September 1, 2021

1 September

Apa yang paling mengerikan dalam perjalanan hidup?

apa yang membuat seseorang terpuruk dalam jurang yang paling dalam? kehilangan teman, kehilangan tujuan, kehilangan harapan atau kehilangan apa pun itu yang berharga dalam hidupnya.

kemudian bagaimana untuk bangkit dari keterpurukan itu? menemukan itu semua. namun bukan sesuatu yang mudah. butuh usaha dan energi yang besar untuk memulihkan semangat hidup yang sirna terbawa oleh absurditas kehidupan.

atau mungkin

benar apa yang disampaikan oleh para alim, seorang yang tidak mengenal dirinya, akan berjalan dalam kegelapan yang tidak mempunyai arah dan bahkan akan mengantarnya ke jurang kepunahan. 

lalu apa dan bagaimana menerangi hidup kita?

bukankah mengenal diri adalah sesuatu pergulatan hidup yang tak berujung, jika pengenalan terhadap diri tidak jua menemukan titik temu, siapa yang salah? toh kita sudah berniat untuk mengenal diri sendiri namun semesta tidak merestui

kata orang, membangkitkan semangat hidup adalah menemukan sesuatu yang menyenangkan hati. persoalan yang muncul kemudian, bagaimana memastikan bahwa kesenangan itu sesuatu yang muncul dari dalam diri bukan dari hawa nafsu?

Terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan yang menggelayut di kepalaku yang sudah sangat penat dengan duniawi.

aku tidak menemukan apaapa, aku tidak menjalani apaapa. semua berjalan mekanis yang sangat tidak layak dinikmati. aku terpasung dalam rutinitas yang membuatku kaku dan meleyapkan prinsip-prinsip dasar dalam hidupku. 

pernah di suatu masa. entah 10 atau berapa tahun yang lalu. saya membayangkan hidup ketika sudah menikah akan menjadi hidup yang memiliki tujuan. hidup dalam kedamaian dan ketenangan batin, kemudian semesta menggiringku kepada waktu sekarang, ketika aku sudah memiliki anak. 

lalu pertanyaannya, 

apakah aku dengan serta merta hidup dalam ketenangan batin?

apakah hidupku kemudian memiliki tujuan yang pasti?

secara jujur saya harus mengatakan "tidak"

hidupku kemudian dipenuhi dengan dinamika yang cukup melelahkan. membantingku dari satu arah ke arah lain. menggiringku dari masalah yang satu ke masalah berikutnya. sesuatu yang sama sekali berada di luar perkiraanku.

dan sekarang,

aku dalam kebingungan yang berkepanjangan.

August 11, 2021

Dosa tak Terlihat

Seminggu yang lalu, di tengah pandemi yang masih mewabah di kota ini, pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat secara luas untuk menekan angka penyebaran. namun demikian, kantor saya memberlakukan kebijakan masuk kantor secara shift-shiftan. 

Saya mendapat jadwal masuk kantor pada selasa yang lalu dan harus berangkat agak pagi karena di hari yang bersamaan, isteri saya juga masuk kantor. 

Seperti biasa, saya harus mengantar isteri saya ke kantornya yang terletak di bilangan rasuna said, melewati jalan lurus sepanjang mampang yang merupakan jalur jahanam karena kemacetan parah. namun sejak pandemi, jalan protokol ini sedikit lengang meskipun masih ada titik yang lumayan padat. 

Tiba di perempatan lampu merah tendean-mampang, saya melihat salah satu tukang ojek online yang sedang mengantar penumpang namun terlihat motornya mengeluarkan bunyi yang menandakan ada masalah pada motornya. secara spontan, dalam hati saya terbersit kalimat, "kenapa sih tukang ojek itu tidak memperbaiki motornya padahal itu digunakan untuk mencari rezeki, seharusnya dia merawat motornya dengan baik".

Saya kemudian berlalu dan melupakan motor ojek online yang mogok dan terus melaju ke arah kantor isteri. setelah menurunkan isteri tepat di depan gerbang kantornya, saya kemudian balik arah melewati lampu merah tendean karena kantor saya berada di bilang jalan wolter. 

tidak sampai 20 meter setelah belok kiri dari lampu merah tendean ke arah wolter monginsidi, saya merasa motor saya bermasalah pada ban belakang. laju motor saya seperti tersendat dan ban belakang tidak berputar secara normal. 

Saya memberhentikan motor di pinggir jalan kemudian memeriksa ban belakang, tepat dugaan saya, ban belakang bocor dan tidak mungkin dipaksakan untuk melaju sampai kantor yang masih berjarak sekitar 3-4 km. 

Sebenarnya ada tukang tambal ban tidak jauh dari tempat motor saya mogok namun sialnya, tidak ada sepersen pun uang di dompet saya sehingga harus mencari atm sebelum tambal ban, mustahil tukang tambal ban bisa dibayar via atm.

Setelah berjalan lumayan jauh, saya mengira-ngira, apa yang sebelumnya saya lakukan sehingga mendapat musibah seperti ini. tidak lama berpikir, jawabannya adalah saya membatin motor tukang ojek online yang mogok di lampu merah. oh Tuhan, maafkan.

Saya memang sering sekali mendapat pengalaman nyata seperti ini, mungkin tidak terlepas dari doa saya yang selalu kupanjatkan " Ya Tuhan, jika ada khilaf saya baik yang disengaja maupun tidak, balasnya di dunia jangan sampai menumpuk dan baru dibalas di akhirat". 

Mungkin, saya tidak bilang itu pasti, bahwa peristiwa yang sering saya alami ketika berbuat khilaf merupakan manifestasi doa saya. 

Setelah berjalan cukup jauh, saya akhirnya mengambil uang di atm yang terdapat di SPBU kemudian mencari tambal ban yang ada di sekitar pasar santa.

Cukup melelahkan namun intinya saya mendapat teguran bahwa kesalahan bukan hanya yang indrawi namun hati juga sangat sering melakukan khilaf bahkan sekedar hanya membatin orang lain.


Agustus 2021

July 26, 2021

Ibu, Rindu dan Rantau

Satu hal yang selalu saya tidak sukai di tanah rantau adalah bayangan tentang keadaan ibu. selalu ada perasaan was-was tentang bagaimana kesehatannya dan bagaimana keadaannya di kampung halaman. perasaan itu semakin mencekam ketika di malam yang menua atau di pagi buta, ada telepon dari kampung. satu hal yang pertama terbersit di kepala adalah ketakutan jika ada pesan tidak menyenangkan.

Tadi habis maghrib, kakak saya mengabari bahwa Ibu sedang sakit. badannya ngilu dan seharian tidak mau makan. 2 hari sebelumnya, saya menelepon dan beliau sudah mengatakan bahwa badannya kurang fit, kemungkinan capek setelah idul adha. kabar dari kakak saya lumayan mengganggu pikiran saya karena menurutnya, Ibu tidak nafsu makan. 

Pandemi ini juga turut memperburuk pikiran-pikiran saya. berita duka yang berseliweran menambah kecemasan dalam diri saya meskipun selalu saya kuatkan hati bahwa kecemasan itu hanya pikiran yang tidak terkontrol.

Semoga Ibu segera pulih. 
Saya merindukannya

July 23, 2021

Tugas Akhir Kuliah

Saya sedang dalam proses penyelesaian tugas akhir kampus. tugas pamungkas yang akan menentukan apakah saya bisa lulus dari kampus untuk segera melepaskan predikat sebagai Mahasiswa kemudian menjemput dunia dengan ruang yang lebih besar. tugas yang sejatinya sudah saya mulai kira-kira tiga bulan yang lalu namun progresnya sangat menyedihkan, ya saya baru menyelesaikan bab 2 bahkan masih dalam proses revisi. sebuah kenyataan yang kadang-kadang membuat saya pesimis apakah saya masih memiliki energi untuk berjuang demi gelar yang entah suatu saat akan saya abdikan untuk apa.

kekhawatiran lain adalah minat membaca saya yang berada pada titik terendah, alih-alih membaca diktat kuliah untuk materi tugas akhir, membaca buku-buku ringan pun rasanya begitu berat, padahal sejatinya saya punya banyak waktu yang saya habiskan hanya untuk hal yang sia-sia. saya pun sadar bahwa ketika kemampuan membaca saya tidak terasah dan konsumsi pengetahuan untuk menunjang tesis saya sangat kurang, maka saya sendiri ragu kapan tugas akhir saya ini bisa kelar.

