December 15, 2014

TENTANG MANUSIA DALAM PERJALANANKU #3

MEYAKINI REZEKI DARI TUHAN

Ini cerita dari sahabatku di jawa tengah sana. pertemanan kami bermula saat bekerja di perusahaan penerbitan di jawa timur. setahun bersama memang sudah cukup membuat kami begitu akrab karena tinggal di mes kantor dan sekamar. aku tahu banyak tentang dia dan begitupun adanya dirinya tentangku. kurasa dia pribadi yang kuat. dia pernah mondok di lamongan namun dia pun pernah menjadi penjual asongan di terminal Bungurasih. menjual buku, rokok dan apa saja. dia kawan yang mengajarkan bahwa hidup adalah tentang ketegaran.

kami bersama di ngawi selama setahun. kutahu kadang kami selisih paham namun seringkali satu pikiran. perjuangan selama bekerja di penerbitan tersebut memang keras. harus menjadi sales, kolektor bahkan ekspedisi. butuh tenaga dan pikiran memang namun itulah yang membentuk karakter menjadi lebih kuat lagi.

dulu dia sering bercerita tentang keinginannya memulai usaha. bagaimana dia bercita-cita untuk menjadi pengusaha yang tidak tergantung pada gaji bulanan. kami sering nongkrong di alun-alun, di pinggir jalan atau dimana saja yang ada warung kopi sambil melepas penat dikejar target jualanan. sering kami bercanda dan sering pula kami berkaroke ria. dia sangat piawai menyanyikan lagu oplosan sedangkan aku pun tidak pernah sama sekali berani bernyanyi, hanya ikut bergoyang. aku sadar karena suaraku yang cempreng seperti drum yang ditabuh. hehe

setahun berjalan seperti tidak terduga. kami kemudian resign dari perusahaan penerbitan tersebut. kami memulai hidup yang berbeda. dia pulang ke kampung dan ikut berkegiatan di sebuah yayasan sekolah. kami sama sekali tidak pernah loss contact. hingga pertengahan tahun, dia mengirimiku pesan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya. aku bahagia mendengar bahwa dia akan melepas masa lajangnya.

satu hal yang aku harus angkat topi kepadanya karena dia menikah setelah resign. meski sebenarnya itu hal lumrah namun tidak banyak orang yang berani dengan keputusan itu. setelah menikah, dia memulai usahanya berjualan aneka macam jajanan dengan modal dua gerobak. hal yang luar biasa menurutku karena tidak pernah sekalipun kawanku itu ragu akan rezeki dari Tuhan. dia mengajarkan bagaimana meyakini Tuhan sebagai sesuatu yang Maha atas segala.

151214

TENTANG MANUSIA DALAM PERJALANANKU #2

BAGAIMANA MENGHARGAI SEMUA ORANG

pelajaran ini kudapat dari salah satu karyawan senior di kantorku sekarang. ini tidaklah subjektif karena beliau sering memperlakukanku dengan baik, tidak sama sekali karena semua orang diperlakukan sama olehnya. ada banyak cerita tentangnya yang membuatku menarik kesimpulan bahwa dia benar-benar menghargai semua orang. aku bisa merasakan hal tersebut.

seringkali saat ada acara, kami yang dia tahu orang perantauan menjadi perhatiannya bahkan ketika ada makanan lebih, saya dan para OB pun pasti di kasih jatah makanan.

kemarin semakin menguatkan kesimpulanku ketika ada meeting di kantor. ada sesi di meeting itu yang setiap staff ditanya oleh kacab bahwa siapa karyawan yang menjadi panutan, saat giliran kasi teknik yang ditanya makan yang menjadi panutannya adalah ibu itu. aku salut karena memang seperti itu adanya dia. baik dan menghargai semua orang

TENTANG MANUSIA DALAM PERJALANANKU #1

PELAJARAN TENTANG MEMPERLAKUKAN UANG

aku sudah berjalan sejauh ini menyusuri jalan di pulau ini. dan tentunya sudah banyak orang yang kutemui dalam setiap jejak langkah yang kususuri. semakin banyak manusia yang kujumpai maka semakin banyak juga pelajaran yang kuhadirkan dalam buku kehidupanku. itu yang kutau. kujumpai orang yang rela berjuang apa saja demi anaknya, tentang manusia yang menghargai dan bahkan tentang manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki.

kali ini aku menjumpai sesosok manusia yang juga menjadi bosku di kantor. sejak pertama kali menginjakkan kaki di kantor ini, aku selalu memahami dan berusaha mendapatkan pelajaran dari semua orang termasuk bosku ini. seiring berjalannya waktu, aku mulai belajar dari beliau tentang bagaimana caranya menghargai uang. itu yang kutahu dari beliau.

posisinya sebagai bos di kantor menjadikan beliau bisa saja mengumpulkan pundi-pundi uang dengan berbagai bonus-bonus produksi namun sejauh pengetahuanku tentang beliau, tidak pernah sekalipun dilakukan hal seperti itu.

suatu sore, seperti biasa sebelum pulang, beliau selalu suka duduk di samping mushalah lt 1 sambil bercerita banyak tentang apa saja kepada karyawannya. disuatu sore itu, hanya aku dan temanku yang di bagian staff teknik yang menemaninya bercerita. beliau bercerita tentang bonus perusahaan yang bisa saja diambilnya, tentang uang dari nasabah yang ditolak. meski beliau sadar bahwa sedang membutuhkan dana karena dalam proses membangun rumah namun tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk melakukan hal seperti itu.

uang memanglah hal yang amat sangat menggoda, melenakan dan bahkan terkadang membutakan. semakin dikuasai hati kita dengan uang maka akan semakin takut kita kehilangan dan semakin merasa kurang dengan yang dimiliki. aku bisikkan baik-baik bahwa aku beberapa kali menjumpai orang kaya raya yang bahkan bayar tol mereka masih memperhitungkan. aku juga punya cerita dari sahabatku yang bekerja di kemenkes. dia punya bos yang semua kebutuhan bahkan sampai uang kondangan harus menggunakan uang kantor. terlepas dari itu semua, bisa saja aku juga seperti mereka namun aku selalu berdoa semoga hatiku tidak pernah dikuasai oleh kerajaan uang.

151214

December 11, 2014

Kenangan Itu

Aku harus menulis tentangmu lagi. setelah sekian lama aku mencoba menghapus memoriku tentangmu. Saat luka sudah mulai mengering dan perihnya hati sudah mulai terobati. Aku kembali harus menulis pagi ini, tentangmu dan tentang apa yang telah terjadi diantara kita. Meski cerita itu datang dari sahabatmu namun lumayan membuka luka lama yang sudah aku sembuhkan dengan berbagai caraku, menghapus nomor kontakmu, unfriend akun fb mu dari pertemananku dan semua foto tentangmu kuhapus dari folder laptopku. itulah caraku menyembuhkan semua luka yang engkau tinggalkan di hatiku, namun pagi ini semua terbuka kembali.

Pagi ini aku berkirim kabar lewat line dengan sahabatmu yang sudah engkau anggap saudara sendiri. Persis seperti drama mini AADC yang kembali dipertemukan oleh aplikasi line namun aku sama sekali tidak berharap seperti itu. Kebetulan saja sahabatmu mengirimkan aku pesan line. Aku pun akrab dengan sahabatmu itu sehingga kami tidak canggung bertukar kabar. Hanya itu namun kemudian kami bercerita tentangmu. 

Aku tahu dari dia engkau jadi PR trans studio Makassar, aku tahu engkau pernah hampir dilamar oleh seorang namun tidak jadi karena tidak cocok. Hal yang membuat lukaku kembali basah saat sahabatmu menyarankanku untuk melamarmu. Perih yang kurasa saat mendengar itu dan sejurus semua hal tentangmu memenuhi rongga kepalaku. Bagaimana dulu saat kita masih kuliah selama 4 tahun, aku naksir dirimu namun tidak pernah berani mengatakannya, atau bagaimana 2 tahun lalu saat kita di Jakarta, engkau dan aku sudah berkomitmen lalu kemudian engkau meninggalkanku tanpa alasan apa-apa dan tanpa pesan apa-apa.

Aku mendapat alasan dari sahabatmu tadi tentang kenapa engkau pergi begitu saja. Entah itu alasan yang sesungguhnya ataupun alasan yang ingin meredakan kekecewaaanku. engkau pergi karena takut kita pacaran, engkau pergi supaya saat aku sudah siap aku langsung melamarmu, engkau pergi supaya kita jangan memancing pacaran, terakhir sahabatmu mengatakan bahwa kita hanya miskom.

Entahlah alasan itu murni datang darimu ataukah mungkin dari sahabatmu untuk menenangkan lukaku. Aku sepakat dengan niatmu untuk menjaga supaya tidak pacaran karena setahun terakhir ini akupun sudah dalam keadaan tidak seperti yang kau bayangkan. Semua prinsip yang pernah kuamini sudah kulanggar karena tidak bisa menahan diri namun alasan itupun sepenuhnya tidak bisa kuterima. 

Dulu saat intens komunikasi denganmu, aku hanya ingin menjalin komunikasi di saat aku berjuang namun tidak bagimu, engkau memutus semua. Alasanmu bahwa ketika aku sudah siap maka aku langsung melamar namun engkau harus tahu, dua tahun tanpa kepastian adalah hal yang menyakitkan dan dengan mudahnya engkau melakukan itu bahkan smsku tidak pernah kau balas.

Ada banyak alasanku berusaha melupakanmu. selama 2 tahun belakang, aku mengalami banyak hal yang mungkin aku sendiri tidak bisa membayangkan akan seperti ini. aku bukan laki-laki yang dulu mampu mempertahankan prinsip, aku pun sudah keluar dari jalurku sendiri. Kasihan dirimu yang mampu dengan prinsip semua itu. biarlah kita berjalan di jalan masing-masing. saling mendoakan yang terbaik.

salam

Jkt 121114

December 10, 2014

Hidup manfaat

Ada beribu mimpi yang antre untuk diwujudkan.
Ada deretan janji yang belum ditunaikan
Ada jiwajiwa kosong yg merindu teduhnya nasehat
Ada manusia yg kesepian mendamba kasih

Itulah siklus dalam hidup
Namun apakah sebatas itu?
Ataukah itukah semua yg menjadi tujuan?
Tidak bahkan sama sekali hanya secuil dari perjuangan hidup
Aku mengerti itu

Beribu langkah telah kupacu
Barisan jejak telah kutingkalkan jauh dibelakang
Hingga akhirnya aku mengerti
Bahwa hidup adalah tentang manfaat
Manfaat untuk alam semesta

Rawamangun,101214

December 5, 2014

Kumpulan Puisi Soe Hok Gie


Sebuah Tanya
Akhirnya semua akan tiba
Pada hari yang biasa
Pada suatu ketika
Yang tak pernah kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku meminum susu dan tidur lelap
Sambil membenarkan leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelanpelan di lembah kasi
Lembah mandala wangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan yang mulai suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku seperti dulu
Ketika ku dekap kau dekap lebih mesra
Lebih dekap
Apakah kau masih berkata
Ku dengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Hari pun menjadi malam
Wajahwajah mulai muram
Wajahwajah yang tidak kita kenal
Berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti
Seperti kabut pagi itu
Karena kemanusiaan
Aku tak tau mengapa
Aku merasa melankoli malam ini
Aku melihat lampulampu kerucut
Dan lalu lintas Jakarta dengan warnawarna baru
Seolah-olah semuanya di terjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan
Semuanya terasa mesra
Tapi kosong
Seolah-olah aku merasa diriku yang lepas
Dan bayangbayang menjadi puitis sekali di jalanjalan
Perasaan yang amat kuat menguasaiku aku ingin memberikan rasa cinta kepada manusia.
Tentang Tujuan
Ada orang yang menghabiskan waktunya di mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya di miraza
Tapi aku ingin menghabiskan waktuku di sisimu sayangku
Bicara tentang anjinganjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bungabunga yang manis di lembah mandala wangi
Ada serdaduserdadu amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayibayi yang lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati disisimu manisku
Setelah kita bosan hidup dan bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang satu setanpun tak tahu
Mari sini sayangku
Kalian yang pernah mesra
Yang pernah baik padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanam apa-apa
Kita tak pernah kehilangan apa-apa

puisi semu

kita mencinta apa yang semu
kita mencari absurditas
tidak ada sama sekali milik kita
kata soe hok gie
"Kita tak pernah menanam apa-apa
Kita tak pernah kehilangan apa-apa".

lalu apa yang harus dibanggakan
diri yang semakin menua
atau harta yang tidak membahagiakan

aku hampa dengan semua ini
menjalani dengan setiap hembusan nafas yang berat
lalu kemudian semua akan sirna
menuju tempat yang sepi dan kemudian menyadari semua yang telah dilalui

kita adalah orangorang penyesal
kita adalah pendamba masa lalu
dan kita pula adalah sesosok jiwa yang beku ditengah keramaian

aku muak
benarbenar muak dengan semua yang telah terjadi
ingin kuakhiri dengan semua

December 4, 2014

Hidup Adalah Tentang Datang dan Pergi

kemarin pagi aku menulis semua apa yang ada di kepalaku tentang nenek ku yang baru saja berangkat ke sisiNya. Tepatnya itu pagi dan kutahu di ruang yang lain, kakakku sedan menunggu kelahiran anaknya. Entahlah apa ini yang disebut tentang pergantian dalam hidup namun benar-benar menakjubkan. pagi hari aku harus meneteskan air mata karena kepergian nenek untuk selamanya namun di siang harinya, aku tersenyum menyambut sesosok laki-laki yang hadir di keluarga kami, dialah ponakanku yang ketiga.

Aku belum sempat menanyakan banyak hal tentang kelahiran ponakanku itu. Aku bahkan baru mengetahui setelah di kirimi BBM dari kakak bahkan dengan fotonya yang mungil namun aku bersyukur semua selamat dengan sehat. hidup memang seperti ini. selalu ada saja yang pernah tanpa diduga dan juga akan ada yang datang dalam waktu yang tepat.

Hidup selalu bergerak dalam pergantian generasi. keniscayaan itu akan selalu terjadi dalam kehidupan ini dan yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi hidup yang akan selalu bergerak. Terkadang aku muak dengan semua yang kuhadapi namun aku yakin pula bahwa tidak ada yang sia-sia. Hidup setiap orang punya maknanya masing-masing.

Selamat jalan nenek. sampai jumpa di alam sana suatu waktu.

Selamat datang nak, rayakanlah hidupmu dengan hati dan bermanfaat untuk semua makhluk.

December 3, 2014

Daftar Kesalahan

Aku kok gini ya Allah. Selalu saja ada kesalahan kecil dalam pekerjaanku.
Apa aku memang kurang teliti, atau bahkan aku tidak cocok dengan pekerjaan seperti ini.
Tapi aku menikmatinya ya Allah.


Daftar kesalahan kecilku :
1. salah dalam perhitungan JKDK An Sopiah

2. salah input agen PAR CV Sinar Agung Kencana

3. salah nulis nama tertanggung polis marine Hull yang preminya Rp. 93.782.000

4. salah input alamat tertanggung PAR Nasrizal

5. salah input polis CAR formalitas

6. salah input indemnity klaim motor pak ghondo
 
Nb. masih ada yang tidak kuingat

Kematian

Seperti kebiasaanku pada subuh dinihari saat selesai melaksanakan kewajiban sembahyang, aku memainkan hp sekedar membaca berita ataupun dengar musik. berselang beberapa saat kemudian, ada telepon masuk dan ternyata dari kakak perempuanku di kampung. aku membatin mungkin hanya urusan biasa saja. kuangkat telepon dan sejurus kemudian, kudengar sesegukan dari suaranya di balik hp. dengan terbata-bata, dia mengatakan bahwa doakan nenek karena sudah berpulang baru saja. itu saja kata-kata yang keluar dari mulutnya kemudian menutup telepon.

Aku terdiam sejenak. perasaan hampa menghinggapi rongga sukmaku paling dalam. kepergian demi kepergian selalu menjemput. aku yakin itu dan kali ini nenek yang mendapat giliran dipanggil oleh Allah. air mataku tumpah. aku tak tahu perasaan apa itu namun harus kuakui bahwa aku hidup dengan barisan jasa dari beliau. sampai akhirnya dia stroke ringan 10 tahun lalu, sebelum itu, beliau menjadi orang tua kedua bagiku. aku ingat dengan amat sangat jelas semua tentangnya dan semua apa yang pernah kujalani selama bersamanya.

Dulu, saat aku masih kecil sampai berumur 17 tahun, sering aku melalui hari-hariku di rumahnya yang berjarak 2 km dari rumahku. setiap 2 kali sehari dalam seminggu, dia ke pasar menjajakan kuenya dan setiap pagi hari sebelum beliau ke pasar, aku dan saudaraku membawakan barang dagangannya ke pasar. beliau pun akan menjadi pelarianku meminta uang jajan tambahan.

Aku ingat dengan jelas kehidupan beliau. begitu kuatnya melalui hidup dengan sendiri setelah ditinggal pergi oleh kakek berapa tahun sebelumnya. beliau ke pasar melewati jembatan gantung. menjalani hidup sendiri di rumahnya. berkebun dan semua dilakukan sendiri. aku ingat kerang kali beliau memberiku uang jajan setelah pulang pasar atau bahkan membelikanku makanan.

Di kampung kami setiap kali bulan ramadhan, pada malam hari sebelum tauziah ramadhan, anak-anak muda disuruh naik mengaji di mimbar. masih ingat dalam ingatanku suatu waktu, aku mendapat giliran untuk tampil. karena malam sebelumnya sudah diumumkan bahwa yang akan membacakan Al-Qur'an besok malam adalah aku, maka sepanjang hari aku sudah deg-degan. bagaimana tidak harus tampil di depan umum dan umurku saat itu mungkin 10 tahun. Alhasil nenek membelikanku sebuah baju baru untuk dikenakan saat tampil dan supaya aku senang. aku ingat sekali itu dan baju itupun sepengetahuanku masih ada di rumah.

Aku pun sering menghabiskan masa kecilku di samping rumahnya sambil mengembala sapi. aku menghabiskan masa kecilku di rumahnya sambil bercerita dengannya. aku menghabiskan banyak cerita bersamanya. entahlah karena semua memang tinggal cerita masa lalu. aku bahkan tidak pernah melewatkan hariku di rumahnya ketika pulang kampung.

selamat jalan nek. damailah disisiNya. semua akan menyusulmu karena hanya waktu yang menjawab

2.12.14

December 2, 2014

Raga Yang Letih

Aku kehilangan katakata
menyelip dalam sebuah resah yang mendera
aku kehilangan semua barisan kalimat
menguap dalam lara yang tak berujung

aku memburu nafas dalam diam yang tak bergerak
aku membiarkan semuanya hampa
mengalun indah dalam derap jejak yang tak beraturan
sampai akhirnya nafasnya memberi tanda tak sanggup

entahlah
semua hanyalah bias yang tak berarti
tak bermakna bahkan siasia
aku ingin mengakhiri dengan sisa khidmat di benak
tentang rasa dan karsa yang masih tersisa

raga yang letih

Ibu Samping Mall

Aku sudah terlalu sering menulis tentang apa yang sering engkau lakukan kepada sesama. bahkan amat sangat sering. namun aku tidak ingin melewatkan untuk menulis kebiasaanmu mendatangi seorang ibu yang dengan setianya duduk di depan parkiran Mall Ambassador bersama kucingnya. menurut perkiraanku, ibu itu sebaya dengan ibuku. aku bahkan tak tahu apakah ibu itu adalah seorang pengemis atau seorang pemulung namun yang kulihat bahwa ibu itu tidak pernah sekalipun mendahkan tangan ketika orang berjalan di depannya. hal itu yang membuatku yakin bahwa ibu itu bukan pengemis, hanya seorang pemulung yang selalu melepas penat di tempat itu.

Engkau selalu mengingat ibu itu saat ada makanan bahkan selalu menyisihkan beberapa lembar ribuan saat kita lewat di depannya bahkan terkadang engkau menyempatkan untuk bercerita dengannya. ketika kutanya tentang ibu itu, ternyata engkau tidak pernah menanyakan hal yang detail tentangnya.

Mungkin cerita tentang ibu itu dan orang yang tidak beruntung di kota ini adalah hal yang lumrah dan amat sangat mudah ditemui di setiap sudut kota ini. aku yang sering melewati perempatan lampu merah di menteng pun sering menjumpai tiga orang bocah yang menjual tissue dan koran. 

Mereka melakukannya pada malam hari karena ketika aku lewat siang hari, mereka tidak aku. pernah sekali waktu aku melewati mereka, kulihat bocah yang kira-kira umurnya 5 tahun sedang menyuap bocah yang kira-kira berumur 2 tahun tanpa sekalipun memperdulikan lalu lalang kendaraan yang begitu amat padat. beberapa pengendara melirik kepada mereka dengan wajah datar, entah lah apa yang ada di pikiran mereka saat melihat pemandangan seperti itu.

Kota ini mengajarkanku tentang banyak hal bahkan tentang hidup. Ketika ada perasaan ingin menyerah maka aku selalu bertemu dengan orang masih lebih tidak beruntung dari apa yang sudah aku dapatkan sampai saat ini. sampai aku harus tegar dengan apa yang sedang kujalani.

2 Desember 2 Tahun Lalu

kamu ingat kan 2 tahun lalu. aku yakin kamu pasti ingat.
tepat 2 tahun lalu aku bertemu dirimu. di sebuah training LSM GP.
dengan wajah sendu dan polos pun dengan lugumu menyimak semua penjelasan dari Cepi
kamu ingat cepi kan? itu loh koordinator tempat kita bekerja yang orangnya asyik diajak ngobrol.
sejak saat itu aku mengenalmu. aku tidak mampu mengingat semua memori yang sudah berjalan dengan rapinya tentang perkenalan kita karena yang kutahu aku sudah seringkali menulisnya bahkan di semua deretan kosong yang masih tersisa entah itu di blogku ataupun di lembaran buku.

masih segar dalam ingatanku, engkau yang dengan begitu lugunya selalu datang dengan motor butut warna merah. aku yakin sebagian perempuan sebayamu minder dengan motor butut seperti itu namun tidak bagimu, engkau tetap setia dengan apa yang engkau punya.
seriiring berjalannya waktu. aku mulai mengenal kalian termasuk engkau. entahlah namun sejak mengenalmu dan seorang lagi gadis dari gresik, aku kagum pada kalian berdua. memang aku tipe cowok yang mengagumi perempuan yang apa adanya dan punya hati yang tulus dan kalian berdua memiliki itu. seketika prasangkaku tentang karakter orang jawa melunak saat mengenal kalian berdua.

aku mencoba mengingat semua memori tentangmu di awal pertemuan kita namun tidak ada satupun yang membuatku harus menilaimu tidak baik. semua yang kulihat hanyalah engkau yang tulus dan apa adanya bahkan amat sangat sabar.

ingatkah engkau saat musa memaksamu masuk disaat engkau demam. aku yakin engkau masih mengingatnya dengan baik. saat itu di royal plaza. tahukah engkau apa yang kurasakan saat itu? aku ingin sekali menonjok musa dengan semua kekuatanku hingga dia bisa merasakan namanya solidaritas namun aku masih menahan diri. meski kusadari perasaanku saat itu masih sebatas ingin menjagamu.

aku memang orang yang suka akrab dengan orang baik. tahukah kamu bahwa dulu, aku sudah mengikrarkan diri untuk menjaga engkau dan linda. kalian berdua dulu menjadi temanku yang sesungguhnya. bahkan saat aku tahu ada yang mengganggu kalian berdua, aku orang yang pertama melindungi kalian.

kemudian waktulah yang selalu menjadi jurang pemisah. linda mendapatkan belahan hatinya dan kuyakin laki-laki itu pasti baik karena linda orang baik dan aku merasa sudah tidak punya hak untuk terlalu dekat dengannya.

kemudian cerita tentang kita. waktu pulalah yang membuat kita seperti ini. menjadi amat dekat kemudian berikrar untuk hidup bersama. engkau harus tahu bahwa semenjak dulu pun aku ingin melindungimu, apatahlagi sekarang saat engkau telah menjadi teman terdekatku. aku akan melindungimu tiap waktu bahkan percayalah, aku ingin menikmati hidup bersamamu.

hingga detik ini, Hal yang paling kusesali tentang kebersamaan kita adalah banyaknya khilaf yang masih sering kita lakukan. namun di momen 2 tahun perkenalan kita, aku ingin memperbaiki semua.

2 Des 2014