March 3, 2013

Tertegun

Mungkin ini yang dibilang ta'bangka, benar-benar tertegun dengan apa yang aku alami pagi ini, saat mencari sarapan di dekat kos.

Pagi ini, seperti pagi-pagi di setiap hari minggu, aku sendirian menghuni rumah kontrakan karena dua temanku pulang kampung. Salah satu aktivitas yang paling sering kukerjakan ketika sendirian di rumah kontrakan hanyalah online, main FB, nonton youtobe sambil dengar musik. Pagi ini pun aku melakukan aktivitas yang sama. Bermalas-malasan di depan komputer namun tidak berselang beberapa lama, perutku minta diisi, setelah mandi, aku bergegas ke warung depan kontrakan yang menjadi langgananku. 

Bukan apa-apa namun lebih karena warung itu bersahabat dengan isi dompetku, hanya dengan merogoh kocek sekitar 5 ribu, aku sudah bisa menikmati sepiring nasi dan segelas nutrisari ataupun marimas dan itulah menu andalanku bahkan ketika aku memesan makanan di warung itu, mbak pemilik warung yang kerap dipanggil mbak endut sudah hapal dengan menu yang akan kupesan dan tanpa harus menyampaikannya, dia sudah menyiapkan untukku.

Pagi ini pun aku ke sana, berhubung karena hari minggu maka warung tersebut yang biasanya ramai pengunjung kelihatan agak sepi, hanya seorang laki-laki paruh baya yang sedang menikmati rokok sambil sesekai menyeruput kopi hitam yang adan di hadapannya. seperti biasa aku memesan makanan, dengan asyiknya, aku menikmati sarapan kali ini. 

Selang beberapa saat, aku sudah menghabiskan sepiring nasi dengan lauk tempe dan kerupuk. aku membiarkan sejenak perutku mengatur makanan yang baru saja kutuang ke dalamnya sambil bersandar di pangku panjang warung itu. saat hendak membayar, seorang ibu yang mungkin berumur 50 th datang dengan bekas gelas air mineral di tangannya, kelihatannya ingin meminta uang, tanpa berfikir panjang, aku menyodorkan uang koin kepadanya namun alangkah terkejutnya aku saat baru saja menerima uang koin dariku dia lalu masuk ke warung tempatku makan sambil membeli sesuatu,

mau tahu apa yang dibeli, ternyata beberapa batang rokok,

Ibu, bukan aku tidak ikhlas memberi uang ataupun bukan aku ingin menceritakan sesuatu tentang ibu itu namun apa yang terlihat dengan sangat jelas di depan mataku benar-benar membuatku tak habis berfikir, seorang ibu paruh baya yang meminta-minta hanya untuk membeli rokok.

Benar-benar speechless ka', tidak tahu lagi apa yang harus kutulis sekarang tentangnya, ini saja dulu sambil menenangkan pikiran negatifku tentang ibu itu.

Beran
3.3.13
10.00 am

No comments: