April 6, 2019

Lalu Lintas

Cerita tentang lalu lintas di Jakarta tidak pernah habis dan selalu saja ada hal yang bisa dikisahkan dari perjalanan di setiap sudut Jakarta. fenomena yang bertebaran di setiap ruang Jakarta terlalu luas dengan berbagai kejadian yang seringkali tidak disangka bahkan terjadi pada diri kita. semua kembali pada sikap masing-masing pribadi dalam menghadapi kejadian yang seringkali tidak mengenakkan di hati.

Senin siang, saya keluar dari kampus UGM di daerah Saharjo setelah melewati ujian yang melelahkan karena minim persiapan. hati yang gundah gulana dan prasangka buruk bahwa kali ini saya tidak akan lulus lagi setelah subjek yang sama sudah saya ikuti selama dua kali dan belum berhasil lulus. bayang-bayang kegagalan tersebut terngiang-ngiang di kepalaku sehingga konsentrasi mengendarai motor sedikit terganggu.

Sesaat setelah keluar dari parkiran dan sudah berada di jalan protokol, saya tidak menyadari ada motor dari belakang yang melaju kencang dan hampir menabrak motorku dari belakang. saya yang menyadari bahwa hal tersebut karena kecerobohanku memotong jalan tanpa memperhatikan kendaraan di belakang, dengan refleks mengangkat tangan sebagai bentuk permintaan maaf. saya kemudian melaju dengan tenang karena sudah menunaikan tugasku sebagai pengendara yang ceroboh paling tidak sudah minta maaf.

Baru beberapa detik kejadian tersebut berlangsung, saya menyadari bahwa pengendara tersebut membuntutiku kemudian tepat saat berada di sampingku, dia memainkan gas motornya sebagai reaksi kekesalan atas kesalahanku sebelumnya. saya yang menyadari hal tersebut kemudian memepetnya dan mengajaknya berbicara. kepala saya yang penat membuat emosiku meluap karena merasa sudah minta maaf namun dibalas dengan tindakan yang tidak menyenangkan.

Saya mencecarnya dengan beberapa pernyataan bahwa saya sudah minta maaf, kenapa dia masih merasa tersinggung. dia membalas dengan retorika yang membuatku semakin muak 
"sebelum berkendara, seharusnya prepare dulu supaya tidak membahayakan orang lain."

Nasehatnya tersebut semakin menyulut emosiku untuk berdebat dengannya sambil tetap berkendara. saya menepuk pundaknya dan berkata bahwa dalam setiap kehidupan jalanan di Jakarta, pasti ada gesekan.
Pada akhirnya, dia mengalah dan dengan nada sedikit kesal memaksaku untuk mendahuluinya "sudah, sudaahhh, silahkan jalan." katanya sambil menutup perdebatan kami.

Meski menerima tawarannya untuk mendahuluinya namun saya tetap mengendarai motor dengan sangat pelan sambil berharap dia menyusulku. saya masih sangat penasaran dengan ekspresinya. sampai pada akhirnya, setelah beberapa jauh ternyata dia tidak jua mencoba menyalipku dan akhirnya saya pulang dengan hati yang tidak karuan.

Entah dari mana keberanian yang muncul dari dalam diriku untuk bersikap agresif di jalanan namun saya khawatir bahwa Ibu kota benar-benar telah menggiringku ke dalam kerumuman masyarakat individualis nan emosional. hal remeh temeh yang seharusnya tidak menjadi masalah besar ternyata harus diselesaikan dengan urat leher.

Ah, saya semakin menua di kota ini sedangkan jiwaku tidak ikut menjadi bijaksana. umurku bertambah dan jiwa raga semakin terbelenggu dalam kehidupan kota yang palsu. mengejar sesuatu yang fatamorgana dan meninggalkan jauh di belakang prinsip yang seharusnya tetap mengiringi langkahku.

25 April 2019

Pilihan Politik

Sebenarnya diskusi politik tidak terlalu menarik perhatian saya bahkan sikap saya selama ini lebih cenderung pada sikap tidak peduli karena sejatinya pilihan politik seharusnya menjadi pilihan masing-masing yang hanya diri sendiri yang tahu tanpa harus mendeklarasikan kepada orang lain atau ikut-ikutan menjadi juru kampanye amatiran hanya sekedar ingin dikatakan melek politik atau tidak ingin disebut kuper politik. sistem demokrasi yang dianut Indonesia mengharuskan kita memilih pemimpin yang diusung oleh partai politik. maka kesimpulan awal saya bahwa pilihan yang ada adalah hasil analisa dari segerombolan partai politik untuk kepentingan mereka tanpa benar-benar ingin bekerja demi rakyat.

Pemilihan Presiden yang sebentar lagi akan dihelat di pertengahan April menjadi fenomena tersendiri. di satu sisi sering membuat saya tersenyum melihat tingkah kedua belah pihak pendukung calon Presiden tetapi di sisi lain membuat saya sering jijik dengan cara mereka mendiskusikan pilihan yang mereka anggap paling baik. seharusnya wacana tentang Pilpres mampu menggiring masyarakat ke arah yang lebih baik dengan terbukanya informasi maupun referensi pembelajaran politik namun harapan selalu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, realitas yang terjadi di tengah masyarakat seakan mundur berpuluh-puluh tahun ke belakang. mereka berdiskusi dengan menyanjung pilihan mereka dan menjatuhkan lawan. tidak ada esensi dari diskusi yang diangkat di hampir semua forum politik baik dari forum politik tingkat atas sebagai politikus maupun kalangan masyarakat umum yang mendiskusikan politik ke setiap sudut Kota bahkan di Desa. perdebatan yang muncul hanya seputar tentang pilihan mereka yang baik dan calon yang lain tidak baik. benar-benar menjijikkan...!!!

Hal yang sama dan membuat saya seringkali muak setiap hari yang kutemui teman-teman saya yang doyan membuka forum politik tentang Pilpres namun argumen yang keluar dari mulut mereka hanya seputar pilihan mereka yang tanpa dosa dan calon yang lain bergelimang dosa. seingat saya, tidak pernah sekalipun saya serius meladeni mereka dalam berdebat meski selalu berusaha mempengaruhi dengan cara apapun hingga suatu waktu di sore hari menjelang jam kantor usai, saya yang sudah penat akhirnya mengeluarkan semua sikap politik yang saya percayai untuk Pilpres kali ini. saya mendeklarasikan bahwa saya tidak akan memilih, bukan karena terpaksa namun dari perenungan panjang tentang iklim politik di Negeri ini yang sama sekali tidak membaik. saya juga mengatakan kepada mereka bahwa biaya politik dalam proses Demokrasi Indonesia sangat besar dan hal tersebut sebagai indikasi bahwa "jarang" sekali politikus yang serius mewujudkan gombal-gombal politik mereka yang dikampanyekan menjelang pemilu.

Argumen saya tentang biaya politik bukan tanpa bukti. pengalaman yang akan saya paparkan di sini juga sebagai pengakuan dosa bahwa saya pernah mengotori proses Demokrasi yang berlangsung di Indonesia dalam skali Pilkada. 

Sebelas tahun yang lalu tepatnya di tahun 2008, Pilkada di daerah saya dilangsungkan. seingat saya adalah Pilkada pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat. calon yang maju seorang Petahana didampingi oleh salah satu mantan kepala BKD yang "kebenaran" adalah keluarga dekat saya, nenek saya dan neneknya masih saudara kandung sehingga silsilah keluarga kami adalah "sepupu dua kali"

Saya tidak ingat persis bagaimana awalnya saya masuk dalam lingkaran tim sukses namun yang masih segar di pikiran saya tentang proses menjelang pemilu. saya yang berada di Ibu Kota Provinsi sering berkoordinasi dengan salah seorang Dosen saya yang juga tergabung dalam tim sukses dan berperan sebagai Koordinator. saya beberapa kali harus pergi-pulang ke kampung hanya sekedar mengurus kampanye. Suatu waktu menjelang pemilu sudah dekat. saya dan beberapa tim sukses di panggil ke rumah pemenangan di kota Kabupaten dalam rangka merapatkan konsolidasi. 

Saya menyesal saat menyadari bahwa saya pernah menjadi bagian dari proses Demokrasi yang tidak ideal menurut saya namun setidaknya pengalaman tersebut juga mengajarkan saya di setiap Pemilu bahwa apa yang ada di depanmu, apa yang ditulis oleh para calon di setiap spanduk yang dipasang di pinggir jalan, bukan realitas. jargon tersebut hanya sebagai pemanis yang nantinya akan dicampakkan di comberan setelah mereka terpilih atau jika sial dan gagal, spanduk mereka akan menjadi selimut di rumah sakit jiwa.

Kembali ke wacana Pilpres kali ini bahwa belum tidak ada bedanya dengan perhelatan dari Pemilu sebelumnya yang hanya menjadi rutinitas 5 tahunan dan mengeksploitasi hak suara rakyat kemudian akan diabaikan sesaat setelah pemilihan namun yang membuat saya ikut kasihan karena adanya potensi perpecahan sesama masyarakat. mereka yang sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, telah termakan propoganda politikus sehingga mereka dengan segala energi menjunjung tinggi pilihan mereka bahkan sampai mengorbankan banyak hal termasuk persaudaraan yang seharusnya menjadi prioritas utama.

Sekali lagi pada Pilpres kali ini, saya tidak akan memilih siapa-siapa. saya akan berdiam diri di rumah sambil menikmati kopi tanpa terpengaruh siapa yang akan terpilih namun dengan sebaris doa yang akan saya ucapkan bahwa semoga hasil dari Pilpres tidak membuat masyarakat Indonesia tercerai-berai. semoga mereka kembali bersenda gurau dan menyambung silaturrahim diantara mereka yang berbeda pilihan.

April 2019, dua minggu menjelang tanggal 18 April 2019.

March 19, 2019

Tilang

Sabtu kemarin, saya mengajak anak isteri mengitari kawasan Pasar Minggu. rutinitas sabtu minggu yang wajib dilakukan untuk menyenangkan Damar yang sedang menikmati jika diajak naik motor. saya biasanya tidak membawa dompet setiap kali naik motor di pagi hari, alasannya karena repot. toh jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.

Perjalanan kemarin benar-benar membuatku sial. saat berangkat masih lancar tanpa halangan namun petaka datang pada saat mau pulang ke rumah. saya melewati rute yang jarang sekali saya lalui. jalan Simatupang menuju Pasar minggu 

sebelum tiba di bawah kolong fly over untuk berbalik arah ke Kebagusan, segerombolan lelaki bertubuh kekar berpakaian cokelat sedang berkumpul di pinggir jalan menyetop kendaraan secara random. saya yang baru menyadari keberadaan mereka langsung menyadari bahwa saya tidak membawa dompet yang berisi sim dan stnk. saya berniat belok ke kiri di pertigaan namun ternyata mereka tidak dungu, sebagian dari mereka sudah menunggu di titik pertigaan tersebut yang artinya saya sudah terjebak.

menyadari tidak ada lagi jalan keluar, saya melaju dengan muka yang pura-pura tidak bersalah. salah seorang dari mereka yang mungkin berumur 45an tahun menyetop saya. 

"maaf pagi, boleh liat surat-suratnya?" pertanyaan mereka yang khas membuatku tidak berkutik.

"saya tidak membawa dompet pak yang berisi surat-surat." saya jujur mengatakan apa adanya karena sudah tidak ada alasan yang pas.

percakapan berikutnya sudah bisa ditebak. sambil menulis di surat tilang, dia mengatakan bahwa motor saya harus disita karena sama sekali tidak membawa surat-surat kelengkapan.

Saya menawarkan untuk mengambil sejenak dompet saya di rumah karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan harapan bahwa motor tidak disita, pikirku sim yang dijadikan jaminan sebelum saya menebus kesalahan di pengadilan, toh saya dulu sudah pernah mengurus tilang di pengadilan.

jawaban dari bapak mengejutkanku, "atau mau dibantu di sini saja?"

saya sudah mengetahui arah pembicaraannya bahwa dia meminta uang tebusan supaya tidak harus ke pengadilan. saya tanpa pertimbangan apa-apa mengiyakan dan menyodorkan selembar uang kemudian saya melanjutkan perjalanan pulang.

meski urusannya selesai namun saya merasa kalah. teoriku luntur karena tidak mau repot sehingga saya yang seharusnya menjalani prosedur semestinya dikalahkan oleh tindakan konyol.

saya kalah meski urusan dengan polisi selesai.

16 3 19

March 18, 2019

Pelem

Heist
Luke Vaughn, seorang mantan tentara yang harus bekerja di Kasino untuk bertahan hidup dengan seorang putri. masalah besar muncul ketika sang putri sakit parah dan harus dioperasi sedangkan dia tidak cukup uang untuk membiayai operasinya bahkan asuransi tidak mampu menutupi karena biaya operasi yang mahal. Vaughn mengutarakan niat meminjam unag dalam jumlah besar kepada Pope, bosnya di kasino namun ditolak. 

dalam kekalutan pikiran yang tak terpecahkan, Vaughn mendapat tawaran dari Cox, satpam di kasino untuk merampok uang di kasino tersebut. Vaughn yang sangat mencintai putrinya kemudian menerima tawaran tersebut. Cox membawa dua temannya untuk melancarkan aksi mereka. 

Aksi yang sudah tersusun rapi dijalankan pada suatu malam. seorang teman Cox disuruh menunggu di luar dengan mobil yang harus siap sedia untuk mengnagkut hasil curina mereka.

Saat aksi berjalan, teman Cox yang menunggu di mobil gugup dan akhirnya kabur. Vaughn, Cox dan seorang temannya diburu oleh pengawal Pope. mereka berlari sampai akhirnya tiba di halte busway. tanpa pikir panjang, mereka membajak busway tersebut.

Cerita film kemudian berjalan dalam bus. beberapa kali mereka dibuntuti oleh polisi namun Vaughn yang memang pensiunan tentara sangat cerdas dalam melakukan negosiasi dengan polisi.

Sampai akhirnya bus dikejar oleh anggota Pope namun unag hasil curian sudah tidak ada di bus karena dibawa kabur oleh wanita suruhan Vaughn yang menyamar menjadi wanita hamil.

pada akhir cerita, puteri Vaughn mendapatkan biaya operasi dan Pope memaafkan tindakan Vaughn.

March 5, 2019

Cinta Penuh Air Mata

by: Andrei Akasana

Buku yang sebenarnya sudah lama sekali saya beli, mungkin sekitar tiga atau empat tahun yang lalu namun belum sempat kubaca karena kemalasan yang akut dan dikalahkan oleh godaan handphone. buku yang akhirnya kuselesaikan karena lebih pada rasa kasihan melihat bertumpuk-tumpuk buku di ruang depan yang tidak pernah disentuh. 

Cerita kehidupan yang mungkin sangat mainstream ditemukan di banyak novel asmara yang tersebar di toko buku. alur cerita tentang percintaan, perselingkuhan, perceraian, tawa dan air mata. sejatinya tidak ada yang terlalu mengesankan di novel ini jika seandainya saya membacanya beberapa tahun silam ketika masih di kampung karena sepengetahuanku, tidak ada dinamika kehidupan yang seironi ini namun sejak bermukim di ibu kota, cerita seperti itu benar adanya. saya membayangkan bahwa sesuatu yang mustahil ternyata terjadi. 

Adalah Rana, seorang gadis 20an yang mendekati angka 30. gadis yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah yang pergi bersama wanita lain sejak Rana bahkan belum genap 10 tahun. alhasil dia hanya bertiga bersama ibunya Laksmi dan seorang adiknya Niar. 

Untungnya, Rana dan Niar sangat menyayangi ibunya yang harus banting tulang menafkahi mereka. Rana bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan garmen dan dipercaya penuh oleh bosnya sedangkan Niar masih duduk di bangku sma.

Masalah mulai muncul ketika Rana bertemu dengan Jordy, pemuda yang bekerja sebagai calo tiket di Bandara. perawakan Jordy yang keren membuat Rana jatuh hati. singkat cerita mereka akhirnya menikah meskipun melalui drama yang menyedihkan. uang tabungan Rana yang disiapkan untuk acara pernikahan habis di meja judi oleh Jordy bahkan saat resepsi pernikahan, Jordy sama sekali tidak mengundang keluarganya satu pun. meski pada akhirnya diketahui bahwa Jordy berasal dari keluarga yang berada namun berantakan karena perceraian.

Perjalanan rumah tangga Jordy dan Rana benar-benar memilukan. Jordy semakin ketagihan berjudi sedangkan Rana banting tulang bekerja, bahkan bukan hanya itu saja, Jordy juga sangat ringan tangan terhadap Rana meski demikian, Rana selalu mampu memaafkan Jordy. hingga pada titik klimaks, Rana sudah tidak tahan ketika mengetahui bahwa Jordy menghamili rekan kerjanya. akhirnya mereka berpisah.

Di saat yang lain, Niar akhirnya memutuskan berhenti sekolah dan memilih bekerja sebagai pelayan di sebuah Bar. pilihan pekerjaannya itu pula yang mengantarkannya bertemu dengan seorang pria paruh baya yang bahkan seumuran dengan ibunya.  pria kaya raya yang mempunyai banyak Perusahaan. mereka jatuh cinta dan akhirnya menikah meskipun anak tiri Niar seumuran dengannya. mereka hidup bahagia bahkan ibunya diajak serta tinggal bersamanya.

Sementara itu, kisah asmara Rana semakin menyedihkan. setelah lepas dari Jordy, Rana sering menghabiskan waktu luangnya dan berkenalan dengan Hastar, penyanyi kafe yang kembali membuat hati Rana bergetar. intensitas pertemuan mereka menumbuhkan benih cinta yang kuat, hingga pad akhirnya, Hastar berniat menikahi Rana.

Seakan ditakdirkan menjadi pesakitan dalam urusan asmara, hubungan Rana dan Hastar kembali terbentur pada masalah pelik. Hastar yang ternyata seorang duda dengan satu putra harus mengalahkan cintanya kepada Rana. mantan isteri Hastar memohon rujuk dengan alasan demi kebaikan anak mereka.

Hastar bimbang, cintanya terhadap Rana tak bisa dibendung lagi namun kasih sayangnya kepada anaknya begitu pun adanya. hingga akhirnya Hastar menjemput maut karena sakit dan impian menikahi Rana tidak pernah terwujud.

Di saat rapuh seperti ini, Jordy datang kembali kepada Rana menawarkan cinta masa lalu dengan iming-iming akan memperbaiki perangainya, namun Rana sudah terlanjut menambatkan hatinya kepada Hastar yang sudah dibawah ke alam kubur.

Rana "Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tidak takut hidup sendiri karena aku percaya cinta memberi kekuatan yang luar biasa, walaupun dipisahkan maut. seperti cinta yang telah dipersembahkan Hastar kepadaku"

February 14, 2019

#OTS 17

Perjalanan kali ini tidak terlalu menggairahkan. mungkin karena daerah yang kutuju sudah pernah kujejak dua tahun lalu dengan tujuan yang sama, tugas kantor. daerah yang notabene tidak terlalu jauh dari Jakarta dan bisa ditempuh via darat dan laut. mungkin perbedaannya hanya alat transportasi yang kugunakan. jika dua tahun lalu, saya menggunakan transportasi Damri dengan waktu tempuh yang cukup jauh nan melelahkan, kali ini saya mencoba menggunakan alat transportasi udara. hanya sekitar 45 menit di atas udara.

setengah 4 subuh dini hari, saya sudah bangun dan mempersiapkan diri untuk perjalanan ini. selepas subuh, saya memesan taxi online ke bandara. tidak butuh waktu lama untuk sampai ke Bandara karena sopir sedikit ngebut ketika kuberitahu bahwa pesawat yang akan kutumpangi berangkat jam 7 lebih 25 menit. saya tiba di bandara jam 6 kurang 10 menit. 

Saya menutuskan sarapan di resto fast food sebelum melakukan chek in. saya sedikit kecewa setelah berada di ruang tunggu dan ternyata pesawat delay sejam. lumayan lama apalagi sebelum ini, saya sudah tergesa-gesa berangkat ke Bandara karena khawatir ketinggalan pesawat.

setelah dua jam menunggu, akhirnya tiba waktu boarding. saya berangkat setengah 9 dan tiba di Tanjung Karang jam 9. pengalaman naik pesawat dengan durasi waktu yang amat sangat singkat. memang jarak dari ibu kota ke kota ini tidak terlalu jauh.

Sesampainya di Bandara, saya sedikit merasa asing di kota ini meskipun dua tahun yang lalu, saya sudah pernah menjejak kaki di kota ini namun perbedaannya karena dua tahun lalu, saya mengunjungi kota ini via darat.

Jarak dari Bandara ke pusat kota ditempuh kurang lebih sejam. kami dijemput oleh teman yang bertugas di kota ini. setelah keluar dari Bandara mengitari jalan di kota ini, saya sudah mulai akrab dengan beberapa sudut kota yang dulu pernah kulewati. satu yang membuatku salut pada kota ini adalah kebersihannya yang terjaga. saya jarang menjumpai kota yang sadar akan kebersihan di negeri ini yang sudah kukunjungi. mayoritas kota yang kusambangi menyisahkan sampai di sudut jalan atau bahkan di trotoar, namun kota ini tidak. sepanjang troatoar bebas dari sampah.

Saya memutuskan untuk kembali menginap di hotel Grand Anugerah dekat dari patung Gajah. pengalaman tahun lalu menginap di hotel ini lumayan mengesankan dengan pelayanan yang baik sehingga saya memutuskan untuk menginap di hotel ini apatahlagi hotel ini dekat dari kantor tempatku beraktivitas selama 5 hari ini kota ini.

Tidak banyak yang ingin kukunjungi di kota ini karena saya sudah pernah mendatangi beberapa sudut kota ini dua tahun lalu. saya hanya ingin menghabiskan waktu ini untuk menyelesaikan tugas dan sedikit merenung bahwa begitu cepatnya waktu berlalu, dua tahun lalu di kota ini serasa baru sebulan yang lalu. ah, waktu sering membuat saya sentimental.

5 hari di kota ini berjalan dengan sangat cepat. pekerjaan sudah harus rampung di hari jumat karena saya akan kembali ke ibukota jumat malam jam 8 menggunakan pesawat yang sama saat berangkat. pengalaman kali ini mungkin tidak terlalu menggairahkan untuk ditulis.

kalau harus ke kota ini suatu saat nanti, semoga bukan karena tugas seperti saat ini. mungkin sekedar liburan bersama keluarga atau perjalanan dinas di kantor yang lain.

14 2 19


January 16, 2019

OTS #16

Tiga jam perjalanan di atas Pesawat benar-benar meremukkan badanku apatahlagi Pesawat Batik Air yang biasanya menyediakan media tontonan namun Pesawat ini ternyata tidak memiliki fasilitas tv kecil yang dilekatkan pada kursi depan penumpang. untungnya saya sudah mendownload film yang saya simpan di HP sehingga ada hiburan membunuh waktu di Pesawat. sebenarnya saya juga membawa buku namun entah kenapa, akhir-akhir ini, saya begitu malas menyelami kata demi kata. saya sedang gandrung menonton film berjam-jam lamanya.

Sesaat sebelum mendarat di kota yang berbatasan dengan Timur Leste, saya sempat mengambil vidio dari atas dan berpikiran bahwa kota ini masih sejuk karena ditumbuhi oleh pepohonan yang rindang meski pada akhirnya saya mendapat cerita bahwa sebenarnya daerah ini kering hanya saja sekarang musim hujan sehingga sedikit hijau. wilayah ini didominasi oleh karang dan bebatuan yang keras. hasil pertanian tidak terlalu maksimal di daerah ini.

Tak terasa, saya kembali menginjakkan kaki di bagian lagi negeri ini. saya merasa bahwa hari demi hari, kaki saya sudah melangkah semakin jauh. saya tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa saya akan menjejaki banyak tempat di negeri ini namun kenyataannya, saya diberi kesempatan untuk lebih melebarkan pandangan saya. sejatinya saya harusnya mengambil langkah yang lebih berani untuk meninggalkan jejak di belahan bumi lain selain negeri ini semata-mata demi melihat bahwa luasnya hidup ini maka pandangan kita seharusnya jangan terlalu picik.

Wilayah yang kembali kujejak ini memiliki sejarah panjang sebagai salah satu wilayah di bagian timur yang sebelumnya jarang mendapatkan perhatian. entah kenapa, saya selalu merasa pulang kampung setiap kali bertandang ke wilayah yang masuk kategori bagian timur, mulai dari Papua, Sulawesi, NTT, NTB dan wilayah timur lainnya. saya merasa ada kesamaan diantara kami yang mengalami diskriminasi dan dianggap kasta kedua di negeri ini. saya suka penuturan Ari Kriting yang pernah membawakan materi stand up terkait orang timur yang selalu dianggap kurang pintar, kuat berkelahi dan masalah lainnya yang akrab dengan kelas bawah.

Daerah ini lumayan kering. tanahnya dari tekstur bebatuan yang keras meski pada salah satu penelitian yang belum saya verifikasi bahwa meskipun kontur tanah di wilayah ini batuan karang namun ada rongga di bawah yang menyebabkan wilayah ini rawan gempa.

Saya sudah empat hari di kota ini dan merasa bahwa kota ini layaknya seluas kabupaten di kota lain di Jawa. bisa ditelusuri kurang lebih sejam. hal yang paling sulit menurut saya adalah mencari warung makan. mayoritas masyarakat di daerah ini mengkonsumsi daging babi sehingga di beberapa titik jalan, berdiri warung yang menyediakan daging babi sehingga saya harus selektif untuk melihat warung yang tidak menyediakan daging yang dilarang oleh agama yang saya anut. alhasil alternatif paling aman adalah mencari resto di mall misal KFC, Solaria, CFC, Pizza Hut, D'Cost dan restoran sejenisnya yang bisa diyakini tidak menyediakan daging babi.

Spot untuk mengabadikan jejak di wilayah ini juga terbilang jarang. tidak ditemukan taman yang biasanya disediakan di tengah kota sebagai salah satu simbol khas suatu daerah bahkan daerah ini memiliki pantai namun tidak dikelola dengan baik. alhasil saya terpaksa mengabadikan jejak digital di kota ini dengan mengambil gambar berlatar kantor Gubernur yang didisain seperti alat musik Sasando.

Sebenarnya saya sangat tertarik ingin mengunjungi daerah di perbatasan dengan Timur Leste namun menurut informasi bahwa butuh waktu paling cepat 8 jam ke Atambua dengan medan jalanan yang bisa membuat kepala pusing berminggu-minggu.

Setidaknya saya sudah menghirup udara di daerah yang baru dan meminum airnya sehingga saya bisa lebih respek pada setiap perbedaan yang kutemui karena jejakku sudah jauh dan seharusnya paradigmaku terhadap perbedaan seharusnya sejauh langkahku sudah berjalan.

Hotel Sylvia Premier, 17 1 19

January 13, 2019

Ganti Rugi

beberapa hari ini, kau sudah mulai mau jika diajak shalat di masjid bahkan kau akan merajuk jika tidak diajak meskipun saya tahu bahwa hal yang kau senangi ke masjid karena bisa bermain. saya agak khawatir jika mengajakmu di masjid besar karena kau bermain di teras masjid ketika waktu shalat tiba. pernah suatu ketika saat shalat isya, saya memikirkanmu sepanjang shalatku karena pada saat shalat berlangsung, kau keluar masjid bermain sendirian. teras masjid tersebut agak sepi apatahlagi tidak jauh dari jalan raya. meski demikian, saya bahagia karena kau mau ikut ke masjid.

Hal lain yang membuatku sedikit agak was-was adalah tingkahmu yang agresif.
tanganmu sangat cekatan menyentuh atau pun mengelaborasi apapun yang baru menurutmu, alhasil tanganmu membuahkan hasil kemarin siang saat belanja di Transmart.

Seperti biasa saat weekend, kita berempat sering ke swalayan meski hanya sekedar jalan-jalan. kemarin siang giliran Transmart ITC Kuningan yang kita sambangi.  kau biasanya minta naik di trolly belanjaan. setelah beberapa saat mengitari Transmart, kita tiba di stand piring, saya yang menjagamu tidak menduga bahwa tanganmu akan menyentuh lusinan mangkok. spontan saya berusaha menahan mangkok yang jatuh karena tarikan tanganmu namun tanganku tidak mampu menjangkau.

"Praaakkkk," suara mangkok pecah berhamburan. seorang ibu yang akan melintas tampak terperangah sedangkan saya dengan woles memungut serpihan mangkok dengan dibantu Pramuniaga. saya membatin, untung hanya satu yang pecah, bagaimana jika semua tumpukan mangkok tadi ikut pecah.

Kita harus membayar mangkok yang pecah, namun its oke karena harganya tidak terlalu mahal, 37 ribu.

sesampak di Kasir saat barkode mangkok discan, tertulis harganya 399 ribu. sepersekian detik saya protes ke kasir namun sang kasir mengatakan bahwa ini memang harga lusinan dan harus dibayar semua. seketika saya keringatan meskipun dengan hawa dingin ac. saya protes bahwa itu kan hanya ganti rugi sebagai konsekuensi. untung saya salah seorang pegawai pria berinisiatif menanyakan langsung ke pic. setelah beberapa saat menunggu sambil was-was harus membayar mahal, saya menenangkan diri. tidak lama kemudian, si pria datang dan memberikan catatan bahwa harga yang akan kita bayar cuma 37 ribu. saya segera menghela nafas lega.

Nak, saya tahu bahwa kau sama sekali belum mengerti, itulah sebabnya saya sama sekali tidak marah kepadamu. lagi pula meskipun di beberapa kali kesempatan saat di rumah, saya memarahimu jika berbuat salah namun saya sebisa mungkin menghindari untuk memarahimu di depan orang lain. sebisa mungkin nak karena jika itu terjadi, terkadang seorang anak akan menjadi penakut dan mematikan karakter anak.

ya, berbuat salah lah nak selama masih bisa ditorelir dan tidak melampaui batas, pun jangan melakukan khilaf yang berulang karena sejatinya seseorang akan maju jika melakukan kesalahan namun akan mundur jika kesalahan yang diperbuat adalah kesalahan berulang karena itu artinya dia tidak belajar dari kesalahan sebelumnya.

kebagusan, 13 1 19

January 6, 2019

Film

1. Nazi Overload
meski berlatar belakang film perang dunia namun film fokusnya bukan pada perang terbuka. film ini menceritakan tentang pasukan usa yang ingin menyelamatkan seornag ilmuwan yang ditangkap oleh Nazi. pencarian mereka berakhir di sebuah kastel tempat ujicoba yang dilakukan oleh ilmuwan Eris. mereka tidak menyadari bahwa terrnyata eris sudah memilih bergabung dengan Nazi.

mereka terlambat untuk mencegah penelitian yang dikenal dengan wabah hitam. sebuah virus yang dibawah oleh Serangga dan mampu meledakkan tubuh manusia. bahkan beberapa diantara mereka dijadikan percobaan untuk menguji apakah penelitian tersebut berhasil.

Meski Kapten berhasil lolos dan pulang ke usa namun dalam tubuhnya sudah disuntikkan wabah tersebut sehingga saat menghadap presiden, ribuan seranga keluar dari tubuhnya dan meledakkan tubuh si kapten. Serangga tersebut akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

2. Operation Dunkirk.
Kembali bercerita tentang perang dunia antara Nazi melawan pasukan sekutu. titik poinnya adalah menyelamatkan seorang perempuan bernama Anqeluiqe yang mengetahui rumus algoritma. kode yang sebenarnya dirumuskan oleh ilmuwan Jerman namun tidak mau bekerja sama dengan Hitler. sebelum ditangkap, dia memberitahukan kode tersebut kepada Anqelique.

misi penyelamatan ini dipimpin oleh Letnan Calloway dari pasukan Inggris. dia mendpat perintah langsung untuk mendapatkan kode algoritma.

apesnya, tentara Nazi pun sedang mengejar perempuan tersebut untuk mendapatkan kode algoritma. sambungan radio untuk mendapatkan bantuan tidak bisa dilakukan karena radio mereka tercecer saat dikejar pasukan Nazi, hingga mereka tiba di sebuah rumah kenalan Anqelique. mereka meminjam radio untuk menyambung ke markas demi mendapatkan bantuan. setelah tersambunh, mereka diinstruksikan secara detail untuk bergerak ke arah lapangan dan akan dijemput pesawat, sialnya pasukan Nazi menyadap percakapan tersebut dan mengetahui detail rencana pelarian mereka. Pasukan Nazi dengan mudah mengejar mereka sampai di lapangan. setelah dikepung ratusan tentara Nazi di lapangan, sepersekian menit bantuan melalui udara datang dan menyelamatkan mereka.

3. Wunderland
"these Soldiers were the first and last line of defense against hitler's war machine"

Masih tentang perang dunia. entah berapa film yang diproduksi tentang betapa mengerikannya perang dunia. Film ini didedikasikan bagi 20 tentara yang dieksekusi oleh pasukan Nazi dari jarak yang sangat dekat.

musim dingin di momen natal 1944. menjelang kekalahan Nazi namun sisa pasukan mereka memberikan serangan kejutan yang tak terduga. sebuah unit kecil yang dipimpin oleh letnan Cappa harus menahan laju pasukan Nazi yang terus merangsek ke arah pertahanan usa.

sialnya, mereka tidak punya banyak amunisi dan pasukan yang cukup menghadapi pasukan Nazi dalam jumlah besar sehingga pada akhirnya, mereka ditangkap dan dieksekusi tanpa ampun.

Dalam setiap film perang, selalu ditampilkan bahwa serdadu dari pihak yang berperang mengingat keluarga mereka pada saat terancam bahkan banyak dari mereka yang sudah menulis surat sebagai antisipasi jika mereka tewas. sepertinya memang perang bukan untuk mereka namun untuk kepentingan penguasa. mereka melakoni sebagai keterpaksaan atau nasionalisme semu yang didoktrin oleh penguasa.

4. Thousand Yard Stare
lagi-lagi film perang dunia yang mengisahkan betapa mengerikannya dampak dari sebuah perang. film ini diangkat dari kisah nyata salah satu veteran perang, Roland, yang mengalami trauma berat pasca perang.

meski berlatar belakang perang namun sisi yang diangkat dari film ini adalah psikis seorang mantan tentara perang. saya tidak terlalu menikmati film ini karena alurnya yang maju mundur, sangat membosankan karena ketika sudah berada di klimaks adegan peran, alurnya kemudian maju lagi ketika Letnan Roland berada di rumahnya bergelut dengan ingatan kengerian perang.

Roland beruntung masih bisa selamat setelah serbuan tentara Nazi yang membabi buta dan menewaskan banyak sekali tentara usa. Roland selamat karena berlindung di bawah temannya yang sudah meninggal.

setelah itu, dia ditemukan oleh dua prajurit Nazi dan dijadikan tawanan. Roland kemudian di bawah ke clearing station pasukan Nazi. tiba-tiba ada serbuan dari pasukan usa ke tempat dimana Roland ditawan. akhirnya dia diselamatkan oleh pasukan usa yang berhasil menguasai titik aman pasukan Nazi.

Roland beberapa saat tidak mampu menemui keluarganya ketika sudah kemblai. dia menghabiskan banyak sekali minuman bir yang dipesan sambil terus bergelut dengan ingatannya akan perang yang menewaskan banyak sekali temannya. meski pada akhirnya, dia kembali ke rumahnya dan berkumpul dengan keluarganya.

ada adegan menarik ketika Roland hampir ditembak mati oleh salah seorang tentara Nazi namun dia diselamatkan oleh tentara Nazi lainnya. hal ini karena sebelumnya, Roland juga menyelamatkan nyawanya saat terluka oleh tembakan pasukan udara usa.

 5. 22 Chaser
film ini benar-benar memperlihatkan figur seorang bapak yang tak kenal menyerah mencari nafkah buat anak isterinya. berprofesi sebagai sopir derek, Ben harus banting tulang mencari pelanggan namun dia juga tetap menjaga sportifitas dan taat aturan sehingga tak jarang dia tidak mendapatkan customer. oleh teman-temannya, Ben dijuluki sopir pemerintah karena ketaatannya pada aturan dan tidak pernah mau melanggar.

Ben meminjam uang pada salah seorang polisi yang harus dikembalikan pada batas waktu yang sangat singkat. hal tersebut menambah beban Ben karena selain itu, dia juga sudah kadung janji pada anaknya untuk membelikannya sepeda pada hari ulang tahunnya.

Ben sudah berusaha sangat keras namun keberuntungan belum jua menghampirinya hingga pada akhirnya, semalam sebelum jatuh tempo utangnya, dia menempuh jalan yang tak biasa. dia ikut arus dalam mencari customer derek. salah satu kompetitornya yang dulu bermain curang, dirusak lampu mobil dereknya kemudian matanya disemprot oleh Ben.

Malam itu, Ben bertarung dengan salah satu teman lain untuk mendapatkan customer mobil mewah yang sedang tabrakan. mereka berdua mengadu kecepatan untuk saling mendahului di tempat kejadian. Ben sudah tidak punya pilihan selain memenangkan kesempatan terakhir ini demi membayar lunas utangnya dan melunasi janji kepada anaknya. di perempatan lampu merah, ben mampu mendahului temannya dan sialnya, temannya yang berada beberapa meter di belakangnya ditabrak taxi hingga tewas. Ben mendapatkan keberuntungannya malam itu.

pada akhirnya, Ben mampu melunasi utangnya dan membelikan sepeda kepada anaknya. Ben pun mengambil alih perusahaan mobil derek setelah membongkar perselingkuhan bosnya.

"uang ada di jalanan"

6. Den of Thieves
Pihak kepolisian usa harus memburu perampok bank yang sangat ahli. perampok dipimpin oleh Pablo ynag sangat mahir dalam menggunakan senjata sedangkan pihak kepolisian dikomandoi oleh Nick.

beberapa minggu sebelum perampokan, pihak polisi sudah mengendus modus yang dilakukan oleh para perampok bahkan pramuniaga bar yang menjadi bagian dari komplotan perampok, diciduk kemudian dipaksa untuk membongkar strategi perampokan. Donnie, sang pramuniaga yang berperan sebagai sopir perampok, memberitahu detail perampokan namun ada hal yang disembunyikan tentang rencana perampokan bank. dia kemudian dilepas dan tetap bersikap normal saat bersama para perampok supaya tidak dicurigai.

hari jumat saat perampokan berlangsung, Pablo dan komplotannya mampu mengelabui Nick dan anggotanya namun tak lama kemudian, Nick sadar akana hal tersebut kemudian dia mengubah rencana dan menemukan perampok yang sedang melarikan diri. terjadi kemacetan ketika Nick membuntuti para perampok sehingga memaksa mereka turun di jalanan yang ramai sehingga terjadi baku tembak. Nick mampu melumpuhkan Pablo dan komplotannya. salah satu adegan sentimental ketika salah seorang kawan Pablo yang terluka parah akibat tembakan, masih sempat memikirkan keluarganya apalagi dia mempunyai seorang anak gadis yang sangat dicintainya.

Donnie yang diborgol di mobil polisi saat terjadi baku tembak mampu melarikan diri dan membawa semua orang hasil rampokan. dia akhirnya pindah ke London dan memiliki bar di sana.

Januari 19

December 31, 2018

Bermimpi

saya tidak pernah merasa bosan mengulangi keinginan-keinginanku setahun ke depan di setiap akhir tahun. meski eksekusiku selalu melemah bahkan di awal tahun namun setidaknya catatan impian sebagai alarm bahwa ada target yang membuatku terus bergerak, bukan semata mengikuti arus. 

Sebenarnya setiap kali menengok ke belakang catatan akhir tahun, banyak yang terwujud melalui kuasa Tuhan, mengapa saya bilang demikian, karena proses realisasinya tampak mustahil namun toh berwujud dalam kenyataan. seperti catatan 16 yang menurutku ada beberapa yang tercapai meski di dua tahun berikutnya. 

Membeli rumah menurutku salah satu realisasi terbesar dari impianku yang kucatat di akhir tahun 2016. awalnya saya nampak pesimis namun ternyata tidak bagi Tuhan. Dia membukakan jalan dengan sangat mudah pada waktunya dan itu yang terjadi bagiku.

di tahun 2019, pastinya saya memendam mimpi yang akan kugapai, selain mewujudkan catatan akhir tahun sebelumnya yang belum terwujud saya juga punya catatan impian baru yang akan kurengkuh, toh catatan-catatan ini akan menjadi bukti bagi diriku bahwa saya serius menjalani hidup dan semoga Tuhan merestui apa yang kudambakan.

ini mungkin yang terlintas untuk kugapai tajun 2019.

firstly, saya akan serius kuliah S2 di Universitas Paramadina. saya sudah melakukan proses pendaftaran dan tinggal menunggu jadwal kuliah tahun 2019. sebenarnya bukan gengsi-gengsian sehingga saya melanjutkan pendidikan S2, alasannya lebih pada beberapa hal yaitu saya pernah berjanji kepada Ibuku bahwa saya akan melanjutkan S2 dan ini kesempatan untuk memenuhi ikrarku kepada ibuku. alasan lain karena saya ingin mengkondisikan diriku dalam iklim akademik. rutinitas kantor membuat kepalaku mandeg bahkan sepertinya diriku terlalu menjadi seorang realis bahkan permisif untuk banyak hal, lanjut kuliah mungkin kembali akan memperbaiki sel otakku yang rapuh. semoga saya bisa mengikuti perkuliahan dengan baik dan lancar.

Secondly, impianku di tahun sebelumnya adalah tidak lagi bekerja di Perusahaan sekarang yang menurutku belum membuatku settle karena masalah prinsip. saya berharap semoga tahun 2019 bisa berjodoh dengan pekerjaan yang menenangkan hatiku tanpa harus permisif pada pekerjaan karena alasan butuh, syukur-syukur kalau pekerjaan yang membuatku senang. lembaga penelitian, atau lembaga independen negara yang sesuai dengan major kuliahku. semoga, amiiin.

semoga gaji cukup untuk membayar cicilan utang dan kebutuhan sehari-hari sehingga pemasukan isteri untuk dirinya sendiri.

ketiga, saya harus lebih banyak membaca buku dan menulis. resolusi ini dari kapan tahun namun selalu pudar di pertengahan tahun padahal membaca adalah koentji. jangan pernah berhenti belajar dan jangan pernah merasa puas.

selebihnya, saya ingin sering mengunjungi orang tuaku, melihat mereka bahagia dan sehat. anak istriku dan mertua sejat selalu dan diberi kecukupan rezeki untuk mereka.

saya tidak boleh melupakan impian untuk berguna kepada orang lain. saya belum menemukan cara yang paten nmaun setidaknya jika saya tidak bisa menyenangkan orang lain, palimg tidak saya tidak melakukan sesuatu yang orang lain tidak suka.

"saya percaya semua resolusi bisa diwujudkan menjadi nyata, selama kita menjalani prosesnya yaitu menyusun resolusi, membangun visi, amenetapkan rencana kemudian mengeksekusi rencana serta mengontrol untuk memastikan hasilnya sesuai rencana. ringkasnya: resolusi, visi, rencana, aksi dan kontrol. - Kang Hasan"

impian lain yang belum terpikir akan kutambahkan dalam perjalanan waktu. semoga Semesta merestui apa yang sedang kutulis. amiiin. amiiin. amiiin 

31 Des 2018: 22.58

December 11, 2018

OTS #15

Negeri surganya bumbu dengan makanan yang terkenal dengan santan dan rempah-rempah.siapa yang tidak kenal dengan daerah ini yang sudah pernah melambungkan nama Indonesia ke penjuru dunia sebagai negara penghasil makanan terlezat nomor satu. ya benar sekali, Rendang. daerah penghasil Rendang ini sudah lama ingin kujejak dan ingin mengetahui seperti apa sebenarnya kehidupan di sana.

Akhir tahun akhirnya terwujud. di pertengahan bulan Desember, saya melakukan perjalanan kantor ke kota ini. diiringi dengan drama penerbangan yang mendebarkan ketika Batik Air akan lepas landas, hujan deras dan angin kencang mengiringi perjalanan kami. jarak panjang tidak lebih dari 1 km menurut pandangan saya. hanya kabut putih dan deru mesin Pesawat bercampur dengan teriakan hujan yang terdengar. Pesawat seperti tertimpa pasir karena gemericik air hujan yang terlalu deras. 

setelah melewati beberapa menit yang menegangkan, Pesawat akhirnya terbang di atas awas dengan cuaca yang terang. saya kemudian menikmati perjalanan udara meskipun tidak terlalu lama. perjalanan dari Jakarta ke kota Minang memang hanya ditempuh dalam durasi 1 jam 45 menit. menjelang landing, Pesawat ternyata harus memutar ke tengah laut kemudian mengambil aba-aba mendarat. saya menduga bahwa Pesawat harus menghindari angin yang terlalu kencang atau mungkin juga karena rutenya seperti itu.

Akhirnya saya menginjakkan kaki di kota ini. analisa awal saya bahwa kota ini tidak terlalu besar melihat bandaranya yang jauh lebih kecil dari bandara Hasanuddin, saya selalu membandingkan bandara Hasanuddin setiap landing di Bandara lain di Indonesia. 

Butuh waktu sekitar 45 menit dari Bandara ke pusat kota. sepanjang perjalanan, pemandangan pohon kelapa memenuhi ruang pinggir jalan. angkot berwarna orange mendominasi angkutan umum di sepanjang jalan dan kesadaran lalu lintas masyarakatnya yang tidak jauh berbeda dengan warga negera Indonesia pada umumnya. selalu merasa paling terburu-buru, melanggar lalu lintas yang akhirnya mengambil hak pengguna jalan.

Sepanjang perjalanan, Saya membayangkan bagaimana dulu kota ini melahirkan banyak cendikia, Buya Hamka misalnya. saya juga membayangkan kota ini didominasi masyarakat yang cantik dan tampan khas suku Minang, meski kemudian hari berikutnya, anggapan saya teranulir. orang Minang menurutku tidak berbeda dengan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Saya menginap di salah satu hotel yang baru berdiri, hotel Amaris. sekitar dua kilometer dari kantor tempatku beraktivitas selama seminggu di kota Minang. sebenarnya ada hotel Pangeran tepat di depan kantor namun jauh hari sebelumnya, hotel Amaris sudah dibooking temanku via aplikasi online.

Saya tidak terlalu banyak waktu mengeksplorasi kota ini karena ada masalah di kantor, namun sejauh jejak kakiku di kota ini,  saya beranggapan bahwa kota ini tidak terlalu besar, mungkin jauh lebih kecil dari kota Makassar. oh iya, keterikatan asmara kota Makassar dengan kota Minang sangat kental. wakil Presiden seorang Bugis dan isterinya dari Minang. novel Buya Hamka mengangkat cerita asmara antara tokoh utama Zainuddin yang berasal dari Makassar dengan sang pacar, Hayati yang merupakan keturunan bangsawan Minang.

Sejatinya saya ingin menyambangi tempat legendaris batu Malin Kundang yang melegenda seantero nusantara namun seperti yang saya katakan di atas bahwa masalah di kantor membuat gerak saya terbatasi dan membatalkan beberapa rencana yang sudah matang. saya hanya mengunjungi pantai dan menyusuri jalan arah ke Semen Padang, selebihnya hanyabl sudut kota yang kudatangi.

Sependek pengamatan saya selama seminggu dan analisa dari salah seorang teman yang sudah bermukin di kota ini, karakter orang Minang sangat tidak enakan. mereka lebih memilih menyimpan masalah daripada harus menyinggung perasaan orang lain. pandangan saya ini subjektif memang namun saya punya bukti setidaknya semua hasil interview yang saya lakukan. semua auditee saya memilih lebih memendam masalah dan tidak menceritakan kepada orang lain dibandingkan menjadikan masalah mereka menjadi lebih besar. kalau hal yang tidak enakan kayak begini, saya jadi ingat teman saya di Makassar yang disentil oleh salah seorang teman saya yang lain melalui artikel yang berjudul "Saying no without feeling guilty".

Minang, 12-17 12 18

November 20, 2018

#OTS 14

Akhirnya sampai juga di ujung barat Negeri ini. sebelumnya di awal tahun ini, saya sudah mendaratkan kaki saya di pulau paling timur. sensasinya bahwa negeri ini sudah kujejak dari timur ke barat. saya bisa membandingkan bahwa tidak ada perbedaan mencolok yang harus dipertentangkan di setiap daerah yang berbeda, kita satu negeri yang seharusnya menjaga persaudaraan.

tiga jam perjalanan via udara membawaku dari Cengkareng ke bandara Sultan Iskandar Muda. saya melihat bandara di kota ini jauh lebih kecil daripada bandara di kota asalku. saya menyewa taxi bandara ke hotel di pinggir kota. sekitar satu jam perjalanan menelusuri pinggir kota, pemandangan sudah terlihat lebih lengang karena malam sudah menjelang. saya lebih banyak membunuh waktu perjalanan sambil mengobrol dengan sang sopir taxi mengenai kejadian tsunami beberapa tahun lalu. dia bercerita banyak tentang tsunami yang memporakporandakan kota serambi mekah. sambil mengingat masa kelam, dia bercerita bahwa tempat tinggalnya tidak terkena dampak bencana dan pada saat tsunami, dia sedang berada di Bandara. sesekali obrolan kami kuselipkan terkait sepak terjang GAM di masa lalu.

Ada dua hal yang membuat saya sangat tertarik ketika memasuki kota ini, pertama tentunya fenomena bencana tsunami yang maha dahsyat dan menarik perhatian seluruh dunia dan yang kedua adalah perjalanan panjang konflik GAM yang ingin melepaskan diri dari NKRI.

Pertama saya akan bercerita tentang tsunami. saya menyempatkan mengunjungi beberapa spot yang memang sangat kental dengan sejarah bencana tsunami diantaranya monumen tsunami yang dibangun menyerupai kapal. memasuki monumen tersebut, kita seolah berada saat kejadian, suara air yang berdengung dengan lampu yang dimatikan dan desain tetesan air yang menambah suasana menjadi lebih menyeramkan. memasuki ruangan demi ruangan, kengerian benar-benar sangat terasa dengan begitu banyaknya nama korban yang tercatat itu pun yang bisa diindentifikasi. ada begitu banyak cerita yang bertebaran. spot selanjutnya yang saya kunjungi adalah kapal apung milik PLTD. kapal yang terdampar di tengah kota ini sudah dijadikan monumen dan pengunjung bisa memasuki ruangan kapal yang sudah didesain dengan dokumentasi pasca bencana. tidak ketinggalan juga mengunjungi masjid Baiturrahman. Masjid yang sangat fenomenal karena pada saat kejadian, masjid tersebut tidak terdampak bencana tsunami sementara di sekitarnya sudah hancur lebur.

kengerian tsunami di tahun 2004 memang tak terkira. salah seorang sopir grab yang kutumpangi bercerita bahwa anak isterinya menjadi korban. wajahnya begitu sedih mengingat kejadian tersebut. sebelum kembali ke kota, dia mengungsi selama 1 tahun.

Selain fenomena tsunami, saya juga banyak memungut cerita tentang GAM. konflik yang berkepanjangan di wilayah ini yang membuat trauma. ada yang menarik dari benang merah antara bencana tsunami dengan konfik GAM. jadi salah seorang guide yang membawa turis dari Malaysia di museum tsunami menjelaskan bahwa salah satu hikmah dari tsunami karena konflik dengan GAM berakhir. dia sempat mengisahkan bahwa ketika konflik dengan GAM, kengerian yang dimunculkan lebih parah karena seringkali setiap pagi, warga menemukan mayat yang dibunuh dan ditaruh begitu saja di depan rumah. setelah tsunami, konflik sudah aman dan wilayah ini berangsur damai meskipun beberapa kali terjadi riak kecil dari sisa para combatan GAM.

Saya sempat diajak oleh rekan kerja makan siang di perkampungan yang lumayan sudah agak jauh dari kota. menurutnya bahwa perkampungan tersebut adalah salah satu basis dari gerakan GAM. wliayahnya masih tergolong hutan dan jalananan masih dalam tahapan pengaspalan. saya berpikir bahwa pastiny beberapa tahun silam, daerah ini menjadi daerah yang menyeramkan.

Saya menyempatkan juga bertandang ke pulau ujung paling barat, titik 0. spot yang sangat ingin saya kunjungi karena merupakan tepian bagian paling barat negeri ini. butuh waktu sekitar 45 menit menyeberang via kapal Feri cepat untuk menjangkau pulau ini, kemudian dari pelabuhan sekitar dua jam menuju titik 0. di Senja yang mulai menua saat itu, saya memandangi samudera yang membatasi negeri ini.

oh iya, ada fenomena menarik di kota ini. kita tidak akan menjumpai pusat belanja Mall dan Bioskop, sama sekali tidak ada namun jika ingin warung kopi maka kota ini adalah surganya. setiap deretan jalanan dipenuhi oleh warung kopi dan anehnya, setiap warung kopi tersebut dipenuhi oleh pengunjung, aneh kan? ya begitulah adanya.

November 18

October 11, 2018

#OTS 13

perjalanan kali ini lebih spesial. untuk pertama kalinya menapak kaki di bumi Borneo bagian barat. saya sudah lama memimpikan untuk menjajaki semua pulau besar di negeri ini, dan mission saya tercapai kali ini. 5 pulau besar yang dulu kupelajari sudah kuhirup udaranya, Borneo yag paling terakhir.

senin pagi yang cerah, saya menumpang pesawat Sriwijaya dari Cengkareng menuju Polonia. ternyata perjalanan udara dari ibukota ke kota ini hanya memakan waktu satu jam, jauh lebih cepat dibandingkan ketika saya mudik. sesampai di bandara tujuan, saya mencoba merasakan hangatnya udara di kota ini. sedikit terasa panas menurut penerawanganku. memang kota ini terkenal sebagai kota yang dilalui jalur khatulistiwa.

saya menginap di sebuah hotel baru tepat di depan sebuah Gereja, tidak terlalu jauh dari kantor yang akan kutuju. sebelumnya saya mengira bahwa bahasa di kota ini tidak terlalu berbeda dengan logat di daerahku namun ternyata dugaanku meleset jauh. dialek di kota ini mirip melayu bahkan memang banyak suku melayu di kota ini, mungkin karena dekat dengan Malaysia. perantau dari Sulawesi ternyata lebih banyak yang berdiam di bagian timur pulau ini sehingga budaya di sana hampir sama.

enam hari di kota ini membuatku bisa mengunjungi beberapa spot yang memang menjadi favoritku ketika berkunjung ke sebuah daerah baru misalnya Mesjid raya, tempat keramaian yang khas, taman kota dan spot yang khas tentang sebuah daerah. saya menyempatkan merasakan suasana wisata kapal di atas sungai Kapuas pada malam hari. menurutku tidak terlalu istimewa karena sensasinya kurang.

Untuk makanan masih standar, tidak terlalu berbeda mungkin lebih mirip makanan orang padang yang mengutamakan bumbu. tata kota tidak terlalu berbeda dengan kota lain, masih hampir sama. kesadaran berlalu lintas di kota ini agak kurang, beberapa kali kutemukan pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas seperti menerobos lampu merah sedangkan seharusnya, kota seperti ini bisa lebih patuh dibandingkan ibukota yang semrawut.

Oktober 18
#Pontianak