February 8, 2013

Coretan Tak Usai

malam ini,
keren.
serius.
kembali kugapai malamku, kunikmati remang remang yang sudah lama kulupakan
duduk bersila diatas susunan batako pinggir jalan itu,
jalan akhmad yani, Ngawi
secangkir kopi
dan beberapa potong gorengan
kunikmati senandung alam yang tak pernah usai,mencumbu dan merayu agar tetap kan abadi,
dan titik titik cahaya lampu yang mulai memudar
kuingat,
terakhir romansa ku dengan malam saat kuliah dulu,
bahkan malam selalu menjadi teman setia saat senja menua
itu dulu
saat masih di kotaku,
oh malam,
sengaja kumendua saja denganmu
agar lebih dekat dengan hatimu, kalau saja kudekap dirimu,adakah bayang bayang gelap kan mencemburui kita,
akankah itu.
peluh dalam dingin tak terkira..
malam itu di sudut kota ini.
Ngawi,
08.02.13
20.02

apa sebenarnya yang sedang kucari? pertanyaan sadar ini selalu muncul dikala kesendirianku, dikala kujauh dari hiruk pikuk manusia. terkadang kumalu dengan ini. jika yang kucari adalah hal fana, bukankah pencarianku sia-sia belaka. sampai sejauh ini langkah kakiku menjejak di bumi, semesta turut menyaksikan, namun sampai saat aku duduk di sini, aku belum begitu mengerti, aku belum begitu tangguh memetakan absurditas dengan esensi, ataukah aku paham akan hal itu,
atau bahkan puara pura tidak mengerti karena sejatinya sanubariku telah ditaklukkan oleh perutku,,,
mudah-mudahan saja tidak begitu adanya, semoga saja semesta kan menjagaku setiap detik dari semua itu.
kalau begini, untuk apa aku disini? untuk apa menjejakkan kaki begitu jauh.
semoga saja bukan, semoga saja niat hati tidak absurd, semoga saja bukan untuk yang fana,
selalu berharap bahwa setiap jejak kaki atau bahkan helaan nafasmu di sini adalah tasbih kepada Sang Pencipta, karena tak terukur.
kalau Nabi Sang Teladan hijrah, maka akupun punya alasan,, setiap kaki rapuh yang mengukir langkah di sisi bumi ini kan menjadi berarti.. karena hikmah tergeletak dimana mana,,bercampur dengan lumpur, menyatu dengan tinja, bahkan sering tak dikenali, hanya manusia manusia tekun yang kan mampumengenali setiap hikmah, meski hanya setitik di tengah lautan samudera,,

