January 27, 2013
AKU
Aku Mengkhawatirkanmu, Buk
Mak,
Aku dengar kabar tanganmu sakit
Kabarnya bengkak mak,
Detik ini, aku mengkhawatirkanmu, dalam
diamkuterngiang dirimu, betapa sulitnya apa yang negkau rasakan, dikala engaku
harus menjejakkan kakimu untuk mencari rejeki kebutuhan sehari-hari
Aku belum bisa apa-apa mak
Mak,
Kulipat setiap kata-kata yang keluar dari mulutku,
Kubingkai menjadi seuntai doa untukmu,
Agar kiranya allah tetap melindungimu, semoga
engkau baik-baik saja adanya
Tetap dalam kondisi bersyukur dan bersabar
Mak,
Aku selalu menyimpan bingkai bayangmu di relung
hatiku, dalam setiap helaan nafaku teriringkasihku buatmu
Tenangkanlah hatimu setiap saat ma,
Begitu banyak jasa yang tak pernah terbalasakan
olehku
Mak,
Sampai detik ini,
Aku tak pernah skalipun menemukan kasih dari
seorang makhluk yang bisa melebihi kasih tulusmu buatku bahakn menyamai kasihmu
pun seakan mustahil,
Bukan hanya waktu ini,
Namun sampai kapan pun aku takkan sanggup
menemukannya,
Aku takkan meneyerah untukmu ma,
Mudah-mudahan allah senantiasa kan meridhai
harapan-harapanku terhadapmu
Mak,
Aku seperti sekarang karena jasamu,
Pengetahuanku adalah darimu,
Dan benarlah kata pepatah arab bahwa “ibu merupakan
sekolah yang paling utama”.
Katamu adalah pelajaran
Tingkahmu adalah panutan
Bahkan diammu adalah hikmah bagiku,
Semua itu terekam jelasa dalam memoriku yang tak
pernah kabur oleh apapun
Kusesali semua waktu yang kusia-siakan bersamamu
dan baru sekarang kusadari akan hal itu
Mak,
Aku punya harapan untukmu,
Harapan yang kan menjadi penyemangat hidupku dan
penyegar jiwaku,
Bahwa suatu masa kan kusaksikan bahagia untukmu,
dan masa yang kuimpikan itu adalah masa diman engkau kan menikmati masa tuamu
dengan bahagia,
Kutahu belum sekarang,
Masa itu belum nampak,
Dan ketiaan terhadap kesabaran kan mewujudkan itu
Mak,
Biarlah segenggam harapanku ini kusimpansementara
waktu di sekujur tubuhku
Saat masanya tiba,
Kan kubahagiakan engkau,
Setiap bebanmu kan kupikul,
Karena bahumu sudah terlalu renta untuk semua itu
Semua tanggung jawabmu kan kujadikan tanggunganku,
Dengan kedua tanganku yang kan sellau menengadah
keatas meminta kepada allah untuk sellau meridhaimu
Mak,
Bersabarlah dalam derita,
Bersyukurlah dalam bahagia,
Nikmatilah setiap potongan hidup dengan senyuman
penuh keridhaan akan ketetapan Allah
3.15 Over
January 13, 2013
Semoga Keberkahan di Pernikahanmu
menghimpun yang terserak dari keduanya
Seperti
kebiasaanku menulis ucapan kepada orang terdekatku. ketika ada momen dalam
hidupnya. kali ini kutulis juga coretan yang mungkin tak bermakna buatmu
menjelang hari pernikahanmu. saya tak bermaksud mengatakan ini sebagai kado
buat pernikahanmu namun hanya untuk diriku mengapresiasimu karena begitu banyak
kontribusimu saat-saat perkembangan masa dewasa yang membuatmu saudara
menjelang pernikahanmu
bahagia menantimu menjelang hari pernikahanmu karena salah satu saat bahagia
buat seorang lelaki adalah ketika ia sudah menemukan kembali tulang rusuknya
yang tercecer dan engkau telah menemukannya hari ini
saya patut berbahagia pula. dalam masa ini setumpuk harapan telah engkau
rangkai menjadi sebuah bangunan cinta dengan calon pendampingmu. serpihan hati
kalian telah dipersatukan menjadi istana cinta yang kelak akan kalian huni dan
hal itu yang membahagiakannku saat menyaksikanmu Bahagia. buatmu saudara yang
sedang berbahagia. bagaimana tidak saya mendamba kebahagiaan untukmu, begitu
banyak recehan kebahagiaan yang engkau taburkan kepada saya. begitu banyak
hikmah hidup yang mnetes darimu yang kemudian kutampung menjadi pelajaran
berharga bagiku. hingga setiap perkataanmu padsaya adalah nasehat buatmu saudara yang sedang berbunga. rasanya lega saat mendengar engkau akan
melepas kesendirianmu selama ini ditemani kesepian yang amat sangat menyiksa. umurmu
yang sudah mulai menanjak melewati pertenghaan umur nabi Muhammad
mengkhawatirkanmu. sering terucap doa dalam hati tanpa terdengar semoga engkau
menemukan pasangan hidupmu dan masa ini telah menjawab
saudara, engkau mengajarkanku banyak hal tentang bagaimana hidup dari arah yang
lain dan tentang bagaimana berbuat baik dengan berbagai cara, tentang bagaimana
bermanfaat untuk semesta. kuingat kisahmu saat kuliah, mungkin banyak orang
yang memandangmu sebelah mata karena sewindu lamanya menyelesaikan kuliahmu. namun
buatku tidak, saya sangat salut padamu. bagaimana tidak, waktu yang lama
di bangku kuliah engkau habiskan buat menebar kebaikan ke semesta, kepada
manusia manusia. engkau lebih hebat dari mahasiswa yang dianggap pintar, meski
menyelesaikan kuliahnya dalam 3 tahun, mereka hanya memikirkan diri mereka
untuk mencapai prestasi pribadi dan menutup mata terhadap keadaan sekitarnya,
engkau tidak begitu adanya.
kuingat masa itu, saat gelombang tsunami mengoyak ujung pulau sumatera akhir
2004, engkau hadir di sana, dengan mengabaikan keselamatan dirimu, engkau
menebar pertolongan kepada para korban, engkau tergabung saat itu dalam KSR-PMI
45. walau engkau sadar, resiko selalu menghampirimu. tidak sampai di situ, saat
banjir di Sinjai, lagi-lagi engkau menjejakkan kakimu buat orang lain di sana,
meski saat itu, penampilanmu agak urakan namun itu hanyalah tampilan luarmu saja.
buatmu saudara lebih baik kusudahi saja merangkai kebaikanmu masa lalu dalam
tulisan ini karena kusadar lembaran ini takkan cukup menampungnya dalam
kata-kata yang kurangkai kumendoa saja melalui baris kata-katsaya buat
pernikahanmu, buat keberkahan atas masa depanmu. buat saudara yang sedang
berbahagia, memang tak mudah menyatukan hati dalam balutan pernikahan namun saya
selalu percaya terhadap kredibilitasmu, terhadap karaktermu yang sudah
terbangun dengan sangat kuat, bahwa engku kan melewati setiap sudut
pernikahanmu dengan kebahagiaan.
ALLAH selalau
mencurahkan kebaikan dan keberkahan kepada orang baik dan Insya Alah engkau
adalah salah satu orang yang diberkahi dalam setiap jejak yang engkau ukir buatmu Saudara. pernikahan adalah momen bahagia, letakkanlah ia menjadi salah
satu jalurmu menuju keridhaan Allah karena kebahagiaan akan hal itu
adalah abadi adanya dan yang abadi adalah Allah maka kebahagiaan hakiki itu adalah bersua dengan
Allah pada akhirnya pernikahan hanyalah serpihan kebahagiaan mencintalah kaena
Allah sebab itu pernikahan kan awet dalam kebahagiaan buatmu. semoga nantinya
engkau dikaruniai generasi yang Budiman.
ceritakanlah kepada generasimu tentang kebaikan, tentang hakekat kehidupan dan
tentang Allah. jauhkanlah nantinya mereka dari absurditas duniawi yang kan
datang menerjang kebaikan yang dilsayakan terhadap semesa takkan menguap begitu saja namun
kebaikan itu kan kembali ke diri kita masing-masing. jika kita berbuat baik
kepada semesta sama saja bahwa kita berbuat baik kepada diri sendiri karena
semesta adalah diri kita buat saudara
terakhir buatmu. berbahagialah, ijinkan dirimu menikmati hari bahagiamu masa ini
rehatlah sejenak, sebelum kakimu kembali menapaki jalan setapak dunia ini selamat
sekali lagi semoga senantiasa berberkah nantinya
Puisi Kahlil Gibran
January 7, 2013
Aku dan Bapak Penarik Becak
Malam itu
Catatan ini hanyalah untuk mempertahankan selera
menulisku. Saya tidak punya ide untuk menulis beberapa hari ini terpaksa
kutulis saja perjalananku hari kemarin. Tentang pekerjaanku dan tentang
perjalanan pulang ke rumah menjelang tengah malam. Kemarin tepatnya hari sabtu,
saya masuk kerja shift sore sekitar jam 16.00, karena kota pahlawan diguyur
hujan akhir-akhir ini, maka saya berangkat kerja sejam sebelumnya naik angkot
kode P. Sebenarnya saya bareng dengan teman kerjsaya saat berangkat kerja
berboncengan namun berhubung karena hari itu dia menelponku tidak mengendarai
motor karena kepalanya sakit, maka saya pun harus naik angkot menuju Royal mall
yang terletak di jln. Ahmad Yani. Benar saja, saat masih diatas angkot, gerimis
mulai mengiringi perjalananku. Saya beruntung karena sesampainya di Royal Mall,
ternyata hujan tidak deras.
Saya dam timku mulai kerja pukul 16.00, menyapa orang, berkampanye tentang hutan. Kami istirahat sekitar jam 18.00 shalat maghrib dan makan malam, saya dan temanku memilih untuk makan di warteg pinggir Mall karena makanan di dalam mall berbanding 2 kali lipat, saya maklum saja bahwa meskipun menunya sama namun penjual di dalam mall harus membayar pajak yang tinggi sehingga mereka harus memasang harga yang tinggi. Alasan Kami yang lain memilih makan di warteg berhubung karena dompet masih kempang kempis sehingga harus memilih jalan untuk menghemat. Sesampai di warteg, kami memilih menu nasi goreng, lumayan nikmat nasi gorengnya apatahlagi karena perut kami sedang lapar-laparnya. Sehabis makan, kami harus melanjutkan kerja sampai pukul 21.00. saya dan temanku lalu kembali ke stand kami yang berada persis di depan hipermart. Tepat pukul 21.00 kami pulang. Di depan royal mall, temanku menunggu angkot yang berbeda denganku karena tempat tinggal kami memang berjauhan. Kau harus berjalan kaki sekitar seratus meter ke depan DTC untuk menunggu angkot kode P jurusan darmawangsa, saat tepat di depan DTC, ada pasar malam yang lebih dikenal dengan pasar maling, karena penasaran, saya singgah berkeliling pasar maling yang kata orang-orang barang yang dijual di sana murah, ternyata dugaanku meleset karena barang second yang dijual di pasar maling tersebut menurutku masih mahal dengan ukuran barnag bekas. Sekita setengah jam berkeliling di pasar maling, saya menunggu angkot, ternyata angkot kode P sudah tidak beroperasi. Kau memutuskan untuk naik saja angkot kode F yang masih banyak bekeliaran, meskipun jalurnya menuju jln sumatera namun apa boleh buat daripada tidak pulang ke rumah.
Disaat naik angkot inilah, ada hal yang tertarik untuk saya tulis. Di sepanjang jalan Gubeng Raya, pemandangan yang sanagt miris kusaksikan. Di pinggir jalan, becak-becak terparkir dan ternyata pemilik becak yang terparkir tersebut sedang terlelap di atas becaknya. Angkot yang kutumpangi berjalan lambat karena masih berharap ada penumpang hingga memudahkanku mengamati semua becak dimana pemiliknya sedang tidur. Becak-becak tersebut hanya diatapi dengan plastik. Begitu keras hidup mereka, saya sampai membayangkan bagaimana ketika huan disertai angin kencang itba-tiba saja mengguyur mereka, pastilah mereka akan sangat tersiksa. Sesaat saya mencerca diriku yang masih sering mengeluh dengan kondisiku sekarang sementara saya masih tidur didalam kamar diatas kasur yang empuk tanpa was-was ketika hujan turun di tengah malam.
Perjalananku malam kemarin tepatnya malam minggu belum berakhir sampai di situ, sesaat setelah turun dari angkot di samping hotel sahid, saya harus berjalan kaki memotong rel kereta api di dekat stasiun gubeng, ternyata pemandangan yang sama kujumpai di dekat perlintasan kereta api. Beberapa tukang becak memarkir becak mereka di sana dan tidur di atas becaknya smapi kaki mereka menjulur keluar karena becak tersebut tidak memuat seluruh badan mereka.disaat mereka tidak diatas becaknya, di tempat yang lain dekat mereka ada hotel sahid yang pastinya orang-orang di dalamnya tidur diatas pringbed dengan ruangan yang ber-ac dan selimut yang tebal. Yah, itulah hidup. Hidup itu sendiri berjalan dengan dua hal yaitu bagaimana selalu bersyukur dan bersabar.

