Aku ingin bercerita kepadamu setiap hari, dek. Tentang apa saja yang bisa kita jadikan pelajaran kelak. Masa dimana kita Insya Allah sudah bersama-sama. banyak cerita, banyak hikmah bahkan begitu banyak hal yang selalu kujumpai dan selalu ingin kubagi kepadamu namun selalu saja otakku beku saat akan menuliskan jejak-jejak cerita yang kutemui. kali ini tidak dek, aku ingin bercerita sesuatu tentang penjual lontong yang menjadi langgananku setiap hari. Mari dekat disini dek dan jangan bilang siapa-siapa karena hanya kita berdua yang punya cerita ini.
Tadi pagi dek, seperti biasa ketika akan berangkat ke kantor. aku mampir di warung persis depan kos ku. ibu itu menjual lontong sayur dan nasi uduk serta berbagai macam gorengan. aku tidak perlu memesan karena dia sudah hapal seleraku. Lontong sayur dengan sedikit kuah dan gorengan tempe satu potong, itu sarapanku setiap pagi dek.
Aku tidak sedang promosi tentang jualan ibu itu dek. Bukan itu intinya yang ingin aku ceritakan kepadamu dek. Aku ingin bercerita tentang ibu itu yang nampaknya tidak suka berutang dek. itu sekilas yang menjadi kesimpulanku saat setiap kali memperhatikannya. Tadi pagi dek, ada 2 orang yang membeli gorengan namun karena uang kecilnya tidak ada, si pembeli memberi uang lebih dan katanya besok aja. Jawaban singkat ibu itu bahwa ibu saja yang bawa uangnya, besok kalau kesini lagi baru bayar. Begitulah orang yang sangat berhati-hati kepada yang namanya utang dek.
Ceritaku yang kedua pagi ini adalah tentang penjual lontong juga. Kali ini penjual lontong yang berada di belakang kantorku dek. pernah dulu aku beli lontong disana. Ceritanya hampir sama. banyak orang yang membeli namun tidak ada uang kecilnya, kali ini penjual lontong tersebut seringkali lebih berani mengambil uang lebih dan berkata besok kalau ke sini lagi, uangnya baru dipotong. itu seperti memaksa orang datang lagi membeli dek.
Ada lagi ceritaku yang lain dek. Tentang temanku yang sudah nikah dan sekarang di sultra sana. Dia menegurku dek masalah perempuan. Nanti saja aku ceritakan lagi dek di edisi selanjutnya yah.
Rwmngn, 161214