untuk pertama kalinya kembali bercuap-cuap di dindingku, menggores setiap jejak langkah dengan barisan kata-kata yang nantinya kan menjadi pengingatku setiap hal yang kulalui sekarang. hampir dua minggu lamanya aku tak menulis apa-apa, ini bukan karena kemalasanku, bukan pula karena kesibukanku yang memang merampas begitu banyak waktuku, namun lebih karena wadah yang tidak ada. tadi sore, petugas telkom baru saja memasang speedy di tempat kami setelah beberapa hari diputus.
begitu banyak hal yang terlewatkan, begitu banyak jejak langkah yang sudah lupa tuk kuabadikan, semua menguap. bekerja di tempat ini benar-benar menguras fisik dan pikiranku, setiap hari mencurahkan semuanya untuk memikirkan hal yang akan aku lakukan untuk pekerjaan in. bukan untuk menyesali semua keputusan yang kuambil untuk bergabung di tempat ini bukan pula mengeluh meberikan sebagian waktuku karena konsekuensinya adalah sebuah kenyataan bahwa perusahaan ini yang menjadi wadah rezekiku namun kutahu berat dan kutahu ada beberapa hal yang mulai melangkahi prinsipku. bertemu dengan orang baru bukanlah hal yang sulit bagiku, menawarkan kerjasama pun adalah sesuatu yang amat sangat kunikmati namun ranah lain telah menjebakku dalam hal yang tidak kusepakati dari dulu.
kerjasama dan reward adalah sesuatu yang lumrah namun menurutku telah menjadi tidak lumrah ketika akan melakukan kerjasama, harus ada pelicin untuk memuluskan kerjasama tersebut dan hal itu yang dilegalkan di tempat perusahaan aku bekerja, meskipun sebuah hal yang legal secara normatif dalam sistem perusahaan namun perasaanku tetap tidak bisa deal dengan hal tersebut. entahlah, sampai kapan aku bisa kompromi with this shit conditons namun aku berharap bahwa secepatnya keputusanku untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan prinsipku.
pekerjaan bukan sebuah hal terpisah dari yang namanya prinsip, mereka harus sejalan tanpa mereduksi satu sama lainnya. hingga akhirnya ketika pekerjaan yang dilewati sejalan dengan prinsip yang dianut maka yang tercipta kita akan mencintai pekerjaan tanpa memperdulikan reward yang akan diterima.
sejak saat menyadari hal tersebut, aku harus tetap berdamai dengan keadaan ini, bukan memaklumi namun tetap menjalani dengan keteguhan hati yang berlandaskan prinsip yang telah kuikrarkan untuk diriku. keutahu kedamaian tidak berasal dari luar, damai yang hakiki adalah damai dalam hati.
begitu banyak hal yang terlewatkan, begitu banyak jejak langkah yang sudah lupa tuk kuabadikan, semua menguap. bekerja di tempat ini benar-benar menguras fisik dan pikiranku, setiap hari mencurahkan semuanya untuk memikirkan hal yang akan aku lakukan untuk pekerjaan in. bukan untuk menyesali semua keputusan yang kuambil untuk bergabung di tempat ini bukan pula mengeluh meberikan sebagian waktuku karena konsekuensinya adalah sebuah kenyataan bahwa perusahaan ini yang menjadi wadah rezekiku namun kutahu berat dan kutahu ada beberapa hal yang mulai melangkahi prinsipku. bertemu dengan orang baru bukanlah hal yang sulit bagiku, menawarkan kerjasama pun adalah sesuatu yang amat sangat kunikmati namun ranah lain telah menjebakku dalam hal yang tidak kusepakati dari dulu.
kerjasama dan reward adalah sesuatu yang lumrah namun menurutku telah menjadi tidak lumrah ketika akan melakukan kerjasama, harus ada pelicin untuk memuluskan kerjasama tersebut dan hal itu yang dilegalkan di tempat perusahaan aku bekerja, meskipun sebuah hal yang legal secara normatif dalam sistem perusahaan namun perasaanku tetap tidak bisa deal dengan hal tersebut. entahlah, sampai kapan aku bisa kompromi with this shit conditons namun aku berharap bahwa secepatnya keputusanku untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan prinsipku.
pekerjaan bukan sebuah hal terpisah dari yang namanya prinsip, mereka harus sejalan tanpa mereduksi satu sama lainnya. hingga akhirnya ketika pekerjaan yang dilewati sejalan dengan prinsip yang dianut maka yang tercipta kita akan mencintai pekerjaan tanpa memperdulikan reward yang akan diterima.
sejak saat menyadari hal tersebut, aku harus tetap berdamai dengan keadaan ini, bukan memaklumi namun tetap menjalani dengan keteguhan hati yang berlandaskan prinsip yang telah kuikrarkan untuk diriku. keutahu kedamaian tidak berasal dari luar, damai yang hakiki adalah damai dalam hati.
No comments:
Post a Comment