June 30, 2023

Memaksimalkan Waktu (30)

Libur semester ini seharusnya bisa saya maksimalkan untuk lebih produktif lagi karena tidak terbagi dengan energi untuk mengajar dan mempersiapkan bahan ajar. Saya punya beberapa target untuk saya capai di libur semester kali ini antara lain menulis lebih banyak dan membaca lebih giat lagi.

Kalau tidak sekarang maka waktu saya akan semakin terkuras untuk hal-hal yang tidak berguna. 

#30 2023

June 29, 2023

Nuansa Lebaran (29)

Sedari kemarin, saya berusaha untuk merecall semua rasa yang pernah menyeruak dari sanubari setiap kali lebaran tiba. Ada semacam rasa tenang yang menyelimuti jiwa ketika mendengar lantunan takbir saat maghrib menjelang ketika esok hari lebaran tiba. Namun usaha saya untuk menemukan rasa itu sia-sia belaka. Saya tidak menemukan apa-apa meskipun semua masjid saling sahut-sahutan mengumandangkan takbir.

Saya mengingat semua momen masa kecil ketika lebaran datang dan tiba-tiba saja kedamaian menghampiri. Hampir di setiap momen lebaran saat masih di kampung selalu menghadirkan suka cita dan rasa tenang tiada tara. Berkumpul bersama keluarga dan melepaskan semua penat kehidupan yang tak kunjung usai.

Merantau benar-benar menghilangkan semua rasa tenang yang saya rasakan di masa lampau.

#29 2023

June 28, 2023

Idul Adha (28)

Hari ini saya melaksanakan idul Adha karena mengikuti keputusan Muhammadiyah. Tahun ini memang menjadi tahun yang kembali memaksa umat Muslim berbeda perayaan hari raya lebaran baik idul fitri maupun idul Adha. Setelah beberapa tahun penetapan hari raya lebaran antara Muhammadiyah dan NU bersamaan namun tahun ini kembali harus berbeda.

Saya tidak ingin masuk dalam ranah metodologi penentuan hari raya antara kedua kelompok terbesar di Indonesia tersebut, di samping karena saya sama sekali tidak memiliki ilmu tentang penentuan hari raya, saya juga merasa bahwa para ulama memiliki otoritas dan keilmuan yang memadai dalam hal penentuan hari raya sehingga sebagai umat yang kekurangan ilmu, saya merasa hanya perlu untuk mengikuti salah satu dari kedua kelompok tersebut.

Saya sejak lahir berada dalam kultur Muhammadiyah yang tulen bahkan hampir seluruh keluarga besar saya merupakan pengikut Muhammadiyah dan sebagian dari mereka menjadi orang penting dalam struktur organisasi Muhammadiyah sehingga praktis sejak kecil, saya mengikuti semua ketentuan yang disepakati oleh organisasi.

Sejak merantau ke Jawa, saya tidak terlalu saklek memegang kultur dalam Muhammadiyah sehingga dalam beberapa kesempatan, saya masih sering ikut tahlilal meskipun masih ada batasan yang saya tidak lakukan seperti makan daging yang disediakan ketika acara tahlilal. 

Di kampung saya, tahlilal orang meninggal hanya dilakukan maksimal tiga hari setelah hari meninggalnya bahkan ada yang hanya sehari. Selain itu, tidak ada hidangan daging ketika acara tahlilal. Acaranya hanya ceramah dan pembacaan al-Quran.

***

Hari ini, saya dan keluarga harus menempuh jarak sekitar sekian kilometer untuk salat idul Adha karena tidak ada masjid dekat rumah yang melaksanakan hari ini. Mayoritas mengikuti ketentuan pemerintah dan NU yang akan melaksanakan idul Adha esok hari. 

Kami memutuskan untuk salat di area parkiran kantor PP Muhammadiyah di daerah Menteng dekat Tugu Tani. Sekitar 45 menit dari rumah kami dengan mengendarai motor. Jarak yang lumayan jauh memaksa kami untuk berangkat lebih awal. Sekitar jam 5.15, kami sudah berangkat dari rumah.

Jalanan tidak terlalu padat karena masih pagi buta sehingga cukup lancar untuk sampai di area parkiran PP Muhammadiyah. Setiba di sana, jamaah belum terlalu ramai sehingga kami masih mendapat space di dekat mimbar. 

Jamaah baru berdatangan ketika pelaksanaan salat hendak dimulai sehingga jalanan depan kantor ditutup untuk digunakan para jamaah yang tidak mendapat tempat di area parkir. Saya lihat beberapa wartawan sedang menyiapkan peralatannya untuk meliput pelaksanaan salat idul Adha.

#28 2023

June 26, 2023

Bincang Tengah Malam (26)

Tulisan ini merupakan gabungan dari olah pikir teman-teman ketika diskusi tengah malam dan saya tidak mengklaim sebagai refleksi pribadi saya.

Jika ingin melepaskan semua bias dan merunut ke belakang, maka yang disebut sumber Islam itu hanya satu yaitu Nabi Muhammad SAW. Menguji rantai riwayat atau referensi untuk memastikan bahwa ini dari Nabi.

Jika potensi kecerdasan Ulama sudah dimaksimalkan di situ tetapi kita masih meragukan maka kemungkinan yang bermasalah di kita karena Ulama sudah benar-benar mengeluarkan semua energinya untuk meriwayatkan dengan murni yang disodorkan kepada umat.

Proses periwayatan hadits tidak dilakukan secara serampangan tetapi melalui berbagai dengan sangat ketat oleh para Perawi jadi kita sebagai umat yang lahir belakang dan tidak punya akses yang cukup maka kita harus percaya pada apa yang ditawarkan oleh para Ulama.

#26 2023

June 25, 2023

Intel (25)

Malam sebelumnya, saya dan salah seorang teman diskusi tentang sepak terjang CIA dalam berbagai peristiwa politik di suatu negara termasuk keterlibatan CIA dalam peristiwa pembantaian PKI tahun 1965.

Sehari setelahnya, saya menonton film berjudul "Kandahar" yang dibintangi oleh Gerard Butler yang berperan sebagai agen CIA di Timur Tengah. Film tersebut berkisah seorang agen CIA yang punya peran sangat signifikan untuk melakukan riset pada posisi strategis musuh yang kemudian akan dihancurkan dari jarak jauh.

Dalam perjalanannya, keberadaan agen CIA disadari oleh pihak Iran dan kemudian melakukan pengejaran.

Film tersebut juga menggambarkan bahwa Muslim di Timur Tengah bukan kelompok yang tunggal artinya mereka tergabung dalam fraksi yang berbeda dan seringkali saling perang satu dengan yang lain.

#25 2023

June 24, 2023

Memeriksa Ujian (24)

Malam ini saya bedagang memeriksa ujian akhir mahasiswa. Ini pertama kalinya saya harus menilai mahasiswa sementara saya masih merasa belum begitu maksimal dalam proses pengajaran bahkan saya masih mencari strategi pedagogi yang cocok untuk saya terapkan dan sesuai dengan karakter mahasiswa yang saya hadapi setiap hari. 

Memeriksa hasil ujian tidak terlalu rumit karena sudah ada kunci jawaban namun yang lebih sulit ketika proses penilaian akhir. Variabel nilai akhir tidak hanya ditentukan oleh ujian mahasiswa namun harus dilihat secara komprehensif baik dari segi sikap, keaktifan, penguasaan materi di kelas dan semua aspek yang mendukung perkembangan mahasiswa.


#24 2023

June 23, 2023

Perpisahan (23)

Hari ini ada seorang rekan dosen yang memutuskan untuk pindah ke kampus lain di Pamulang. Kami melakukan perpisahan sederhana dengan merayakan sambil menikmati kopi di kafe Cozy dekat dari kawasan Surapati. 

Perpisahan seperti ini biasanya meninggalkan perasaan sentimental namun saya pribadi sudah kebal dengan momen seperti perayaan perpisahan karena selama sebelas tahun berkarir di perusahaan, sudah sering kali saya berpisah dengan rekan kerja atau bahkan saya yang kemudian harus mutasi maupun harus resign.

Itulah kenapa saya merasa biasa saja saat perpisahan kembali terjadi meskipun tentu ada perasaan sedikit menyayangkan karena rekan saya yang akan pindah kampus merupakan duet di ruang dosen dan teman diskusi, meskipun sebenarnya saya baru mengenalnya enam bulan terakhir tetapi karena dia yang paling sering di ruangan jadi setiap hari, saya selalu berinteraksi dengannya.

Selain itu, saya juga masih memikirkan alasan utamanya pindah kampus ke Pamulang sementara keluarganya di sini tetapi dia selalu menjelaskan kepada saya bahwa dia ingin bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sementara di kampus kami, belum dibuka jurusan yang sesuai dengan kompetensinya.

Apatahlagi dia juga terbilang baru bergabung di kampus ini karena praktis baru sekitar 1,5 tahun. waktu yang masih sangat singkat meskipun secara de facto, dia sudah lama mengajar di kampus ini bahkan ketika kampus ini masih berstatus sekolah tinggi.

***

Saya sudah berjanji bahwa perpisahan tidak akan melarutkan perasaan saya karena sudah seringkali saya lewati bahkan menurut saya bahwa perpisahan paling berat tentu ketika meninggalkan kampung halaman jadi ketika hanya perpisahan di lingkungan pekerjaan, maka saya anggap hanya sebagai dinamika dalam pekerjaan dan tidak terlalu berdampak signifikan terhadap hidup saya.

#23 2023

June 22, 2023

Mengenali Diri (22)

Tadi siang ada perpisahan salah seorang rekan yang pindah homebase. Lazimnya di sebuah acara formal perpisahan, orang yang akan pergi memberikan kesan dan pesan selama bekerja dalam berbagai hal termasuk dengan rekan sejawat. Demikian juga tadi teman yang sedang perpisahan, dia menceritakan awal bergabung dan kesan awal yang didapatkan di tempat ini.

Selain itu, dia juga menceritakan kesan semua rekan-rekan yang hadir tadi. Saya sebagai orang yang paling baru bergabung dan baru mengenalnya enam bulan terakhir, tentu tidak sebanyak kesan yang dia dapatkan dari rekan yang lain. Namun demikian, dia menceritakan awal kedatangan saya dan duduk di ruangan pertama kali. Dia awalnya menganggap bahwa saya pribadi yang jaga imej dan mungkin sedikit agak segan mendekati saya.

Entah kenapa, ketika mendengar kesan awal dia mengenal saya. Memori saya kemudian merecall semua ingat terhadap kesan orang lain ketika pertama kali bertemu dengan saya dan sebagian besar hampir sama bahwa saya dianggap jaga imej dan agak sangar, mungkin karena bawaan muka layaknya orang timur. Tetapi dari situlah, saya kemudian mencoba untuk mengenali diri saya sendiri dari kaca mata orang lain. 

#22 2023

June 21, 2023

Serenity (21)

Dalam fase kehidupan yang dijalani, biasa kondisi paling tidak mendukung seringkali membawa hikmah yang besar terhadap diri sendiri karena di momen seperti itu, kita merefleksikan banyak hal dan mengevaluasi diri sendiri. Sementara ketika kita berada di dalam zona nyaman yang semua terlihat baik-baik saja dan menyenangkan, maka seringkali manusia lalai untuk merefleksikan diri dan perjalanan hidupnya.

Kondisi ini yang sedang saya alami sekarang di tempat yang baru. Saya selalu merefleksikan apa hikmah dari fase perjalanan hidup yang sedang saya jalani di saat semua terlihat tidak berpihak dan tidak menyenangkan. Saya meyakini bahwa pasti ada sisi dari hidup saya yang sedang dikuatkan oleh semesta dengan iklim pekerjaan yang tidak kondusif.

Sejauh ini, saya merasa bahwa saya sedang dibimbing oleh semesta untuk memperkuat karakter saya di tengah kondisi kerja yang saling mengklaim kebenaran dan saya nampaknya selalu ditarik ke dalam setiap sisi yang berlawanan. Di satu sisi, saya merasa bahwa tidak ada kepentingan apa-apa yang saya harapkan termasuk juga saya tidak punya masalah terhadap mereka yang saling berkonfrontasi sehingga tidak seharusnya saya berada di dalam satu titik koordinat.

Di titik inilah, saya harus menguatkan karakter untuk tetap berada di jalan yang saya yakini yaitu bersikap netral dan menjalankan apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya tanpa harus terganggu dengan opini dan pandangan dari siapa pun. 

Bukan pekerjaan mudah tentunya karena setiap hari harus berinteraksi dengan dua kubu yang berhadap-hadapan namun di situlah tantangan utamanya, bagaimana saya mampu menenangkan diri saya di tengah kondisi seperti ini. 

"Serenity"

Seperti judul pada blog ini, mungkin ini momen paling pas untuk menemukan kondisi serenity dalam hidup saya dengan menikmati hiruk pikuk di sekitar saya. Hiruk pikuk yang saling mengklaim sisi kebenaran dan merusak kohesi di antara mereka. Memang biasanya ketika kita mempunyai masalah dengan seseorang atau pihak lain, maka gibah terasa sangat menyenangkan karena kita berusaha mengklaim diri benar dibandingkan dengan oposisi kita.

Nah saya tidak ingin masuk dalam pertarungan kondisi yang terjadi. Saya ingin menghabiskan waktu dengan baik dan dengan dunia saya sendiri. Sesekali menyendiri di kopi shop sambil menikmati secangkir kopi panas dan merefleksikan kehidupan ini.

Apa yang bukan merupakan urusan saya tidak harus saya campuri karena hanya akan menambah beban berat di pikiran. Biasanya dalam kondisi seperti ini, kita akan selalu berada pada dua lingkaran yang akan selalu tarik menarik. Netral bukan pilihan yang mudah karena akan selalu dianggap tidak memiliki kelompok namun itu yang akan saya lakukan karena saya memahami bahwa hidup itu punya banyak pilihan dan bukan hanya hitam putih.

#21 2023

June 20, 2023

Memahami Keamanan (20)

Konon di Jerman, sangat mudah ditemui tempat yang terpampang tulisan "Gewalt ist die Waffe der Wache" yang mungkin secara sederhana dapat diartikan bahwa kekerasan merupakan senjata bagi si lemah. Selain kekerasan, orang lemah biasanya membangun aliansi untuk memvalidasi diri mereka menjadi kuat meskipun pada dasarnya sangat rapuh.

Zaman sekarang, sangat mudah menjumpai orang yang melakukan kekerasan terhadap orang lain karena merasa punya power dan dominasi sehingga dengan mudahnya mampu melakukan tindakan kekerasan fisik. Kemudian setelah apa yang diandalkan sudah hilang, maka dia hanya bisa tertunduk sambil menyesali tindakannya.

Beberapa bulan yang lalu, media nasional dihiasi dengan berita tentang salah seorang anak pejabat Bea Cukai yang dengan arogannya melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain dan merasa bahwa dia tidak akan bisa dihukum karena menyadarkan kekuatannya kepada bapaknya. Alhasil, bukan hanya dia harus harus mendekam di jeruji penjara namun ayahnya juga harus menginap di balik jeruji karena terbukti mengumpulkan kekayaannya melalui tindakan korupsi.

Jika di perusahaan kita bertemu dengan pimpinan yang kerjanya suka memarahi bawahan maka dapat dipastikan bahwa pimpinan tersebut tidak percaya terhadap kemampuan dirinya sehingga menutupi kelemahannya dengan cara marah. Hal yang sama ketika berada di dunia pendidikan, jika seorang pendidik tidak memberikan ruang diskusi kepada anak didik dan selalu mengedepankan sikap memerintah, dapat dipastikan bahwa si pendidik tidak percaya akan kemampuannya.

Lihatlah masyarakat US yang dibebaskan untuk memiliki senjata dan seringkali terjadi tindakan kekerasan menggunakan senjata. Mereka sebenarnya lemah sehingga menyandarkan kekuatan pada senjata yang dimiliki.

Orang yang merasa mempunyai power untuk melakukan tindakan apa saja terhadap orang lain, sebenarnya orang yang lemah. Orang yang paling kuat adalah mereka yang memiliki kekuataan namun memilih untuk diam dan tidak terlihat.

Wibawa tidak dibangun dengan cara mengancam dapat merupakan cerminan dari kemampuan kita untuk memperlakukan orang lain sesuai porsinya.

Dalam studi ilmu HI, Nicollo Machievelli dan Thomas Hobbes menjadi dua tokoh penting yang tidak berpendapat bahwa perang adalah hal yang wajar bagi negara untuk mencapai kepentingan nasionalnya. 

#18 2023

June 19, 2023

Stop Belanja (19)

Setelah tadi siang sepatu yang saya beli datang dengan harga yang lumayan mahal, saya merasa bahwa sepatu saya sudah lebih dari cukup bahkan sepatu yang saya punya lumayan bagus dengan harga yang mahal untuk ukuran saya. Saya kemudian membayangkan bahwa lima sepatu yang saya punya tidak akan digunakan sesering mungkin dan mungkin hanya dua yang akan sering saya fungsikan. 

Sepatu saya tadi datang ketika saya sedang asik membaca buku E.F Schumacher tentang "Small is Beautiful." Dia seorang ahli statistik dan ekonomi keturunan Inggris-Jerman. Tulisannya secara umum menjelaskan tentang kritik terhadap sistem ekonomi modern yang dipopulerkan oleh bangsa barat. Menurutnya bahwa sistem tersebut akan menghabiskan sumber daya alam dan merusakan nilai-nilai kehidupan. Sistem ekonomi tersebut juga melegalisasi ketamakan dan nilai uang di atas segalanya. 

Buku ini pula menjelaskan beberapa hal tentang kenapa kemakmuran universal tidak mengarahkan kepada perdamaian, bagaimana pertumbuhan malah merusak alih-alih membangun dan energi nuklir akan sangat merusak alih-alih membangun. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa small is beautiful mengajak kita untuk mengerem diri dari keinginan-keinginan yang tidak terkontrol.

***

Setelah kemarin memutuskan untuk mengurangi ketergantungan terhadap media sosial dan gaddet, hari ini saya kemudian berpikir bahwa mungkin ini waktunya untuk berhenti belanja baju dan sepatu. Saya memiliki beberapa potong baju dan celana yang jarang sekali saya pakai dan hanya tersusun rapi di lemari jadi mungkin untuk beberapa waktu yang tidak bisa saya tentukan, saya memutuskan untuk stop belanja baju dan sepatu kecuali memang mendesak dan diperlukan untuk hal-hal diluar perkiraan.

Saya tidak sedang ingin hidup minimalis sesuai dengan salah satu buku populer yang terpajang di pintu masuk gramedia namun saya hanya ingin menerapkan pola hidup saya sendiri tentang bagaimana mengurangi keinginan yang tidak perlu. Hidup yang tidak terkontrol adalah hidup yang akan merusak diri sendiri.

Kenikmatan membeli hanya berada pada euforia menunggu barang datang kemudian membukanya namun setelah semua sudah dimiliki maka jarang sekali rasa itu tetap, seringkali menguap begitu saja dan kembali ke hal normal, kemudian parahnya akan membuka market place dan mencari barang-barang lain yang belum dimiliki.

#19 2023

June 18, 2023

Detoks Media Sosial (18)

Hari ini tepat pada hari minggu (18/6/23), saya memutuskan untuk menghapus aplikasi instagram dari hp saya dan menguninstall aplikasi youtube. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan saya pada hp yang selalu menghabiskan sebagian waktu saya setiap hari. Media sosial menjadi distraksi paling masif dalam beberapa target dan pekerjaan yang akhir-akhir ini harus saya selesaikan. Selalu ada pemakluman ketika akan membuka media sosial atau menonton youtube. 

Saya tidak tahu apakah saya benar-benar bisa bertahan lama untuk tidak lagi membuka kembali media sosial namun setidaknya saya menjalankan usaha untuk mengurangi kebiasaan dan kecanduan gadget. Youtube sendiri sudah tidak aktif di hp saya dan mungkin saya masih akan menonton youtube namun melalui laptop dan saya akan memilih video yang mendukung perkembangan diri saya.

Saya sadar bahwa seminggu ini akan menjadi pertarungan paling berat dalam mengurangi ketergantungan terhadap gadget, jika saya kalah di minggu ini maka usaha saya akan sia-sia namun jika bisa menahan diri dan mengalahkan nafsu membuka akun media sosial, mungkin saya akan berhasil ke depan. Saya akan berusaha mengganti kebiasaan memegang gadget dengan membaca dan menulis.

Saya sudah merasakan dampak negatif berkepanjangan akibat kecanduan gadget seperti tidak bisa fokus, pekerjaan tertunda, produktifitas menurun, dan berbagai target lain yang jauh dari sasaran. Saya juga seringkali merasa cemas dan ada perasaan FOMO sehingga selalu kembali ke media sosial. Selain itu, ada rasa iri terhadap apa yang ditampilkan orang lain di media sosial seperti kekayaan yang menipu. Otak seperti distimulasi sehingga ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain.

Usaha saya ini semacam detoksifikasi gadget untuk mengkonstruksi ulang kesenangan saya yang semula terhadap gadget dan akan saya usahakan mengganti dengan hal-hal yang lebih produktif seperti menulis dan membaca.

Detoks ini akan saya lakukan secara bertahap yaitu seminggu awal, saya akan bergelut dengan keinginan untuk membuka media sosial, kemudian akan saya lanjutkan tiga minggu berikutnya dan tiga bulan sampai akhirnya otak saya tidak berpikiran lagi terhadap media sosial.

Saya akan menulis kembali minggu depan atas progress saya melakukan detoks media sosial.

#18 2023

June 17, 2023

Mental Seorang Pendidik (17)

Mental merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh semua orang dalam kehidupan ini. Mental merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan batik dan watak manusia. Kondisi mental yang baik ketika seseorang mampu menguasai diri dan menjaga batin tetap tenang, normal, dan tenteram. Kondisi seperti ini yang akan menjadi pendukung bagi seseorang dalam menjalani profesinya dengan baik. Kondisi mental yang baik khususnya sangat dibutuhkan pada profesi yang berhubungan dengan orang lain karena feedback yang diterima secara langsung.

Pengajar sebagai salah satu profesi yang menuntut untuk berinteraksi dengan baik sehingga membutuhkan mental yang baik. Jika seseorang pengajar tidak memiliki mental yang baik maka ketika akan masuk ruangan dan berdiri di depan forum, maka mereka tidak bisa menyampaikan materi pelajaran. Tentu berdiri di depan forum dan menyampaikan materi membutuhkan mental yang kuat dan kondisi batin yang tenang dan normal sehingga apa yang sudah dipersiapkan bisa tersampaikan dengan baik.

Jika seorang pendidik baru melangkah masuk ruangan dan sudah menunduk dengan rasa tidak percaya diri, maka yakinlah bahwa kelas tidak akan berlangsung dengan baik. Selain itu, ketika dalam proses belajar dan tidak mampu menguasai kelas dengan baik maka kelas akan berakhir dengan gagal. Dalam proses pengajaran, seringkali terjadi dinamika kelas yang tidak diperhitungkan sebelumnya sehingga pengajar yang memiliki mental yang kuat selalu punya trik untuk mengendalikan kelas.

Adanya banyak sekali faktor yang menentukan mental yang kuat bagi seorang pengajar. Faktor pertama tentu saja persoalan waktu. Pengajar pemula dan yang sudah berpengalaman pasti memiliki mental yang berbeda karena pengajar pemula belum mempunyai gambaran kelas yang harus dihadapi dan belum memiliki pengalaman yang akan diterapkan sementara pengajar yang berpengalaman sudah memiliki berbagai tips untuk mengatasi kelas. 

Selain waktu, persiapan yang matang juga menjadi faktor penentu seorang pengajar untuk memiliki mental dalam mengajar. Jika tidak mempersiapkan materi dengan baik maka pengajar tidak akan mampu mengatasi kelas dengan baik.

Saya sebagai pengajar pemula sudah merasakan berbagai hal mengenai kondisi yang saya sebutkan di atas. Suatu waktu saya menyiapkan dengan baik kelas maka mental saya akan kuat untuk menghandle kelas namun ketika saya menyadari bahwa persiapan saya minim dan tidak yakin atas materi yang akan saya sampaikan maka biasanya kelas tidak berjalan sebagaimana harapan saya.

#17 2023