April 15, 2013

Aku Hidupmu

Kuputar musik keraskeras pagi ini, hanya untuk mengusir segala beban yang menghampiri, semua masalah yang menyapa
namun sama sekali tidak mampu menepis
bahkan hanya secuil
karena kuyakin
semuanya bersemayam dalam diriku
aku adalah hidupku
bukan kamu, mereka bahkan apa yang aku miliki
aku adalah bahagiaku
sama sekali bukan kamu apalagi dunia ini
aku adalah perjalananku
tujuanku bukan kamu, mereka apalagi dunia ini
persepsiku tentang kamu adalah abstrak
kamu, mereka dan dunia ini hanyalah perlintasanku.

ini merefleksikan diriku yang dibayang-bayangi  kecemasan dalam setiap harinya. tentang bahagia yang kuprasangkakan terhadap seseorang meski kutahu itu utopis. semua pernah kulalui tentang perasaan semacam ini dan ternyata tidak abadi. perasaan yang menguap ketika waktu telah mengikisnya, namun setiap kali pula aku terjebak dalam perasaan yang sama dan mencari pelampiasan yang sama pula. 

terhadap apa-apa saja yang kumaksudkan diatas tidak berdasarkan perhitungan untung rugi karena bahagia bukanlah untung rugi yang harus dirasionalisasikan dalam pikiran kita. aku terjebak dalam situasi yang hampir memekakkan telingaku, tentang hal yang sebenarnya tidak kusepakati dan akupun tersungkur di dalamnya. aku sedang memilah untuk melihat kedalamnya, mencoba melawan dunia meski ketika kutak sanggup lagi kompromi dengan ini semua maka aku akan lari ke ujung langit berteriak sekeras-kerasnya saat ketika tidak ada lagi ruang di sini untuk itu. 

ini tentang hidupku, tentang caraku melewati dunia dan tentang sesosok gadis yang hadir di hidupku. sekali lagi bahwa aku adalah bahagiaku dan bahagiaku adalah hidupku. sama sekali bukan kau, dia ataupun apa-apa yang kudapatkan hari ini. Tuhan adalah abadiku, Dia menjadi Sosok yang harusnya menjadi Teman ceritaku, bahkan semua hal yang kuretas saat ini. hampir saja semua ini menghancurkan apa saja yang ada di kepala, tentang nilai yang aku sepakati, sampai kapan aku bertahan disi dan sampai saat itu pula waktunya aku bebas dan merdeka dari setiap yang melekat di diriku dan tentang entitasku.

kubayangkan betapa marahnya Sang Pencipta melihatku mempermainkan prinsipku hanya demi dunia yang absurd. aku sadari itu dan sedang memperjuangkan kemenangan prinsipku. mendamaikan perut dan pikiranku. saat perut memenangkan hidupku maka tamatlah riwayatku dan saat pikiran menjadi pemenang maka akupun menang namun bukan berarti mereduksi ruang perut di dalam hidupku karena aku masih hidup dan masih butuh perut untuk menambah energiku bergerak maka yang harus kulakukan adalah mendamaikan keduanya, memenuhi kebutuhan perut yang tidak mendistorsi nilai-nilai pikiranku yang sudah kupupuk sejak lama.

jawaban atas semua ini adalah diriku dan dengan bantuan Sang Khalik untuk memperkuat karakterku, tidak menjadi pecundang. 
sejenak mencari buat perut
dan berdamai dengan diri
hingga tiba saat yang paripurna
menyaksikan hal yang tak indrawi
saat itu aku mengenal diriku
mengenal Tuhanku
jangan sekali-kali jauh diri karena 
akan jauh Tuhan pula. 
selamat pagi ngawi
15.4.14
06.45



No comments: