April 15, 2013

Kawan dari Gresik

Tadi siang tiba-tiba saja hpku berdering saat selesai shalat dhuhur. sedikit segan menerima telepon yang masuk karena nomornya yang agak ganjil.sejenak kuamati nomor telepon tersebut dan ragu-ragu mengangkatnya namun karena kuyakin mungkin telepon dari kantor atau klienku di sekolah maka akhirnya kuterima saja.

siapa ini,,? dua kata yang keluar di mulutku saat telepon tersebut tersambung, sesaat kemudian kudengar suara yang tak asing dari dalam telepon tersebut, ternyata linda kawanku dulu di GP. tidak ada percakapan yang meluncur dari mulut kami namun yang ada adalah kami berdua langsung tertawa. aku tertawa sebagai betuk ekspresi kerinduanku terhadapnya dan kuyakin diapun juga tertawa sebagai bentuk kerinduannya kepadaku. kami memang sangat dekat saat masih bekerja di GreenPeace surabaya. aku sekalipun tidak pernah berselisih paham dengan L selama berinteraksi dengannya bahkan L begitu banyak membantuku semasa masih di surabaya. akan kuceritakan semua tentangnya, tentang kebaikannya dan semua kenangan yang pernah kami lalui saat masih di surabaya.
Greenpeace membuat kami semakin dekat. satu bulan bekerja di GP, aku kemudian memutuskan untuk mencari rumah kos. orang yang paling sibuk mencarikanku kontrakan adalah L, bahkan terkadang dia lebih sibuk dari aku mencari rumah kontrakan. saat aku menceritakan setiap masalahku kepadanya, dia kelihatannya lebih pusing dariku memikirkan solusi masalahku dan itu bukan sesuatu yang pura-pura. rasa empatinya kepadaku benar-benar dari dalam hatinya. ada satu hal yang membuatku kagum bersahabat dengannya ketika mencari SU di gramedia TP. suatu waktu, L berhasil memperoleh SU sedangkan aku masih belum bisa memperoleh SU sedangkan kami sudah bekerja selama 2 bulan. orang yang paling peduli ketika itu adalah linda, meskipun dia sudah mendapat SU namun dia tetap belum bersemangat karena aku belum closing. akhirnya menjelang akhir bulan kedua kami bekerja, aku closing dengan 3 SU. orang yang paling gembira mendengar itu malah bukan aku tetapi L. benar-benar kawan yang sejati.

saat-saat yang lain membuatku terenyuh dengan kebaikan hatinya adalah saat aku pindah kos. orang yang paling sibuk saat itu adalah L. dialah yang mencarikanku kos dan dia pula yang membawakan barang-barangku ke kos tersebut bahkan saat akan ke sana, dialah yang menjemputku. hal yang lucu kami lalui saat itu. linda tidak mengenakan helm saat kubonceng dengan motornya. sampai di pertigaan jembatan dekat monumen kapal selam, kami dihadang polisi. tanpa ba bi bu, Linda melompat dari motor saat masih melaju. kami pun selamat dari swiping.

pagi tadi, Linda menelponku langsung dari malaysia. dia mengabarkan padaku bahwa pernikahannya akan dilangsungkan bulan depan. aku amat sangat senang mendengar berita pernikahannya. benar-benar rasa senang atas kebahagiaannya. semoga saja Linda selalu dalam keridhaan Allah, selalu diberkahi.

aku masih menyimpan smsnya yang menyemangatiku ketika aku mumet dengan dunia baruku dan hampir saja aku menyerah namun Linda tidak pernah berhenti menjadi teman ceritaku saat itu.
"Sbar lah mz jgn gtu,,, toh mngkin ntar krja e enak,,,wes ta d betah2 in dlu ae,,". itulah sms-smsnya saat kuceritakan betapa aku belum memasuki dunia baruku namun sudah mulai menyerah.

benar-benar ingin membalas setiap kebaikan yang  pernah dibagi denganku. hikmah yang terserak didirinya yang membuatku semakin yakin dengan kebaikannya.

ngawi
15.4.13


Aku Hidupmu

Kuputar musik keraskeras pagi ini, hanya untuk mengusir segala beban yang menghampiri, semua masalah yang menyapa
namun sama sekali tidak mampu menepis
bahkan hanya secuil
karena kuyakin
semuanya bersemayam dalam diriku
aku adalah hidupku
bukan kamu, mereka bahkan apa yang aku miliki
aku adalah bahagiaku
sama sekali bukan kamu apalagi dunia ini
aku adalah perjalananku
tujuanku bukan kamu, mereka apalagi dunia ini
persepsiku tentang kamu adalah abstrak
kamu, mereka dan dunia ini hanyalah perlintasanku.

ini merefleksikan diriku yang dibayang-bayangi  kecemasan dalam setiap harinya. tentang bahagia yang kuprasangkakan terhadap seseorang meski kutahu itu utopis. semua pernah kulalui tentang perasaan semacam ini dan ternyata tidak abadi. perasaan yang menguap ketika waktu telah mengikisnya, namun setiap kali pula aku terjebak dalam perasaan yang sama dan mencari pelampiasan yang sama pula. 

terhadap apa-apa saja yang kumaksudkan diatas tidak berdasarkan perhitungan untung rugi karena bahagia bukanlah untung rugi yang harus dirasionalisasikan dalam pikiran kita. aku terjebak dalam situasi yang hampir memekakkan telingaku, tentang hal yang sebenarnya tidak kusepakati dan akupun tersungkur di dalamnya. aku sedang memilah untuk melihat kedalamnya, mencoba melawan dunia meski ketika kutak sanggup lagi kompromi dengan ini semua maka aku akan lari ke ujung langit berteriak sekeras-kerasnya saat ketika tidak ada lagi ruang di sini untuk itu. 

ini tentang hidupku, tentang caraku melewati dunia dan tentang sesosok gadis yang hadir di hidupku. sekali lagi bahwa aku adalah bahagiaku dan bahagiaku adalah hidupku. sama sekali bukan kau, dia ataupun apa-apa yang kudapatkan hari ini. Tuhan adalah abadiku, Dia menjadi Sosok yang harusnya menjadi Teman ceritaku, bahkan semua hal yang kuretas saat ini. hampir saja semua ini menghancurkan apa saja yang ada di kepala, tentang nilai yang aku sepakati, sampai kapan aku bertahan disi dan sampai saat itu pula waktunya aku bebas dan merdeka dari setiap yang melekat di diriku dan tentang entitasku.

kubayangkan betapa marahnya Sang Pencipta melihatku mempermainkan prinsipku hanya demi dunia yang absurd. aku sadari itu dan sedang memperjuangkan kemenangan prinsipku. mendamaikan perut dan pikiranku. saat perut memenangkan hidupku maka tamatlah riwayatku dan saat pikiran menjadi pemenang maka akupun menang namun bukan berarti mereduksi ruang perut di dalam hidupku karena aku masih hidup dan masih butuh perut untuk menambah energiku bergerak maka yang harus kulakukan adalah mendamaikan keduanya, memenuhi kebutuhan perut yang tidak mendistorsi nilai-nilai pikiranku yang sudah kupupuk sejak lama.

jawaban atas semua ini adalah diriku dan dengan bantuan Sang Khalik untuk memperkuat karakterku, tidak menjadi pecundang. 
sejenak mencari buat perut
dan berdamai dengan diri
hingga tiba saat yang paripurna
menyaksikan hal yang tak indrawi
saat itu aku mengenal diriku
mengenal Tuhanku
jangan sekali-kali jauh diri karena 
akan jauh Tuhan pula. 
selamat pagi ngawi
15.4.14
06.45



April 14, 2013

Tiba-Tiba Ingat Kampung

Tiba-tiba saja ingatanku meluncur ke kampung halamanku. Setiap masa yang kulalui terekam jelas di dalam memoriku namun ada satu masa yang sangat ingin kuulang. Masa menanam padi saat masih di kampung. Suasananya menyeruak ke dalam jiwaku meresap membangkitkan gairah hidupku. Benar-benar masa saat itu yang menyejukkan penuh dengan kekeluargaan saat semua orang datang berduyung-duyung saling membantu.

Aku terlalu pongah saat meninggalkan kampungku. Dengan sombongnya kukatakan bahwa aku tidak akan terlalu merindukan setiap momen yang pernah kulalui di ruang desa ini, namun ternyata tidak. Semuanya mental tiba-tiba. setiap hari, aku dirasuki rindu kampungku, tentang suasananya yang seringkali menyejukkanku, tentang aktivitas sehari-hari yang kulewati. jejak kenangan yang begitu indah.

Kampung sepeti syurga yang tak pernah habisnya menawarkan kedamaian. Di sana setiap kehangatan menyediakan ruangannya yang tak pernah harus kubeli. Kampung menjadi variabel paling kurindu dalam hidupku. Manusia disana menjadi bagian keluarga yang tak terpisah.

Aku selalu membayangkan kenikmatan kopi yang dipadu dengan teh hangat ataupun kopi yang diolah sendiri dari kebun bapak dan disajikan oleh ibu pada sore hari disaat badan lelah banting tulang seharian di kebun.

Aku selalu menikmati senja yang cerah di kampung sambil bermain bola kaki di lapangan dekat rumahku bersama sahabat.

Mungkin kampung adalah syurga kecil yang dititipkan oleh Tuhan di dunia ini. Tak ada kedamaian yang melebihi sensasi kehidupan di kampung bahkan kemewahan ibukota yang absurb pun tidak sedikitpun mengurangi kerinduanku terhadap kampung halaman.

Mungkin memang kenikmatan itu hadir di dalam sanubari ketika sudah lenyap namun kampung adalah pengecualian karena hati sudah tertambat di ujungnya.

Meski demikian, hidup telah menakdirkanku untuk menjalaninya di ibukota sehingga takdir ini akan kujalani. Kampungku disana akan menjadi pelepas penat setiap setahun sekali.

Aku mencintai kampung begitupun aku menjalani hidupku di kota ini. Kecintaanku sekarang adalah kerinduan yang kutahan setahun akan mengunjunginya. 

April 10, 2013

Surga

di surga aku menunggumu
berharap kedatanganmu dalam damai
di surga aku menantimu
seorang diri
tanpa siapasiapa
11.4.13
00.00

April 9, 2013

Tentang KS yang Kutemui

Percayalah, semua yang terlihat tidak seperti adanya. Sekelumit tentang aktivitasku sehari-hari selama di kota ini. Bukan untuk menghakimi orang lain atau pun bahkan menjustifikasi mereka seperti apa namun tidak lebih hanya pandanganku sekilas tentang mereka, tentang apa yang kulihat seperti yang tidak dilihat oleh orang kebanyakan. 

Baju bukanlah sebagus apa yang dilihat dari luarnya, baju yang sebenarnya melekat di diri kita terletak di dalam hati. Baju yang melekat di jasad amat sangat menipu. Dalam berbagai pengalaman empiris yang saya temua, ada begitu banyak fatamorgana yang ditampilkan oleh penampilan seseorang.

Percayalah.

Tentang KS yang sering kita lihat berpenampilan penuh wibawa di setiap harinya. Bahkan beberapa dari mereka terlihat begitu dihormati, namun kenyataan yang ada di dalamnya membuatku harus berpikir ulang tentang entitas yang mereka sandang. Sekali lagi bukan ranahku menjustifikasi mereka namun mau tidak mau aku melihat dan menyaksikan sesuatu yang paradoks di diri mereka.

Aku tidak bisa merinci seperti apa hal-hal indrawi yang menipu karena biarkan menjadi pelajaran berharga bagiku untuk meningkatkan kualitas diri. Aku hanya ingin menegaskan bahwa ada begitu banyak hal yang tidak bisa dihakimi melalui apa yang ditangkap oleh indra kita.

April 6, 2013

Anti Klimaks

aku tiba-tiba terkesiap, kemarin hari juma't aku chek up ke dokter di depan RSUD Widodo Ngawi. Salah satu dokter yang buka praktek dari pagi sampai sore karena pada umumnya dokter praktek hanya buka sore hari. Nama dokter yang buka praktek di sana Hanan Tresno.

Memang beberapa hari ni, aku merasa kurang sehat. Sesaat setelah dari Yogjakarta hari minggu kemarin, aku langsung ke Surabaya PP mengurus barang kantor yang belum kunjung datang. AC mobil yang begitu dingin mampu meluluhlantahkan pertahanan tubuhku yang beberapa bulan ini kuporsir. Kembali dari surabaya, malamnya aku ke bojoneegoro lagi-lagi mengurus barang kantor yang kececer di sana. Alhasil besoknya, semua sendi tulangku seakan remuk yang kemudian memaksaku harus memeriksakan kesehatanku ke dokter.

Setelah beberapa menit mengitari kota Ngawi mencari dokter yang buka praktek pagi hari, akhirnya aku sampai juga di depan RSUD umum Widodo dan mendapati satu dokter praktek yang buka pagi, saat itu dokternya juga sedang kurang fit namun aku meminta tolong untuk diperiksa. aku memutuskan tidak ke RSU karena administrasi yang berbelit-belit dan antrian yang biasanya cukup panjang. Kupikir keputusan ke RSU memeriksa kesehatan bukanlah keputusan yang bijak karena berbagai pertimbangan diatas.

Setelah menemui dokter tersebut, aku kemudian diperiksa tekanan darahku, sedikit terkejut ketika dokter tersebut mengatakan bahwa tekanan darahku cukup tinggi. Aku kemudian meminta saran makanan apa yang menjadi pantangan untuk menurunkan tekanan darahku namun jawaban yang kuterima dari dokter tersebut adalah ini bukan soal makanan tetapi soal pikiran. Aku disuruh untuk menata pikiranku dan tidak terlalu stres.

Mungkin saja pernyataan dokter tersebut mendekati kenyataan. Dua bulan ini, aku disibukkan sebagai karyawan di sini yang harus ditarget per harinya. Tekanan tinggi dari pihak manajemen perusahaan membuatku harus berpikir keras bahkan kurasa semua kekuatan fisik dan pikiranku kucurahkan untuk memenuhi targetku. Alangkah kejamnya memang aku memperlakukan diriku. Entahlah  namun semoga saja energi yang kucurahkan mendapat balasan dari Allah.

               Saat mendapati diriku terkapar
Ngawi, 4.4.13

April 4, 2013

Serenade

kamis senja
tak puas kumenikmatimu
dengan peluh yang mengucur
mengerang saat bercumbu
lalu diam membisu
larut dalam pikiran yang tersapu angin
kutarik kau dalam dekapanku
tapi kau tepis semua
kurebahkan diriku di bahumu
lagilagi kau menolak
tapi itu yang kuingin
entahlah
sejak aku selalu bermainmain dengan pikiranku
ada saja yang mengusik
namun senja kamis ini
menerbangkanku menjamah setiap mimpiku
oh langit yang biru
diamkanlah aku dalam damai,,

kamis saat senja
4.4.13

April 3, 2013

3 APRIL 2013

untuk pertama kalinya kembali bercuap-cuap di dindingku, menggores setiap jejak langkah dengan barisan kata-kata yang nantinya kan menjadi pengingatku setiap hal yang kulalui sekarang. hampir dua minggu lamanya aku tak menulis apa-apa, ini bukan karena kemalasanku, bukan pula karena kesibukanku yang memang merampas begitu banyak waktuku, namun lebih karena wadah yang tidak ada. tadi sore, petugas telkom baru saja memasang speedy di tempat kami setelah beberapa hari diputus.
begitu banyak hal yang terlewatkan, begitu banyak jejak langkah yang sudah lupa tuk kuabadikan, semua menguap. bekerja di tempat ini benar-benar menguras fisik dan pikiranku, setiap hari mencurahkan semuanya untuk memikirkan hal yang akan aku lakukan untuk pekerjaan in. bukan untuk menyesali semua keputusan yang kuambil untuk bergabung di tempat ini bukan pula mengeluh meberikan sebagian waktuku karena konsekuensinya adalah sebuah kenyataan bahwa perusahaan ini yang menjadi wadah rezekiku namun kutahu berat dan kutahu ada beberapa hal yang mulai melangkahi prinsipku. bertemu dengan orang baru bukanlah hal yang sulit bagiku, menawarkan kerjasama pun adalah sesuatu yang amat sangat kunikmati namun ranah lain telah menjebakku dalam hal yang tidak kusepakati dari dulu.
kerjasama dan reward adalah sesuatu yang lumrah namun menurutku telah menjadi tidak lumrah ketika akan melakukan kerjasama, harus ada pelicin untuk memuluskan kerjasama tersebut dan hal itu yang dilegalkan di tempat perusahaan aku bekerja, meskipun sebuah hal yang legal secara normatif dalam sistem perusahaan namun perasaanku tetap tidak bisa deal dengan hal tersebut. entahlah, sampai kapan aku bisa kompromi with this shit conditons namun aku berharap bahwa secepatnya keputusanku untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan prinsipku.
pekerjaan bukan sebuah hal terpisah dari yang namanya prinsip, mereka harus sejalan tanpa mereduksi satu sama lainnya. hingga akhirnya ketika pekerjaan yang dilewati sejalan dengan prinsip yang dianut maka yang tercipta kita akan mencintai pekerjaan tanpa memperdulikan reward yang akan diterima.
sejak saat menyadari hal tersebut, aku harus tetap berdamai dengan keadaan ini, bukan memaklumi namun tetap menjalani dengan keteguhan hati yang berlandaskan prinsip yang telah kuikrarkan untuk diriku. keutahu kedamaian tidak berasal dari luar, damai yang hakiki adalah damai dalam hati.

March 14, 2013

Hujan Itu

Hujan menemaniku
datang tersipu malu
seakan ingin mencumbuiku
namun tidak kali ini
aku hanya ingin menikmatinya
dalam tatapan nanarku yang tak lelah
hujan memburuku
seakan ingin memaksaku mengejar waktu
namun tidak kali ini
aku hanya ingin berbaring di tepian waduk
memandang romansa sepasang merpati
hujan menagihku
untuk sekian janji yang kutinggalkan
terlupa dalam perjalananku
namun kali ini takkan kulunasi
aku hanya ingin mengejar bayangbayang hitam
melupakan semua ikrarku
hujan meninggalkanku
dengan segudang kekecewaan terhadapku
kali ini kukejar dirinya
berlulut dan memelas
tapi akhirnya semua terlambat
rinai hujan terus berlalu
meninggalkan tetesan airnya untukku

9.3.13
kurangkai saat training 
di PT  Erlangga
Jln Berbek Industry VII
Waru-Sidoarjo

March 4, 2013

Diam Yang Bercerita

Cerita di balik diamku menggemuruh dalam dadaku, seakan ingin meledakkan seisi perutku, seakan aku harus menjerit menahannya. diam bukan berarti tanpa makna bahkan diam adalah bahasa seribu makna. tak terdefenisiskan memang namun itulah hakekat diam dengan maknanya.
diam adalah jawaban atas kata-kata yang beku dalam dada. 

selaksa kata dari mulut adalah kebohongan yang menjamur. bahkan seringkali kata yang berhamburan berasal dari perut yang serakah dan menjelma menjadi ayat-ayat tak bermakna. kemudian diam menjadi penyejuk atas setiap kata berbau dari lidah yang tak berperasaan. seandainya saja tak ada yang namanya diam dan semua mulut mulai mengoceh tak berarah maka dunia akan serasa berada dalam drama yang bising, semua akan menjustifikasi kebenaran itu sebagai miliknya.

diam tidak selalu berarti tak tahu apa-apa, diam berarti kebijaksaan paripurna dari manusia yang mampu membungkam mulutnya dari janji yang tak terelakkan. pengenalan diri tidak diperoleh dari mulut yang sering kali berucap namun dari hati yang tenang karena tak ada kata yang terucap. salah satu jalan yang ditempuh dalam mengenali diri adalah diam, biarkanlah diam yang bercerita dalam keheningan. biarkanlah dirimu berbicara ke dalam tanpa melalui perantara suara.

aku bertemu dengan banyak orang di dalam hidupku. mengamati mereka yang kutemui adalah sebuah kenikmatan hidupku dan satu hal yang kujumpai dalam setiap pengamatanku adalah manusia yang lebih mampu menahan lidahnya dari terlalu banyak bicara seringkali memancarkan roman muka yang cerah bahkan mereka terbebas dari kebohongan-kebohongan.
manusia yang dengan begitu mudahnya menghamburkan kata-katanya memang pada awalnya sering menjadi perhatian bahwa mungkin orang akan kagum pada kesan pertama namun percayalah bahwa ketika kebiasaan itu akan berlanjut maka orang seakan tidak respek lagi bahkan menganggap kata-kata dari mulut mereka hanyalah sampah yang tidak bermakna

diam memang sering menjadi jawaban yang pasti. diam adalah cerita kebenaran yang tak berbatas karena makna kata ketika diam bersemayam di hati setiap manusia tanpa harus menambah ataupun menguranginya.

tulisan yang tak berlanjut suatu waktu
saat masih di ngawi.

March 3, 2013

Begawan Solo

bERAN
3,3,13
23.17

Begawan solo,,
meliuk dengan riuh
menghadirkan damai untuk semesta
kujumpai engkau saat senja menua
saat gerimis menyapa
menetes membasahi alam raya
perlahan merasuk dalam sukma
begawan solo
menawarkan damai musim ini
memercikkan berkah dalam kasih
tak pernah lelah
dalam tasbih abadi
begawan solo
bertemu jua akhirnya kita
kemarin hari hanya kusapa dirimu dalam
buku bacaanku
sambil membayangkan keindahanmu
namun kini
takdir menggiringku memelukmu
seakan tak kuasa melepasmu
namun senja yang menua memisahkan kita
sampai jumpa di edisi selanjutnya

Berlarilah

pagi ini, engkau masih tersenyum kepadaku, menyuguhkan segelas susu di atas mejaku, memasangkan stelan jas dibadanku, senyum hangatmu mewarnai interaksi kita pagi ini, sesekali candamu menyapaku dalam bahagia. membuatku melupakan cinta diluar sana. seakan terasing, namun itulah hidupku saat bersamamu, dengan segala pernakpernik yang melekat di tubuh kita

siang ini, suasana pagi tadi belum berubah, bahkan lebih dari itu, kau lepas sepatuku, kau menyediakan air hangat untuk permandianku, kau cuci noda yang melekat di badanku, setiap tetes keringat yang mengucur dari poriporiku dengan sigap kau hapus, suguhan makanan sedari tadi telah kau siapkan. hingga perasaan bahagia denganmu semakin menjalar ke dalam sukmaku

malam ini, semua seakan lenyap tak berbekas, entahlah aku juga tak bisa mengartikan setiap hal yang tengah terjadi dihadapanku, tibatiba saja kebahagiaan itu memudar bersama dengan dinginnya udara malam. ternyata malam ini, heningnya malam mengalahklan kesetiaanmu, hingga luntur mengikuti aliran nafas yang terengahengah,

pergilah, menjauhlah
karena kesendirianku ternyata lebih bermakna
kesendirianku menawarkan sejuta kebahagiaan untukku
tak ada lagi ruang untukmu

Ngawi
3,3,13
23.09

Tertegun

Mungkin ini yang dibilang ta'bangka, benar-benar tertegun dengan apa yang aku alami pagi ini, saat mencari sarapan di dekat kos.

Pagi ini, seperti pagi-pagi di setiap hari minggu, aku sendirian menghuni rumah kontrakan karena dua temanku pulang kampung. Salah satu aktivitas yang paling sering kukerjakan ketika sendirian di rumah kontrakan hanyalah online, main FB, nonton youtobe sambil dengar musik. Pagi ini pun aku melakukan aktivitas yang sama. Bermalas-malasan di depan komputer namun tidak berselang beberapa lama, perutku minta diisi, setelah mandi, aku bergegas ke warung depan kontrakan yang menjadi langgananku. 

Bukan apa-apa namun lebih karena warung itu bersahabat dengan isi dompetku, hanya dengan merogoh kocek sekitar 5 ribu, aku sudah bisa menikmati sepiring nasi dan segelas nutrisari ataupun marimas dan itulah menu andalanku bahkan ketika aku memesan makanan di warung itu, mbak pemilik warung yang kerap dipanggil mbak endut sudah hapal dengan menu yang akan kupesan dan tanpa harus menyampaikannya, dia sudah menyiapkan untukku.

Pagi ini pun aku ke sana, berhubung karena hari minggu maka warung tersebut yang biasanya ramai pengunjung kelihatan agak sepi, hanya seorang laki-laki paruh baya yang sedang menikmati rokok sambil sesekai menyeruput kopi hitam yang adan di hadapannya. seperti biasa aku memesan makanan, dengan asyiknya, aku menikmati sarapan kali ini. 

Selang beberapa saat, aku sudah menghabiskan sepiring nasi dengan lauk tempe dan kerupuk. aku membiarkan sejenak perutku mengatur makanan yang baru saja kutuang ke dalamnya sambil bersandar di pangku panjang warung itu. saat hendak membayar, seorang ibu yang mungkin berumur 50 th datang dengan bekas gelas air mineral di tangannya, kelihatannya ingin meminta uang, tanpa berfikir panjang, aku menyodorkan uang koin kepadanya namun alangkah terkejutnya aku saat baru saja menerima uang koin dariku dia lalu masuk ke warung tempatku makan sambil membeli sesuatu,

mau tahu apa yang dibeli, ternyata beberapa batang rokok,

Ibu, bukan aku tidak ikhlas memberi uang ataupun bukan aku ingin menceritakan sesuatu tentang ibu itu namun apa yang terlihat dengan sangat jelas di depan mataku benar-benar membuatku tak habis berfikir, seorang ibu paruh baya yang meminta-minta hanya untuk membeli rokok.

Benar-benar speechless ka', tidak tahu lagi apa yang harus kutulis sekarang tentangnya, ini saja dulu sambil menenangkan pikiran negatifku tentang ibu itu.

Beran
3.3.13
10.00 am