January 20, 2023

Kuliah (20)

Sejak memutuskan untuk menenggelamkan diri di dunia pendidikan dan berharap bisa menuntaskan karir di dunia pendidikan. Saya kemudian menyusun beberapa strategi yang akan saya jalani untuk mematangkan diri dan bisa berkontribusi di dunia pendidikan. 

Sebelumnya, saya ingin menjelaskan bahwa keputusan untuk menenggelamkan diri di pendidikan bukan perkara mudah karena butuh adaptasi dan effort yang besar. Pengalaman bekerja di korporasi bisa menjadi modal untuk melanjutkan karir di pendidikan namun tidak semua hal bisa diterapkan. Memang ada beberapa hal dari pengalaman bekerja di korporasi yang bisa digunakan di bidang pendidikan misalnya profesionalitas, namun terdapat beberapa hal yang tentunya tidak sinkron.

Meninggalkan dunia industri dengan gaji bulanan yang sudah settle kemudian pindah ke dunia pendidikan dengan gaji yang hanya sekitar sepertiga dari gaji di korporasi, menjadi tantangan tersendiri. Ada semacam penataan hati ketika melihat angka di slip gaji yang jauh berkurang, namun demikian, saya harus meyakinkan hati bahwa niat pindah bukan gaji tetapi membawa nilai hidup untuk ketenangan diri.

***

Jika di dunia industri, saya tidak dituntut untuk melanjutkan kuliah, namun ketika memutuskan di dunia pendidikan, sebuah keharusan untuk sekolah lagi di tingkat selanjutnya. Menjadi akademisi artinya bahwa siap untuk menghabiskan sebagian besar waktu untuk belajar dan mengembangkan diri dalam berbagai hal. Hal ini dimaksudkan agar kualitas pendidikan di negeri ini tidak dijalankan apa adanya namun harus ada nilai lebih.

Saya berharap dan berdoa kepada Sang Maha, semoga saja di tahun kedua, ketika sudah memahami pola dan proses di bidang ini, saya bisa melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya di salah satu kampus di luar negeri. Semoga keputusan ini mendatangkan kebaikan untuk anak istri, tidak malah sebaliknya.

Saya berdoa semoga semangat ini tidak luntur di tengah jalan dan tidak cepat angkat tangan ketika menemui tantangan termasuk persoalan finansial. Tidak bisa dipungkiri bahwa saya butuh dukungan finansial untuk menyelaraskan kehidupan keluarga dan profesi saya namun saya juga meyakini bahwa uang bukan soal hitung-hitungan, tetapi Semesta punya cara tersendiri untuk mencukupkan kebutuhan kita akan uang.

Kuliah lagi tentunya akan menjadi fase kehidupan selanjutnya di dua atau tiga tahun mendatang. Jika sebelumnya saya kadang ragu melanjutkan kuliah karena khawatir akan tanggung jawab namun saat ini, saya menyadari bahwa kuliah setinggi apa pun atau tidak kuliah sama sekali, manusia akan tetap memiliki tanggung jawab yang akan dipertanggungjawabkan. 

Kuncinya terletak pada kesungguhan kita sebagai manusia untuk melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab kita masing-masing.

#20 2023

No comments: