April 6, 2023

Ramadan (15)

Menyadari bahwa waktu terus berlalu sementara kualitas diri tidak jua meningkat merupakan sebuah kesengsaraan. Pilu dalam diam yang tak terlukis dengan semua apa yang telah terjadi. Ada rasa penyesalan yang menggumpal namun tak jua menemukan penawarnya.

Sedih namun tak tahu bagaimana menawarnya. Sepi namun tak jua menemukan kedamaian. Ada riuh yang terus saya menggelayut tanpa tahu sebab musababnya. Bisa jadi karena ambisi yang tak sejalan dengan ikhtiar.

Oh sang waktu yang fana, menggerogoti setiap langkah yang tak bernilai. Diri ini serasa berjalan di belantara kota namun sepi dalam jiwa.

Saya suka tausiah dari Buya Hamka yang menggugah dan membangunkan jiwa saya untuk tidak terus-menerus berada di dalam keadaan seperti ini.

"Salah satu pengerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas. Mendahulukan istirahat sebelum lelah. Hal yang melemahkan semangat ada dua yaitu prasangka dan hati yang busuk.

Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal karena orang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah karena dengan kesalahan yang pertama, kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua." Buya Hamka.

Masih banyak kutipan hikmah dari Buya Hamka yang relevan dengan kehidupan sekarang. Mungkin akan saya tulis potongan-potongan hikmahnya di postingan berikutnya.

#6 2023

No comments: