April 24, 2015

Mereka yang Mendamaikan

aku menelepon ibu juga kakak
aku bercerita dengan ibu juga kakak

kami bercanda tertawa sesekali serius
membagi semua kisah yang ada
kami bahagia

mereka adalah serpihan kebahagiaan yang tertinggal
aku adalah layanglayang yang terbang tanpa arah
namun percaya benangnya masih tertambat kuat di tiang rumah
ibu memegangnya dengan erat
dan kapanpun kumau
aku punya tempat melunasi rindu, perih dan apa saja yang tidak mengenakkan

Ibu dan keluarga adalah rindu yang tersisa

240415

April 22, 2015

Kumpulan Status BBM

Semesta merayakan hening, tidurlah
malam mulai menua
22.415

Merapal doadoa yang tersisa di ujung senja kemarin
semesta mengamini
230415

April 21, 2015

Hidup Adil


وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura : 30)

Banyak perdebatan yang selalu bekecamuk di ronggaku otakku ketika memikirkan peliknya hidup. terlahir dari desa kecil dan dari keluarga yang sederhana membuatku banyak berinteraksi dengan kehidupan yang serba sederhana kalau tidak dikatakan pas-pasan.begitulah persentuhanku dengan dinamika kehidupan.

Sering pula aku mengecam bahkan berkesimpulan bahwa dunia benar-benar tidak adil. tidak adil untuk setiap yang pernah kulihat.
Selalu saja ketika aku melakukan dosa, pasti akab diganjar. Terakhir yang saya rasakan ada gangguan kesehatan. Saya akui 2 tahun terakhir terjebak dalam dosa besar.



مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ

Artinya : “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An Nisaa : 79)

manusia seringkali menjustifikasi hidup ini amat tidak adil dengan berbagai alasan meski sebenarnya bahwa dalam diri manusialah terlahir ketidakadilan tersebut. semua bahkan berasal dari pikiran dan hati yang kemudian menggumpal dan dikeluarkan sebagai energi negatif untuk kemudian mengumpat semua yang ada di hadapan.

tidak pernah sekalipun berpikir bahwa disisi lain, manusia bahkan seringkali melupakan setiap jengkal kenikmatan yang diperolehnya hingga yang tersisa hanyalah kepahitan-kepahitan hidup yang bahkan tidak semengerikan dengan realitanya.

hidup itu adil
manusialah yang tidak adil
tulisan yang disempurnakan
April 2015


April 20, 2015

Mereka yang Hadir Dengan Derita

Tuhan, semua berlaku menurut hukumMu
aku yakin itu dan sudah tidak ada perdebatan di dalam hatiku tentang hal tersebut

semenjak kemarin
saat kutengok sesosok anak yang harus berjualan di sudut SPBU
kacang, kacang, kacaaang
teriakannya begitu lirih setiap kali ada pelanggan spbu yang selesai mengisi kendaraan

pagi buta dia sudah bersedekap
menunggu dagangannya yang tidak seberapa
umurnya mungkin 8 tahun
tebakanku mungkin salah
namun kenapa Tuhan

aku lirih melihatnya
kenapa mereka
hadir dengan membawa derita



April 17, 2015

Jaga Tempat Kerjamu

"Jangan memberaki piringmu namun kamu pun makan dari piring itu." kata-kata itu sebenarnya adalah plesetan dari sebuah pernyataan panjang dari kepala Cabang di kantorku. mungkin kekesalannya adalah puncak dari kegundahaan yang ditahan selama ini melihat beberapa karyawan di kantorku yang dengan begitu entengnya menjelek-jelekkan perusahaan ketika mereka diluar sedangkan mereka masih saja mengais rejeki di kantor tersebut. kemarahannya ditumpahkan saat kami bercerita di suatu Maghrib. Dia mengatakan bahwa alangkah tidak etisnya ketika seseorang mengotori piringnya namun dari piring tersebut mereka makan. secara sederhana, makna dari pernyataannya bahwa karyawan harusnya tidak menceritakan kejelekan perusahaan sedangkan mereka masih menerima keuntungan bahkan gaji dari Perusahaan tersebut.

Menurut hemat saya bahwa bukan saja ketika mereka masih berstatus sebagai pegawai di perusahaan bahkan ketika mereka sudah resign dari perusahaan maka tidak etis untuk menceritakan keburukan dari perusahaan karena setidaknya mereka sudah pernah hidup dari perusahaan tersebut.

Pada dasarnya, manusia itu suka bercerita dan lebih suka lagi ketika orang lain menyukai cerita mereka sehingga mungkin untuk sebagian orang, keasyikan bercerita menjadi sebuah hal yang akan selalu berulang sehingga terkadang apa saja akan diceritakan. hal yang salah ketika mereka menceritakan tentang kehidupan di kantor yang mungkin dianggap tidak sesuai dengan keinginannya. sebenarnya terkadang alasan seseorang menceritakan kejelekan kantornya adalah adanya kekecewaan meski terkadang mungkin pribadi merekalah yang kurang baik.

Dari beberapa tahun belakang sampai sekarang, saya masih meyakini bahwa orang yang suka menceritakan keburukan orang lain atau bahkan tempat kerjanya kurang baik dijadikan sahabat sebab sangat memungkinkan ketika kita berselisih paham dengan mereka, kejelekan kita akan diceritakan pula kepada yang lain. begitulaah satu rumus hidup yang kupegang sampai sekarang.

Sejatinya bahwa dalam hidup, tidak ada yang terlepas dari diri kita. diri adalah microcosmos sehingga jika ingin mengetahui segalanya maka kenalilah diri sendiri, tidak perlu untuk pergi sejauh mungkin mencari jati diri. semua bersemayam dalam diri kita sehingga saya percaya bahwa ketika masih saja merasa ada yang salah dengan orang maka kemungkinan diri kitalah yang ada salahnya. menjelek-jelekkan orang lain berarti kita yang memiliki banyak kekurangan.

Orang yang suka menceritakan keburukan orang lain sebenarnya dia ingin jika orang lain tersebut jatuh di mata orang karena dia sadar orang itu memiliki banyak kelebihan dibandingkan orang lain. bersihkanlah hati dan tetaplah berbuat baik dan sekali-kali tidak perlu untuk mengharapkan pengakuan dari orang lain karena yakinlah semesta yang akan mengakui kita.

"Kalau kita emas, di got sekalipun kita akan tetap menjadi emas. Jangan pernah menganggap kurang dari apa yang kita miliki," Pesan Didi Petet kepada Nirina Zubir


Rawamangun
Tulisan tertunda
Mei 2015

Ceramah Jumat #1

sejak setahun yang lalu saat masih berdomisili di surabaya, saya sering menulis setiap inti ceramah jum'at. entah kenapa hanya bertahan beberapa kali jum'at kemudian hasrat untuk hal tersebut menguap begitu saja. entah karena malas ataupun saya terkadang tidak mendengarkan ceramah bahkan tertidur. sampai saat ini pun semua berlalu tanpa ada yang tergoreskan.

Jum'at lalu sebenarnya saya sudah ingin memulai kembali menulis ceramah namun lagi-lagi alasan menunda dan malas menjadi penghalang ampuh untuk melunturkan keinginanku. barulah Jum'at ini terlaksana meski dengan niat yang ogah-ogahan karena isi ceramah Jum'at tadi yang tidak terlalu menarik buat saya.

saya sampai di Mesjid As-Sakinah saat muadzin sudah mengumandangkan adzan. sedikit telat memang karena saya tidak sempat mendengarkan pembukaan ceramah, meski begitu, saya masih bisa menyimak semua isi ceramah tadi. ceramah yang menurut saya tidak terlalu menarik bahkan untuk membahasnya pun saya tidak berhasrat karena selain itu isu lama, saya juga tidak terlalu punya pengetahuan mendalam tentang materi yang dibawakan. namun demikian, saya tetap punya sikap bahwa saya memilih untuk tidak bersepakat dengan isi ceramah tadi.

meski secara vulgar tidak mengeluarkan kata Syiah namun seyakin-yakinnya saya percaya bahwa Khatib tadi membahas masalah Syiah dan mengatakan bahwa Syiah seharusnya tidak menisbatkan diri mereka sebagai bagian dari Islam karena menurut Khatib, Syiah melaknat para sahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan.

seperti yang saya katakan tadi bahwa saya tidak berpretensi untuk membahas lebih dalam tentang paham Syiah namun sependek pengetahuan saya bahwa Syiah itu banyak faksi. tidak semua faksi dalam Syiah mengkafirkan sahabat Nabi. bahkan perbedaan Syiah-Sunni terjadi saat wafatnya Nabi dan ini semacam perpecahan politis.

banyak hal yang harus dipahami sebelum membahas masalah Syiah karena begitu kompleks dan rumitnya masalah tersebut. orang fanatik dalam kelompok Sunni akan menganggap bahwa Syiah bukanlah golongan dari Islam bahkan mereka berpendapat bahwa Syiah adalah bentukan Yahudi namun disisi lain yang sedikit agak moderat menganggap bahwa perbedaan Syiah-Sunni karena peristiwa politik saat wafatnya Rasulullah dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah Aqidah.

pendapat pribadi saya bahwa masalah Sunni Syiah tidak perlu diperdebatkan sejauh mungkin sampai harus mengancam keamanan. dalam hal ini bahwa saya pun tidak mengamini Syiah yang melaknat Sahabat Nabi namun harus diakui pula bahwa tidak semua Syiah mengkafirkan sahabat Nabi sehingga menggeneralisasi Syiah sebagai golongan sesat pun adalah hal yang sedikit keliru.

Wallahu Alam Bissawab.
Jum'at, 17 April 2015

April 16, 2015

Jakarta adalah Hidup

" Ibu kota lebih kejam dari pada Ibu tiri"

slogan tersebut sudah sejak lama didengungkan oleh orang yang merasa bahwa kehidupan di jakarta benar-benar keras. entah dari mereka yang telah merasakan atmosfer kehidupan di jakarta ataupun dari mereka yang hanya menyaksikan rutinitas masyarakat Jakarta dari layar kaca persegi kemudian mengkritik habis-habisan kehidupan di kota ini.

Saya sudah sudah tidak tega mengkritik kehidupan jakarta yang super duper sibuk. saya harus akui bahwa ketika masih di sulawesi tepatnya saat kuliah, seringkali saya berpikiran negatif tentang kehidupan masyarakat jakarta yang telah digerus oleh kenyataan hidup yang harus berkejaran dengan waktu setiap harinya untuk sampai di tempat kerja kemudian memburu senja saat pulang ke rumah. 

Kenyataan bahwa rutinitas kehidupan di kota ini memang menguras tenaga dan pikiran, namun sejak setahun terakhir saat menetap dan bekerja di kota ini, otakku  mulai melunak dan melihat sisi lain dari aktivitas masyarakat urban jakarta. terserah orang-orang menganggapku telah berubah menjadi moderat atau istilah apa yang menyindir bahwa saya sudah memaklumi keadaan seperti ini karena memang seperti itulah adanya meski saya pun sadar bahwa pemaklumanku terhadap kehidupan kota ini didasari dengan analisa yang menurutku sampai saat ini masuk akal.

saya bahkan tidak bersepakat dengan orang yang dengan sok tahu mengkritik kehidupan di kota ini namun tidak pernah merasakan atmosfer hidup dan bekerja disini. mereka hanya melakukan analisa abal-abal melalui kenyataan di media yang terkadang jauh dari apa yang sebenarnya. saya masih sedikit lebih respek terhadap orang yang mengkritik tetapi pernah merasakan kerasnya beraktivitas di kota ini namun tidak serta merta saya menyetujuinya.

saya harus akui bahwa kota ini menawarkan dinamika kehidupan yang amat kompleks. perputaran uang paling banyak disini, aktivitas politik, ekonomi berpusat disini. di kota ini pula ketimpangan sosial begitu memilukan. kejahatan dari yang berjas dan berdasi sampai kejahatan kelas teri ada disini. 

Koruptor bersarang di kota ini, germo penjual nafsu, bandit pasar, begal motor semua memiliki lahan di kota ini. memang tidak salah jika mereka yang tidak suka dengan kehidupan jakarta menghabisi kota ini dengan berbagai macam kritikan dari yang membangun sampai yang sifatnya mencaci.

di sisi lain, saya harus berdamai di kota ini ketika menyaksikan sendiri atau lebih tepatnya bergabung dengan orang di kota ini yang tergolong dalam masyarakat kelas menengah. bagaimana seorang bapak yang tinggal di daerah bogor mulai bangun sebelum subuh, bersiap ke kantor kemudian berkejaran dengan KRL pada saat matahari belum nampak di ufuk timur, berdesakan dengan ribuan pengantri di stasiun.

Sesak di kereta sudah hal  yang mengasikkan kemudian sampai di kantor dengan cucuran keringat. sore hari kemudian memburu waktu sampai di rumah dengan keadaan di kereta yang lebih mengerikan karena keringat dan bau yang mungkin sudah tidak bisa digambarkan. sampai di rumah saat malam sudah mulai menua, bertatap muka dengan anak isteri sejenak kemudian tidur dan kembali beraktivitas.

aktivitas pulang kantor di kuningan. 16.04.15
Bagaimana seorang Ibu yang tinggal di bekasi utara merangkap sebagai karyawan dan ibu rumah tangga yang rela meninggalkan semua kenyamanan di rumah untuk membantu biaya keluarga. harus bersusah payah bangun lebih awal untuk mempersiapkan sarapan untuk suami dan anak. setelah itu dia sendiri yang akan bergegas dan berkumpul dengan mereka yang berlarian ke stasiun, terminal ataupun halte busway mengejar waktu sampai di kantor. tidak ada lagi pertimbangan tentang dirinya, baginya keluarga adalah pengorbanan tanpa batas yang menghabiskan semua waktu untuk dirinya sendiri. wajah mereka letih namun tidak terucap sedikitpun ucapan untuk menghakimi hidup di kota ini. jakarta bagi mereka ada hidup dan pengabdian untuk keluarga.

Kemudian apakah kita masih punya rasa tega untuk mengkritik habis-habisan semua masyarakat urban di kota ini dengan segala pengorbanan mereka yang tak terkira untuk keluarga. bahkan apakah mereka yang hidup dengan tenang di kota lain tanpa hiruk pikuk kehidupan yang menyesakkan lebih berani untuk berkorban kepada keluarga.

Jakarta adalah tempat untuk menguji kesabaran. kota ini mengajarkan para pejuang hidup tentang makna hidup yang sebenarnya. di kota ini kita dituntut untuk sedikit dermawan di tengah kebutuhan yang semakin mencekik, bersabar di tengah kemacetan dan banjir yang tak kenal waktu datangnya, meluangkan waktu bersujud kepada Tuhan ditengah rutinitas yang padat, berusaha setia kepada istri di tengah godaan para perempuan yang menjual dirinya di setiap tikungan bahkan sedikit menahan diri dari godaan kemewahan duniawi yang kadang tak tertahankan.

Ini mungkin kesoktahuan saya bahwa orang yang bisa bersabar di tengah macet jakarta lebih tinggi tingkat kesabarannya daripada orang yang berusaha bersabar di kampung yang adem ayem. ataukah suami yang setia kepada isterinya ketika godaan wanita cantik dibandingkan dengan suami yang setia namun tidak ada godaan dari perempuan lain.

renungan untuk jakarta
mengendalikan diri di jakarta
berhenti mendongkol di kota ini
170415

Sedang tak Berhasrat

habislah katakataku
melebur dalam semua kemalasan yang ada
hening dan membeku rongga otak ku
aku kehilangan bahasa dan semua ucapan makna

kantor.160415

April 15, 2015

Di Ujung Perjumpaan yang Berakhir Kecupan

Serupa merpati yang sedang meneduh di sebuah titian sambil mendekap romansa yang bergelora
Aku menggenggam tanganmu seakan mengalirkan aliran kasih yang tak pernah padam
Wajahmu merona padam laiknya senja yang sedang malumalu menanti 
derai hujan yang tak kunjung datang.

Jika saja setiap malam adalah keheningan tanpa suara hening
Aku aku menjadi sepi itu sendiri.
leburlah semua rindu yang menyesak di sekujur tubuh. 

ada gadis berwajah manis menyimpul senyum di sudut malam yang panjang. didekatnya ada sesosok ibu tegar dengan bijak membelai dan membenarkan kerudung gadis yang kerap kali tak beraturan diterpa sepoi.

ada ibu berwajah sendu menyeduh teh hangat untuk gadisnya yang sedang penat dihantam gelombang hidup  yang kian meremukkan tulang punggung. kerapkali menyeka butirbutir air mata yang tak henti menetes dari kelopak mata yang sendu

serupa sepi yang menyayat nurani di kala malam. aku memilih diam menyulam puisiku untuk kujadikan kado di penghujung tahun saat bunyi petasan memekakkan gendang telinga.
suara itu telah berlalu.

seakan tersesat di dalam jeratan kasihmu yang tak pernah pudar. 
aku memilih bertahan
menyimpulkan semua baitbait rindu dalam hujan sore kemarin

aku memilih diam dan meramu doaku
untuk setiap senyum yang dihadirkan
aku disini untukmu sayang

150415

April 14, 2015

Sisa Percakapan Semalam

"Jika kita selalu menyalahkan situasi, keadaan dan orang lain kita sebenarnya sedang kehilangan kuasa atas diri kita sendiri." sumber

Tulisan ini adalah rangkuman tentang sisa obrolan saya, E, Ek dan Babe semalam di samping Musala kantor. sebenarnya sebuah ketidaksengajaan karena Ek yang notabene adalah staff kp secara tidak sengaja mampir di kantor karena terjebak hujan sehabis dari kantor Kelapa Gading dalam rangka audit tahunan.

sebenarnya hanya seperti obrolan santai seperti sore-sore sebelumnya. berbicara tentang apa saja dan tentang perusahaan. meski memang semalam ada yang beda karena hanya saya, E dan babe yang masih di kantor sehingga percakapan menjurus lebih serius. saya tidak bisa merinci detail setiap percakapan kami namun intinya bahwa ada batasan yang dikasi oleh babe kepada saya dan E dalam hal klaim "saya berikan kalian kebebasan yang bertanggung jawab dalam hal klaim." begitu pernyataan babe sore kemarin.

tidak lama setelah shalat maghrib, Ek tiba-tiba saja datang dan ternyata dia mampir karena hujan deras sehabis pulang dari kantor kelapa gading. percakapan semakin serius dan mengarah kepada situasi kantor, terkadang diselingi oleh canda tawa. "saya tidak akan pindah ke tempat lain." penegasan babe tersebut menunjukkan bahwa integritasnya terhadap perusahaan ini sudah tidak diragukan lagi.

Sekitar pukul 20:00, babe kemudian pulang, tinggallah saya, ek dan E masih melanjutkan percakapan. E memulai obrolan dengan beberapa saran yang disampaikan untuk perusahaan ini. pertama  bahwa dia tidak terlalu sepakat dengan keputusan manajemen dalam hal mutasi. dia menambahkan bahwa manajemen harusnya bisa menempatkan karyawan dekat dengan keluarganya karena dengan seperti itu maka si karyawan akan selalu bersemangat dalam bekerja mengingat dia dekat dengan rumah dan keluarganya. kritikan keduanya adalah dihapuskannya tunjangan penanggung jawab data dan tunjangan survey.

