Pelajaran selalu datang di setiap episode kehidupan. Itulah yang aku maknai tentang kehidupanku selama ini. Pelajaran-pelajaran hidup selalu mengikuti jejak langkahku, jika dulu saat menjumpai sebuah masalah maka aku sering mengatakan bahwa kenapa masalahku begitu besar dan seterusnya, saat aku menghadapi masalah lain.
Sekarang aku yakin bahwa dengan bertambahnya usiaku maka tingkatan masalah pun akan menjadi lebih rumit dalam artian bahwa tingkatan masalah berbanding lurus dengan kematangan seseorang dan hanya satu yang perlu kita lakukan adalah menghadapi masalah tersebut sampai tuntas entah bagaimana hasil akhirnya namun pada intinya bahwa jangan sekali-kali mencoba lari dari sebuah masalah.
Sekarangpun aku menjumpai masalah dalam hidupku, setelah memikirkan semua masalah yang pernah kulalui maka mungkin ini adalah salah satu masalah yang lumayan rumit yang pernah kujumpai karena berhubungan dengan persoalan isi kepala dan perut. Di satu sisi aku punya prinsip yang tidak bisa kuganggu gugat namun di sisi lain aku pun butuh sedikit penghasilan untuk bertahan agar tetap bernafas di perantauan.
Namun alasan yang sangat klise jika aku mendahulukan alasan perut karena sering kali aku berteriak bahwa masalah perut adalah urusan Allah sepanjang kita selalu mencari. Maka dari itu aku mencari waktu yang pas untuk memenangkan kepalaku daripada perutku. Aku adalah determinan dari pertarungan kepalaku dan perutku dan harus kuingat adalah perut hanyalah persoalan duniawi sedangkan kepala mempertaruhkan esensi hidupku.
Aku tahu itu dan aku sadar itu bahwa aku harus memenangkan kepentingan kepalaku namun aku juga tidak akan pergi begitu saja meninggalkan komitmen yang telah aku ambil di tempat yang saat ini mengkondisikan aku harus menguras begitu banyak tenaga bahkan pikiran hingga kadangkala aku harus melakukan hal yang tidak kusepakati entah itu dengan cara yang sangat jijik. aku benar-benar sadar bahwa hal tersebut keliru dan akan aku tinggalkan ketika beberapa tugasku telah rampung disini.
No comments:
Post a Comment