June 26, 2023

Bincang Tengah Malam (26)

Tulisan ini merupakan gabungan dari olah pikir teman-teman ketika diskusi tengah malam dan saya tidak mengklaim sebagai refleksi pribadi saya.

Jika ingin melepaskan semua bias dan merunut ke belakang, maka yang disebut sumber Islam itu hanya satu yaitu Nabi Muhammad SAW. Menguji rantai riwayat atau referensi untuk memastikan bahwa ini dari Nabi.

Jika potensi kecerdasan Ulama sudah dimaksimalkan di situ tetapi kita masih meragukan maka kemungkinan yang bermasalah di kita karena Ulama sudah benar-benar mengeluarkan semua energinya untuk meriwayatkan dengan murni yang disodorkan kepada umat.

Proses periwayatan hadits tidak dilakukan secara serampangan tetapi melalui berbagai dengan sangat ketat oleh para Perawi jadi kita sebagai umat yang lahir belakang dan tidak punya akses yang cukup maka kita harus percaya pada apa yang ditawarkan oleh para Ulama.

#26 2023

June 25, 2023

Intel (25)

Malam sebelumnya, saya dan salah seorang teman diskusi tentang sepak terjang CIA dalam berbagai peristiwa politik di suatu negara termasuk keterlibatan CIA dalam peristiwa pembantaian PKI tahun 1965.

Sehari setelahnya, saya menonton film berjudul "Kandahar" yang dibintangi oleh Gerard Butler yang berperan sebagai agen CIA di Timur Tengah. Film tersebut berkisah seorang agen CIA yang punya peran sangat signifikan untuk melakukan riset pada posisi strategis musuh yang kemudian akan dihancurkan dari jarak jauh.

Dalam perjalanannya, keberadaan agen CIA disadari oleh pihak Iran dan kemudian melakukan pengejaran.

Film tersebut juga menggambarkan bahwa Muslim di Timur Tengah bukan kelompok yang tunggal artinya mereka tergabung dalam fraksi yang berbeda dan seringkali saling perang satu dengan yang lain.

#25 2023

June 24, 2023

Memeriksa Ujian (24)

Malam ini saya bedagang memeriksa ujian akhir mahasiswa. Ini pertama kalinya saya harus menilai mahasiswa sementara saya masih merasa belum begitu maksimal dalam proses pengajaran bahkan saya masih mencari strategi pedagogi yang cocok untuk saya terapkan dan sesuai dengan karakter mahasiswa yang saya hadapi setiap hari. 

Memeriksa hasil ujian tidak terlalu rumit karena sudah ada kunci jawaban namun yang lebih sulit ketika proses penilaian akhir. Variabel nilai akhir tidak hanya ditentukan oleh ujian mahasiswa namun harus dilihat secara komprehensif baik dari segi sikap, keaktifan, penguasaan materi di kelas dan semua aspek yang mendukung perkembangan mahasiswa.


#24 2023

June 23, 2023

Perpisahan (23)

Hari ini ada seorang rekan dosen yang memutuskan untuk pindah ke kampus lain di Pamulang. Kami melakukan perpisahan sederhana dengan merayakan sambil menikmati kopi di kafe Cozy dekat dari kawasan Surapati. 

Perpisahan seperti ini biasanya meninggalkan perasaan sentimental namun saya pribadi sudah kebal dengan momen seperti perayaan perpisahan karena selama sebelas tahun berkarir di perusahaan, sudah sering kali saya berpisah dengan rekan kerja atau bahkan saya yang kemudian harus mutasi maupun harus resign.

Itulah kenapa saya merasa biasa saja saat perpisahan kembali terjadi meskipun tentu ada perasaan sedikit menyayangkan karena rekan saya yang akan pindah kampus merupakan duet di ruang dosen dan teman diskusi, meskipun sebenarnya saya baru mengenalnya enam bulan terakhir tetapi karena dia yang paling sering di ruangan jadi setiap hari, saya selalu berinteraksi dengannya.

Selain itu, saya juga masih memikirkan alasan utamanya pindah kampus ke Pamulang sementara keluarganya di sini tetapi dia selalu menjelaskan kepada saya bahwa dia ingin bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sementara di kampus kami, belum dibuka jurusan yang sesuai dengan kompetensinya.

