Saya sudah sangat sering mendengar nasihat tentang rezeki bahwa tidak wafat seseorang sebelum dicukupkan rezekinya. Selain itu, rezeki bagi kita adalah yang kita makan sedangkan yang masih di tabungan belum tentu merupakan rezeki kita.
Beberapa kali ketika pulang ke Bandung, saya selalu membawa beberapa potong roti sebagai bekal di kos karena khawatir tidak ada makanan. Anehnya, seringkali roti tersebut tidak saya makan dalam seminggu sampai akhirnya kembali ke Jakarta. Alhasil, roti yang sebelumnya saya kira menjadi bekal saya karena kekhawatiran kekurangan makanan, akhirnya saya bawa kembali ke Jakarta.
Tidak hanya roti, namun saya juga membawa berbagai makanan yang pada akhirnya hanya menumpuk di lemari kos yang tidak habis saya makan. Tentu ini membuat saya malu betapa saya sangat picik terhadap hidup ini dalam selalu menganggap bahwa Allah itu tidak akan mencukupkan rezeki saya.
Ini yang kemudian menjadi hikmah yang begitu besar kepada saya tidak tidak khawatir kepada rezeki Allah yang maha luas apalagi selalu menggunakan kalkulasi kuantitatif dalam menghitung rezeki yang Allah siapkan.
Kerapkali ketika berusaha untuk menghemat sekuat mungkin apalagi menjurus ke arah kikir, pengeluaran saya bahkan lebih banyak dibandingkan ketika saya berusaha untuk lebih banyak bersedekah tanpa memikirkan dan menghawatirkan akan kekurangan yang belum tentu terjadi.
Rezeki memang sesuatu yang tidak bisa ditakar dengan nalar manusia yang hanya bisa menghitung yang indrawi sementara Allah SWT memberikan rezekinya dalam bentuk dan waktu yang tidak disangka-sangka oleh hambaNya.
# 10 2023
No comments:
Post a Comment