Saya benar-benar akan meninggalkan rumah untuk waktu "mungkin" lama. Perasaan seperti ini terakhir saya rasakan ketika tamat SMA dan akan melanjutkan kuliah di ibu kota provinsi. Ketika itu, ada rasa berat untuk meninggalkan rumah bukan hanya dalam artian bangunan, namun rumah dalam arti sebenarnya yaitu orang tua dan keluarga lain. Saya kira mayoritas orang yang akan merantau mengalami perasaan seperti yang saya rasakan.
Kali ini, momen seperti itu kembali berulang dengan konteks yang sedikit berbeda. Jika dulu saya sebagai anak yang harus meninggalkan orang tua, maka situasinya sekarang berbalik, saya sebagai seorang ayah harus meninggalkan putra saya yang baru berumur enam tahun. Paling cepat saya balik seminggu sekali sehingga momen ini menjadi salah satu momen tersulit dalam hidup saya sejak menikah.
Hari ini saya manfaatkan untuk menghabiskan waktu dengan anak isteri dengan makan di luar. Merayakan momen yang sebentar lagi akan tiba. Momen di mana kami harus berpisah selama seminggu dan hanya memungkinkan bertemu di akhir pekan atau bahkan mungkin bisa jadi sekali dalam dua minggu.
#7 2023
No comments:
Post a Comment