tak pernah kuberusaha mengingkari perutku, tak ingin jua kudzalimi dia dengan mengabaikan inginnya, karena itu sama saja dengan ego kepalaku, yang ingin kulakukan
meyelaraskan apa yang ia butuhkan bukan pada keinginan,,
aku tahu itu sekarang, namun masihkah menyisakan setitik dalam rupaku besok pagi?
saat kuterbangun dalam buaian mimpi,, kemudian mendapati dunia yang penuh tawaran kesenangan, seringkali saat kujemu, kuberfikir untuk bermimpi saja tanpa harus terbangun, namun tidak, itu sama saja kekalahan telak dari diriku.
seorang kawanku teman diskusiku, sedang jauh di negeri seberang. kami sering bertukar pikiran dan satu kesimpulan yang membuat kami seiya tentang kalimat yang coba kusederhanakan " Tuhan kan membukakan jalan kepada kita tentang apa yang kita citakan, meski seringkali jalan Tuhan tak terterka, namun cita kita kan terwujud, dengan satu kata kunci, kita selalu dekat denganNYA. bukan persoalan waktu, karena terkadang bias menceritakan tujuan dengan landasan waktu, otoritas penuh ada di genggaman Tuhan. semua kan datang tepat waktu hanya seringkali manusia tergesa-gesa."
Hikmah, itulah mutiara hidup yang selalu kan kupungut dimanapun tergeletak, karena dia lebih mulia dari emas.
cinta,
itulah hal yang menggerakkan makhluk,
mencinta tidak membutuhkan apa apa, hanya kejernihan hati untuk berbagi dengan sesama, dengan semesta. dengan kata itu, semua kan memudar dan menyatu dalam kebahagiaan.
bahagia dalam hati, bukan pada persepsi manusia tentang diri kita.
tentang watak, tentang bagaimana manusia harus kembali ke fitrahnya, namun kilauan dunia bahkan mengubur cita itu, semua harus terukur dengan materi. bahkan sekrang, perut telah mengalahkan hati. apapun yang diinginkan oleh perut maka akan terpenuhi meski itu hanya sesaat dan kembali menjdi musnah.
cinta kabur karena keserakahan, kesombongan dan hasrat menjegal. kata-kata hanya menjadi ide usang yang memuakkan, keluar dari mulut lalu menguap begitu saja mengikuti hembusan angin tanpa berusaha merealisasikan dengan gerak nyata.
sejatinya bahwa manusia satu dengan yang lainnya tidak terpisah bahkan dengan seluruh semesta, hingga bahagia untuk yang satu adalah bahagia untuk yag lainnya namun sekarang itu hanya ilusi. manusia menjegal manusia untuk dirinya. mereka tidak sedang paham bahwa dengan tingkah pongahnya , mereka sebenranya telah melakuka nnya kepada diri mereka sendiri. ketika berbuat baik kepada sesama, sejatinya kita telah berbuat baik kepada diri kita sendiri begitupun adanya ketika kita berbuat curang kepada orang lain maka saat itu kita sedang curang terhadap diri sendiri, sering diistilahkan dengan hukum karma, namun apapaun itu,manusia sedang dalam dehumanisasi.
dalam hati yang sedang berkarat, oleh duniawi yang menipu. menjemukkan dalam hidup yang penuh absurditas, bahkan terkadang mencari pembenaran untuk ikut serta dalam pusaran ilusi seakan tak tahu bahwa hati nurani kan abai, padahal tidak, selalu saja dia mengajak ke arah yang benar, meski dengan kasat mata itu pahit dan itulah manusia, terlalu memanjakan setiap apa yang akhirnya kan menjadi kotoran, perut dijadikan tumpukan sampah, bahkan harus menjegal sesamanya untuk memenuhi perut dengan berbagai macam sampah dan bangkai-bangkai. hasrat mereka tak ada untuk mengungkap tirai yang menghalangi mereka dengan Sang Maha Segala. hasrat itu tegadai oleh ego, angkuh, kesombongan yang akhirnya kan menggiring ke jurang kemusnahan.
begitulah hidup. mesti diukir setiap langkah yagn menanti, entah berapa lama lagi sebeblum fana, namun itu bukan hakekat, berbuatlah tentang jejak yang baik tanpa harus memperhitungkan jejak selanjutnya. hanya diri yang tau arti, hanya diri yang menentukan arah. semesta hanyalah suplemen untuk semua. diri yang menjadi sahabat sekaligus menjadi musuh utama. dia bersemanyam dalam dada tanpa sekalipun memunculkan dirinya secara indrawi namun dia muncul dalam sebuah bentuk yang lebih kejam, yaitu tingkah laku. itulah musuhmu, diri sekaligus rival. berjuanglah menaklukannya karena hanya dengan itu, engkau kan mengerti siapa sesungguhnya dirimu yang sedang mengukir langkah di bumi ini.

Biarkan Gambar Bercerita

saat tiba di TP jam 10.00 alhasil belum buka terpaks menunggu di pintu gerbang




                                        
                               
parade bendera di depan TP. sesak

                       
                      
sama

                                 

sesaat setelah pintu TP dibuka pagi itu
                                  


sepanjang jalan gubernur suryo









sepanjang JLN gubernur suryo
                            

   perlintasan kereta dekat stasiun gubeng yang sering kulewati saat pulang kerja

                               

pemandangan yang biasa di surabaya pada malam hari                                       tukang becak tidur pulas di becaknya yang terparkir di setiap sudut jalan
                                        

ini dia kamarku
                                   


melewati gang di gubeng saat manusia merayakan maulid Nabi
                                   



hampir di setiap lorong kecil di surabaya dipasang peringatan  mudhuno rek,, cuepeek rek..wkwk