Apatahlagi dia juga terbilang baru bergabung di kampus ini karena praktis baru sekitar 1,5 tahun. waktu yang masih sangat singkat meskipun secara de facto, dia sudah lama mengajar di kampus ini bahkan ketika kampus ini masih berstatus sekolah tinggi.

***

Saya sudah berjanji bahwa perpisahan tidak akan melarutkan perasaan saya karena sudah seringkali saya lewati bahkan menurut saya bahwa perpisahan paling berat tentu ketika meninggalkan kampung halaman jadi ketika hanya perpisahan di lingkungan pekerjaan, maka saya anggap hanya sebagai dinamika dalam pekerjaan dan tidak terlalu berdampak signifikan terhadap hidup saya.

#23 2023

June 22, 2023

Mengenali Diri (22)

Tadi siang ada perpisahan salah seorang rekan yang pindah homebase. Lazimnya di sebuah acara formal perpisahan, orang yang akan pergi memberikan kesan dan pesan selama bekerja dalam berbagai hal termasuk dengan rekan sejawat. Demikian juga tadi teman yang sedang perpisahan, dia menceritakan awal bergabung dan kesan awal yang didapatkan di tempat ini.

Selain itu, dia juga menceritakan kesan semua rekan-rekan yang hadir tadi. Saya sebagai orang yang paling baru bergabung dan baru mengenalnya enam bulan terakhir, tentu tidak sebanyak kesan yang dia dapatkan dari rekan yang lain. Namun demikian, dia menceritakan awal kedatangan saya dan duduk di ruangan pertama kali. Dia awalnya menganggap bahwa saya pribadi yang jaga imej dan mungkin sedikit agak segan mendekati saya.

Entah kenapa, ketika mendengar kesan awal dia mengenal saya. Memori saya kemudian merecall semua ingat terhadap kesan orang lain ketika pertama kali bertemu dengan saya dan sebagian besar hampir sama bahwa saya dianggap jaga imej dan agak sangar, mungkin karena bawaan muka layaknya orang timur. Tetapi dari situlah, saya kemudian mencoba untuk mengenali diri saya sendiri dari kaca mata orang lain. 

#22 2023

June 21, 2023

Serenity (21)

Dalam fase kehidupan yang dijalani, biasa kondisi paling tidak mendukung seringkali membawa hikmah yang besar terhadap diri sendiri karena di momen seperti itu, kita merefleksikan banyak hal dan mengevaluasi diri sendiri. Sementara ketika kita berada di dalam zona nyaman yang semua terlihat baik-baik saja dan menyenangkan, maka seringkali manusia lalai untuk merefleksikan diri dan perjalanan hidupnya.

Kondisi ini yang sedang saya alami sekarang di tempat yang baru. Saya selalu merefleksikan apa hikmah dari fase perjalanan hidup yang sedang saya jalani di saat semua terlihat tidak berpihak dan tidak menyenangkan. Saya meyakini bahwa pasti ada sisi dari hidup saya yang sedang dikuatkan oleh semesta dengan iklim pekerjaan yang tidak kondusif.

Sejauh ini, saya merasa bahwa saya sedang dibimbing oleh semesta untuk memperkuat karakter saya di tengah kondisi kerja yang saling mengklaim kebenaran dan saya nampaknya selalu ditarik ke dalam setiap sisi yang berlawanan. Di satu sisi, saya merasa bahwa tidak ada kepentingan apa-apa yang saya harapkan termasuk juga saya tidak punya masalah terhadap mereka yang saling berkonfrontasi sehingga tidak seharusnya saya berada di dalam satu titik koordinat.

Di titik inilah, saya harus menguatkan karakter untuk tetap berada di jalan yang saya yakini yaitu bersikap netral dan menjalankan apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya tanpa harus terganggu dengan opini dan pandangan dari siapa pun. 

Bukan pekerjaan mudah tentunya karena setiap hari harus berinteraksi dengan dua kubu yang berhadap-hadapan namun di situlah tantangan utamanya, bagaimana saya mampu menenangkan diri saya di tengah kondisi seperti ini. 

"Serenity"

Seperti judul pada blog ini, mungkin ini momen paling pas untuk menemukan kondisi serenity dalam hidup saya dengan menikmati hiruk pikuk di sekitar saya. Hiruk pikuk yang saling mengklaim sisi kebenaran dan merusak kohesi di antara mereka. Memang biasanya ketika kita mempunyai masalah dengan seseorang atau pihak lain, maka gibah terasa sangat menyenangkan karena kita berusaha mengklaim diri benar dibandingkan dengan oposisi kita.

Nah saya tidak ingin masuk dalam pertarungan kondisi yang terjadi. Saya ingin menghabiskan waktu dengan baik dan dengan dunia saya sendiri. Sesekali menyendiri di kopi shop sambil menikmati secangkir kopi panas dan merefleksikan kehidupan ini.

Apa yang bukan merupakan urusan saya tidak harus saya campuri karena hanya akan menambah beban berat di pikiran. Biasanya dalam kondisi seperti ini, kita akan selalu berada pada dua lingkaran yang akan selalu tarik menarik. Netral bukan pilihan yang mudah karena akan selalu dianggap tidak memiliki kelompok namun itu yang akan saya lakukan karena saya memahami bahwa hidup itu punya banyak pilihan dan bukan hanya hitam putih.

#21 2023

June 20, 2023

Memahami Keamanan (20)

Konon di Jerman, sangat mudah ditemui tempat yang terpampang tulisan "Gewalt ist die Waffe der Wache" yang mungkin secara sederhana dapat diartikan bahwa kekerasan merupakan senjata bagi si lemah. Selain kekerasan, orang lemah biasanya membangun aliansi untuk memvalidasi diri mereka menjadi kuat meskipun pada dasarnya sangat rapuh.

Zaman sekarang, sangat mudah menjumpai orang yang melakukan kekerasan terhadap orang lain karena merasa punya power dan dominasi sehingga dengan mudahnya mampu melakukan tindakan kekerasan fisik. Kemudian setelah apa yang diandalkan sudah hilang, maka dia hanya bisa tertunduk sambil menyesali tindakannya.

Beberapa bulan yang lalu, media nasional dihiasi dengan berita tentang salah seorang anak pejabat Bea Cukai yang dengan arogannya melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain dan merasa bahwa dia tidak akan bisa dihukum karena menyadarkan kekuatannya kepada bapaknya. Alhasil, bukan hanya dia harus harus mendekam di jeruji penjara namun ayahnya juga harus menginap di balik jeruji karena terbukti mengumpulkan kekayaannya melalui tindakan korupsi.

Jika di perusahaan kita bertemu dengan pimpinan yang kerjanya suka memarahi bawahan maka dapat dipastikan bahwa pimpinan tersebut tidak percaya terhadap kemampuan dirinya sehingga menutupi kelemahannya dengan cara marah. Hal yang sama ketika berada di dunia pendidikan, jika seorang pendidik tidak memberikan ruang diskusi kepada anak didik dan selalu mengedepankan sikap memerintah, dapat dipastikan bahwa si pendidik tidak percaya akan kemampuannya.

Lihatlah masyarakat US yang dibebaskan untuk memiliki senjata dan seringkali terjadi tindakan kekerasan menggunakan senjata. Mereka sebenarnya lemah sehingga menyandarkan kekuatan pada senjata yang dimiliki.

Orang yang merasa mempunyai power untuk melakukan tindakan apa saja terhadap orang lain, sebenarnya orang yang lemah. Orang yang paling kuat adalah mereka yang memiliki kekuataan namun memilih untuk diam dan tidak terlihat.

Wibawa tidak dibangun dengan cara mengancam dapat merupakan cerminan dari kemampuan kita untuk memperlakukan orang lain sesuai porsinya.

Dalam studi ilmu HI, Nicollo Machievelli dan Thomas Hobbes menjadi dua tokoh penting yang tidak berpendapat bahwa perang adalah hal yang wajar bagi negara untuk mencapai kepentingan nasionalnya. 

#18 2023

June 19, 2023

Stop Belanja (19)

Setelah tadi siang sepatu yang saya beli datang dengan harga yang lumayan mahal, saya merasa bahwa sepatu saya sudah lebih dari cukup bahkan sepatu yang saya punya lumayan bagus dengan harga yang mahal untuk ukuran saya. Saya kemudian membayangkan bahwa lima sepatu yang saya punya tidak akan digunakan sesering mungkin dan mungkin hanya dua yang akan sering saya fungsikan. 

Sepatu saya tadi datang ketika saya sedang asik membaca buku E.F Schumacher tentang "Small is Beautiful." Dia seorang ahli statistik dan ekonomi keturunan Inggris-Jerman. Tulisannya secara umum menjelaskan tentang kritik terhadap sistem ekonomi modern yang dipopulerkan oleh bangsa barat. Menurutnya bahwa sistem tersebut akan menghabiskan sumber daya alam dan merusakan nilai-nilai kehidupan. Sistem ekonomi tersebut juga melegalisasi ketamakan dan nilai uang di atas segalanya. 

Buku ini pula menjelaskan beberapa hal tentang kenapa kemakmuran universal tidak mengarahkan kepada perdamaian, bagaimana pertumbuhan malah merusak alih-alih membangun dan energi nuklir akan sangat merusak alih-alih membangun. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa small is beautiful mengajak kita untuk mengerem diri dari keinginan-keinginan yang tidak terkontrol.

***

Setelah kemarin memutuskan untuk mengurangi ketergantungan terhadap media sosial dan gaddet, hari ini saya kemudian berpikir bahwa mungkin ini waktunya untuk berhenti belanja baju dan sepatu. Saya memiliki beberapa potong baju dan celana yang jarang sekali saya pakai dan hanya tersusun rapi di lemari jadi mungkin untuk beberapa waktu yang tidak bisa saya tentukan, saya memutuskan untuk stop belanja baju dan sepatu kecuali memang mendesak dan diperlukan untuk hal-hal diluar perkiraan.

Saya tidak sedang ingin hidup minimalis sesuai dengan salah satu buku populer yang terpajang di pintu masuk gramedia namun saya hanya ingin menerapkan pola hidup saya sendiri tentang bagaimana mengurangi keinginan yang tidak perlu. Hidup yang tidak terkontrol adalah hidup yang akan merusak diri sendiri.

Kenikmatan membeli hanya berada pada euforia menunggu barang datang kemudian membukanya namun setelah semua sudah dimiliki maka jarang sekali rasa itu tetap, seringkali menguap begitu saja dan kembali ke hal normal, kemudian parahnya akan membuka market place dan mencari barang-barang lain yang belum dimiliki.

#19 2023

June 18, 2023

Detoks Media Sosial (18)

Hari ini tepat pada hari minggu (18/6/23), saya memutuskan untuk menghapus aplikasi instagram dari hp saya dan menguninstall aplikasi youtube. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan saya pada hp yang selalu menghabiskan sebagian waktu saya setiap hari. Media sosial menjadi distraksi paling masif dalam beberapa target dan pekerjaan yang akhir-akhir ini harus saya selesaikan. Selalu ada pemakluman ketika akan membuka media sosial atau menonton youtube. 

Saya tidak tahu apakah saya benar-benar bisa bertahan lama untuk tidak lagi membuka kembali media sosial namun setidaknya saya menjalankan usaha untuk mengurangi kebiasaan dan kecanduan gadget. Youtube sendiri sudah tidak aktif di hp saya dan mungkin saya masih akan menonton youtube namun melalui laptop dan saya akan memilih video yang mendukung perkembangan diri saya.

Saya sadar bahwa seminggu ini akan menjadi pertarungan paling berat dalam mengurangi ketergantungan terhadap gadget, jika saya kalah di minggu ini maka usaha saya akan sia-sia namun jika bisa menahan diri dan mengalahkan nafsu membuka akun media sosial, mungkin saya akan berhasil ke depan. Saya akan berusaha mengganti kebiasaan memegang gadget dengan membaca dan menulis.

Saya sudah merasakan dampak negatif berkepanjangan akibat kecanduan gadget seperti tidak bisa fokus, pekerjaan tertunda, produktifitas menurun, dan berbagai target lain yang jauh dari sasaran. Saya juga seringkali merasa cemas dan ada perasaan FOMO sehingga selalu kembali ke media sosial. Selain itu, ada rasa iri terhadap apa yang ditampilkan orang lain di media sosial seperti kekayaan yang menipu. Otak seperti distimulasi sehingga ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain.

Usaha saya ini semacam detoksifikasi gadget untuk mengkonstruksi ulang kesenangan saya yang semula terhadap gadget dan akan saya usahakan mengganti dengan hal-hal yang lebih produktif seperti menulis dan membaca.

Detoks ini akan saya lakukan secara bertahap yaitu seminggu awal, saya akan bergelut dengan keinginan untuk membuka media sosial, kemudian akan saya lanjutkan tiga minggu berikutnya dan tiga bulan sampai akhirnya otak saya tidak berpikiran lagi terhadap media sosial.

