" Kepala
Perut
Hidup"
Perut
Hidup"
Entah apa yang sedang berjalan di sebuah panggung dunia saat masa ini dimana aku mengukir setiap kata yang aku goreskan dengan tinta-tinta keseharianku. Tiga kata diatas menggambarkan betapa hidup harus dijalani dengan dua kata sebelumnya. saat aku masih berstatus mahasiswa, kepala yang mendominasi kehidupanku, apa yang diyakini kepalaku harus aku jalankan tanpa ada kompromi sedikitpun bahkan terkesan hidup ini harus sejalan dengan setiap gambaran dunia yang melekat di kepalaku apapun alasannya. entah itu harus melalui tantangan yang berat ataupun dengan cara apapun. Namun ada satu hal yang aku dapatkan ketika mengedepankan apa yang ada di kepalaku adalah kebebasan diri.
Kata kedua adalah perut. setelah menyelesaikan kuliah dan mulai menata hidup di kehidupan yang sebenarnya dan bergabung dengan masyarakat, hidupku mulai terkompromikan dengan masalah perut, tak dapat dipungkiri bahwa hidup butuh kekuatan dan salah satu kekuatan fisik berasal dari perut.inilah yang kemudian menjadi alasan untuk mengkompromikan keduanya namun tetap saja ketika hidup difokuskan kepada masalah perut maka permasalahan akan muncul karena seringkali masalah di kehidupan ini berawal dari masalah perut. akupun tidak memungkiri bahwa terkadang aku terjebak dalam masalah perut sehingga apasaja yang diminta oleh perut aku lakukan meskipun bertentangan dengan apa yang dianut oleh kepalaku. inilah tantangan sesungguhnya bagaimana menyelaraskan keyakinan kepala dan keinginan perut.
Maka hidup tetap berjalan, kepala dan perut akan tetap mengikut yang inheren dalam kehidupan ini. memenangkan keyakinan perut dengan mengabaikan kebutuhan perut adalah tidak baik sedangkan mengikuti keinginan perut yang melanggar apa yang diyakini kepala adalah jalan yang salah. hidup adalah keseimbangan dan bagaimana menyeimbangkan kedua elemen yang selalu mengikut dalam kehidupan kita.
Maka hidup tetap berjalan, kepala dan perut akan tetap mengikut yang inheren dalam kehidupan ini. memenangkan keyakinan perut dengan mengabaikan kebutuhan perut adalah tidak baik sedangkan mengikuti keinginan perut yang melanggar apa yang diyakini kepala adalah jalan yang salah. hidup adalah keseimbangan dan bagaimana menyeimbangkan kedua elemen yang selalu mengikut dalam kehidupan kita.
No comments:
Post a Comment