Ek dengan gaya yang diplomatis ataupun mungkin menempatkan dirinya sebagai staff KP menyikapi saran E. menurutnya, ada tiga hal yang terjadi ketika seorang karyawan merasa terusik haknya atau dalam artian ada hak yang tidak diterima dari perusahaan. pertama bahwa si karyawan tersebut akan memutuskan untuk resign, kedua bahwa karyawan tersebut akan tetap bertahan dengan performa seadanya dan ketiga yang paling membahayakan perusahaan adalah si karyawan akan bertahan sambil mencari cela mendapatkan keuntungan yang tidak semesti dan kemungkinan besar merugikan perusahaan.

Mungkin terlalu banyak teori yang ada di kepalanya namun dia pun kemudian menambahkan bahwa idealisme seseoang sedikit banyak pasti akan berpengaruh terhadap orang sekitarnya. kalau hal yang ini saya sepakat. bahkan mungkin semua hal yang ada pada diri kita akan berpengaruh terhadap orang yang berinteraksi terhadap kita.

ek pun menambahkan bahwa saat ini perusahaan mengalami defisit sampai pada minus 14 M. ibaratnya bahwa perusahaan sedang dalam keadaan sakit sehingga butuh minum obat. semua obat pasti tidak ada yang enak dan kerangka tubuh pun akan merasakan imbas dari hal tersebut. karyawan yang dalam hal ini pun diibaratkan sebagai bagian-bagian dari tubuh perusahaan pun harus ikut merasakan bahwa perusahaan sedang sakit.

Saya tidak terlalu banyak menimpali obrolan tersebut dan kesannya hanya mendengarkan dengan wajah yang sudah letih. hanya saja ketika ditanya pendapat mengenai tunjangan survey yang tidak keluar maka dengan sok bijak saya mengatakan bahwa sampai saat ini, saya belum merasa terusik dengan tidak adanya uang tunjangan survey tersebut karena alasan saya jelas, di kontrak kerja yang saya tandatangani, tidak ada rincian mengenai uang survey dan jika saya menuntut maka dasar saya sama sekali tidak kuat.

Hal kedua yang saya tanggapi adalah tentang karyawan yang sering jadi kutu loncat. sejatinya bahwa tidak ada yang salah dari karyawan seperti itu namun yang salah ketika dia keluar karena kecewa ataupun karena ada permintaan pribadi yang tidak dipenuhi seperti kenaikan gaji ataupun menuntut disekolahkan oleh persusahaan dan ketika itu tidak dipenuhi maka dia pun resign.

"saya sendiri dengan kesadaran penuh yang melamar dan bekerja di perusahaan tersebut bahkan berdoa setiap malam supaya lulus namun kenapa ketika sudah bekerja saya mengeluh dan kemudian mengkritik sana sini tentang perusahaan"

Pernyataan pamungkas di atas yang selalu saya camkan dalam hati ketika mulai sampai pada titik jenuh ketika bekerja dan tidak puas terhadap perusahaan. saya selalu sadar bahwa apa yang telah saya dapatkan sampai saat ini adalah pilihan sadar yang mesti harus saya pertanggungjawabkan dan salah satu bentuk pertanggungjawaban saya terhadap pilihan-pilihan saya adalah tidak mengeluh.

Mendiskusikan tentang kesadaran dan ketidakpuasan yang sifatnya terletak di dalam hati seseorang memang tidak akan ada habisnya karena tergantung pada pribadi masing-masing. semua akan kembali bagaimana cara menyikapi. sekali lagi ini tentang kesyukuran. ketika hati sudah merasa syukur maka kepuasan akan datang dengan niscaya. kesyukuran dalam hal ini bahwa tidak ada hal kita yang dikebiri.


Jangan bersedih, sebab kesedihan hanya akan membuat air yang segar
terasa pahit, dan sekuntum bunga mawar yang indah tampak seperti
sebongkok labu, taman yang rimbun tampak seperti gurun pasir yang gersang,
dan kehidupan dunia menjadi penjara yang pengap.

"Buku La Tahzan Hal 63"

Selasa, 14 4 15

Hari ini sebenarnya tidak ada yang terlalu perlu diceritakan. Semua berjalan normal seperti hari sebelumnya, lalu kemudian buat apa saya menulis kalau tidak ada yang menarik untuk ditulis.? hehe. Biarkan sajalah karena saya hanya ingin memenuhi blogku dengan kuantitas yang sebanyak-banyaknya sampai semua penuh.

Sudah dua hari ini saya jalan kaki ke kantor. mungkin bukan sebagai wujud untuk menghemat menghadapi pernikahanku namun pada dasarnya saya lebih suka menikmati berjalan kaki ke kantor sambil menghirup udara segar, jarang-jarang loh menghirup udara tanpa polusi di kota ini. Apatahlagi jarak kos ke kantor hanya 10 menit jika ditempuh dengan berjalan kaki.

Pukul 07:16 saya sudah sampai di kantor. baru ada pak mardi dan pak tamrin di kantor. Biasanya memang pagi-pagi saat saya baru tiba di kantor, pak tamrin sudah siap pulang karena memang tugas dia adalah jaga malam. saya lantas sarapan pop mie dan 4 buah gorengan.

Pekerjaan hari ini memang tidak sebanyak kemarin. meski masih ada beberapa pekerjaan yang pending namun itu lebih karena berkas yang belum lengkap ataupun dari KP belum ada konfirmasi. Saya hanya membereskan beberapa klaim kendaraan dan juga klaim kecelakaan diri yang perlu dipersiapkan. khususnya klaim kecelakaan diri, PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg adalah perusahaan dengan klaim paling banyak. kadang saya pun jengah dengan klaimnya yang selalu saja ada. yang menjadi dilema karena di sisi lain, perusahaan tersebut sangat besar preminya, hampir mencapai 100 juta.

Satu hal yang mungkin membuatku tidak respect kepada pihak Hrd Perusahaan tersebut karena mereka selalu menggunakan tameng akan memutus kerjasama jika klaimnya tidak dibayarkan secepatnya. langkah yang dilakukan adalah menghitung untung rugi. tujuan utama perusahaan adalah profit sehingga jika sudah rugi maka hal sia-sia untuk tetap bekerja sama.

Setelah di kalkulasi sedemikian detail. premi dari perusahaan tersebut masih mendatangkan keuntungan sehingga kerjasama tetap diteruskan. mungkin sudah beberapa kali seorang Hrd yang bernama ibu atina selalu saja mendesak saya untuk mempercepat pembayaran klaim namun saya pun bukan desicion maker dalam hal klaim karena klaim diatas 5 juta harus dikirim ke KP dan di pusat masih akan diproses sedemikian kemudian kecelakaan tersebut pun akan divalidasi oleh dokter konsultan yang ada di KP.

Pekerjaan lain yang kukerjakan hari ini adalah SPK dari klaim mobil dari bengkel harmonic. sebenarnya tidak ada yang terlalu sulit jika berhubungan dengan klaim mobil hanya saja bahwa sebagai staff klaim yang tugasnya semampu mungkin meminimalisir klaim haruslah menjadi perhatian. itulah mengapa beberapa klaim mobil yang mencurigakan tidak lantas saya terbitkan SPK jika belum di survey dari kantor.

Hari ini saya dan kelima temanku ditraktir makan siang di nasi goreng yang super pedas. bayangkan coba nasi goreng itu ada level-levelnya. saya memesan level 2 sedang salah seorang teman saya yang berasal dari padang memesan level 3. maksimal level di nasi goreng tersebut sampai 5. 

Saya saja yang hanya memesan level 2 sudah merasa nasi goreng tersebut hanya dicampur dengan cabe saking pedasnya namun teman saya yang berasal dari padang santai-santai saja menyantap nasi goreng level 3. setelah itu, kami memesan es durian yang super duper lezat. mungkin ini adalah es durian yang enak yang pernah saya santap.

