April 14, 2013

Tiba-Tiba Ingat Kampung

Tiba-tiba saja ingatanku meluncur ke kampung halamanku. Setiap masa yang kulalui terekam jelas di dalam memoriku namun ada satu masa yang sangat ingin kuulang. Masa menanam padi saat masih di kampung. Suasananya menyeruak ke dalam jiwaku meresap membangkitkan gairah hidupku. Benar-benar masa saat itu yang menyejukkan penuh dengan kekeluargaan saat semua orang datang berduyung-duyung saling membantu.

Aku terlalu pongah saat meninggalkan kampungku. Dengan sombongnya kukatakan bahwa aku tidak akan terlalu merindukan setiap momen yang pernah kulalui di ruang desa ini, namun ternyata tidak. Semuanya mental tiba-tiba. setiap hari, aku dirasuki rindu kampungku, tentang suasananya yang seringkali menyejukkanku, tentang aktivitas sehari-hari yang kulewati. jejak kenangan yang begitu indah.

Kampung sepeti syurga yang tak pernah habisnya menawarkan kedamaian. Di sana setiap kehangatan menyediakan ruangannya yang tak pernah harus kubeli. Kampung menjadi variabel paling kurindu dalam hidupku. Manusia disana menjadi bagian keluarga yang tak terpisah.

Aku selalu membayangkan kenikmatan kopi yang dipadu dengan teh hangat ataupun kopi yang diolah sendiri dari kebun bapak dan disajikan oleh ibu pada sore hari disaat badan lelah banting tulang seharian di kebun.

Aku selalu menikmati senja yang cerah di kampung sambil bermain bola kaki di lapangan dekat rumahku bersama sahabat.

Mungkin kampung adalah syurga kecil yang dititipkan oleh Tuhan di dunia ini. Tak ada kedamaian yang melebihi sensasi kehidupan di kampung bahkan kemewahan ibukota yang absurb pun tidak sedikitpun mengurangi kerinduanku terhadap kampung halaman.

Mungkin memang kenikmatan itu hadir di dalam sanubari ketika sudah lenyap namun kampung adalah pengecualian karena hati sudah tertambat di ujungnya.

Meski demikian, hidup telah menakdirkanku untuk menjalaninya di ibukota sehingga takdir ini akan kujalani. Kampungku disana akan menjadi pelepas penat setiap setahun sekali.

Aku mencintai kampung begitupun aku menjalani hidupku di kota ini. Kecintaanku sekarang adalah kerinduan yang kutahan setahun akan mengunjunginya. 

No comments: