MEYAKINI REZEKI DARI TUHAN
Ini cerita dari sahabatku di jawa tengah sana. pertemanan kami bermula saat bekerja di perusahaan penerbitan di jawa timur. setahun bersama memang sudah cukup membuat kami begitu akrab karena tinggal di mes kantor dan sekamar. aku tahu banyak tentang dia dan begitupun adanya dirinya tentangku. kurasa dia pribadi yang kuat. dia pernah mondok di lamongan namun dia pun pernah menjadi penjual asongan di terminal Bungurasih. menjual buku, rokok dan apa saja. dia kawan yang mengajarkan bahwa hidup adalah tentang ketegaran.
kami bersama di ngawi selama setahun. kutahu kadang kami selisih paham namun seringkali satu pikiran. perjuangan selama bekerja di penerbitan tersebut memang keras. harus menjadi sales, kolektor bahkan ekspedisi. butuh tenaga dan pikiran memang namun itulah yang membentuk karakter menjadi lebih kuat lagi.
dulu dia sering bercerita tentang keinginannya memulai usaha. bagaimana dia bercita-cita untuk menjadi pengusaha yang tidak tergantung pada gaji bulanan. kami sering nongkrong di alun-alun, di pinggir jalan atau dimana saja yang ada warung kopi sambil melepas penat dikejar target jualanan. sering kami bercanda dan sering pula kami berkaroke ria. dia sangat piawai menyanyikan lagu oplosan sedangkan aku pun tidak pernah sama sekali berani bernyanyi, hanya ikut bergoyang. aku sadar karena suaraku yang cempreng seperti drum yang ditabuh. hehe
setahun berjalan seperti tidak terduga. kami kemudian resign dari perusahaan penerbitan tersebut. kami memulai hidup yang berbeda. dia pulang ke kampung dan ikut berkegiatan di sebuah yayasan sekolah. kami sama sekali tidak pernah loss contact. hingga pertengahan tahun, dia mengirimiku pesan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya. aku bahagia mendengar bahwa dia akan melepas masa lajangnya.
satu hal yang aku harus angkat topi kepadanya karena dia menikah setelah resign. meski sebenarnya itu hal lumrah namun tidak banyak orang yang berani dengan keputusan itu. setelah menikah, dia memulai usahanya berjualan aneka macam jajanan dengan modal dua gerobak. hal yang luar biasa menurutku karena tidak pernah sekalipun kawanku itu ragu akan rezeki dari Tuhan. dia mengajarkan bagaimana meyakini Tuhan sebagai sesuatu yang Maha atas segala.
151214
Ini cerita dari sahabatku di jawa tengah sana. pertemanan kami bermula saat bekerja di perusahaan penerbitan di jawa timur. setahun bersama memang sudah cukup membuat kami begitu akrab karena tinggal di mes kantor dan sekamar. aku tahu banyak tentang dia dan begitupun adanya dirinya tentangku. kurasa dia pribadi yang kuat. dia pernah mondok di lamongan namun dia pun pernah menjadi penjual asongan di terminal Bungurasih. menjual buku, rokok dan apa saja. dia kawan yang mengajarkan bahwa hidup adalah tentang ketegaran.
kami bersama di ngawi selama setahun. kutahu kadang kami selisih paham namun seringkali satu pikiran. perjuangan selama bekerja di penerbitan tersebut memang keras. harus menjadi sales, kolektor bahkan ekspedisi. butuh tenaga dan pikiran memang namun itulah yang membentuk karakter menjadi lebih kuat lagi.
dulu dia sering bercerita tentang keinginannya memulai usaha. bagaimana dia bercita-cita untuk menjadi pengusaha yang tidak tergantung pada gaji bulanan. kami sering nongkrong di alun-alun, di pinggir jalan atau dimana saja yang ada warung kopi sambil melepas penat dikejar target jualanan. sering kami bercanda dan sering pula kami berkaroke ria. dia sangat piawai menyanyikan lagu oplosan sedangkan aku pun tidak pernah sama sekali berani bernyanyi, hanya ikut bergoyang. aku sadar karena suaraku yang cempreng seperti drum yang ditabuh. hehe
setahun berjalan seperti tidak terduga. kami kemudian resign dari perusahaan penerbitan tersebut. kami memulai hidup yang berbeda. dia pulang ke kampung dan ikut berkegiatan di sebuah yayasan sekolah. kami sama sekali tidak pernah loss contact. hingga pertengahan tahun, dia mengirimiku pesan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya. aku bahagia mendengar bahwa dia akan melepas masa lajangnya.
satu hal yang aku harus angkat topi kepadanya karena dia menikah setelah resign. meski sebenarnya itu hal lumrah namun tidak banyak orang yang berani dengan keputusan itu. setelah menikah, dia memulai usahanya berjualan aneka macam jajanan dengan modal dua gerobak. hal yang luar biasa menurutku karena tidak pernah sekalipun kawanku itu ragu akan rezeki dari Tuhan. dia mengajarkan bagaimana meyakini Tuhan sebagai sesuatu yang Maha atas segala.
151214