          





kamarku di kertajaya 7C/2
                                      



sedikit dari bukuku pelepas penat
                                          



kerasnya perjuangan seorang tukang parkir
                                   


hujan deras mengguyur darmawangsa
                                     





kawan linda
                                    

sisa makanannya linda
                                     
                                

                                 




kamar kosku, 200,000/bulan di bilangan kompleks kedungdoro






sabda semesta jum'at ini

siang tadi, kususuri setiap sisi kota ini, dalam terik mentari yang menyapa, namun bukan alasan buatku ciut
aku terus berjalan.
menapaki bebatuan yang sesekali menghadang
aku terus menjejakkan kakiku
mengalahkan kepulan debu yang membumbung tinggi
hingga tak terasa
tiba aku di perbatasan provinsi ini
duduk di sudut warung siang itu

Kang M.H.M

ketika bergumul denganmu siang itu, sering kudiam, namun bukan berarti ku terpaku dalam bisu,
lebih karena ingin menggali hikmah darimu, sesekali berfikir keras. ketika tak kumengerti hatimu.
meski saat itu, awal takdir menemukan kita.
kurus, sederhana, dan ramut yang menjuntai tak tersisir.
itulah sosokmu, penuh dengan kesederhanaan,
tapi kutahu
tidak sesederhana kepalamu
yang telah lepas dari belenggu belenggu palsu, engkau menancapkan dirimu dalam dunia
dengan hati yang bebas
tanpa seorangpun yang menggangumu
citamu adalah kerjamu yang bukan hanya di mulutmu
tapi gerakmu menjawab impianmu, sampai semuanya manggut manggut
setelah kemarin sore mencemohmu
tapi mereka dengan begitu cepat menyanjungmu, saat ini
06.02.13

Suatu Siang di Sawah, Desa Ini

kau mendekapku,
membawaku melayang ke negeriku masa itu,
saat kududuk di tepimu
yang hampir menyerupai wajah pertiwiku
yang selalu kukenaNg di memoriku
mungkin saja dia sudah berubah, namun kau membawa wajah baru di depanku
kalian seakan kembar tak terbedakan

Tentang BocahBocah Itu

tentang bocah yang kulihat,
tentang memoriku yang melayang jauh ke masa lalu,
kuberandai untuk kembali ke masa itu,
menikmati hidup tanpa beban
namun kutahu itu picik
karena hidupku adalah sekarang
brjalan menuju kefanaan
karena hari
bahagiaku
dalam setiap kisah hidup ini
walau terkadang bias

setelah 2 hari berkeliling ke SD di ngawi
melihat setiap bocah betingkah lucu
tanpa beban
tanpa cemas
penuh kebahagiaan
dengan begitu polosnya
sesaat tertawa, sesaaat menangis
tapi tak ada dendam yg membekas
08.02.13
24.29

February 7, 2013

kondisi itu

harusnya tulisan ini ku upload saat masih di madiun, saat jemu menyapaku, saat terkurung dalam kamar tak bertuan,
masa saat itu,
masa yang paling tidak mengenakkan
terkondisikan dalam ketidakpastian,
namun selalu kuyakin
kan berlalu, berganti dngn masa yang lain
entah dengan kondisi yang sama
karena hidup
adalah rotasi antar potongan takdir
dan selalu tak tertebak, kemana
lagi takdir selanjutnya kan menggiring, entah ke cerita yang membahagiakan atau bahkan ke sudut kematian
karena itu niscaya
tak tertolak oleh apapun jua

coratcoret

menerkamu dalam diamku
mengguyur sanubariku yang lama tek bersua, dalam semua sepi yang menepi di malam itu
saat kan meramu menjadi satu, saat senja mulai menua, saat
malam menghembuskan helaan nafasnya
kuterlarut dalam tasbih hari ini, menjelma menjadi seorang pangeran, hingga
semua seakan menjadi milikku, tak tersisa
sedikut pun untuk yang lain.
akan tetapi ilusi karena diri
ini hanyalah bayang bayang hitam yang mulai meredup
atau entah sebentar lagi kan memudar
beralih menjadi tanah lumpur, menjadi humus bagi tanaman, hingga
saat cacingcacing menggeroti pun tak ada
daya untuk menghalau
itukah angkuh, itukah ego, itukah, itukah dan itukah
kemana semua itu
kucaci diri, kucari alasan untuk itu, namun hampa, semua bahkan tak ada, hanya diri yang mematung melempar setiap angan.

February 6, 2013

Ngawi, I'm Coming

                                             

setelah berada di madiun selama 4 hari, kemarin sore, tepat pukul 16.00, aku
diantar oleh pak kris ke ngawi,
malamnya, sesampai di kantor ngawi, kami makan malam di sebuah warung kecil di dekat alun-alaun kota ngawi.
hari ini, aku resmi melakukan rutinitasku di kantor, meski dengan sangat susah beradaptasi
karena semua orang disini menggunakan bahasa lokal.
namun tetap kulewati dengan penuh optimis, bahkan tempatku
berkegiatan sekarang bukanlah hal yang kan membuatku settle karena ada rencana berikutnya yang
harus kukejar tahun ini, setidaknya
pekerjaan yang sekarang menjadi sebuah pengalaman berharga
dalam meniti kehidupan ini dan lebih
menghargai setiap bentuk pekerjaan.
namun ada hal yang sedikit membuatku khawatir disini karena ijazahku
menjadi jaminan bahkan dari seniorku disini bahwa
ketika akan resign, maka
akan sangat ribet mengurus ijazah tersebut bahkan berbulan-bulan baru
bisa dikembalikan, namun kembali
lagi kepada keyakinanku yang kuat bahwa setiap hal terkecil pun di dunia ini ada
yang mengatur dan
ALLAH SWT
tahu apa yang mejadi terbaik buatku dan
ketika DIA mengijinkan maka setiap langkah menuju cita-cita kita akan menemui jalannya sendiri entah
itu jalannya berbelok ataupun lurus.
satu kunci terpentingnya adalah
SABAR
kuingat ketika aku harus menunggu di mes madiun
selama 4 hari,
rasa jemu menghampiriku setiap saat bahakn
ketika perasaan itu mencapai klimaksnya
terkadang aku berfikir untuk
balik saja ke surabaya namun kukuatkan hatiku bahwa
ini semua akan berakhir dan berganti dengan fase berikutnya
salah satu kata yang sering kuingat adalah
what doesn't kill you , will makes you stronger
ku khawatir bahwa ketika aku pulang itu artinya
aku telah terbunuh dan ketika
aku tetap bertahan artiny bahwa kondisi
itu tidak akan sampai membunuhku
bahkan malah akan membuatku menjadi lebih kuat meski
kuathu permasalahan yang lain tetap kan muncul.
hari ini,
kuputuskan untuk menjalani apa adanya,
dengan
sabar dan syukur
tanpa keluhan
dan sebuah kan menuju ke arah yang lebih baik pada masanya.
impianku bahwa
someday I works at BUMN or one of  State department
Aamiin.
namun aku tetap memupuk keyakinanku kepada ALLAH untuk memudahkan setiap jalanku.

kantor ngawi,
06-02-13

February 3, 2013

Aku Merasakan Hidupku

benar benar serasa hidup dan mungkin
saja inilah hidupku dimana semua terasa
ikhlas kujalani,
ridha akan setiap apa yang kan terjadi karena aku tak berharap lagi kepada
makhluk saat dikondisikan seperti ini.
aku benar benar merasakan hidup

di sebuah kota kecil tanpa siapapun yang kukenal bahkan
mungkin, untuk membaringkan tubuhku pada malam hari pun
masih kabur.
inilah yang dinamakan hidup karena tak ada
lagi tempatku bersandar
selain kepadaNYA. setiap helaan nafasku meminta
pertolongan kepadaNYA
dan akupun selalu percaya kepada Allah bahwa segalanya kan berjalan dengan
baik baik saja. nampaknya hal
tersebut kurasakan hingga kini. aku masih
bisa bernafas dan juga tak kelaparan.
hidupku adalah milikNYA

hari kedua di Madiun, berkeliling ke jl panglima sudirman
kemudian memutar di jl manstrip tepat di stadion
mencari hikmah di kerumunan kota ini, semoga saja
ada sepenggal hikmah yang nantinya
kan kubawa pergi, saat semua
kan terlewati maka
yang tersisa hanyalah pelajaran yang digenggam seiring
waktu yang membawa pergi masa ini

hari kedua di Madiun, sendiri memutar kota ini dalam
lengang karena hari libur. menghiurup hembusan
angin di kota ini, merasakan setiap denyut
yang terasa di sini,
menjadikan semuanya begitu indah karena
hidupku adalah kebahagiaanku dan dimanapun
aku menjejakkan kakiku di bumi ini maka tempat itu
adalah rumahku karena aku adalah
bagian dari semesta yang bertasbih
dalam setiap helaan nafas
lirikan mata
ayunan tangan
langkah kaki,
mengalun indah menyatu dengan
semesta.

3-2-2013,
madiun
saat ke kantor namun  satpam
lagi keluar dan pagar
terkunci hingga 
kuputuskan untuk ngenet saja

February 2, 2013

Doaku Semoga Diijabah



ini tentang doa sekaligus target.

tidak terasa aku sudah mencapai seperti ini. setelah merenung apa yang telah kulewati, kusadari bahwa ALLAH selalu meberikanku setiap apa yang
kucita-citakan, bahkan mungkin itulah yang tepat buatku.
sebelum aku berangkat dari jogja ke surabaya, aku berniat
bekerja di sebuah LSM lingkungan
dan tenyata sesampai di surabaya
setelah menganggur sebulan, aku diterima sebagai DDC GreenPeace
meski hanya bertahan 2 bulan karena aku memutuskan untuk pindah pekerjaan di Erlangga. bekerja di
sini pun tidak serta merta kujalani karena niatku memang ada sejak dulu bahkan saat
masih di makassar, aku sempat
mendaftar namun tidak di terima.
sekarang aku mengerti jalan takdir yang harus kulalui bahwa setidaknya aku harus menjalani dua kali tes sebelum lulus.
fakta-fakta dibawah ini akan menjadi sebuah bukti tentang pengalaman pribadiku bahwa aku harus menjalani dua kali tes sebelum lulus dalam sebuah hal yang kuinginkan
  • saat mendaftar SPMB pertama kali tahun 2005, aku tidak lulus kemudian tahun berikutnya 2006, aku ikut lagi tes SPMB dan mengambil jurusan yang sama ternyata aku berhasil lulus
  • saat mendaftar di Greenpeace makassar awal 2012, aku tidak berhasil namun saat mencoba kembali pada november 2012, aku di terima sebagai DDC Greenpeace
  • pertama kali mendaftar di Erlangga awal tahun 2012, aku tidak diterima saat setelah mengikuti tes di makassar namun saat aku kembali mencoba mendaftar di surabaya awal tahun 2013, akhirnya aku diterima dan ditempatkan di ngawi.
kesimpulannya aku harus terus berusaha bukan sekali untuk kemudian berhasil, semoga saja ALLAH SWT selalu meridhaiku.
saat mengetahui alurku tersebut, inilah target yang sekaligus menjadi doaku kepada Allah bahwa
selama 6 bulan ini, aku akan menjalani pekerjaanku di penerbit Erlangga sebagai tenaga Marketing, ketika karirku tidak berubah, aku memutuskan untuk keluar dan Insya Allah mencoba lagi mendaftar yang kedua kalinya di kementerian atau bahkan di BUMN. semoga saja di tes yang kedua kalinya, Allah memberiku berkah dan tetap berharap bahwa kelulusanku yang diridhai oleh Allah. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

dalam kurun 2 bulan ini, Insya Allah aku akan ikut lagi tes toefl karena tes pertama yang kuikuti awal tahun ini belum mencapai target dan semoga saja tes kedua nantinya bisa mencapai target yang kuinginkan. Aamiin Yaa Rabbal Alamin

saya selalu optimis bahwa Allah kan memberikan sesuatu tepat pada waktunya.
Madiun,
2 Februari 2013,
20.05