Hal selanjutnya adalah kemampuan saya menulis. sebelum menulis di sini, saya niatkan untuk mencoba merangkai kata demi kata dalam kalimat yang lebih panjang untuk menguji kemampuan menulis saya dalam durasi yang lama dan kuantitas yang panjang namun nampaknya, setelah berhasil menulis tiga paragrap, saya sudah mulai kehilangan ide dan kemampuan untuk mengembangkan tulisan seakan tidak segera menghinggapi otak saya.

kembali ke tugas akhir, saya ingat pesan teman saya yang beberapa tahun lalu menyelesaikan tugas akhirnya. dia berpesan bahwa tugas akhir itu dikerjakan saja dan jangan terlalu perfeksionis karena hal tersebut yang akan menghambat penyelesaian tugasmu.  jika sebelum menulis, otak sudah mengkalkulasi hasilnya dengan sangat baik bahkan sudah membayangkan akan menerbitkan tugas akhirmu sebagai sebuah buku maka dapat dipastikan bahwa dalam proses pengerjaan tugas akhir tersebut, akan mengalami kesulitan karena kita akan meragukan kalimat demi kalimat yang ditulis dengan pertimbangan yang ideal.

Tugas akhir saya mengambil tema tentang kawasan Timur Tengah yang tentunya punya referensi yang melimpah. jika seandainya saya telat dalam menyelesaikan tugas tersebut maka persoalannya bukan pada kurangnya referensi namun persoalan bisa saja karena kemampuan saya yang memang di bawah rata-rata termasuk kemampuan membaca dan menulis.

Seringkali dalam proses membaca diktat kuliah, saya jarang sekali berhasil menyelesaikan dengan tuntas bahkan jika ada yang saya selesaikan maka terkadang saya tidak mampu menyampaikan isi diktat tersebut dengan bahasa saya sendiri artinya bahwa hasil dari saya membaca tidak tersimpan di otak.

Setiap malam sesaat sebelum membuka materi kuliah, saya selalu gagal melepaskan godaan untuk menonton film atau sekedar membaca berita yang tidak ada hubungannya dengan tugas saya. setelah itu niat saya hanya berakhir di kepala dan tidak ada satu kalimat pun yang menambah halaman pada tugas saya. ironi sekaligus menyedihkan karena saya begitu boros membuang waktu yang seharusnya bisa saya manfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Dosen pembimbing saya tidak henti-hentinya mengingatkan untuk segera menyelesaikan tugas akhir namun selalu ada alasan untuk menghindar. seringkali juga, pembenaran muncul dari dalam diriku untuk melakukan prokraktinasi, pembenaran yang sangat menyesatkan karena saya sadari bahwa selama ini, saya terlalu memanjakan diriku dengan hal yang absurd, sebuah tindakan yang selalu saya sesali namun tidak pernah mampu saya tinggalkan sampai saat ini.

Sebelum menyelesaikan tulisan ini, saya berjanji akan menyelesaikan tugas akhir saya paling lambat akhir September 2021 namun setelah selesai menulis, saya kembali mengulang hal yang sia-sia dan tidak pernah ada tambahan kata pada lembaran tugas saya.

yassalam.

salam menunda

July 18, 2021

Prokraktinasi

Setelah menunaikan kewajiban dua rakaat, seperti biasa saya duduk di sofa kemudian meraih buku agama yang sudah begitu lama saya beli namun belum saya tunaikan secara tuntas. sejurus kemudian, ada bisikan kecil dalam hati bahwa sebelum membaca, alangkah baiknya mengecek notifikasi di hp atau sekedar melihat media sosial. saya tidak mampu melawan godaan untuk kemudian meraih hp ku dan mulai menyusuri dunia maya. 

Tidak terasa, sudah hampir sejam saya memegang hp sedangkan buku yang sedari tadi saya raih, masih tergeletak di sampingku. setelah itu, energiku untuk membaca sudah terkuras habis melihat hp sehingga niat untuk membaca kembali terbengkalai dikalahkan oleh media sosial yang sebenarnya saya tidak mengerti apa manfaatnya.

Kejadian seperti itu tidak berlangsung sekali atau dua kali bahkan sudah berlangsung beberapa tahun. libido membacaku terkalahkan oleh ruang maya yang melenakan bahkan bukan hanya itu, banyak impian-impianku yang hanya berakhir pada draft yang tidak pernah terlaksana.

Kebiasaan menunda yang diakibatkan oleh godaan sosial media benar-benar sudah sangat parah dan akut dalam kebiasaanku, bahkan saya merasa bahwa sebagian otakku sudah tidak mampu lepas dari kebiasaan menunda yang menghancurkan banyak sekali impianku yang pada akhirnya mempengaruhi kapasitas diriku. 

Setelah menulis ini, saya tidak tahu apakah bisa lepas dari kebiasaan prokraktinasi karena sosial media

entahlah

18 7 2021

July 13, 2021

Mortality

Recently, dunia benar-benar berada dalam kondisi yang tidak pernah terpikirkan. tragedi hidup nyata adanya dan menghantui seluruh manusia. bagaimana tidak, kematian sebagai musuh utama kehidupan, seperti datang semakin dekat dan menjemput manusia tanpa permisi secara random, tidak mengenal sehat, tua, remaja dan kategorisasi lainnya. jika sebelumnya frase itu digunakan oleh para pendakwah saat berada di atas mimbar memberikan siraman rohani kepada jamaahnya, namun hal tersebut sudah tidak menjadi nasehat yang klise karena benar adanya. manusia menjadi semakin dekat dengan jurang kematian.

Subuh dini hari saat membuka mata dan mulai meraba HP, satu hal yang langsung terlintas di benar setiap orang adalah siapa lagi hari ini yang mengabarkan duka di WaG, atau siapa lagi kerabat yang update status tentang kepergian seseorang. di sepanjang hari, telinga kita diakrabkan dengan kumandang pengumuman di masjid tentang berita duka. jika terdengar suara speaker masjid yang dibunyikan di luar waktu azan maka kemungkinan besar pengumuman itu adalah tentang kematian.

Hidup di masa sekarang selayaknya hidup dalam sebuah jurang kematian. semua orang dihantui dengan keburukan-keburukan yang kemungkinan akan menimpanya atau hal yang paling mengerikan adalah membayangkan seseorang yang dicintai terkena virus ini dan tidak akan pernah lagi bersua. sebuah ketakutan yang nyata bagaikan binatang buas yang selalu membuntuti dan akan menerkam kapan pun jika kita lengah.

Di masa ini, sudah tidak terhitung berapa orang yang saya kenal, sudah mengucap selamat tinggal. mereka berlalu di masa saat dunia dalam kekalutan dan manusia dilanda rasa takut yang begitu dalam. kondisi yang sebenarnya menyadarkan kembali bahwa nasehat tentang setiap orang akan mati itu benar adanya. nasehat yang sudah terlalu sering dilontarkan dan dianggap tidak bermakna namun ketika ditimpakan dengan kondisi seperti ini, manusia kembali memaknai nasehat tersebut.

Kematian memang misteri dan menakutkan. banyak hal yang membuat mayoritas manusia cemas akan kematian, salah satunya adalah kegelapan akan kematian itu sendiri. ketidakpastian apa yang akan terjadi setelah kematian dan tidak ada satu manusia pun yang mengalami secara empirik kemudian membagikan pengalamannya kepada manusia lain. itulah yang membuat kematian menjadi misteri terbesar. 

Saya sendiri terkadang membayangkan, bagaimana cara saya meninggal, setelah itu, keadaan saya bagaimana dan kegelapan seperti apa yang akan saya hadapi, bahkan untuk sekedar membayangkan, sudah sangat gelap gulita. tidak ada setitik cahaya yang terlihat di kegelapan itu.

meski demikian, kematian yang misteri belum juga menyadarkan manusia banyak hal termasuk saya. banyak hal yang saya sadari harus diperbaiki namun tidak mampu saya realisasikan. selalu ada godaan dari dalam untuk menghabiskan waktu secara sia-sia, apa pun itu.

13-07-2021

July 2, 2021

Find My Self

A decade before, I started to find my self in every single things. it because of I quite believe that recognize myself is the only way to reach a pure life, like Socrates said, "An unexamined life is not worth living". that's lesson is in all religions.  that the reason mostly human living in a undirect life because they haven't already find theirselves. goods or visible things aren't the point. human has a genuine things in their bottom heart.

I always think it more and more instead of starting so that I still got it until now.

June 25, 2021

Bandara Sultan Syarif Kasim II

Pesawat yang seharusnya membawa saya kembali ke Jakarta pada pukul 16.25 wib ternyata delay dan harus berangkat sejam kemudian. Saya akhirnya sedikit lebih lama menunggu di bandara ini yang sudah pernah saya kunjungi selama tiga kali.

Saya sudah tidak terlalu asing dengan hawa bandara ini. 4 tahun lalu tepatnya awal 2017, saya pertama kali mengunjungi bandara ini kemudian dua bulan lalu, saya kembali melewati bandara ini untuk selanjutnya ke Dumai.

Kali ini saya terdampar lagi di bandara ini dengan pekerjaan yang sama dengan kunjungan saya sebelumnya. Hawa kota ini masih tetap sama, panas terik dari hawa minyak dan kebun sawit yang membentang luas. angin sangat enggan menyapa sehingga menambah hawa panas di kota ini, meskipun demikian, saya tetap menikmati kota ini sebagai kota di Sumatera yang pertama kali saya jejak.

Sebentar lagi saya akan balik ke Jakarta. Saya tidak bisa memastikan apakah suatu saat saya akan mengunjungi kota ini lagi namun setidaknya, saya cukup puas sudah pernah tiga kali ke kota ini. Kota yang terkenal dengan kebun sawit yang luas dan minyak bumi yang melimpah.

Bandara Pekanbaru, 25 6 2021, 17.03 Wib

May 24, 2021

Micro Teaching

Persiapan Micro Teaching
  1. Persiapkan materi yang benar-benar dipahami dan dikuasai
  2. persiapkan rencana bahan ajar. (RPPS)
  3. Pastikan bisa berkomunikasi dua arah, setelah menjelaskan kemudian bertanya. anggap semua orang adalah pelajar yang memiliki karakteristik
  4. Buat slide presentasi yang baik dan maksimal
  5. kuasai forum, ruangan, kelas, audiens, untuk membangkitkan kepercayaan diri
  6. Persiapan alat tambahan jika ada
  7. membaca teknik mengajar (pembukuaan, materi kita apa saja, jika ada pertanyaan silahkan diajukan, sesi diskusi dan penutup)

May 15, 2021

Idul Fitri 1442 H

Idul Fitri 1442 H sudah berlalu dua hari yang lalu. idul fitri kedua yang sedikit kehilangan sensasinya karena masih dalam masa pandemi sehingga larangan mudik masih diberlakukan. tanpa mengurangi kesakralan Idul Fitri dalam hal nilai yang terkandung di dalamnya, namun dengan kondisi seperti saat ini, ada hal yang hilang dari tradisi Idul Fitri yang seringkali menjadi bagian penting yang ditunggu oleh para perantau, ya tradisi Mudik.

Jangan sepelekan mudik hanya sebagai bagian dari uforia perantau pulang ke kampung sebagai ajang memamerkan eksistensinya di tempat rantau bahwa mereka sukses, tidak sekedar itu. core dari mudik itu adalah bagaimana melepaskan serpihan rindu yang membuncah selama setahun, rindu pada keluarga, rindu rumah, rindu semerbak tanah kampung halaman saat hujan sore hari, rindu sungai di kampung dan segala kenangan masa kecil yang menyatu dalam jiwa seorang perantau.

absennya mudik di lebaran kali ini membuat saya merenung, apa yang harus saya perbaiki dalam momentum Idul Fitri kali ini?

jangan sampai momentun Idul Fitri 1442 H berlalu begitu saja tanpa ada perbaikan dari diri saya, minimal ada satu atau dua hal yang bisa saya ubah dari karakter saya selama ini.

setelah sekian lama merenungi diri ini, saya berada pada kesimpulan bahwa sebagian waktu saya habis di rumah dan kantor sehingga di kedua tempat itulah, harus diratapi kebiasaan buruk yang harus diperbaiki.

pertama mungkin kehidupan di kantor. ada dua hal yang akan saya ubah yaitu kebiasaan gibah yang membuat saya tidak nyaman dan terlalu over dalam bercanda. saya akan senantiasa mengingat ikrar saya ini di kantor jika keinginan bergibah menghampiri saya dan jika bercanda saya sudah melewati batas yang saya tolerir.

kedua di rumah. saya akan lebih hangat kepada keluarga saya di rumah, sedikit lebih sabar dan tidak menampakkan muka masam meskipun saya sedang ada masalah.

semoga ikrar saya di atas bisa saya jalankan minimal hari demi hari.

2 Syawal 1442 H

May 8, 2021

Prokraktinasi

After buying laptop, no more excuse to finish my thesis. almost a month since my lecturer revised my paper but still nothing progress. the main factor is procractination an distraction by unuseful thing. I have to throw away every these things. I bought four books last month but I haven't yet accomplished for reading all, whereas all these are related with my subject, thats  why I should be.

Times flies and I try to finish my paper in two month.

April 15, 2021

Perbaiki Diri #3

Hari ketiga Ramadan bertepatan dengan hari rabu 15 April 2021, saya mencoba untuk mengukur diri saya yang dua hari sebelumnya masih terlalu banyak mengeluarkan kata yang tidak perlu. memang yang menjadi tantangan adalah interaksi di kantor seringkali membuat khilaf dan canda tawa dengan rekan kadang tak terbatasi sehingga hal tersebut yang menjadi tantangan hari demi hari dalam melewati perjalanan sebulan Ramadan kali ini.

Saya tiba di kantor agak telat dari biasanya karena berangkat agak siang. meskipun tidak telat namun ruangan sudah penuh dengan rekan kerja yang sudah tiba lebih awal. di saat menginjakkan kaki di ruangan, saya sudah bertekad dalam hati akan berusaha sekuat energi saya untuk mengendalikan lisan maupun tindakan. khususnya godaan untuk bergibah yang seringkali lepas kontrol.

Saya rasa sampai setengah hari, lisan saya masih terjaga namun di sore hari, ada beberapa kata yang menurut saya seharusnya tidak perlu untuk saya keluarkan. selain lisan, hati pun seharusnya lepas dari perasaan negatif terhadap siapa pun. 

Tiga hari puasa sudah berlalu. masih tersisa perjalanan sekitar 27 hari lagi untuk mengontrol diri dan lebih banyak melihat ke dalam diri sendiri tanpa harus mencampuri orang lain apatahlagi timbul perasaan negatif.

3 Ramadan 1442 H

April 11, 2021

Hotel Quest Surabaya

Sesaat setelah tiba di kantor, saya mencari info tentang hotel yang layak untuk menginap selama lima hari. orang di kantor menyarankan untuk menginap di Quest selain karena suasananya nyaman, jarak dari kantor pun hanya beberapa meter. siang setelah istirahat, saya mencoba mengecek hotel tersebut. setelah melihat kamar type deluxe, saya memutuskan untuk menginap di hotel ini karena suasananya yang nyaman dan rate untuk type deluxe termasuk sangat murah dengan kasur model twin.

Saya hanya booking dua hari dengan estimasi bahwa kerjaan saya akan selesai di hari Jum'at, jika belum kelar, saya bisa extend sampai hari senin. suasana hotel ini termasuk nyaman karena terletak tidak jauh dari jalan protokol dan akses yang mudah ditemukan.

Ada dua fasilitas yang saya gunakan, yaitu kolam renang dan gym. akhir-akhir ini jika menginap di luar kota, saya selalu memilih hotel yang mempunyai fasilitas gym, tentunya untuk mengeluarkan keringat karena saya sadar, ketika dinas di luar kota, saya tidak mampu mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh saya. ada banyak faktor ketika saya tidak bisa mengontrol makanan saya, namun dua alasan utama adalah pertama, saya selalu menyukai untuk mencicipi makanan khas sebuah daerah, kedua bahwa saya harus menghormati hidangan yang selalu disiapkan di kantor cabang.

Di hari Jum'at, ternyata pekerjaan saya belum kelar sehingga saya melakukan konfirmasi ke pihak hotel untuk extend tiga hari, ternyata semua kamar full. memang hari itu bertepatan dengan long weekend karena Jum'at adalah hari raya.

Akhirnya saya harus mencari hotel lain yang tidak terlalu jauh. akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke hotel Santika.

31/3/2021