Kemarin siang, saya dan dua orang rekan berdiskusi tentang hidup di ruang dosen. Kami mendiskusikan apa saja sampai pada salah seorang dari rekan saya berkomentar bahwa hidup itu tidak seperti yang dipikirkan bahwa ketika kita baik kepada seorang, maka tidak secara otomatis orang tersebut akan berbuat baik yang sama kepada kita. Dia menganalogikan ketika kita baik kepada seekor Singa, bisa saja Singa tersebut malah akan menerkam kita.
Saya mengamini pernyataannya namun kemudian saya bantah bahwa hidup ini seimbang. pernyataannya benar bahwa tidak semua kebaikan yang dilakukan kepada seseorang akan berbalik kepada kita melalui orang tersebut namun percayalah bahwa hidup ini seimbang. Kebaikan tersebut akan berbalik kepada kota dalam bentuk yang lain atau dari orang lain.
Saya khawatir bahwa pernyataannya tersebut akan mendorong kita untuk melihat hidup positivistik padahal hidup manusia tidak seperti itu adanya. Ketika kita bertukar kebaikan dengan orang lain maka kebaikan kita tidak berkurang tidak sama sama bertambah. Beda halnya ketika kita bertukar barang makan kuantitasnya akan tentang sama.
Seringkali kita mendengar petuah tentang gaji bahwa ketika kita mendapatkan gaji yang terlalu besar dari yang seharusnya kita dapatkan, maka sebagian gaji itu akan keluar dengan berbagai cara, entah kita sakit, keluarga sakit, ada kebutuhan lain dan kondisi apapun yang kemudian menyeimbangkan apa yang sudah kita dapatkan.
Demikian halnya ketika kita memperoleh gaji yang jauh lebih sedikit daripada yang seharusnya kita dapatkan maka seringkali kita mendapatkan penyeimbang dari hal lain misalnya dimudahkan dalam berbagai urusan atau dimudahkan memperoleh pendapatan dari tempat lain.
Hidup seimbang bisa diartikan sebagai hidup yang sesuai porsinya seperti yang seharusnya kita jalani. Ketika lapar maka makanlah secukupnya, istirahat ketika capek, bertanggung jawab ketika diberi amanah dan berbagai hal lain yang harus dilakukan sebagaimana adanya.
Yusuf Qardhawi menjelaskan tentang kesimbangan yang diartikan Sebagai tawazun bahwa keseimbangan merujuk pada dua jalan atau dua arah yang saling berhadapan atau bertentangan di mana salah satu dari dua arah tadi tidak bisa berpengaruh dengan dirinya dan mengabaikan yang lain.
Beberapa arti mengenai tawazun antara lain adil, istiqomah, kebaikan dan mencerminkan keamanan. Pada dasarnya, keseimbangan berarti menempatkan sesuatu sesuai porsinya tanpa melebihkan atau mengurangi karena ketika terjadi ketidakseimbangan, maka hidup ini akan mengalami gejolak.
Ada begitu banyak teori tentang tips agar hidup seimbang termasuk manajemen waktu yang baik dan dan menyesuaikan waktu yang sibuk dengan waktu istirahat namun dalam konteks ini, yang saya ingin katakan tentang hidup yang seimbang bukan tentang hidup yang diatur sedemikian rupa tetapi hidup seimbang yang terjadi secara alamiah. Jika ada yang hidup maka ada yang mati, jika ada yang sakit maka ada yang sembuh, jika ada kerusakan maka ada yang akan memperbaiki, dan semua keadaan yang berjalan beriringan.
Setelah memahami apa itu hidup seimbang, maka tugas kita sebagai manusia yang sadar tentu mengambil posisi pada posisi yang positif. Kita menjadi kelompok yang memperbaiki alih-alih merusak, kita menjadi pihak yang memberi dari pada terus menerus menerima dan berbagai posisi positif lainnya yang seringkali dihindari oleh orang banyak.
Apa yang kita dapatkan dari posisi yang kita ambil tentu akan menjadikan kita manusia seutuhnya yang tidak melihat hidup secara kalkulatif. Kita menyadari bahwa kehadiran kita di dunia ini bermanfaat kepada semua makhluk. Jika semua orang akan mengambil posisi positif maka hidup akan berjalan dengan baik-baik saja.
#14 2023