Maghrib Itu

barusan aku ikut pengajian di Mesjid Al-Irsyad Al Islamiyyah, Madiun. pengajian tersebut
diadakan ba'da Maghrib sampai Isya. pematerinya adalah U.A dan mengkaji tentang Fathul Madjid,
semula, aku begitu semangat
mengikuti setiap sesi dari pengajian tersebut, berhubung
sudah begitu lama aku tidak pernah lagi mengikuti
sebuah pengajian dan dengan
ikut pengajian tersebut, dahagaku seakan terpuaskan, namun
ternyata tidak berlangsung lama. pengajian yang awalnya
membahas tentang menyekutukan Allah membuatku semakin tertarik namun
dipertengahan pengajian tersebut. sang Pemateri mulai mendiskreditkan salah satu
aliran dalam Islam, meskipun aku juga tidak terlalu sepakat dengan aliran
yang sedang dibicarakan namun aku lebih tidak sepakat
karena mereka menjelek-jelekkannya di dalam sebuah majelis.
kalau begitu, pertanyaanku kemudian " apa bedanya kita dengan mereka kalau akhirnya kita meng gibah dalam sebuah majelis yang harusnya menebar kedamaian"?.
aku mulai gelisah dan ingin cepat keluar namun pola majelis yang melingkar membuatku sulit untuk keluar karena semua jamaah pasti melihat kepadaku.
tak berapa lama, aku memutuskan untuk keluar dari majelis lalu melangkah menuju warung
tempe penyetan di pinggir jalan. kebetulan juga perutku sudah mulai meminta untuk di isi.
setelah makan tempe penyet dan membayar 5.500, aku beranjak ke warnet ini dan menulis tentang hal tersebut.
semoga saja aku menjumpai majelis yang lebih menebar kedamaian tanpa harus mendiskreditkan aliran yang berseberangan dengan mereka.



2-2-2013 19.41

Menjejakkan Kaki di Madiun

                                      sabtu, 2-2-2013,
13.49
warnet jl diponegoro, madiun
hai madiun
Tadi malam, tepat pukul 23.00, aku menginjakkan kakiku di madiun. sebuah kota di JATIM yang hanya pernah kudengar dari buku sejarah sejak aku kecil,
kota dimana pernah terjadi pemberontakan pada tahun 1948,
tak terasa, aku sampai juga di kota ini, semalam nginap di mes PT Erlangga seorang diri. tak ada
rasa yang menghinggapi kepalaku selain rasa bahagia akan hidupku,
mungkin hanya 2 hari berada di kota ini
sebelum melanjutkan lagi perjalanan ke ngawi lusa, senin 4 februari 2013.
sejak kuputuskan untuk menikmati setiap potongan hidupku, maka
sejak itu pula, kuikuti setiap skenario
Langit untuk hidupku, tanpa sebuah perasaan berandai-andai. saat semua orang menjejakkan kakinya
di bumi ini dengan beribu asa, maka akupun berjalan dengan hidupku yang sangat menyenangkan tanpa membandingkan hidupku dengan mereka.
pengalaman hidup dua tahun lalu saat aku anjlok selama 5 bulan di kampung membuatku lebih menghargai setiap potongan hidupku, saat itu,
aku bahkan tidak punya harapan sama sekali selain pasrah dan berdoa kepada Yang Kuasa semoga saja
aku tidak memberatkan orang tuaku.
saat itu, tidak ada lagi kekuatan yang kupunya dan bahkan hidup sampai sekarang kurasa adalah sebuah anugerah, mungkin saja
itulah titik balik kehidupanku
semua seakan mimpi ketika aku kembali
mendapatkan kekuatan dan bahkan menjejakkan kakiku di bumi
yang jauh seperti sekarang.
itu pulalah yang mengajarkanku untuk lebih bahagia dengan hidupku dalam
berbagai kisahnya.
saat ini
aku hanya ingin membagi kebahagiaan pertama-tama kepada orang tuaku kemudian kepada semesta,
mengarungi lautan hidup yang entah kan berujung dimana, aku pun tak tahu
kemana takdir kan menggiringku meski esok hari, namun aku hanya bisa berdoa
semoga saja Sang Pencipta tetap mencintaiku dan menggiringku ke takdir yang lebih baik
dan selalu bahagia dalam setiap cerita hidupku. dalam sebuah
Kesabaran dan Kesyukuran

aku bahagia dengan hidupku
aku bahagia dengan hidupku
aku bahagia dengan hidupku