August 19, 2013

Tangismu

The first time I saw you cried. Really makes me feeling bad. you was crying in front me at the night and don't you know that when you cried, it's hurt me.definetely hurt me my sweety. I ever promise to myself that I don;t wanna see you sad but it's failed. Being someone who love you. I also ever promises to your mom that I'm gonna holds you in our every single time. today, you text me that the night is a really hard night for us.

Tangismu malam itu membuat malam ikut menangis bahkan saat fajar mulai menampakkan matanya untuk menggantikan malam yang penat mengiringimu, malam itu masih terlihat berkaca-kaca menyisakaan sedihmu yang tercurah malam itu, bahkan seakan tak rela meninggalkanmu di peraduanmu sendiri sambil memeluk bantal bulu yang menurutmu sangat engkau sayangi sebagai pengganti malam ketika dia jauh di kota lain.

Pagi itu tangismu mulai mereda seiring dengan cerahnya mentari pagi yang menanjak memberikan sinarnya kepada seluruh semesta. tangismu bahkan benar-benar telah reda senja ini. Tak ada lagi sisa-sisa air mata semalam, air mata yang hampir saja membuatku harus menghabiskan malam keduaku di kota surabaya seandainya saja engkau tidak memaksaku untuk pulang ke kotaku di persimpangan jalan yang menjadi pembatasan provinsi.

Right now, everthing going right, no more sorrow in your face and I gonna see you like this forever. I'm gonna holds you in my arms wherever I fly even out of your city. do you still remember all of our planning inside of the garden when we told manythings to twilight? you and me being two in one like a couple of dove flying in above us. freedom for everything and the world just like for them, you and me gonna break the world, making dream come true everything we want and becoming the world as our home forever.

malam dan pagi
seperti engkau dan aku
malam menjadi dirimu
menjelma dalam jiwamu
karena malam menyejukkan
dan begitupun engkau
selalu menyejukkan buatku
malam memberi kedamaian
dan kaupun selalu menghadirkan itu
dalam setiap hariku

aku seperti apgi
yang kadang panas
kadang pula dingin
bahkan sering tak mengertimu
dan membuatmu menangis
namun engkau tetap tabah
terpaku di sampingku
menyambutku dalam setiap suasana hatiku
tanpa ada tanya darimu

tahukah engkau apa arti setiap tanya?
karena dia hanya meragukan
namun itu benar-benar bukan dirimu
dirimu adalah diam, tenang dan mendamaikanku
selalu lah seperti ini

August 16, 2013

Pagi yang Menjawab

Malam itu, mungkin malam  yang menjemukan buatku juga buatmu, malam yang membuat perasaan kita  berkecamuk, entah itu senang, bahagia bahkan merasa sangat menyesali. Itu gambaran yang sering kita ceritakan pada pagi tentang malam kita saat itu, bukan hanya engkau namun aku juga. Malam yang membuat kita menikmati dinginnya semilir angin dengan sejuta rasa yang tidak abadi. Aku mencumbumu lebih dari mencumbu angin yang sering  menggodaku, aku memelukmu lebih dari memeluk malam yang gelap tanpa kehadiran bintang yang menerangi.

Entah hanya ingin mencoba ataupun karena suatu hal yang membuat pagi harus menyesali malam yang berlalu, seperti para pemabuk yang menyesali dirinya saat mabuk namun terulang saat kembali disuguhi berbagai jenis minuman.

Pagi ini benar-benar menampar kami berdua, menampar sampai terasa sakitnya di lubuk hati terdalam. Bagaimana tidak, janji-janji untuk menjalani malam dengan benar tak dapat kami patuhi, semua janji yang terikrar dari mulut kami hanyalah bayolan semu hingga saat pagi mengingatkan tentang khiilaf kami, barulah tersadar dan mula kembali menyusun janji untuk malam yang lebiih baik.

Kami terlah berjanji lagi bahwa saat kebersamaan kami di hari lain maka akn berjalan dengan aturan yang benar dan saling belajar serta saling mengingatkan, kami tidak ingin menjadi seperti berbagai jenis pasangan merpati yang terbang berduan dengan mesranya tanpa ada lagi aturan yang mengikat karena itu hanyalah nafsu.

Nafsu memang menyenangkan saat sedang dilakukan namun dia akan menjadi penyesalan yang begitu amat sangat ketika sudah dilakukan dan tiada terkira bahagianya sepasang angsa yang mampu menahan nafsunya sebelum fajar mengizinkan mereka melakukan itu.

July 31, 2013

Aku Ingat

Aku ingat status facebook seorang temanku yang mengatakan bahwa ketika kamu keluar dari sebuah pekerjaan karena memegang kebenaran yang engkau yakini maka janganlah tertunduk namun engkau harus tegak bahwa inilah aku terlepas dari pengaruh duniawi bahwa aku telah memenangkan kebenaran yang kuyakini.

Tentu bukan juga merupakan pembenaran atas setiap keputusan yang diambil saat keluar dari pekerjaan. jangan sampai kita tidak mampu menghadapi tantangan pekerjaan lalu memilih resign dengan alasan prinsip. Bukan memegang prinsip namun tindakan yang picik dari seorang yang tidak mampu menghadapi kenyataan.

Alasan-alasan tersebut hanya dapat dirasakan oleh masing-masing karyawan. Semua orang mempunyai standar nilai tersendiri yang dijadikan pegangan dalam hidup, termasuk dalam memilih pekerjaan yang akan ditekuni selama hidupnya.

Begitulah, bekerja itu berat namun bukan berarti ketika menemukan kesulitan, pikiran langsung ingin meninggalkan semua.

Hidupku

this is me
I couldn't being someone else
you can't force me guys,
I live my life flows like what I belief
I don't care whatever you think about me
you quite annoying me

Akhir Bulan Ini

akhir bulan lagi
tak terasa
bulan lalu adalah akhir bulan
sekarang akkhir bulan juga
tak ada yang beda
hanya saja
bulan ini bulan juli
akhir bulannya tanggal 31
dan bulan lalu adalah bulan juni
akhir bulannya adalah tanggal 30
itu saja
tidak ada yang lain
tiitik

Kepala VS Perut

Pelajaran selalu datang di setiap episode kehidupan. Itulah yang aku maknai tentang kehidupanku selama ini. Pelajaran-pelajaran hidup selalu mengikuti jejak langkahku, jika dulu saat menjumpai sebuah masalah maka aku sering mengatakan bahwa kenapa masalahku begitu besar dan seterusnya,  saat aku menghadapi masalah lain.

Sekarang aku yakin bahwa dengan bertambahnya usiaku maka tingkatan masalah pun akan menjadi lebih rumit dalam artian bahwa tingkatan masalah berbanding lurus dengan kematangan seseorang dan hanya satu yang perlu kita lakukan adalah menghadapi masalah tersebut sampai tuntas entah bagaimana hasil akhirnya namun pada intinya bahwa jangan sekali-kali mencoba lari dari sebuah masalah.

Sekarangpun aku menjumpai masalah dalam hidupku, setelah memikirkan semua masalah yang pernah kulalui maka mungkin ini adalah salah satu masalah yang lumayan rumit yang pernah kujumpai karena berhubungan dengan persoalan isi kepala dan perut. Di satu sisi aku punya prinsip yang tidak bisa kuganggu gugat namun di sisi lain aku pun butuh sedikit penghasilan untuk bertahan agar tetap bernafas di perantauan. 

Namun alasan yang sangat klise jika aku mendahulukan alasan perut karena sering kali aku berteriak bahwa masalah perut adalah urusan Allah sepanjang kita selalu mencari. Maka dari itu aku mencari waktu yang pas untuk memenangkan kepalaku daripada perutku. Aku adalah determinan dari pertarungan kepalaku dan perutku dan harus kuingat adalah perut hanyalah persoalan duniawi sedangkan kepala mempertaruhkan esensi hidupku.

Aku tahu itu dan aku sadar itu bahwa aku harus memenangkan kepentingan kepalaku namun aku juga tidak akan pergi begitu saja meninggalkan komitmen yang telah aku ambil di tempat yang saat ini mengkondisikan aku harus menguras begitu banyak tenaga bahkan pikiran hingga kadangkala aku harus melakukan hal yang tidak kusepakati entah itu dengan cara yang sangat jijik. aku benar-benar sadar bahwa hal tersebut keliru dan akan aku tinggalkan ketika beberapa tugasku telah rampung disini.

July 28, 2013

Tak Lagi

tak lagi punya katakata untuk
tak lagi menulis puisi romantis untuk
semua sirna
mengepul menggulung pasir di pantai
kemudian diterbangkan angin dan lenyap dalam balutan awan hitam

itu engkau
yang setia menghitung butiran tetes hujan
menadahkan tanganmu
lalu kau aliri sungaimu

tak sampai di situ
engkau berada diujung malam yang mulai dimakan fajar
dengan setiamu
tetap mematung
tanpa peduli setiap celaan malam yang mengganggumu

kemudian lagi
engkau tibatiba saja di senja yang basah
entah apa yang ada dipikiranmu
namun senja lebih berarti segalanya darimu
tak ayal, senja itu kemudian membunuhmu

saat semua berlalu
gunung menjadi peraduanmu
menggapai setiap keindahan alam yang menyatu
sampai akhirnya
semua menyuruhmu pergi malam ini
pergi dan tidur dalam dekapan sang perindu malam

June 27, 2013

Subuh

subuh adalah dia
dengan kabut malumalu yang menutupi
meleleh setiap embun dikipasi angin semilir
dingin menusuk malam yang sesaat lagi beranjak
karena subuh adalah dia
maka dia menghangatkan
menyelimuti setiap jiwa yang terlelap
dalam bunga mimpi yang hilang sesaat tersadar
kadang sepi namun bukan merana
karena itu hanyalah permainan yang dipertontonkan dalam dunia sinetron
tak nyata
subuh ini bukan dia
karena lain daripada subuh yang kemarin
mencekam bahkan dengan sadisnya membunuh
subuh ini telah berubah
menjadi warna kelam yang menyeramkan

June 25, 2013

Ust. H

Menyerahkan diri kepadaNya: 
1. Datang menemuiNya
2. Menghadapkan wajah diri kepadaNya. 
3. Menyerahkan satu per satu ... 

Ilmu yang ada pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya tiada ilmu.

Gelar yang ada pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya tiada gelar.

Posisi, pangkat, jabatan, pekerjaan yang ada pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya tiada punya keempatnya.

Keluarga, kerabat, sahabat, teman yang ada pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya seorang diri.

Masa lalu yang ada pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya tak punya lagi masa lalu untuk disesali.

Angan, cita, harapan, masa depan yang ada pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya tiada punya masa depan untuk saya khawatirkan.

Segenap perasaan yang berkecamuk pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya tiada perasaan.

Raga yang ada pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya tiada raga.

Jiwa yang ada pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya tiada jiwa

Kesadaran yang ada pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya tiada sadar

Diri saya yang ada pada diri saya serahkan kepadaMu. Sekarang saya tiada...

4. Sekarang saya telah tiada, hilang, diam, tenang, hening, kosong..

Kepala dan Perut

" Kepala
      Perut
          Hidup"

Entah apa yang sedang berjalan di sebuah panggung dunia saat masa ini dimana aku mengukir setiap kata yang aku goreskan dengan tinta-tinta keseharianku. Tiga kata diatas menggambarkan betapa hidup harus dijalani dengan dua kata sebelumnya. saat aku masih berstatus mahasiswa, kepala yang mendominasi kehidupanku, apa yang diyakini kepalaku harus aku jalankan tanpa ada kompromi sedikitpun bahkan terkesan hidup ini harus sejalan dengan setiap gambaran dunia yang melekat di kepalaku apapun alasannya. entah itu harus melalui tantangan yang berat ataupun dengan cara apapun. Namun ada satu hal yang aku dapatkan ketika mengedepankan apa yang ada di kepalaku adalah kebebasan diri.

Kata kedua adalah perut. setelah menyelesaikan kuliah dan mulai menata hidup di kehidupan yang sebenarnya dan bergabung dengan masyarakat, hidupku mulai terkompromikan dengan masalah perut, tak dapat dipungkiri bahwa hidup butuh kekuatan dan salah satu kekuatan fisik berasal dari perut.inilah yang kemudian menjadi alasan untuk mengkompromikan keduanya namun tetap saja ketika hidup difokuskan kepada masalah perut maka permasalahan akan muncul karena seringkali masalah di kehidupan ini berawal dari masalah perut. akupun tidak memungkiri bahwa terkadang aku terjebak dalam masalah perut sehingga apasaja yang diminta oleh perut aku lakukan meskipun bertentangan dengan apa yang dianut oleh kepalaku. inilah tantangan sesungguhnya bagaimana menyelaraskan keyakinan kepala dan keinginan perut.

Maka hidup tetap berjalan, kepala dan perut akan tetap mengikut yang inheren dalam kehidupan ini. memenangkan keyakinan perut dengan mengabaikan kebutuhan perut adalah tidak baik sedangkan mengikuti keinginan perut yang melanggar apa yang diyakini kepala adalah jalan yang salah. hidup adalah keseimbangan dan bagaimana menyeimbangkan kedua elemen yang selalu mengikut dalam kehidupan kita.

June 19, 2013

Aku dan Jalanku

benarbenar hilang hasratku untuk dunia
entahlah
tapi itu yang terjadi
aku muak dengan pikiranpikiran idealku yang kupercaya
namun lakonku tak jua mengikuti
tak jua sama sekali
aku larut dalam jalan yang berdebu
tetap mengikuti merekamereka itu
meski akupun ikut terlumuri debudebu yang pekat
hingga akhirnya diriku sendiri tak kukenali
hanya bayangbanyang yang menjadi tanda
hanya itu
hanya itu yang tersisa dari diriku
entah sampai kapan
kukan menemukan lagi jalanku
setapak yang mungkin saja melelahkan
namun menyisakan telaga di ujung sana
entahlah
hidup masih seperti saat itu
aku malu berkata
aku malu berpidato
tersungkurlah diriku
meratapi kekalahan dalam diri
tapi akan kupaksakan diriku
berbelok di persimpangan itu
menuju jalan yang benar
jalan dimana Dia menungguku
bertemu denganNYA adalah kerinduanku yang terdalam

Being Honest

Being honest may not get you a lot friends but oyu will get the right ones. honest is one of the key in standing within a right way. now, I'm in a complicated thing. it's all 'bout honest. this fucking ways trap me. I always try to go away from this condition but till now, I'm still here, looking myself in a wrong ways without any power to control it.
it's bigger than me, kill me and push me in a ravine. not enough to avoid that till I'm feeling bad. honestly, I never deal with this unfair thing but this me, I always compromise even wrong.
 whatever that, someday, I'm gonna walk away and find the right one. living my life with my passion. nothing fake more.