Sesampai di kantor, saya sudah ditunggu pak tugi dan bu neli membicarakan masalah kehilangan STNK nasabah mb neli. sebenarnya saya terlalu malas membahas masalah tersebut namun berhubung karena masih dalam lingkup tanggung jawabku maka kuladeni saja pembicaraan mereka. Lagian toh masalah itu sudah selesai karena bengkel harmonic bersedia untuk menanggung semua pembayaran untuk penerbitan STNK baru.

Ada pelajaran yang saya dapat dari masalah dengan pak tugi dan mb nely bahwa semua hal harus disikapi dengan tenang. namun pelajaran yang paling berharga di permasalahan tersebut adalah terbuktinya teori yang mengatakan bahwa ketika kita mempunyai kepentingan dengan seseorang bahkan urusannya dengan perut maka sekuat hati kita akan membela tanpa mengindahkan hitam putih.

Hari ini berjalan tanpa dinamika yang terlalu berkelok. masih berjalan sesuai dengan koridor yang berlaku.



April 13, 2015

Doaku Menjelang Buka Puasa


‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang 
berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” 
(HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, 
dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

aku tidak bermaksud menulis ini sebagai bagian dari riya bahwa kali ini aku berpuasa sunnah. namun biarlah hal tersebut menjadi urusan saya dengan Tuhan apakah saya riya atau tidak. saya hanya ingin menuliskan doadoa karena menurut hadits diatas bahwa doanya orang berpuasa ketika berbuka tidak akan tertolak.

memang saya hari ini puasa sunnah senin. niatnya biarlah Allah yang tahu karena meskipun saya mengatakan bahwa niatnya karena Allah semata namun tetap saja bahwa Allah tahu sebenarnya. saya hanya ingin menuliskan doaku kali ini dan semoga saja janji Allah bahwa doa orang berpuasa itu tidak tertolak benar adanya.

Ya Allah, berikanlah saya dan windi kondisi kesehatan yang baik di jakarta. semoga semua keluhan atas kondisi kesehatan kami pulih sebagaimana sebelumnya dan tidak ada keluhan terhadap kesehatan kami.
 
Ya Rabb. semoga pernikahan yang kami rencanakan di tahun ini tepatnya tanggal 03 Oktober 2015 tidak ada halangan dan berjalan sesuai rencana.

Ya Rabb,  berikanlah saya dan windi kesempatan untuk berkeluarga dalam ridhaMu, mempunyai anak dan mendidik anak kami mengenalmu.

Ya Allah, kali ini memang saya masih bekerja di sebuah perusahaan Finance. masih ada beberapa orang yang paham akan agama yakin bahwa bekerja di perusahaan seperti yang sedang jalani mengandung uang riba, saya juga masih tidak terlalu paham dan masih belajar. Ya Allah, jikalau memang pekerjaan ini masih mengandung hal yang riba dan belum Engkau ridhai untuk menjadi jalanku mencari rejekiMU, maka dengan hati yang seikhlas-ikhlasnya, kumohon padaMu yang Rabb, pertemukan saya dengan pekerjaan yang benar-benar Engkau ridhai untukku.

Ya Rabb. mungkin doa yang terakhir ini masih terlalu mengawang-awang namun benar dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam, saya selalu memimpikan bahwa saya, windi, mama eny, bapak dan ibuku bisa suatu saat nanti bersama-sama menunaikkan umrah. Amiin Ya Rabb.

semoga semesta ikut menjaga doa-doaku dan mewujudkan di suatu waktu nanti.

doa dikala puasa sunnah senin
130415

Menyapamu

aku tak menemukan rembulan dalam puisiku
aku hanya menjumpai sisasisa cahaya yang memudar

kenapa tak seindah lukisan yang menawan
atau katakata dari para pujangga yang meluluhlantakkan cinta kaum hawa

membakar gelora dalam diri
gemuruh perasaan yang kian tak terbendung

engkau tak bergairah dalam puisiku
karena semua melebur menjadi kasih untukmu

jika kau ingin menemukan keindahan puisiku
temukan dalam hatiku
#hahaha

130415