada di ruangannya kemudian melanjutkan aktivitasnya dnegan layar komputer. 

Aku kemudian menuju ke meja salah seorang ibu guru, tanggapan yang dingin pun dari ibu guru itu, dalam hatiku mulai mengumpat tentang mereka yang begitu sangat tidak menghargai keberadaanku. aku kemudian pamit dengan muka masam. hatiku muali tidak mood saat pagi-pagi langsung mendapat sambutan yang sangat tidak bersahabat dengan guru di MTSN ngawi. aku kemudian menata hatiku dan mulai menganggapnya sebagai angin lalu.

Aku kemudian mengarahkan motorku ke SMPN 4 ngawi, di sekolah ini, aku kembali mendapat respon yang sama, saat berada di ruangan guru, para pengajar tersebut sedang menikmati adonan kue karena berhubung ada acara sekolah, lagi-lagi aku dikacangi, hanya ada salah satu gur yang menegurku dan menyuruhku untuk menunggu guru penanggung jawab buku yang ingin kutemui, setelah mempersilahkanku menunggu, dia kembali asyik dengan rekannya menikmati makanan yang ada di ruangan tersebut, alih-alih mengajakku mencicipi, diajak bicara pun tidak. Sesaat kemudian, pak priono datang dan menyambutku dengan senyuman, mulai hatiku sedikit terobati dengan sambutan dari pak priono.

Aku keluar dari sekolah tersebut kemudian meluncur ke arah kecamatan paron untuk melanjutkan perjalanan ke SMPN 1 Paron. Sesampai di sana, ternyata bapak kepala sekolah juga tidak ada, namun bukan itu yang menjadi masalah, aku mendapati seorang guru yang amat sangat tidak bersahabat menurutku. Setelah menginfokan bahwa bapak kepsek tidak ada, dia kemudian bercerita panjang lebar yang seakan tidak menginginkan kehadiranku. Sesekali kutanggapi namun dia menanggapi balik dengan nada yang sinis, mulai naik tensi egoku dan sedikit berdebat dengannya namun sesaat kemudian, kusadari bahwa tidak ada artinya menanggapi semua penjelasannya yang sinis terhadapku. 

Kucoba untuk mengatakan kepadanya bahwa besok aku akan datang lagi jika kepala sekolah sudah masuk namun kemudian ditanggapi bahwa tidak ada gunanya karena setiap sekolah sudah tidak menjual buku. Kukatakan kepadanya bahwa aku datang ke sini tujuannya untuk silaturrahim namun dia menimpali dengan amat sangat menyinggung bahwa silaturrahim hanyalah kedok namun intinya pasti akan menawarkan penawaran buku. Aku sadari itu tapi tidak seperti itu menyambut tamu, pak.

bapak, ibu guru yang tadi siang sinis terhadapku
belajarlah menghargai,,
kalian adalah pendidik,,
bahkan panutan bagi setiap anak murid,,
14.02.13


February 13, 2013

Sebuah Senyuman Untuk Kampungku

Cerita tentang kota ini di perbatasan jawah timur dan jawa tengah. aku sudah berada di kota ini selama sepuluh hari. banyak hal yang ingin kuabadikan tentang kota ini melalui tulisan namun yang paling ingin kutulis adalah tentang salah satu kota ini yang hapir menyerupai kampungku. pekerjaanku di kota ini mengharuskanku untuk mengitari setiap sekolah yang ada di kabupaten ini, alhasil setiap sudut kota ioni harus kutempuh. mulai dari kecamatan bringin, kecamatan karangjati arah ke caruban, kecamatan pangkur dekat madiun, samapi pada kecamatan ngrambe yang berbatasan dengan srangen jawa tengah.

Salah satu sisi kota ini yang sangat kunikmati setiap kali harus mengitarinya adalah sepanjang jalan menuju kecamatan ngrambe. jalanan menuju kearah kecamatan tersebut adalah jalan lintas provinsi ke jawa tengah namun bukan itu alasannya kenapa aku sangat menikmati sepanjang jalan tersebut, aku menikmatinya karena sepanjang jalan tersebut, terhampar luas sawah yang sudah menguning bahkan ada yang sudah di panen, setiap kali melewati jalanan tersebut, serpihan kenangan tentang kampung halamanku di buntu lamba perlahan-lahan merasuk memenuhi sukmaku, bau semerbak padi yang baru dipanen semakin menambah aroma suasana kampungku. 

Tekadang terbersit rasa rindu yang membuncah terhadap kampung halamanku saat merasakan suasana tersbut. lalu lalang para masyarakat yang memikul padi semakin menegaskan persamaan dengan pengalaman masa laluku semasa masih di kampung. saat panen tiba, saat memikul hasil panen ke rumah dan saat-saat ibuku menyuguhkan nasi bakul dan sayur asam sesaat setelah capek bekerja di sawah.

Kenangan itu selalu saja muncul setiap harinya karena mau tidak mau aku harus melewati jalanan tersebut, namun meskipun begitu, walaupun suasananya menyamai kampung halamanku namun sama sekali tidak bisa menggantikan posisi kampung halamanku di jiwaku. dia akan tetap bersemanyam jauh di dalam sana. kenangan masa lalu penuh cerita tak kan begitu saja terhapuskan, jejak kakiku di kampung halaman tak jua terhapus oleh apapun. suasana sisi kampung di kota ngawi ini hanyalah kan menjadi serpihan pengingat tentang kampung buntu lamba yang sama sekali tak kan mampu mengerusnya dari sukmaku.

Entah kapan namun aku tetap berharap bahwa aku kan kembali ke kampungku membaw sejuta senyuman indah buat setiap orang yang mengharapkan kebahagiaan untukku. senyuman buat kampung halamanku yang beitu asri. aku berada di sisi hanya demi sebuah misi hidup bukan untuk berusaha menukar kenangan rindu tentang kampungku..

burontong, malam ini, aku ingat semua tentang cerita masa bocahku di dalam pelukanmu,,,,!

Raga Yang Menyerah

engkau persinggahan jiwaku
saat lelah menghampiriku
melawan dunia yang semakin tak bersahabat

masih ingatkah engkau kemarin malam
saat kukirimkan surat tentang cita kita
ikrar kan menaklukkan dunia

tapi kenapa hari ini kau seakan lupa
menanyakan pertanyaan yang sama

sudahlah merengek tentang asa

yah,,yah

memungut tetes hujan berserakan
mencerca cahaya yang memercik wajah
menggores sukma penuh dendam

hujan diujung malam yang menua
ingin kukejar hangatnya
sekan berlomba dengan nafasku

February 12, 2013

Tentang Rindu Ini

kuingat tentang malam yang menawarkan dinginnya
kuingat tentang pagi dengan sejuknya

cerita di kota tua
selalu dan selalu deru kereta memekakkan telinga

tentang rindu
tentang hangatnya kota ini
namun tak jua mampu mengalahkan pesona negeriku

diujung sana
diujung pulau yang menawarkan rindu

tentang semua kenangan
tentang hidup yang terjalani masa itu,,

airnya telah menyatu dalam darahku
bau tanahnya tak musnah dariku
hangatnya mendesir di rongga otakku

memercikkan rindu yang amat sangat
tentang cerita esok hari

February 11, 2013

silaturrahim

ini tentang manusia
tentang hasrat mereka
saat perut menjadi kuasa
senyum karena sesuatu
tak lagi tulus
tidak lagi murni
membosankan

February 10, 2013

Lagu Malaysia Malam Ini

Malam ini, benar-benar tidak ada kegiatan. setelah makan malam bersama munir di depan lorong, nasi pecel yang cuma 4 ribu, kami berdua kembali ke rumah, sebenarnya kami berniat ke padepokannya kang Huda tapi ternyata hujan malam ini memaksa kami membatalkan rencana kami. kami berdua harus beradu lari dengan hujan sebelum mencapai pintu rumah. hujan semakin deras menyapa kota ini, munir duduk di ruang depan sambil membaca koran hari ini, sedangkan aku langsung ke depan komputer larut di dunia maya. beberapa menit kemudian, aku jenuh dengan dunia maya, tidak ada yang menarik bahkan sekedar untuk membunuh kejenuhanku malam ini.

aku kemudian memutar lagu malaysia, lagu-lagu yang semasa SD sangat akrab di telingaku. setiap judul lagu malaysia yang kuingat, kunikmati lewat you tube. sesaat kemudian, kuingat saat masih di kampung, saat masih SD, lagu-lagu tersebut sangat digandrungi dulu. akupun tak ketinggalan menikmatnya, hingga saat ini, lirik lagu tersebut masih kuingat dengan jelas.

lagu-lagu india pun sangat akrab di telingaku dulu. masih segar dalam ingatanku bagaimana kami harus membolos untuk menonton film india bahkan dengan jarak yang sangat jauh, maklum di desa kami dulu, hanya ada beberapa orang yang sudah mempunyai pesawat tv.

hehe. lagu malaysia untuk malam ini
21.47
10.02.13