January 9, 2023

A Day in My Life (9)

Hari saya akan memulai hari yang baru. Subuh dini hari, saya sudah bangun dan menenangkan diri sambil merapalkan berbagai doa semoga Sang Maha menemani dan memampukan saya melewati semua proses hari ini. Salah satu fungsi doa ada untuk meyakinkan diri bahwa semua akan berjalan baik-baik saja.

Selepas subuh, saya melanjutkan tidur karena badan masih terasa penat. Saya baru terjaga sekitar pukul tujuh kurang 10 menit. Ada pesan wa dari isteri memastikan bahwa apakah saya sudah memberitahukan pihak kampus bahwa saya sudah di kota ini.

Berhubung karena saya belum memberitahukan pihak SDI, saya kemudian mengirimi kabag SDI pesan via wa bahwa saya sudah di lokasi. Pihak SDI menyampaikan bahwa jam sembilan saya melapor ke kampus I.

Berhubung penginapan ke kampus tidak terlalu jauh, maka saya memutuskan untuk jalan kaki sambil menikmati suasana baru. Hanya butuh sekitar 7 menit untuk tiba di kampus. Setelah menunggu beberapa saat, saya bertemu dengan bagian SDI dan menandatangani kontrak. Setelah itu saya diperkenalkan dengan semua staf administrasi di rektorat kemudian selanjutnya diantar ke kampus 2.

Di kampus 2 ini terdapat beberapa ruang kelas dan juga ruang untuk staf pendidik. Saya hanya menemui satpam kampus karena perkuliahan sedang libur. Ruangan saya di lantai 3 dan rekan yang lain belum ada yang masuk. Beberapa menit setelah menunggu di ruangan, salah seorang rekan datang dan ruangannya persis di samping saya.

Saya kemudian ditelepon oleh pimpinan fakultas dan diarahkan ke kampus 3 untuk perkenalan. Jaraknya tidak terlalu jauh namun tidak memungkinkan untuk ditempuh dengan jalan kaki. Saya menumpang mobil ibu rektor yang juga akan berkunjung ke kampus 3. 

Setiba di sana, saya melihat kampus yang hanya 1 bangunan dan berada di dalam kompleks perumahan. Saya bertemu dengan dekan yang sedang duduk di bawah kemudian diajak mengobrol seputar pekerjaan.

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiranku adalah beberapa subjek benar-benar tidak sama persis dengan latar belakang pendidikanku. Saya mulai berpikir, strategi apa yang harus kugunakan untuk tetap survive karena saya sudah memilih untuk di sini dan tidak ada jalan lagi untuk pindah. Artinya bahwa apapun harus saya lakukan untuk membuktikan kapasitas diri saya dalam bidang yang akan saya tekuni.

Bukan untuk mencoba memaksakan diri namun lebih pada sebuah adaptasi di dunia yang baru. Dunia yang saya pilih untuk fase hidup selanjutnya. Bidang ini merupakan pilihan sadar saya dari berbagai macam pilihan yang ada maka dari itu, saya pantang untuk mundur hanya karena mendapat tantangan.

 #9 2023

No comments: