February 16, 2013

Dan Peringatan Itu

Ini tentang sebuah peringatan, tentang teori yang sering kudengungkan di bibirku dan bahkan sering untuk orang lain namun ternyata aku tidak melaksanakannya tadi sore alhasil akupun harus menanggung sebuah peringatan sederhana dari Sang Maha Pencipta.

Tadi sore, sekitar pukul 14.00, Misbah, teman kosku baru tiba di rumah selepas dari acara pertemuan kepala sekolah di Geneng. Aku masih menikmati tidur siang saat itu sambil menonton film india. Selang beberapa saat kemudian, Misbah memintaku untuk mengantarnya ke terminal karena rencananya dia ingin pulang kampung hari ini. 

Memang hari ini adalah hari sabtu dan besoknya libur, kampungnya (Misbah red) dekat dari Ngawi yaitu di Grobokan, jawa tengah. Hanya sekitar dua jam perjalanan dari kota ini. Aku masih asyik dengan film india saat munir sudah berganti pakaian, aku beranjak dari pembaringan dengan bermalas-malasan dan tergesa-gesa mengantar munir ke terminal. Saat sampai di terminal, aku langsung pamit dan balik ke rumah kos.

Saat tiba di pagar kos itulah peringatan ditujukan kepadaku. ceritanya begini, saat di depan pagar, terlihat pagar tersebut agak tertutup rapat, karena motor yg aku kendarai pake kopling, maka aku dengan tergesa-gesa membuka pintu dengan kaki namun pintunya agak keras sehingga aku dengan hati dongkol turun dari motor dan membuka pagar dengan kesal, sesaat setelah itu, aku mulai memasukkan motor ke dalam area parkir rumah kos, sialnya karena jalanannya agak licin, ban depan motor tergelincir dan aku tidak punya keseimbangan menahan motor tersebut sehingga betisku mengenai knalpot motor hingga melepuh.

Itulah pelajaran Semesta hari ini untukku. saat seringkali aku mengamini dalam hatiku bahwa hidup ini harus dijalani dengan tenang hati dan tidak boleh tergesa-gesa namun sering kali pula aku lupa akan hal itu dan peringatan tersebut baru menyadarkanku bahwa setiap hal yang diamini dalam hati akan terwujud di kehidupan nyata hingga akhirnya menguji kita untuk menjalani apakah sesuai dengan hati atau bahkan dengan nafsu. bekas knalpot di betisku ini akan menjadi kenangan betapa au telah ingkar terhadap ikrar diriku sendiri.

February 14, 2013

Belajarlah Menghargai Orang Lain, Pak.

Setelah bekerja dua minggu di kota ini, interaksi dengan para guru adalah keharusan buatku untuk melakoni kerja ini. sebenarnya tidak ada yang menjadi masalah bahkan sebaliknya sangat menikmati pekerjaanku yang selalu mengitari setiap sekolah di kota ini. bercerita panjang lebar dengan setiap orang yang baru kukenal, sesekali curhat tentang nasibku sebagai perantau, namun terlepas dari semua itu, sensasi menjalani pekerjaan ini membuat adrenalinku semakin terpacu. Semua hal yang menjadi batu sandungan kuanggap sebagai lelucon belaka tanpa harus mundur selangkah pun dari apa yang teah menjadi komitmenku sekali pertama aku menjejakkan kakiku di tanah ini.

Bercerita tentang setiap hal bukanlah sesuatu yang amat sangat sulit kulakukan, aku tipe orang yang suka bercerita tentang apa saja, tentang setiap hal yang sifatnya pribadi dan terhadap orang baru kukenal.  namun tadi menjadi kejadian yang hampir saja membuatku mengumpat sepanjang hari, bagaimana tidak, sejak tadi malam, aku sudah menyusun setiap detail rencanaku untuk mengunjungi setiap sekolah yang ada di disini dengan harapan bahwa pihak sekolah kan menyambutku dengan senyum penuh persahabatan, bahkan beberapa sekolah yang akan kukunjungi adalah sekolah berbasis Agama.

Pagi buta, aku dan keempat temanku sudah siap menyambut hari ini dengan melakoni rutinitas kami menyambangi setiap sekolah, aku bertugas mengunjungi semua sekolah SMP sederajatnya. Kumulai kunjunganku di MTSN ngawi, setelah berada di depan sekolah, aku menuju ke ruang kantor, sejenak kuamati setiap guru di dalam ruangan mereka yang hanya sekitar 4 orang, kutanya  tentang keberadaan kepala sekolah kepada seorang guru yang sedang asyik bercengkerama dengan komputernya,  kuperkenalkan diriku dari salah satu penerbit, saaat itulah raut mukanya langsung berubah menjadi masam dan dengan sinisnya mengatakan bahwa kepala sekolah sedang tidak ada di ruangannya kemudian melanjutkan aktivitasnya dnegan layar komputer. 

Aku kemudian menuju ke meja salah seorang ibu guru, tanggapan yang dingin pun dari ibu guru itu, dalam hatiku mulai mengumpat tentang mereka yang begitu sangat tidak menghargai keberadaanku. aku kemudian pamit dengan muka masam. hatiku muali tidak mood saat pagi-pagi langsung mendapat sambutan yang sangat tidak bersahabat dengan guru di MTSN ngawi. aku kemudian menata hatiku dan mulai menganggapnya sebagai angin lalu.

Aku kemudian mengarahkan motorku ke SMPN 4 ngawi, di sekolah ini, aku kembali mendapat respon yang sama, saat berada di ruangan guru, para pengajar tersebut sedang menikmati adonan kue karena berhubung ada acara sekolah, lagi-lagi aku dikacangi, hanya ada salah satu gur yang menegurku dan menyuruhku untuk menunggu guru penanggung jawab buku yang ingin kutemui, setelah mempersilahkanku menunggu, dia kembali asyik dengan rekannya menikmati makanan yang ada di ruangan tersebut, alih-alih mengajakku mencicipi, diajak bicara pun tidak. Sesaat kemudian, pak priono datang dan menyambutku dengan senyuman, mulai hatiku sedikit terobati dengan sambutan dari pak priono.

Aku keluar dari sekolah tersebut kemudian meluncur ke arah kecamatan paron untuk melanjutkan perjalanan ke SMPN 1 Paron. Sesampai di sana, ternyata bapak kepala sekolah juga tidak ada, namun bukan itu yang menjadi masalah, aku mendapati seorang guru yang amat sangat tidak bersahabat menurutku. Setelah menginfokan bahwa bapak kepsek tidak ada, dia kemudian bercerita panjang lebar yang seakan tidak menginginkan kehadiranku. Sesekali kutanggapi namun dia menanggapi balik dengan nada yang sinis, mulai naik tensi egoku dan sedikit berdebat dengannya namun sesaat kemudian, kusadari bahwa tidak ada artinya menanggapi semua penjelasannya yang sinis terhadapku. 

Kucoba untuk mengatakan kepadanya bahwa besok aku akan datang lagi jika kepala sekolah sudah masuk namun kemudian ditanggapi bahwa tidak ada gunanya karena setiap sekolah sudah tidak menjual buku. Kukatakan kepadanya bahwa aku datang ke sini tujuannya untuk silaturrahim namun dia menimpali dengan amat sangat menyinggung bahwa silaturrahim hanyalah kedok namun intinya pasti akan menawarkan penawaran buku. Aku sadari itu tapi tidak seperti itu menyambut tamu, pak.

bapak, ibu guru yang tadi siang sinis terhadapku
belajarlah menghargai,,
kalian adalah pendidik,,
bahkan panutan bagi setiap anak murid,,
14.02.13


February 13, 2013

Sebuah Senyuman Untuk Kampungku

Cerita tentang kota ini di perbatasan jawah timur dan jawa tengah. aku sudah berada di kota ini selama sepuluh hari. banyak hal yang ingin kuabadikan tentang kota ini melalui tulisan namun yang paling ingin kutulis adalah tentang salah satu kota ini yang hapir menyerupai kampungku. pekerjaanku di kota ini mengharuskanku untuk mengitari setiap sekolah yang ada di kabupaten ini, alhasil setiap sudut kota ioni harus kutempuh. mulai dari kecamatan bringin, kecamatan karangjati arah ke caruban, kecamatan pangkur dekat madiun, samapi pada kecamatan ngrambe yang berbatasan dengan srangen jawa tengah.

Salah satu sisi kota ini yang sangat kunikmati setiap kali harus mengitarinya adalah sepanjang jalan menuju kecamatan ngrambe. jalanan menuju kearah kecamatan tersebut adalah jalan lintas provinsi ke jawa tengah namun bukan itu alasannya kenapa aku sangat menikmati sepanjang jalan tersebut, aku menikmatinya karena sepanjang jalan tersebut, terhampar luas sawah yang sudah menguning bahkan ada yang sudah di panen, setiap kali melewati jalanan tersebut, serpihan kenangan tentang kampung halamanku di buntu lamba perlahan-lahan merasuk memenuhi sukmaku, bau semerbak padi yang baru dipanen semakin menambah aroma suasana kampungku. 

Tekadang terbersit rasa rindu yang membuncah terhadap kampung halamanku saat merasakan suasana tersbut. lalu lalang para masyarakat yang memikul padi semakin menegaskan persamaan dengan pengalaman masa laluku semasa masih di kampung. saat panen tiba, saat memikul hasil panen ke rumah dan saat-saat ibuku menyuguhkan nasi bakul dan sayur asam sesaat setelah capek bekerja di sawah.

Kenangan itu selalu saja muncul setiap harinya karena mau tidak mau aku harus melewati jalanan tersebut, namun meskipun begitu, walaupun suasananya menyamai kampung halamanku namun sama sekali tidak bisa menggantikan posisi kampung halamanku di jiwaku. dia akan tetap bersemanyam jauh di dalam sana. kenangan masa lalu penuh cerita tak kan begitu saja terhapuskan, jejak kakiku di kampung halaman tak jua terhapus oleh apapun. suasana sisi kampung di kota ngawi ini hanyalah kan menjadi serpihan pengingat tentang kampung buntu lamba yang sama sekali tak kan mampu mengerusnya dari sukmaku.

Entah kapan namun aku tetap berharap bahwa aku kan kembali ke kampungku membaw sejuta senyuman indah buat setiap orang yang mengharapkan kebahagiaan untukku. senyuman buat kampung halamanku yang beitu asri. aku berada di sisi hanya demi sebuah misi hidup bukan untuk berusaha menukar kenangan rindu tentang kampungku..

burontong, malam ini, aku ingat semua tentang cerita masa bocahku di dalam pelukanmu,,,,!

Raga Yang Menyerah

engkau persinggahan jiwaku
saat lelah menghampiriku
melawan dunia yang semakin tak bersahabat

masih ingatkah engkau kemarin malam
saat kukirimkan surat tentang cita kita
ikrar kan menaklukkan dunia

tapi kenapa hari ini kau seakan lupa
menanyakan pertanyaan yang sama

sudahlah merengek tentang asa

yah,,yah

memungut tetes hujan berserakan
mencerca cahaya yang memercik wajah
menggores sukma penuh dendam

hujan diujung malam yang menua
ingin kukejar hangatnya
sekan berlomba dengan nafasku

February 12, 2013

Tentang Rindu Ini

kuingat tentang malam yang menawarkan dinginnya
kuingat tentang pagi dengan sejuknya

cerita di kota tua
selalu dan selalu deru kereta memekakkan telinga

tentang rindu
tentang hangatnya kota ini
namun tak jua mampu mengalahkan pesona negeriku

diujung sana
diujung pulau yang menawarkan rindu

tentang semua kenangan
tentang hidup yang terjalani masa itu,,

airnya telah menyatu dalam darahku
bau tanahnya tak musnah dariku
hangatnya mendesir di rongga otakku

memercikkan rindu yang amat sangat
tentang cerita esok hari

February 11, 2013

silaturrahim

ini tentang manusia
tentang hasrat mereka
saat perut menjadi kuasa
senyum karena sesuatu
tak lagi tulus
tidak lagi murni
membosankan

February 10, 2013

Lagu Malaysia Malam Ini

Malam ini, benar-benar tidak ada kegiatan. setelah makan malam bersama munir di depan lorong, nasi pecel yang cuma 4 ribu, kami berdua kembali ke rumah, sebenarnya kami berniat ke padepokannya kang Huda tapi ternyata hujan malam ini memaksa kami membatalkan rencana kami. kami berdua harus beradu lari dengan hujan sebelum mencapai pintu rumah. hujan semakin deras menyapa kota ini, munir duduk di ruang depan sambil membaca koran hari ini, sedangkan aku langsung ke depan komputer larut di dunia maya. beberapa menit kemudian, aku jenuh dengan dunia maya, tidak ada yang menarik bahkan sekedar untuk membunuh kejenuhanku malam ini.

aku kemudian memutar lagu malaysia, lagu-lagu yang semasa SD sangat akrab di telingaku. setiap judul lagu malaysia yang kuingat, kunikmati lewat you tube. sesaat kemudian, kuingat saat masih di kampung, saat masih SD, lagu-lagu tersebut sangat digandrungi dulu. akupun tak ketinggalan menikmatnya, hingga saat ini, lirik lagu tersebut masih kuingat dengan jelas.

lagu-lagu india pun sangat akrab di telingaku dulu. masih segar dalam ingatanku bagaimana kami harus membolos untuk menonton film india bahkan dengan jarak yang sangat jauh, maklum di desa kami dulu, hanya ada beberapa orang yang sudah mempunyai pesawat tv.

hehe. lagu malaysia untuk malam ini
21.47
10.02.13

Tentang Selera

Ini cerita tentang selera, tentang bagaimana kita menyikapi setiap selera individu yang ada. sering kali ketika kita berbeda selera dengan seseorang maka dengan angkuhnya kita selalu mencari kekurangan tentang seseorang tersebut. selera menurutku adalah hal yang terbentuk pada diri setiap individu karena beberapa alasan termasuk salah satunya adalah pengalaman masa lalu. tentang bagaimana dicekoki sesuatu pada masa kecilnya maka hal tersebut akan terukir dalam dirinya dan menjadikan sesuatu tersebut sebagai hal disukai atau dibenci.

Kumulai pertama dengan selera musik. dengan jujur kukatakan bahwa aku suka dengan beberapa genre musik termasuk musik yang dianggap sebagai musik orang kampung. aku suka sekali musik malaysia dan dangdut. itu pengakuan jujurku. bukan tanpa alasan kenapa aku tiba-tiba suka musik tersebut, kuingat dengan sangat jelas bahwa pada masa-masa SD, orang-orang di kampungku doyan akan musik tersebut, setiap rumah sering memutarnya pada pagi dan sore hari. 

Kumpulan pemuda yang nongkrong di malam hari sering kali bernyanyi bersama menyanyikan genre musik tersebut. lama kelamaan aku pun suka akan kedua musik tersebut terutama musik malaysia bahkan sampai sekarang. Ada beberapa lirik lagu yang masih segar dalam ingatanku. lalu kemudian saat kuliah dan bertemu dengan beberapa orang dari belahan daerah lain, ternyata selera musik kami berbeda, kebanyakan dari mereka suka lagu impor nan cadas, reggae, hardcore, atau apapun itu. saat berbicara tentang musik, aku harus siap-siap dicemooh habis-habisan karena selera musikku yang dianggap kampungan. 

Awalnya, aku bahkan berpura-pura untuk menyenangi setiap lagu yang diputar, aku harus googling mencari informasi tentang band luar yang menjadi mainstream meskipun kutahu, sama sekali aku tidak menikmatinya, bahkan lebih lucunya, saat menginap di kampus, aku memutar lagu yang kusukai sejak kecil saat sudah sepi. 

Lama kelamaan, aku kemudian berfikir apa salahnya berbeda selera dengan mereka, toh meskipun begitu, aku tidak merugikan mereka.musik adalah untuk dinikmati. terkadang juga, mereka suka musik yang resist sehingga musik pinggiran dianggap kolot. aku kemudian berpikir bahwa meskipun suka dengan musik perlawanan namun tidak serta merta mereka menjadi bagian dari itu karena perlawanan terhadap segala bentuk penindasan bukan labelitas, dia teridentifikasi dari gerak nyata tanpa melihat sesuatu yang sifatnya normatif.

Tentang selera yang kedua adalah klub sepakbola atau bahkan pemain kesukaan, terkadang waktu habis hanya untuk memperdebatkan klub mana yang paling unggul, pemain mana yang paling jago bahkan harus saling menjegal. terus terang aku bosan dengan semua perdebatan tentang selera yang sifatnya subjektif, tentang mana yang lebih keren.

banyak lagi selera yang kemudian terkonstruksi di dalam setiap pikiran individu yang berbeda-beda tanpa harus mendiskreditkan selera orang lain.
10-2-13

Kembali Ingkar Pada Diriku

10.02.13
08.00

pagi ini, aku kembali ingkar pada diriku. sudah seminggu disini, aku belum pernah memanjakan diriku dengan keluar menghirup udara pagi, padahal sebelum menginjakkan kakiku di kota ini, aku sudah bertekad kuat untuk bangun pagi-pagi dan keluar berjalan mengitari kota ini sambil merasakan udara pagi yang sudah begitu lama tidak kulakukan. hari ini, persisnya hari minggu menjadi hari yang sangat pas untuk mewujudkan janjiku kepada diriku. aku sudah bangun pagi-pagi buta dan beranjak menunaikan kewajiban subuhku.

aku sudah memakai celana pendek merah dan baju kaos dengan niat yang bulat untuk menghangatkan tubuhku dengan pagi ini. namun semuanya harus buyar, saat menuju lantai 1 dan melewati komputer yang masih menyala, aku iseng untuk ngechek email dan akun facebook, entah mengapa, di akun FBku ada tautan dari blog temanku karena penasaran tentang tulisannya, mulai kuklik dan membaca tulisannya. bukan hanya sampai disitu, akukemudian larut dalam bacaan blog pagi ini, memaca beberapa tulisan dari teman-teman lama di makassar, sering dari tulisan mereka menghadirkan kembali suasana makassar yang begitu mempesona

aku tak menyadari atau mungkin terlalu menikmati setiap tulisan di blog teman-temanku di makassar, alhasil tidak terasa, pagi sudah beranjak namun aku masih duduk rapi di depan komputer bergumul dengan blog ini sambil sesekali tersenyum ketika membaca pengalaman masa lalu di makassar. terkadang saat merindukan kota makassar, sering kubuka blog ataupun kubaca status teman-temanku yang ada di makassar sekedar untuk mengobati kerinduan terhadap kota itu. meskipun terkadang juga aku malas dengan perasaan yang seperti itu, yang sangat sentimental.

entahlah, sekarang sudah pukul 08.00, namun janji pada diriku untuk berjalan kaki menikmati pagi ini belum juga kutunaikan, kau malah menulis pengingkaranku di blogku yang acak kadul. mungkin juga ini sekedar sebuah kado permintaan maaf dengan pengingkaran tersebut, aku merasa tidak terlalu bersalah kaena tulisan ini, namun apapun itu, salah atas pengingkaran tetaplah salah.

kuakhiri tulisan karena aku ingin menggugurkan janjiku pagi ini. segera kumatikan komputer dan beranjak keluar memanjakan tubuhku dengan udara pagi meskipun agak terlambat. maaf yah.
08.34
kulanjutkan lagi tulisanku ini, sesaat setelah pulang memenuhi janjiku kepada diriku. lucunya, tadi saat baru keluar dari pintu rumah, udara pagi begitu sangat menyengat, bahkan hampir saja menghalangiku untuk keluar. harapan untuk mendapatkan sinar matahari yang sejuk ternyata tidak terpenuhi. inijuga salahku karena baru keluar dari rumah saat matahari sudah terik. 

