April 13, 2023
Ramadan (22)
April 12, 2023
Ramadan (21)
April 11, 2023
Ramadan (20)
Saya sering menyatakan bahwa manusia menjalani kesunyiannya masing-masing dan tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dijalani oleh orang lain. Semua dari kita memiliki alasan untuk memilih apa yang akan kita jalani dan alasan tersebut tidak semata dalam bentuk finansial.
Saya berkali-kali ditanya alasan sebenarnya pindah dari perusahaan sebelumnya dan memilih bidang lain dengan gaji yang lebih rendah dan jauh dari keluarga. Tentu saya memaklumi jika orang lain bertanya tentang itu karena melihat dari apa yang nampak.
Jawaban saya selalu berbeda-beda kepada siapa yang bertanya. Jawaban itu harus kontekstual bagi penanya karena saya bisa merasakan apa motif dari pertanyaannya.
Ada nilai dalam hidup yang tidak bisa dikuantifikasi karena sifatnya dirasakan oleh setiap orang. Apa yang tampak secara kasat mata seringkali mengelabui hakikat dari hal tersebut. Ada orang yang ceria namun di dalam dirinya bersemayam kesepian yang tak terhingga, sementara ada orang yang terlihat diam namun sesungguhnya dia menikmati hidupnya.
#11 2023
April 10, 2023
Ramadan (19)
Saya sudah sangat sering mendengar nasihat tentang rezeki bahwa tidak wafat seseorang sebelum dicukupkan rezekinya. Selain itu, rezeki bagi kita adalah yang kita makan sedangkan yang masih di tabungan belum tentu merupakan rezeki kita.
Beberapa kali ketika pulang ke Bandung, saya selalu membawa beberapa potong roti sebagai bekal di kos karena khawatir tidak ada makanan. Anehnya, seringkali roti tersebut tidak saya makan dalam seminggu sampai akhirnya kembali ke Jakarta. Alhasil, roti yang sebelumnya saya kira menjadi bekal saya karena kekhawatiran kekurangan makanan, akhirnya saya bawa kembali ke Jakarta.
Tidak hanya roti, namun saya juga membawa berbagai makanan yang pada akhirnya hanya menumpuk di lemari kos yang tidak habis saya makan. Tentu ini membuat saya malu betapa saya sangat picik terhadap hidup ini dalam selalu menganggap bahwa Allah itu tidak akan mencukupkan rezeki saya.
Ini yang kemudian menjadi hikmah yang begitu besar kepada saya tidak tidak khawatir kepada rezeki Allah yang maha luas apalagi selalu menggunakan kalkulasi kuantitatif dalam menghitung rezeki yang Allah siapkan.
Kerapkali ketika berusaha untuk menghemat sekuat mungkin apalagi menjurus ke arah kikir, pengeluaran saya bahkan lebih banyak dibandingkan ketika saya berusaha untuk lebih banyak bersedekah tanpa memikirkan dan menghawatirkan akan kekurangan yang belum tentu terjadi.
Rezeki memang sesuatu yang tidak bisa ditakar dengan nalar manusia yang hanya bisa menghitung yang indrawi sementara Allah SWT memberikan rezekinya dalam bentuk dan waktu yang tidak disangka-sangka oleh hambaNya.
# 10 2023
April 9, 2023
Ramadan (18)
Menata hati bukan sesuatu yang mudah. Butuh energi yang melimpah untuk tetap membuat hati berada pada kesadaran yang tinggi apalagi ketika kondisi sedang berada di bawah. Kekhawatiran dan kecemasan selalu menghantui tentang apa yang akan terjadi esok hari. Tentu karena kegagalan untuk memupuk rasa syukur dalam diri.
Saya rapuh dalam hal ini sementara saya percaya teorinya bahwa kondisi seperti ini seharusnya mampu menghidupkan hati akan keyakinan kepada Pencipta. Dia tidak akan meninggalkan makhluknya dalam kesengsaraan selama manusia terus bergerak mencari apa yang menjadi haknya.
Sejak meninggalkan pekerjaan sebelumnya yang menurut saya tidak mungkin saya jalani untuk jangka waktu ke depan, beberapa tantangan mulai menghinggapi. Saya harus istiqomah.
#9 2023
April 8, 2023
Ramadan (17)
Aku berhasrat untuk menenggelamkan diriku dalam lautan pengetahuan. Aku akan menghilangkan semua distraksi yang membuat waktuku terbuang sia-sia seperti tidur terlalu lama, bermain hp terlalu sering, bercanda terlalu kelewat batas dan hal lain yang pada akhirnya hanya membuat waktuku berlalu tanpa menghasilkan apa-apa.
Menenggelamkan diri dalam samudera ilmu pengetahuan dalam banyak hal termasuk menambah kualitas dan kuantitas membaca serta menulis, sering merefleksikan hidup dan apa saja yang sudah dilewati, belajar atas setiap pengalaman yang sudah dijalani, berinteraksi dengan manusia dengan baik dan mengambil pelajaran dari mereka, dan semua hal yang pada akhirnya menambah kualitas diri.
Aku ingin dikenal sebagai orang yang haus ilmu, kemudian mengabdikan hidup dalam ilmu pengetahuan serta memanfaatkan ilmu kepada semua makhluk. Sejatinya bahwa ilmu itu diukur dari seberapa manfaat kepada diri sendiri dan kepada makhluk.
Rasa-rasanya, dengan umur yang sudah segini tuanya, bukan halangan untuk kembali memulai semua dari awal tanpa harus inferior melihat orang yang lebih muda sudah mendapat pencapaian yang lebih tinggi. Hidup bukan tentang kompetisi, juga bukan perbandingan dengan orang lain karena masing-masing orang punya kesunyiannya sendiri dalam menjalani hidup.
Aku juga akan menutup pintu untuk omongan orang lain yang menjatuhkan. Kita bisa merasakan mana omongan orang lain yang memberikan semangat dan mana yang sekadar ingin melihat kita jatuh karena pada dasarnya, tidak semua lingkaran dalam hidup kita memberikan dukungan terhadap perjalanan hidup. Ada di antara mereka yang berusaha memblok langkah kita untuk mencapai titik tertentu.
#8 2023
April 7, 2023
Ramadan (16)
Sejak berkeluarga dan memiliki seorang putra, saya menakar kembali setiap relasi yang selama ini saya bangun dengan sesama teman. Saya meyakini satu hal bahwa dalam membangun sebuah relasi pertemanan, ada semacam kecocokan yang tidak bisa kalkulasi atau bahasa populernya sefrekuensi. Tidak harus selalu sependapat namun meskipun berbeda argumen, kita tidak menjadikannya sebagai sumber konflik.
Sementara ada teman yang meskipun kita sudah berusaha untuk membangun kedekatan tetapi nampaknya tidak ditakdirkan untuk menjadi teman dekat. Pola tersebut saya pelajari sejak kuliah sampai saat ini dan saya percaya bahwa memang ada orang yang ditakdirkan dekat dengan kita namun ada juga yang hanya sekadar kenalan.
Awalnya saya selalu merasa ingin dekat dengan semua orang yang saya kenal dengan berbagai cara. Berusaha menyenangkan mereka dan mencoba membantu sebisa yang saya dapat lakukan, namun dari berbagai pengamatan panjang, saya mulai menyadari bahwa relasi manusia tidak harus dekat dengan semuanya.
Berangkat dari pengamatan tersebut, saya kemudian tidak selalu berusaha dekat dengan semua orang yang saya kenali. Porsi saya hanya mencoba berbuat baik tanpa ingin menjadi teman dekat. Jika mereka tidak suka maka saya tidak akan mencoba menyenangkan mereka.
Prinsip saya bahwa selama bukan keluarga, maka saya tidak terlalu peduli dengan setiap omongan yang keluar dari siapapun yang saya temui entah di lingkungan kantor.
#7 2023
April 6, 2023
Ramadan (15)
Menyadari bahwa waktu terus berlalu sementara kualitas diri tidak jua meningkat merupakan sebuah kesengsaraan. Pilu dalam diam yang tak terlukis dengan semua apa yang telah terjadi. Ada rasa penyesalan yang menggumpal namun tak jua menemukan penawarnya.
Sedih namun tak tahu bagaimana menawarnya. Sepi namun tak jua menemukan kedamaian. Ada riuh yang terus saya menggelayut tanpa tahu sebab musababnya. Bisa jadi karena ambisi yang tak sejalan dengan ikhtiar.
Oh sang waktu yang fana, menggerogoti setiap langkah yang tak bernilai. Diri ini serasa berjalan di belantara kota namun sepi dalam jiwa.
Saya suka tausiah dari Buya Hamka yang menggugah dan membangunkan jiwa saya untuk tidak terus-menerus berada di dalam keadaan seperti ini.
"Salah satu pengerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas. Mendahulukan istirahat sebelum lelah. Hal yang melemahkan semangat ada dua yaitu prasangka dan hati yang busuk.
Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal karena orang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah karena dengan kesalahan yang pertama, kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua." Buya Hamka.
Masih banyak kutipan hikmah dari Buya Hamka yang relevan dengan kehidupan sekarang. Mungkin akan saya tulis potongan-potongan hikmahnya di postingan berikutnya.
#6 2023
April 5, 2023
Ramadan (14)
Mungkin ini perdebatan usang tentang apakah benar adanya persahabatan antara seorang pria dan wanita tanpa melibatkan perasaan asmara?
Salah seorang rekan saya sama sekali tidak mempercayai konsep persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Menurutnya, tidak ada yang namanya persahabatan berbeda lawan jenis karena pada titik tertentu, akan timbul rasa mengagumi yang pada akhirnya melahirkan bibit cinta.
Apakah itu benar? tentu sangat subjektif tergantung masing-masing pribadi melihat relasinya dengan lawan jenisnya. Namun memang agama memberikan batasan yang jelas antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.
Jelas bahwa mereka yang bukan muhrim tidak ada celah untuk menjadi sahabat karena kedekatan yang terlalu akrab akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
#5 2023
April 4, 2023
Ramadan (13)
Konsisten atau dalam bahasa agamanya istiqomah, bukan sesuatu yang mudah. Butuh energi yang besar untuk tetap berada di jalan yang diyakini dalam menelusuri setiap lorong gelap tanpa lari dari jalan yang sudah dijejak demi tujuan yang ditetapkan.
Distraksi paling besar biasanya handphone. Semua kalangan pasti punya persoalan yang sama bahwa terkadang handphone dengan segala fitur yang disediakan sering membuat kita lalui. Media sosial, game dan aplikasi lain yang tidak mampu dihindarkan.
Konsisten membutuhkan strategi yang matang sehingga kita tidak terlempar lagi ke dalam jurang kekalahan diri. Konsisten memang tidak menyenangkan namun akan menghasilkan kebahagiaan ketika sudah tiba pada sebuah tujuan, sementara game, nonton film, media sosial dan hal-hal menyenangkan lainnya hanya memanipulasi diri untuk tetap terjebak ke dalamnya lalu kemudia kita tidak menyadari bahwa waktu sudah berjalan begitu jauh.
Saya sedang berusaha untuk konsisten dalam menulis meskipun seringkali ide tidak muncul namun setidaknya saya tetap menulis minimal satu paragrap. Satu hal yang perlu diingat tentang konsisten bahwa ketika sudah keluar jalur maka paksakan diri untuk kembali ke jalur yang benar. Jangan terlalu sering membuat permakluman seperti "ini hanya sebentar" nonton youtube sebagai self reward" dan justifikasi lain untuk tetap bermalas-malasan.
#4 2023
April 3, 2023
Ramadan (12)
Hari yang pada di awal pekan dan menguji kesabaran di bulan ramadan. Sejak pagi, saya sudah siap untuk mengantar istri dan rencana langsung ke kantor samsat untuk gesek kendaraan karena seharusnya, motor saya sudah harus ganti plat dua bulan lalu.
Setelah mengantar istri ke kantornya, saya menuju kantor samsat di Jakarta Selatan. Jalan Gatot Subroto seperti biasanya, padat merayap bahkan motor tidak punya celah untuk melaju. Saya butuh sekitar setengah jam untuk sampai di kantor samsat yang jaraknya hanya beberapa km dari kantor istri.
Di depan samsat, saya melihat kendaraan di parkir di sepanjang trotoar dan parkiran samsat kosong. Saya baru menyadari bahwa ada acara penyambutan sehingga motor dilarang masuk. Saya harus memarkir kendaraan di belakang kemudian berjalan kaki sekitar 1 km, cukup melelahkan apalagi matahari sedang terik dan di bulan ramadan.
Setiba di loket samsat, saya menjumpai ruangan yang masih kosong karena belum jam kantor. Salah seorang petugas menyarankan untuk mencari kantor samsat terdekat karena sedang ada acara dan tentu pelayanan akan terhambat.
Saya menyetujui sarannya dan segera melaju ke samsat Jakarta Timur. Sebenarnya ada alternatif di samsat Jakarta Barat namun saya tidak tahu persis lokasinya sedangkan samsat Jakarta Timur sudah familiar bagi saya ketika dulu masih bekerja di Rawamangun.
Tidak butuh waktu lama untuk tiba di samsat Jakarta Timur namun sialnya, saat akan menyerahkan dokumen untuk dilegalisir, harus dilampirkan KTP atas nama kendaraan yang kebetulan atas nama istri saya. Meskipun saya sudah memegang surat gesek kendaraan namun belum dilegalisir.
Saya pulang ke rumah mengambil foto copy KTP istri. Jarak yang cukup jauh dari rumah ke samsat membuat badan cukup pegal, namun saya merasa nanggung kalau tidak selesai karena saya sudah harus masuk kantor esok hari.
Saya kembali ke kantor samsat dan untungnya bisa diselesaikan. Butuh waktu sekitar satu jam antri untuk kemudian selesai dilegalisir.
Semoga bisa diganti plat karena pajak sudah off tiga tahun dan ganti plat sudah lewat dua bulan.
#3 2023
April 2, 2023
Ramadan (11)
Minggu yang cerah namun berbagai deadline menghantui termasuk bahan ajar kuliah yang harus segera dibuat agar tidak gelagapan saat mengajar di kelas. Tantangan saya yang paling berat tentu adalah bagaimana memaksa diri untuk lebih giat lagi untuk meriset bahan yang harus saya sampaikan.
Selain itu, masih banyak deadline yang sudah menghantui termasuk target pribadi seperti menulis draft buku yang sudah saya rencanakan.
Tidak ada yang benar-benar selesai karena saya gagal dalam merencanakan dengan baik apa yang menjadi prioritas. Impian terlalu banyak dan mimpi terlalu tinggi sementara hal-hal receh di depan tidak mampu dikonstruksi dengan baik.
Tidak ada sesuatu yang besar tanpa menuntaskan hal-hal kecil. Mimpi yang besar seringkali terwujud dari rangkaian realisasi mimpi-mimpi kecil.
#2 2023
April 1, 2023
Ramadan (10)
Tadi siang saat pulang dari mall Penvil mengantar istri belanja, saya menemui peristiwa yang memang umum terjadi di kota ini. Kejadian yang mungkin setiap orang punya potensi untuk melakukan hal yang saya tergantung bagaimana pengendalian diri seseorang. Saya sendiri tentu punya potensi untuk melakukan hal yang sama dan seringkali meledak.
Jadi ketika tiba di lampu merah kementerian pertanian, kendaraan cukup padat seperti biasanya. Ada empat jalur yang harus antri di lampu merah. Ketika lampu lalu lintas masih merah dari arah Ragunan menuju Mampang menandakan bahwa kendaraan harus berhenti, namun ada kendaraan roda dua yang dikendarai oleh seorang bapak paruh baya tanpa menggunakan helm membonceng seorang perempuan yang mungkin seusianya.
Dia hampir menabrak motor dari arah berlawanan yang dikendarai oleh seorang gadis. Mungkin merasa terhalangi atau merasa benar, si bapak berteriak lantang sambil memaki ke arah pengendara gadis. Dia melontarkan berbagai umpatan yang mengundang perhatian pengendara lain.
Si ibu yang dibonceng memberikan kode untuk tidak mengumpat dan melanjutkan perjalanan namun tidak digubris sama sekali oleh bapak yang sudah tentu salah karena tidak menggunakan helm. Teriakannya seperti orang yang sedang meluapkan masalah yang sudah menumpuk di kepala.
Sesungguhnya peristiwa semacam itu seringkali saya temui di jalanan ibu kota. Orang-orang tidak memberikan ampun kepada orang lain dan selalu merasa benar sehingga mereka merasa sudah seharusnya diberikan jalan. Saya tentu kadang-kadang merasa emosi di jalan namun berusaha sekuat mungkin untuk tidak meluapkan amarah.
Saya pernah mendengar cerita tentang seorang bapak yang menetapkan kriteria seorang menantu bahwa jika ingin mencari menantu, uji kesabarannya dengan berkendara di jalanan ibu kota yang padat. Jika tidak emosi maka salah satu tanda dia mampu mengendalikan diri.
Hidup tentang bagaimana setiap hari memperbaiki diri.
Begitulah...
# 1 2023