Saya akan menulis kembali minggu depan atas progress saya melakukan detoks media sosial.

#18 2023

June 17, 2023

Mental Seorang Pendidik (17)

Mental merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh semua orang dalam kehidupan ini. Mental merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan batik dan watak manusia. Kondisi mental yang baik ketika seseorang mampu menguasai diri dan menjaga batin tetap tenang, normal, dan tenteram. Kondisi seperti ini yang akan menjadi pendukung bagi seseorang dalam menjalani profesinya dengan baik. Kondisi mental yang baik khususnya sangat dibutuhkan pada profesi yang berhubungan dengan orang lain karena feedback yang diterima secara langsung.

Pengajar sebagai salah satu profesi yang menuntut untuk berinteraksi dengan baik sehingga membutuhkan mental yang baik. Jika seseorang pengajar tidak memiliki mental yang baik maka ketika akan masuk ruangan dan berdiri di depan forum, maka mereka tidak bisa menyampaikan materi pelajaran. Tentu berdiri di depan forum dan menyampaikan materi membutuhkan mental yang kuat dan kondisi batin yang tenang dan normal sehingga apa yang sudah dipersiapkan bisa tersampaikan dengan baik.

Jika seorang pendidik baru melangkah masuk ruangan dan sudah menunduk dengan rasa tidak percaya diri, maka yakinlah bahwa kelas tidak akan berlangsung dengan baik. Selain itu, ketika dalam proses belajar dan tidak mampu menguasai kelas dengan baik maka kelas akan berakhir dengan gagal. Dalam proses pengajaran, seringkali terjadi dinamika kelas yang tidak diperhitungkan sebelumnya sehingga pengajar yang memiliki mental yang kuat selalu punya trik untuk mengendalikan kelas.

Adanya banyak sekali faktor yang menentukan mental yang kuat bagi seorang pengajar. Faktor pertama tentu saja persoalan waktu. Pengajar pemula dan yang sudah berpengalaman pasti memiliki mental yang berbeda karena pengajar pemula belum mempunyai gambaran kelas yang harus dihadapi dan belum memiliki pengalaman yang akan diterapkan sementara pengajar yang berpengalaman sudah memiliki berbagai tips untuk mengatasi kelas. 

Selain waktu, persiapan yang matang juga menjadi faktor penentu seorang pengajar untuk memiliki mental dalam mengajar. Jika tidak mempersiapkan materi dengan baik maka pengajar tidak akan mampu mengatasi kelas dengan baik.

Saya sebagai pengajar pemula sudah merasakan berbagai hal mengenai kondisi yang saya sebutkan di atas. Suatu waktu saya menyiapkan dengan baik kelas maka mental saya akan kuat untuk menghandle kelas namun ketika saya menyadari bahwa persiapan saya minim dan tidak yakin atas materi yang akan saya sampaikan maka biasanya kelas tidak berjalan sebagaimana harapan saya.

#17 2023

June 16, 2023

Mengawas (16)

Seminggu ini saya full mengawas ujian akhir. Kegiatan ini tidak terlalu menguras energi namun tetap saja harus dijalani dengan baik karena merupakan bagian dari proses pekerjaan yang sedang saya jalani. Sekecil apapun bentuk proses yang menjadi bagian dari kita harus dituntaskan dengan baik agar tidak menjadi beban.

Mayoritas soal UAS menggunakan model esai sehingga para mahasiswa memiliki porsi untuk mengelaborasi lebih jauh lagi terkait jawaban mereka. Pilihan ganda memang sangat tidak ideal bagi rumpun ilmu yang memerlukan analisis lebih mendalam.

Saya beberapa kali memandang mereka yang sedang serius melihat soal ujian yang ada di depannya. Memori saya berputar ke beberapa tahun silam ketika saya berada di posisi seperti mereka. Bagaimana saya menyangka bahwa menjadi pendidik, membuat soal kemudian mengawasi adalah hal yang mudah sementara mahasiswa yang harus pusing mengerjakan soal ujian. 

Pikiran semacam itu membuat saya merasa bahwa mungkin saya yang paling tersiksa karena harus diuji dengan soal-soal yang membuat otak harus bekerja lebih ekstra lagi. Sebuah proses panjang yang menjemukan sekaligus tidak menyenangkan.

Saat ini ketika waktu berputar dan peran saya berada di posisi yang berbeda, saya berpikir kembali bahwa menjadi mahasiswa dan hanya sekadar mengerjakan soal ujian adalah perkara mudah, jika tidak lulus maka mengulang di tahun depan tanpa harus memikirkan hal lain seperti evaluasi dan segala macam pekerjaan tambahan.

Bukan persoalan mudah untuk menyusun soal karena harus disesuaikan dengan banyak hal dan tidak bisa dikreasi seenak jidat. Kemudian mengawas pun juga membutuhkan mental karena harus benar-benar mengetahui peserta ujian yang melakukan kecurangan. Step terakhir yaitu evaluasi juga membutuhkan energi yang besar, tidak hanya sekadar memeriksa dan mencocokkan dengan jawaban yang benar. Setelah itu, menilai menjadi pekerjaan yang melibatkan perasaan.

Begitulah, semua manusia dengan profesinya memiliki porsi tanggung jawab masing-masing.

#16 2023

June 15, 2023

Perang (15)

Sangat sulit untuk membayangkan dunia tanpa peperangan karena sejarah manusia adalah sejarah tentang peperangan. Sejarah tersebut memberikan kita pesan bahwa peperangan akan selalu menjadi ancaman nyata bagi eksistensi manusia. Ancaman yang sebenarnya diciptakan sendiri oleh para elit untuk melanggengkan kekuasaannya. 

Terlalu jauh menarik ke masa perang dunia, cukup pada dua tahun terakhir maka kita tidak lagi kaget mendengar bahwa peperangan masih terus berlangsung antar sesama makhluk yang bernama manusia. Mereka saling membunuh untuk menancapkan eksistensi mereka di bumi ini sementara jalan lain sangat terbuka lebar. Tetapi begitulah adanya bahwa perang memang sesuatu yang nampaknya niscaya terhadap keberadaan manusia.

Dalam diskursus ilmu hubungan internasional, dikenal dua paradigma klasik dalam menganalisis politik internasional yaitu liberalisme dan realisme. paradigma terakhir menempatkan perang sebagai hal yang lumrah dan bisa ditempuh untuk mempertahankan eksistensi negara termasuk mencapai kepentingan nasional suatu negara. Dari hal tersebut, bisa tergambar bahwa memang perang menjadi salah satu metode manusia untuk mencapai kepentingannya apapun bentuknya.

Berita tentang perang selalu saja menghiasi pemberitaan kompas tentang kondisi global. Hari ini saya membaca dua berita yang sangat erat kaitannya dengan perang. Berita pertama dari perang Ukraina-Rusia yang tak kunjung diselesaikan oleh masing-masing pihak. Di berita tersebut disebutkan bahwa duta besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, mengklaim kekuatan Rusia mulai memudar. Klaim Vasyl berangkat dari pernyataan Vladimir Putin yang mengkhawatirkan serangan balik dari Ukraina.

Apakah klaim dari Vasyl dapat divalidasi bahwa kekuatan Rusia memang sudah memudar? Tentu masih sangat prematur karena begitulah tugas dari para elit negara yang sedang berkonflik. Mereka akan melakukan serangan wacana untuk mendeligitimasi lawannya meskipun kondisi di lapangan tidak demikian adanya.

Berita kedua tentang seperempat ekspor senjata Israel mengalir ke Arab khususnya Maroko, UEA, Sudan, dan Bahrain. Saya tidak kaget ketika membaca berita ini karena sebelumnya, saya mengangkat topik ini pada penelitian tesis saya. Normalisasi Israel dengan keempat negara Arab tersebut sudah saya paparkan secara detail di tesis saya bahwa hakekatnya, implikasi dari normalisasi tersebut salah satunya terkait perjanjian dagang dan bantuan.

Peningkatan ekspor senjata Israel ke Arab dikhawatirkan akan mempengaruhi geopolitik Timur Tengah karena kawasan ini merupakan kawasan paling rawan perang. Selain itu, secara logika sederhana bahwa Israel mengekspor senjata ke negara Arab tentunya memiliki kalkulasi bidang keamanan bahwa tidak mungkin keempat negara Arab tersebut akan menyerang balik Israel dengan senjata yang dibeli dari mereka, kemungkinan besar dalam konstelasi yang melibatkan Israel, negara-negara yang menerima senjata dari Israel akan membantu Israel.

Perang yang terus berlangsung karena hasrat dari para elit politik namun mayoritas korban berasal dari masyarakat sipil.

#15 2023

June 14, 2023

Hidup Ini Seimbang (14)

Kemarin siang, saya dan dua orang rekan berdiskusi tentang hidup di ruang dosen. Kami mendiskusikan apa saja sampai pada salah seorang dari rekan saya berkomentar bahwa hidup itu tidak seperti yang dipikirkan bahwa ketika kita baik kepada seorang, maka tidak secara otomatis orang tersebut akan berbuat baik yang sama kepada kita. Dia menganalogikan ketika kita baik kepada seekor Singa, bisa saja Singa tersebut malah akan menerkam kita.

Saya mengamini pernyataannya namun kemudian saya bantah bahwa hidup ini seimbang. pernyataannya benar bahwa tidak semua kebaikan yang dilakukan kepada seseorang akan berbalik kepada kita melalui orang tersebut namun percayalah bahwa  hidup ini seimbang. Kebaikan tersebut akan berbalik kepada kota dalam bentuk yang lain atau dari orang lain.

Saya khawatir bahwa pernyataannya tersebut akan mendorong kita untuk melihat hidup positivistik padahal hidup manusia tidak seperti itu adanya. Ketika kita bertukar kebaikan dengan orang lain maka kebaikan kita tidak berkurang tidak sama sama bertambah. Beda halnya ketika kita bertukar barang makan kuantitasnya akan tentang sama.

Seringkali kita mendengar petuah tentang gaji bahwa ketika kita mendapatkan gaji yang terlalu besar dari yang seharusnya kita dapatkan, maka sebagian gaji itu akan keluar dengan berbagai cara, entah kita sakit, keluarga sakit, ada kebutuhan lain dan kondisi apapun yang kemudian menyeimbangkan apa yang sudah kita dapatkan.

Demikian halnya ketika kita memperoleh gaji yang jauh lebih sedikit daripada yang seharusnya kita dapatkan maka seringkali kita mendapatkan penyeimbang dari hal lain misalnya dimudahkan dalam berbagai urusan atau dimudahkan memperoleh pendapatan dari tempat lain.

Hidup seimbang bisa diartikan sebagai hidup yang sesuai porsinya seperti yang seharusnya kita jalani. Ketika lapar maka makanlah secukupnya, istirahat ketika capek, bertanggung jawab ketika diberi amanah dan berbagai hal lain yang harus dilakukan sebagaimana adanya.

Yusuf Qardhawi menjelaskan tentang kesimbangan yang diartikan Sebagai tawazun bahwa keseimbangan merujuk pada dua jalan atau dua arah yang saling berhadapan atau bertentangan di mana salah satu dari dua arah tadi tidak bisa berpengaruh dengan dirinya dan mengabaikan yang lain. 

Beberapa arti mengenai tawazun antara lain adil, istiqomah, kebaikan dan mencerminkan keamanan. Pada dasarnya, keseimbangan berarti menempatkan sesuatu sesuai porsinya tanpa melebihkan atau mengurangi karena ketika terjadi ketidakseimbangan, maka hidup ini akan mengalami gejolak.

Ada begitu banyak teori tentang tips agar hidup seimbang termasuk manajemen waktu yang baik dan dan menyesuaikan waktu yang sibuk dengan waktu istirahat namun dalam konteks ini, yang saya ingin katakan tentang hidup yang seimbang bukan tentang hidup yang diatur sedemikian rupa tetapi hidup seimbang yang terjadi secara alamiah. Jika ada yang hidup maka ada yang mati, jika ada yang sakit maka ada yang sembuh, jika ada kerusakan maka ada yang akan memperbaiki, dan semua keadaan yang berjalan beriringan.

Setelah memahami apa itu hidup seimbang, maka tugas kita sebagai manusia yang sadar tentu mengambil posisi pada posisi yang positif. Kita menjadi kelompok yang memperbaiki alih-alih merusak, kita menjadi pihak yang memberi dari pada terus menerus menerima dan berbagai posisi positif lainnya yang seringkali dihindari oleh orang banyak.

Apa yang kita dapatkan dari posisi yang kita ambil tentu akan menjadikan kita manusia seutuhnya yang tidak melihat hidup secara kalkulatif. Kita menyadari bahwa kehadiran kita di dunia ini bermanfaat kepada semua makhluk. Jika semua orang akan mengambil posisi positif maka hidup akan berjalan dengan baik-baik saja.

#14 2023