tetap kulangkahkan kakiku menuju jalan besar, alhasil yang kutemi adalah jalanan yang lengangpadahal seharusnya jalanan ini ramai oleh orang-orang yang jogging atau sekedar jalan-jalan saat hari minggu, segera kutersadar bahwa akulah yang terlambat. sesampai di dekat sebuah pasar, terlihat aktivitas masyarakat yang sudah larut dalam aktivitas mereka, salng tawar menawar. tak ada lagi gairah untuk melanjutkan acara jalan-jalanku, kuputuskan saja untuk mencari angkringan di dekat pasar, namun setelah berputar-putar menyusuri sudut jalan, tak kutemui satupun angkringan, ternyata angkringan di kota ini pun libur saat hari minggu. ah, ini akibat terlambat, semua aktivitas tidak berjalan semestinya. memang seharusnya setiap aktivitas dilakukan pagi-pagi. 
 
akhirnya aku pulang dengan rasa tak puas pagi ini,namun saat akan memasuki lorong menuju tempat tinggalku, ada salah satu kedai kopi yang buka, aku kemudian singgah dan memesan secangkir teh panas, serta menikmati 2 potong kue pia. hanya ada seorang laki-laki paruh baya yang jugas sedang menikmati kopi hitam disampingku sambil bercengkerama dengan ibu pemilik kedai.
 
ini tentang teh panas, aku selalu keliru dengan hal tersebut, semenjak berada di kota ini beberapa bulan yang lalu, aku sering memesan teh panas saat di warung, namun anehnya saat sudah disuguhkan, ternyata tehnya tidak sepanas yang aku kira, aku memang doyan menikmati teh panas yang asapnya masih mengepul namun di kota ini ternyata teh panas itu cuma hangat, alhasil aku tidak terlalu menikmatinya karena sensasi asapnya sudah tidak ada.
 

kembali lagi ke masalah pagi. kuingat saat masih kecil dulu, orang tuaku selalu gusar tatkala aku terlambat bangun, berbagai pameo dikeluarkan untuk memotivasiku bangun pagi, "rezeki itu dibagi saat pagi hari, jadi kalau kau terlambat bangun, tidak dapat bagian". kata-kata itu terngiang di kepalaku, entah maknanya seperti yang diungkapkan oleh orang tuaku atau bahkan ada makna tersirat namun yang pasti bahwa pagi hari adalah waktu yang sangat tepat untuk memulai setiap aktivitas

selamat pagi semesta,,,,,,,,,


February 9, 2013

Kada Penawa

09.02.13
23.13
ngawi
ala ganna'mi setengah tahun mabela jio mai kampong, tiro katuoan, tapi biasa takkajanna'na kua apa tonganra kutiro tee. yanna kumesa-mesa omo cimadokko, ta'pa mangngingaran omo kua mabela tonganmo pale'na tee na susi bang unari kurasa kaleko.malaja'na ke yato kutiro te'da na bisa bawana sitammu Puangku.tongan iya kua aja paralluna doi, te'da kubisa borroi kaleku tapi aja nippik ra silenanna jio niatku na kedoku. yanna kedo ci'di penawanku pasti kedo todami to apa lakukabua, na simula beccu'na diajai kua PuangAllah Taala mangpepenawa, yanna tassala to penawanna sala todami to dituju.

ya bangmora jio kupeta'da doangan danggi' lalo dikka'na na takkedo penawanko. kurasakan tonganmi tee katuonku kua ya to ladi pangkitai sitonganna penawanta', yanna ya bangra ia to lino di tiro, kanriri na bumbun dau, ambai na kan te'da lalo kameloanna lako kale ta'.

umuru'ku lewa'mi seperempa abad. te'da lalo kurasakanni na susimo pale'na tee. susi bang unari kua pea unapa, male mang rewa saping, mangpakande beke. mareso gaja unapa cakkedo penawanku, iyarika ku madoang disanga, iyarika kuputus asa, iyarika ku makuttu, iyarika kumasekke, iyarika ku iri. tapi mangusaha tarruna na danggi lalo dikka'na kubawaimate tuu lako sifa ganjang. aja susa tongan ta'pa dita'dean tapi ambai yanna si ci'di-ci'di bisa unara pran-piran mapaccing.

te'da lalo iya salana male tiro doi moi angge imbo tapi yara na sala ke ya jo doi na pasala lalan mik, biasa bangmiki borro, biasa bangmiki takkalupa, sanggenna doi manda tongan mora disanga raja, 

ya tee allo sanga disanga omo todana mangjama, kuhindari lalo tomadoang bangra disanga, kuhindari lalo to malaja lko ponggawa na pakala'bi PongAllah Taala. ambai biasa bngmi ke rapatki na wattumi to massumbajang tapi cia'ki todana disanga na disalai bangmo to sumbajang sanga madoangki di sanga marajin pole jio mai ponggawa, ya ngasan mo jio to ala kupemabelai jio mai batang kaleko, ya'ke bangmo na cacca ngasanna tau tapi nakabudaina PongAllah Taala daripada naka budaiki to tau tapi na caccaki Pong Allah Taala.

ya te'da allo, yamora kua matumbai di patannangngi to penawa, danggi lalo marussak bangra apalgi ke gara-gara duniara. yanna den masalahmu, anggi'mo mngcurit gaja lako tau tapi meta'da doang bangmora. te'da laloki ia bedana to mayat lumingka ke te'dai prinsip di toe. yanna mareso gaja unapiki na pengarui tau berarti malamma unapi to penawanta.

yatarru kurangan tonna 2 taun lalu, yatonna kumasaki ambai ala patang bulanna jio bangra bola. ambai nasangai to tau joi wattu kua malaga bangna tapi sitonganna takkukullemi, biasa to'mikukua jio wattu kua ambai susi bangmora iya tee, te'da lalo pangkulleanku, moi ke mamma'na matumbade' too kusa'ding. pempiranmo disolan lako ruma saki' na kua bangra to dottoro' kua te'da kuciapa. ya jio wattu, pole lan mai penawanku kua PongAllah Taala tonganmora tee, ambai yamo jio wattu punca'na pasraku. na pakitan tonganna kakuasanna PongAllah Taala tonna kususi jio sanga te'damo ku male mang pejampi na kumalaga kusa'ding. sampai too, ya tarru jio ku ngaran ke kedo omi penawanku.

te'damo kumengerti kua apamora tee to disanga katuo-tuoan, ambai te'da na susi ngasan to tau tapi budami iya to tau semata-mata mangpugauk sanga den apa nacinna, te'damo na macanning penawa. dikita bangmi ke ala pemilihnni, yato ponggawa mangpabengan sanag madoangngi di pille, susi toda una to tau pira, yapi na madoang mapille ke denni doi'na. yake susii pale jio, imbomira nanai to penawa. dangngi'mo mabela gaja kitai ke pemilihan, yamo to silaturrahim jio masyaraka', budami to tau kandoppi to ponggawa tapi yanna yato tau te'da apanna, na pelle-pellei.

danggi lalo dikka'na ku termasuk tau tak sukkuru'. 

pekassingngii to penawa
malampu
sabbara'
sukkuru'
mangngingaran PongAllah Taala
maballo lako tau



Kasihmu

depok
16.09.12
Tuhan
Engkau ciptakan aku,
buat apa,
untuk apa,
ceritakan padaku Tuhan

Tuhan,
ketika Engkau tak ajarkan,
aku tak mengerti,
ketika Engkau tak ijinkan,
aku tak kuasa

Tuhan,
terkadang kusadar,
seringkalikulupa
kusadar kan RakhmatMU,
kulupa karena dzalimku atas diriku

Tuhan,
kurindu pertemuan denganMU,
tuntunlah aku 
meretas jalan kepadaMU,
karena kuyakin,
itulah hakekat Engkau adakan aku

Tuhan,
terlalu lama
diri ini tak terarah
tanpa tujuan esensi,
namun kuyakin,
Engkau tujuan perjalananku

Berjalan

ini bukan akhir,
aku harus menghalau setiap kemalasan
karena pesan dari seorang Guru
perluas zona nyamanmu

ini bukan titik
masih ada ruang yang menunggu
jangan berhenti mematung

ini sekedar jalan yang sedang lurus
tetaplah berjalan
di depan masih jauh

sambil sesekali berhenti
melepas dahaga di kedai kopi
yang sering disinggahi

sang musafir
nalar tak terpakai
bagai rongsokan puing sampah
karena dia bukan dia
hingga berjalan bukan kehendaknya
hanya mengikuti skenario Langit
sampai akhirnya

tak berbekas
hilang
musnah
dan akhirnya
Fana