Beberapa tahun terakhir ketika menyadari bahwa saya sudah terlalu lama terpaku pada satu bidang pekerjaan, terkadang timbul perasaan inferior di dalam diri. Melihat orang yang lebih muda sudah mencapai posisi tertentu sedangkan saya stagnan pada posisi yang sama selama hampir sembilan tahun. Saya tidak bisa memastikan bahwa apakah itu sebuah kegagalan atau diri saya yang terlalu banyak pertimbangan.
Setelah pindah bidang dan memulai dari awal, perasaan itu semakin kuat karena mentor saya di tempat baru selisih umurnya hampir delapan tahun di bawah saya. Sebuah perasaan yang dalam kadar tertentu masih manusiawi karena semua orang menginginkan progres dalam setiap fase kehidupan termasuk juga karir. Jika hati tidak ditata dengan baik, perasaan inferior itu bisa merusak dan semakin menenggelamkan diri.
Namun kemudian, saya menyadari bahwa hidup bukan semacam lomba lari. Masing-masing orang mempunyai kecepatan yang berbeda dalam menjalankan fungsinya di dunia ini. Tidak harus menengok ke samping untuk menjatuhkan semangat diri karena semakin itu dilakukan, maka progres akan semakin jauh.
Kemudian apa yang perlu dilakukan?
Fokus pada tujuan diri sendiri. Melihat ke depan apa yang akan dicapai dan menjalankan setiap prosesnya tanpa membandingkan diri dengan orang lain. Selain itu, jangan sesekali mundur ketika menemui halangan dan rintangan karena hidup itu itu sendiri merupakan fase dari satu rintangan ke rintangan yang lain. Tidak ada yang mudah dalam hidup ini selain ketika kita sudah mati. Bahkan ketika kita memilih untuk tidak melakukan apa-apa pun sudah merupakan sebuah rintangan.
Saat ini, rintangan saya adalah menjalani proses menjadi seorang tenaga pendidik yang baik. Pengalaman yang minim dalam bidang ini tentunya semakin menambah rintangan yang harus saya selesaikan apatahlagi akan berhadapan dengan manusia yang tentunya mempunyai kepribadian yang berbeda.
#22 2023
No comments:
Post a Comment